Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.59


__ADS_3

Hari penyerangan pun tiba, kini mereka semua sudah bersiap-siap untuk menyerang markas SHIELD. Semua anggota sudah diinstruksikan tugas mereka dan tim mereka. Tim pemberontak terbagi menjadi 3 kelompok, sehingga memudahkan mereka untuk menyebar. Sementara Sofia berada di garis depan dengan anggota lainnya.


Mereka berangkat menggunakan mobil hitam beriring-iringan. Tim Sofia ada di paling depan. Disusul dengan tim 2 dimana tidak ada anggota tim pemberontak. Mau tidak mau Sofia sebagai pemimpin akan menghadapai 2 kelompok tersebut. Ia berharap bala bantuan dari SHIELD tiba tepat waktu.


Sementara Noah sedang memantau anak buahnya di depan kamera pengawas. Ia sudah mengatur strategi untuk membantu Sofia membantai orang-orang BlackStar yg ingin menyerang mereka.


"Kalian bersiaga di sayap kiri dan kanan.."


"Siap tuan.


"Dan tim alfa bersiaga jika Sofia telah tiba di posisi.."


"Siap tuan.


"Dan sisanya amankan markas ini bersamaku.. kita akan jadi pelindung terakhir.." ucap Noah.


Dan benar saja semua anggota SHIELD sudah bersiap diposisi. Semua perlengkapan dan senjata sudah mereka siapkan. Tim medis darurat pun sudah standby di mobil mereka.


Waktu terus berjalan, hingga Sofia telah tiba di lokasi markas SHIELD. Sementara rombongan kedua akan tiba 5 menit lagi. Sofia aka Gracia sengaja turun dari mobil terakhir. Dan ketika anggota lain sedang bersiap menembak gerbang markas dengan senjata Sofia turun dan menembak anggota tersebut hingga jatuh.


Dorrr..!


"Siapa yg menembak?" ucap mereka menuju arah tembakan dan menoleh ke arah Gracia.


"Aku.." ucap Gracia dan langsung menembak semuanya walau ada 2 orang berhasil lolos.


Dorr...Dorr...Dor...Dor...!


"Dasar wanita licik.." ucap seseorang yg berhasil kabur dan menyerang Sofia.


Senjata Sofia pun ditendang hingga jatuh. Dan wajah Sofia langsung dihajar dengan bogem mentah hingga ada luka di sudut bibirnya. Tapi Sofia tersenyum mengelap darah di bibirnya lalau bangkit.


"Boleh juga.. ayo kita bertarung dengan tangan kosong..!" tantang Gracia.


"Ayo kita hajar dia.."


Mereka berdua pun melawan Gracia dan mencoba mengeroyoknya sampai tim 2 tiba. Adu jotos pun menjadi sengit. Di pertarungan kali ini, Gracia menunjukkan kehebatannya. Ia lebih banyak memukul dengan tepat dan sangat sedikit menerima pukulan. Lain dengan 2 orang dihadapannya, mereka justru banyak mendapat pukulan telak dari Gracia hingga mereka kehabisan energi. Bughh..Bughh.Bughh..


Dan Gracia aka Sofia melakukan pukulan terakhir yg membuat mereka berdua K.O. Bughh..Bugghh..!


Mereka berdua pun jatuh di tanah. Sementara anggota SHIELD, bersembunyi menyaksikan pertarungan Sofia. Ingin mereka keluar dan menyerang tapi mereka dipersiapkan untuk melawan kelompok 2 yg jumlahnya besar.


"Apakah mereka masih jauh?"


"Tidak sudah dekat."


"Bagus.. tanganku sudah gatal ingin menghajar mereka."


"Kau benar, melihat nona kita sudah dipukul hatiku menjadi panas."

__ADS_1


"Iya aku juga.. "


"Ayo kita bersiap mereka sudah berjarak 20 meter"


"Semuanya bersiap-siap dalam hitungan 3 tembak.." ucap Noah di sambungan teleponnya.


"Siap tuan..!"


"1..2..3.. Tembak..!"


Dorr..Dorr..Dorr..


Seketika mereka yg tiba dihujani tembakan beruntun dari tim alfa. Sementara Sofia sudah menyingkir sebelum mereka datang. "Semoga misi ini sukses agar SHIELD dan semuanya selamat.." gumam Sofia dalam hati. Ia bersembunyi dibalik pepohonan.


Sementara kelompok 2, beberapa tewas dan beberapa tengah bersembunyi. Setelah hujan peluru dari tim alfa berhenti Sofia bergerak dan membantai sisanya dan masih bersembunyi.


Ia bergerak perlahan dan menembak mereka semua hingga semua tergeletak di tanah.


"Kelompok 1 dan 2 beres tuan.." ucap tim alfa pada Noah.


"Bagus, tetap siaga.." ucap Noah.


"Siap tuan.." ucap mereka masih di tempat.


Sementara tim 3 sudah diatasi oleh tim pemberontak dari Sofia dan mereka pun melapor pada Sofia.


"Gracia.. kelompok 3 beres .." ucap salah seorang.


"Sudah kami kerjakan.."


"GoodJob.. kalian menunggu tim 4 dan 5, bantu mereka.." ucap Gracia.


"Siap kapten.."


"Aku akan menyusul kesana tunggulah aku.." ucap Gracia lalu mematikan telepon.


Ia dan beberapa tim alfa pun pergi menyusul tim pemberontak untuk melawan kelompok BlackStar. Ketika tiba di tempat, tim pemberontak pun nampak kewalahan dengan anggota BlackStar dan sudah mengetahui kalau mereka membelot. Sofia dan tim alfa pun datang dan membantu. Kini keadaan berbaik dan mereka semua selamat. Kelompok 4 dan 5 pun berhasil ditaklukan.


Kini tinggal kelompok 6 dan 7 yg akan mereka hadapi. Ternyata mereka memutar arah dan kini menuju markas SHIELD.


"Nona, sisa tim mereka memutar arah dan kini menuju markas.." ucap seseorang di telepon.


"Kami akan segera kesana.." ucap Sofia.


"Semuanya ayo kembali ke markas.." ucap Sofia. Sementara tim pemberontak pun bengong. Dan Sofia pun meluruskannya.


"Kalian ikuti saja nanti aku ceritakan segalanya.." ucap Sofia.


"Baik.." ucap mereka.

__ADS_1


Mereka pun ikut bersama Sofia dan tim alfa.


Dan benar saja ketika mereka tiba, tim alfa sudah dikepung. Langsung saja Sofia datang dengan rombongan. Mereka bertarung mati-matian dan melawan BlackStar sekuat tenaga. Sofia pun menembak beberapa dari mereka, lalu saat ia sudah kehabisan peluru ia pun bertarung dengan tangan kosong. Bughh..Bughh..Bughh.. mereka pun langsung jatuh ke tanah.


Sementara tim pemberontak, mereka ikut membantu tim alfa. Hingga akhirnya semuanya pun selamat, dan kini lokasi sudah dipenuhi darah. Sofia pun berjalan ke arah mereka dan menanyakan kabar mereka.


"Kalian semua baik-baik saja?" tanya Sofia.


"Ia nona, kami semua selamat.. dan yg terluka sedang menunggu tim medis tiba. "


"Kerja bagus.." ucap Sofia.


"Dan kalian, aku tahu kalian terkejut tapi aku adalah bagian dari SHIELD. Dan aku akan membantu kalian pergi bersama keluarga kalian kembali." ucap Sofia.


"Terimakasih Gracia.." ucap mereka.


"Iya sama-sama. Kita ke tim medis dulu untuk mengobati luka-luka.. lalu kita bisa berbicara lagi.." ucap Sofia mengajak mereka semua untuk mengobati luka mereka.


Dan mereka semua pun mendapatkan pengobatan. Kini setelah mereka diobati mereka sedang istirahat di klinik milik SHIELD.


"Bagaimana kabar kalian..?" tanya Sofia.


"Kami sudah lebih baik berkat kau.." ucap salah seorang.


"Bisa kita bicara sekarang..?" ucap Sofia.


Dan mereka pun mengangguk serta mendekat.


"Aku adalah Sofia bukan Gracia. Aku juga pemimpin SHIELD yg baru menggantikan ayahku yg mereka bunuh.." ucap Sofia.


"Jadi kau adalah anak dari.. Satria..?"


"Ya kau benar, aku hanya ingin mencari tahu kematian ayahku dan juga ibuku makanya aku masuk kesana. Terimakasih kalian sudah membantuku dan ini hanya balasan kecil yg bisa kuberikan pada kalian.." ucap Sofia.


"Tidak, kami juga berterimakasih karena berkatmu kami semua selamat dan bisa menjalani hidup baru.."


"Kita juga sudah bertarung bersama, artinya kemenangan ini milik kita bersama.." ucap mereka.


"Ya.. "


"Terimakasih semuanya kalian sudah mempercayaiku.. sore ini kita akan naik kapal menuju negara Xx lalu dari sana kalian bisa naik pesawat sesuai tujuan kalian.." ucap Sofia.


"Baiklah Sofia, sekali lagi terimakasih.." ucap salah seorang mewakili.


"Ya aku juga berterimakasih pada kalian." balas Sofia.


Sementara di markas BlackStar, Tom dan sisa anak buahnya sudah dikepung oleh Noah dan juga timnya. Mereka tak melakukan perlawanan berarti karena sebagian besar anggotanya sudah tewas dan ditahan SHIELD.


"Kalian diam dan ikut kami.." ucap Noah memimpin penggrebekan.

__ADS_1


"Sialan..!" umpat Tom yg hanya bisa pasrah digelandang oleh Noah dan timnya.


__ADS_2