Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.137


__ADS_3

Kenan pun nampak menahan tawanya, hingga kakek dan ayahnya pergi ia bisa tertawa dengan lepas.


"Hahahhaha..." tawa Kenan melihat kakaknya dan Alfi habis dimarahi.


"Ken kau itu jahat sekali, malah mentertawakanku.." ucap Sofia.


"Mau bagaimana lagi, ekspresi kita saat dimarahi dan tongkat kakekmu melayang ke atas meja tak bisa dipungkiri lagi.." ucap Alfi pasrah.


"Maaf semuanya, tapi sungguh kalian tragis sekali sampai pegangan tangan saja dimarahi.." ucap Kenan.


"Yah kau kan tahu kakek dan ayah sangat posesif padaku.." ucap Sofia.


"Ken sudah berhenti tertawa nanti nama baikmu sebagai CEO dingin jatuh jika anak buahmu ataupun Sofia dengar.." ucap Alfi.


"Tentu.." balas Kenan langsung menghentikan tawanya.


"Baiklah, waktuku tak banyak aku pamit ya.. lain kali kalau mau bersentuhan fisik lihat kanan-kiri dulu ya.." ucap Kenan melenggang pergi sembari tersenyum lebar.


"Memangnya kami mau menyebrang pakai lihat kanan-kiri segala.." gerutu Sofia.


"Sudahlah Sofia, Kenan benar.. kita yg salah apalagi ini kantormu.." ucap Alfi.


"Oke.. mau makan bersama?" tanya Sofia.


"Oke.. makan dimana?" balas Alfi.


"Makanan di cafetaria sini lumayan enak.. jadi disini saja.. " balas Sofia.


"Oke.. ayo kita pergi .." ucap Alfi.


Mereka pun keluar, namun langkahnya terhenti saat melihat Kenan berdiri diam sembari mengintip di balik pintu.


"Ken ada apa?" tanya Sofia berbisik.


"Akh.. tidak ada.. Hanya aku penasaran apa yg dilakukan Kevin dan juga Eva sekertarismu.." balas Kenan.


"Memangnya mereka ngapain? bukan mesum kan?" tanya Sofia.


"Kita lihat saja.." ucap Kenan membuka pintu melihat Kevin dan juga Eva sedang berpegangan tangan.


"HoHo..kalian ketahuan.." ucap Sofia.


"Nona.. ampuni kami.." ucap Eva.


"Ya tuan ampuni kami.." ucap kevin takut.


"Kalian habis berbuat apa?" tanya Kenan.


"Tidak ada tuan kami hanya berpegangan tangan dan ngobrol.." ucap Kevin.


"Benar nona, kami bukan pasangan mesum.." ucap Eva ketakutan.


"Kalian harus dihukum.." ucap Sofia.


"Saya akan menerima hukumannya nona, tapi jangan hukum nona Eva.." balas Kevin.


"Kau romantis juga.. tapi yg berbuat salah kalian berdua jadi tetap harus dihukum.." ucap Sofia.


"Ampuni kami tuan, nona.. " ucap mereka pada Sofia dan Kenan.

__ADS_1


"Bagaimana ini kak?" tanya Kenan.


"Tetap harus dihukum.. tapi Kevin kembalilah dulu ke kantor Kenan.. nanti kuberitahu hukumannya.." ucap Sofia.


"B-baik nona.. " ucap Kevin.


"Ayo Kevin kita kembali, kau ini membuatku malu saja.." ucap Kenan.


"Maaf tuan.." ucap Kevin.


Kevin pun mengikuti langkah tuannya menuju kembali ke kantor. Kenan pun tak membahas apapun dan hanya mengerjakan pekerjaannya dan memberikan Kevin tugas-tugas seperti biasa.


"Haa.. Syukurlah jika tuan Kenan tidak menghukumku.. tapi tidak tahu nona Sofia akan menghukumku bagaimana.." gumam Kevin dalam hati.


Sementara Sofia tengah berhadapan langsung dengan Eva yg sangat terlihat ketakutan. Bahkan tangannya terlihat gemetaran.


"Eva apa kau takut denganku?" tanya Sofia.


"I-iya nona.." ucap Eva.


"Hh... kau ini padahal aku tak berniat memarahimu.. kau tahu apa kesalahanmu..?" tanya Sofia.


"Aku berpacaran dengan Kevin asisten tuan Kenan." ucap Eva.


"Bukan itu Eva.. aku tidak punya hak untuk melarang kalian berpacaran toh kalian beda kantor. Sekantor pun aku tak melarang jika terjadi, tapi kesalahan kalian adalah berpegangan tangan di kantor. Kau tahu jika ketahuan kakekku atau ayahku? apalagi paman Bima bisa habis kalian dimarahi.." ucap Sofia.


"Maaf nona.." ucap Eva menangis.


"Nah kau malah menangis, sudah.. sudah.. ingat jangan diulangi lagi.. di kantor ini dan selama jam bekerja kau adalah Eva sekertarisku, tapi diluar kau kekasih Kevin.. Oke? kau paham kan.." ucap Sofia.


"Paham nona.. Terimakasih.. hiks.. " ucap Eva sambil menangis.


"Terimakasih nona.. tapi apa hukuman buat kami?" tanya Eva.


"Nanti aku pikirkan.. kau tenangkan dirimu dan lanjut bekerja saja.." ucap Sofia.


"Baik nona, terimakasih.." ucap Eva.


"Oke sama-sama.. ingat jangan menangis lagi, nanti orang-orang yg melihatmu jadi berfikir aku jahat padamu.." ucap Sofia lalu ia berlalu meninggalkan ruangan Eva.


"Ternyata nona sangat baik, berbeda dengan imagenya yg tegas.." gumam Eva dalam hati.


Alfi pun menunggu Sofia diluar. Ia sempat bertemu ayahnya dan berbincang sebentar. Lalu ayahnya pergi meninggalkannya karena masih ada pekerjaan. Alfi pun setia menunggu Sofia yg sedang menghukum Eva, lebih tepatnya memberi peringatan.


"Maaf Alfi jadi lama.." ucap Sofia.


"Ya tak masalah, kau tak memarahinya kan?" tanya Alfi.


"Tidak hanya sedikit peringatan.." ucap Sofia.


"Oke.. ayo kita pergi.." ucap Alfi.


Mereka pun menuju cafetaria dan makan siang bersama. Setelah makan Alfi pamit undur diri, karena masih ada urusan. Lebih tepatnya Satria tak sabar untuk berbicara dengannya begitu selesai makan siang dengan Sofia. Satria mengundangnya untuk datang ke rumahnya dimana semua orang sedang tidak ada di rumah. Saat Sofia sedang di ruangan Eva, Satria mengiriminya pesan untuk bertemu dengannya setelah bertemu Sofia.


"Semoga nasibku baik.. ayah mertua aku datang.." gumam Alfi dalam hati.


Satria pun keluar dari kantor SHIELD diikuti oleh Alfi. Mereka berjalan beriringan dengan mobil masing-masing. Hingga tiba di rumah Satria. Alfi pun dipersilahkan masuk.


Alfi pun duduk di ruang tamu bersama Satria.

__ADS_1


"Kau tegang sekali.." ucap Satria tersenyum.


"Ya.. paman benar.." ucap Alfi.


"Bagaimana rasanya berhubungan dengan Sofia? apakah tidak sulit bagimu?" tanya Satria to the point membuat Alfi terkejut.


"Lumayan paman, kadang saat aku rindu aku bahkan tak bisa menghubunginya.." ucap Alfi.


"Tapi kau tidak pernah berselingkuh darinya bukan?" tanya Satria.


"Tidak paman, pacaran saja aku baru pertama kali ini.." ucap Alfi.


"Kau mirip Bima.." ucap Satria tersenyum ingat sahabatnya yg kaku dan tak peka itu.


"Tentu saja aku kan anaknya.. tapi walaupun tak mudah aku akan tetap bersama Sofia." ucap Alfi.


"Apa alasanmu?" tanya Satria.


"Karena aku sudah menunggunya selama 20tahun.." ucap Alfi.


"A-apa 20 tahun?? kau menyukainya sejak berusia 5 tahun???" tanya Satria tak percaya.


"Benar paman, dia wanita pemberani dan tangguh.. itu yg membuatku menyukainya." ucap Alfi.


"Sofia benar-benar hebat.. " ucap Satria tersenyum lebar.


"Dan aku sangat mengaguminya paman.." ucap Alfi.


"Kau yakin sanggup hidup dengan Sofia?" tanya Satria.


"Ya aku sanggup paman, memangnya kenapa?" tanya Alfi.


"Dia tidak seperti wanita pada umumnya, dia tidak pandai memasak, tidak pernah berpacaran dengan siapapun walaupun aku tahu ada banyak yg mendekatinya.. dan yg lebih parahnya dia pemimpin SHIELD yg bisa menghilang kapan saja dalam bertugas.." ucap Satria.


"Aku tahu semua tentang Sofia paman, karena aku sudah mengenalnya sejak kecil. Aku juga sudah merasakannya bagaimana kehilangan kontak selama berhari-hari.. dan aku siap dengan segalanya.." ucap Alfi.


"Baiklah, jika kau sudah yakin dan mengenal Sofia dengan baik.. aku akan mengijinkanmu menikah dengan Sofia.." balas Satria.


"Sungguh paman?" tanya Alfi senang.


"Dengan catatan jika Sofia tak bahagia dan kau menyakitinya kau akan langsung berakhir dirumah sakit .." ucap Satria.


"Baik paman aku akan mengingatnya.." ucap Alfi.


"Oke Alfi aku sudah tahu kesungguhanmu, kau boleh pulang.. nanti kita bicarakan bersama kedua orangtuamu masalah yg lainnya.." ucap Satria.


"Baik paman, terimakasih atas waktunya.."ucap Alfi pamit undur diri.


"Ya.. sampaikan pada Bima dengan baik.." ucap Satria.


"Tentu paman." balas Alfi.


Satria pun mengantar Alfi hingga ke parkiran. Alfi pun pulang dengan hati yg tenang, karena restu Satria sudah ada di tangannya. Kini hanya tinggal mengatur segalanya bersama Sofia. Alfi pun tiba di rumahnya, ia langsung disambut oleh Bima yg sudah pulang lebih awal.


"Tumben sekali ayah sudah pulang.." ucap Alfi.


"Kau berbuat kesalahan apa pada Senior?" tanya Bima.


Seketika Alfi ingat ucapan ibunya dan berusaha menahan tawanya.

__ADS_1


__ADS_2