Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP.196


__ADS_3

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Diana pun pergi ke toilet untuk mencuci tangannya. Lalu ia kembali ke kelas setelahnya. Derrick yg ingin bicara padanya pun dihindarinya, karena Diana merasa Derrick akan mengejeknya. Terlebih tubuh Diana masih terlihat berisi walau ia sudah memulai treatmen dari momnya.


Sofia sudah melakukan treatmen untuk merubah tubuh Diana, tapi sayangnya Diana masih diam-diam mengkonsumsi cake dan kue-kue manis lainnya. Sofia yg tahu pun hanya diam saja karena tak tega untuk memarahi anaknya yg sedang masa pertumbuhan.


Sofia pun langsung datang ke sekolah begitu mendapat panggilan dari guru BP di sekolah Diana. Dengan tampilan yg elegant dan santai ala kantoran, ia masuk ke sekolah Diana. Ia menemui guru tersebut. Guru tersebut pun mengatakan kalau Diana tidak sengaja dan hanya spontanitas sebagai bentuk perlindungan diri. Sofia pun hanya tersenyum dan meminta maaf jika putrinya sampai merusak fasilitas sekolah.


Saat Sofia menanyakan ganti rugi, guru tersebut menolaknya karena Diana sudah membayarnya. Sofia pun tersenyum dan mengucapkan terimakasih pada guru tersebut telah mengabarinya tentang apa yg terjadi pada putrinya, kalau tidak begitu mungkin Diana akan merahasiakannya dari dirinya.


Setelah berbicara dengan guru Bp tersebut, Sofia pun menunggu putrinya pulang karena jam pulang sebentar lagi. Tak berapa lama, bel pun berbunyi dan para siswa mulai keluar dari kelasnya. Diana yg mendapat pesan dari ibunya pun langsung mencari ibunya di parkiran dan pulang bersama ibunya.


"Maaf mom, aku tadi tidak sengaja.." ucap Diana di dalam mobil.


"Tidak sayang, tindakanmu benar tidak salah sama sekali.." ucap Sofia tersenyum.


"Syukurlah kalau aku tidak dimarahi.." ucap Diana.


"Ya.. kau bahkan membayarnya dimuka.. kau itu ternyata banyak uang.." ucap Sofia tersenyum.


"Ya aku selalu menyimpan uang pemberian grandma dan grandmom.. Daddy juga sering memberiku uang.. " ucap Diana.


"Ya.. kau memang pintar, dan ingat jangan boros.." ucap Sofia.


Lalu mereka pulang ke rumah dan makan siang bersama di rumah.


☘☘☘


Akhirnya ujian kelulusan pun tiba, Diana berhasil mengerjakan semua soal dengan baik. Ia pun mengumpulkan kertas ujiannya paling awal dan keluar dari dalam kelas. Derrick yg melihatnya pun bingung, kenapa Diana bisa mengerjakan semuanya dengan cepat.


Hingga tak terasa waktu ujian telah berakhir, Diana pun senang bukan main karena ia bisa istirahat dari belajarnya dan berlibur bersama teman atau keluarganya. Guru di kelas pun mengumumkan mulai besok mereka libur dan hanya akan menunggu pengumuman kelulusan. Semua murid bersorak menyatakan kalau mereka bebas dari yg namanya belajar.


Saat pulang, Diana pun berjalan bersama teman-temannya. Mereka melewati Cindy dan gengnya. Cindy pun tak kehabisan akal untuk mengerjai Diana. Ia memasang kakinya di tengah jalan agar Diana tersandung. Diana yg sedang mengobrol pun tak menyadari hal itu dan langsung terjatuh. Kacamatanya pun terlepas dan langsung diinjak oleh Cindy.


Brughh..


"Akh.." ucap Diana.


"Diana kau tak apa?" tanya Nada.


"Cindy kau itu keterlaluan.." ucap Fita.


"Maaf Diana aku tak sengaja.." ucap Cindy bangkit dari duduknya dan menginjak kacamata milik Diana.


Kreekk..


"Uppps.. maaf Diana aku tak melihatnya.." ucap Cindy lalu tertawa meninggalkan Diana bersama teman-temannya.


"Heii.. dasar gadis licik..!" teriak Fita.


"Sudahlah Fit.. aku tak apa.." ucap Diana.


"Di kau itu terlalu sabar atau bagaimana?" tanya Nada.


"Sudahlah, kalau dibalas dia akan melakukannya lebih parah lagi.." ucap Diana.


"Tapi kacamatamu pecah Di, bagaimana kau bisa melihat dengan jelas..?" tanya Fita.


"Kau tenang saja aku sudah bawa persiapan.." ucap Diana.

__ADS_1


Nada dan Fita pun mengantarkan Diana ke toilet untuk membersihkan lukanya. Setelah itu Diana mengeluarkan lensa dari dalam tasnya. Ia dengan hati-hati memasangnya dan kini ia bisa melihat seperti biasanya.


"Di kau terlihat berbeda tanpa kacamata.. kau cantik.." ucap Nada.


"Iya.. harusnya kau pakai lensa saja.." ucap Fita.


"Terimakasih, tapi aku masih gendut dan tidak percaya diri.." ucap Diana.


"Kau pasti bisa kurus.. " ucap Nada.


"Ya.. kau harus berusaha selama liburan ini.. jadi saat masuk SMA kau sudah glow up.." ucap Fita.


"Hehe.. ya ya.. nanti aku coba.." ucap Diana.


Mereka pun keluar dari toilet dan berpapasan dengan Derrick. Derrick pun hampir tak mengenali Diana saat mereka bertabrakan.


"Maaf.." ucap Diana.


"Aku juga minta maaf.." balas Derrick.


"Kau tak apa Di?" tanya Nada.


"Kalau jalan lihat-lihat Derr, Diana tadi sudah terjatuh sekarang jatuh lagi.." ucap Fita kesal.


"Diana??" ucap Derrick tak percaya.


"Ya.. dia Diana, dia hanya melepas kacamatanya.." ucap Fita lalu langsung pergi meninggalkan Derrick yg terdiam membeku.


Mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Diana yg pulang dengan luka di siku dan lututnya pun menjadi tatapan tajam daddynya.


"Tadi aku jatuh Dad.." ucap Diana.


"Kau tidak bohong kan?" tanya Alfi.


"Tentu saja tidak, tadi lantainya licin habis di pel.." ucap Diana karena memang tadi lantainya juga masih agak basah setelah dipel.


"Ayo ikut daddy, daddy akan obati.." ucap Alfi menarik Diana dan mengobatinya.


☘☘☘


Tibalah dimana hari perpisahan sekolah, Diana sudah didandani dengan cantik oleh MUA langganan Sofia. Dan juga baju yg dibuatkan oleh desainer langganan Grandmom. Tubuh Diana pun kini tak terlihat gendut karena Reina meminta desainernya untuk membuat tampilan Diana tidak terlihat gendut.


Diana pun pergi bersama Daddy dan mommy-nya. Mereka pergi bertiga menuju ke sekolah Diana. Disana semua murid dan orang tua pun sudah berkumpul. Dan perpisahan sekolah pun berlangsung haru karena mereka tidak akan berada di sekolah ini lagi. Serangkaian acara pun berlangsung hingga pukul 12 siang. Setelah acara berakhir, semua berfoto-foto dengan keluarga dan juga teman-temannya.


Derrick pun melihat Diana tampil berbeda dengan riasan di wajahnya. Riasan sederhana sesuai usianya, dan berbeda dengan Cindy yg bersolek bak model. Orang tuanya yg selalu menceritakan tentang perusahaannya yg sedang maju. Dan memamerkannya pada orang tua Diana. Sofia dan Alfi pun hanya tersenyum menanggapinya.


Derrick pun ingin bicara pada Diana tapi Diana terlanjur sudah pergi bersama Sofia dan Alfi.


☘☘☘


Hari pun tak terasa berlalu begitu cepat, kini Diana sedang menunggu hasil kelulusannya bersama ratusan siswa lain di sekolahnya. Diana, Fita dan juga Nada sedang khawatir akan hasilnya. Mereka menenangkan diri di kantin sembari makan camilan dan meminum es.


"Aku tegang sekali.." ucap Diana.


"Aku juga.. ingin rasanya aku pulang.." ucap Nada.


"Aku sedikit khawatir pada hasilnya.." ucap Fita.

__ADS_1


Tiba-tiba, Tiwi teman gengnya Cindy datang dan membuat mereka bingung.


"Hei Diana, kau dipanggil Cindy ke atap.." ucap Tiwi.


"Memangnya dia kepala sekolah pakai memanggil ke atap segala.. dan kau mau saja disuruh seperti pembantu.." ucap Diana.


"Ya.. kalau kau ingin tasmu kembali kau bisa ke atap.." ucap Tiwi kesal mendengar ucapan Diana.


"Astaga.." ucap Diana yg berlari menuju ke kelasnya. Ia ingat di dalamnya ada dompet yg berisi kartu-kartu pemberian neneknya dan juga ibunya.


Ketika sampai di kelas, Diana melihat tasnya sudah tidak ada.


"Akhh.. Si***" umpatnya.


Mau tak mau Diana naik ke atas menemui Cindy. Dengan nafas terengah-engah setelah berlari, ia melihat Cindy tersenyum sembari memegang tasnya.


"Gendut kau sudah tiba juga, tak apa aku sedikit menunggu karena aku tahu kau itu gendut.. haha.." ucap Cindy.


"Kembalikan tasku.." ucap Diana.


"Kemarilah.." ucap Cindy dan Diana pun mendekat.


"Kau ternyata anak orang kaya, aku sudah melihat blackcard milikmu, ada ya anak SMP membawa-bawa kartu seperti itu.." ucap Cindy.


"Ada ya orang bodoh yg tidak bisa membedakan blackcard dengan kartu lainnya." ucap Diana tersenyum karena itu bukan blackcard melainkan akses untuk masuk ke kantor SHIELD.


"Kau..! berani sekali menghinaku.. aku akan robek tas ini.." ucap Cindy yg sudah memegang gunting.


Dengan gerakan cepat Diana menjatuhkan gunting tersebut. Lalu ia mengunci tangan Cindy.


"Akhh.. sakit sekali lepaskan.." ucap Cindy.


"Ini peringatan terakhir, kau sudah menggangguku selama 3 tahun dan bahkan berani melihat isi dompetku.." ucap Diana geram.


Namun, tiba-tiba tawa Cindy terdengar.


"Hahaha.. ternyata kau itu cuma berlagak lugu tapi sebenarnya hanya preman.." ucap Cindy.


"Apa maksudmu.?" tanya Diana.


"Tiwi keluarlah.." ucap Cindy.


"Halo Diana, semuanya sudah terekam disini lho.. aku akan melaporkanmu karena melakukan kekerasan di sekolah dan sudah dapat dipastikan kau tidak akan diterima disekolah manapun jika viral.." ucap Tiwi.


"Kalian benar-benar keterlaluan.." ucap Diana melepaskan tangan Cindy.


"Aku tidak akan melaporkannya asalkan kau mau melakukan sesuatu untukku.." ucap Cindy.


"Apa maumu?" tanya Diana.


"Kau harus menyatakan perasaanmu pada Derrick, aku butuh hiburan karena ia tak menerima perasaanku.." ucap Cindy.


"Dasar licik.." ucap Diana.


"Aku tunggu saat pulang sekolah.." ucap Cindy meninggalkan Diana sendiri di atap.


Diana pun tengah berfikir, bagaimana nasibnya jika ia diblacklist dari semua sekolah di negeri ini. Mau taruh dimana muka orang tuanya apalagi mommynya yg notabene pemimpin SHIELD Group. Fita dan Nada pun menghampirinya karena terlalu lama di atap. Diana pun diajak turun oleh mereka karena pengumuman kelulusan akan segera diumumkan.

__ADS_1


__ADS_2