
"Mom.." ucap Diana terkejut.
"Kau diperlakukam begini dan kau diam saja?" tanya Sofia.
"Kata siapa? aku juga melakukan sesuatu.." balas Diana.
"Dan kalian, gaji kalian akan aku potong karena tindakan kalian tidak menghargai atasanya." ucap Sofia membuat mereka langsung sakit kepala.
"Dan ingat ini, hanya para petinggi diatas CEO yg mampu memerintah Diana, kalian tahu kan siapa? jika berani bertindak tanpa ijin dari kami jangan harap kalian bisa berada disini.." ucap Sofia lalu pergi.
"Karena kalian sudah membuat ibuku marah besar, jadi sebaiknya kalian hati-hati. Dan rapat kita akhiri, untuk pengiriman utusan tambahan nanti aku, ibuku dan kakekku yg mengurusnya.." balas Diana mengakhir rapat.
Dan Kim menatap tajam pada mereka, lalu mengeluarkan surat yg diberikan pada seseorang.
"Aku lupa, kalau Kim punya sesuatu untuk salah seorang. Silahkan Kim.." ucap Diana.
"Terimakasih nona.." balas Kim.
"Untuk tuan Heru, aku punya surat yg harus anda baca.." ucap Kim.
Heru pun menerima surat tersebut dan membacanya. Ia lantas tak terima.
"Apaa??? apa-apaan kalian.?" tanyanya.
"Oh, ini bukti kejahatan anda... " ucap Kim menunjukan video dimana dirinya dan anak buahnya mengunci Diana di dalam gudang.
"Apa.. tidak mungkin.."
"Maaf tuan, jadi silahkan kemasi barang anda.. karena mulai hari ini anda kami pecat.." ucap Kim.
"Tidak.." ucapnya lemas.
Dan hal itu menjadi awal, dimana yg lainnya mulai resah dan takut pada Diana. Mereka pun nampak pucat dan takut kalau kejahatannya di bongkar.
Setelah itu Kim pergi meninggalkan mereka semua yg masih tercengang. Kim tersenyum dan langsung menyusul Diana ke ruangannya.
Kim tiba dan Diana pun tersenyum.
"Bagaimana Kim?" tanya Diana.
"Beres nona, mereka semua pucat.." ucap Kim.
"Sebentar lagi tuan Heru akan datang kemari untuk protes dan mengiba padaku.." ucap Diana.
"Benarkah nona?? kukira dia akan langsung membereskan barangnya.." ucap Kim.
"No..no.. dia itu licik.." ucap Diana.
Dan benar saja, Heru langsung menuju ke ruangan Diana untuk protes.
"Permisi nona.." ucapnya langsung masuk.
"Ck, kau itu tak sopan sekali.. aku belum mengijinkanmu masuk sudah masuk saja.." ucap Diana.
"Maaf nona, tapi ada yg sangat mendesak.." ucap Heru.
"Pasti mengenai pemecatanmu.." ucap Diana.
__ADS_1
"Benar, kenapa nona melakukan itu?" tanya Heru.
"Lalu kenapa kau mengunci tim investigasi yg aku kirimkan kemarin..?" tanya Diana.
"Itu bukan aku.." ucap Heru.
"Aku punya cctv tersembunyi di markas ini, jadi aku tahu setiap gerak-gerik kalian yg mencurigakan.." balas Diana.
"Nona, aku tidak tahu hal itu.. " ucapnya mengelak.
"Lalu bisa jelaskan hal ini?" tanya Diana memperlihatkan video dengan suara yg jelas.
"Bagaimana bisa.. bagaimana bisa anda percaya kalau mereka terjebak?? buktinya mereka terlihat absen pulang.." ucap Heru.
"Karena aku ada dalam rombongan investigasi kemarin.. Aku terkunci dari dalam dan tak ada akses menuju keluar.." ucap Diana.
"Lalu bagaimana anda bisa keluar??" tanya Heru.
"Akhirnya kau mengakuinya.. Kau lupa siapa aku?? aku ini penerus SHIELD. Aku tahu segalanya tentang perusahaan ini.." ucap Diana.
"Maaf nona, ampuni aku.. aku tak tahu kalau nona ada disana.." ucap Heru.
"Jadi kalau aku tak ada disana, kau akan menyingkirkan mereka begitu?" balas Diana.
"Tidak nona, kumohon ampuni aku.."
"Tidak ada ampun.." ucap Diana.
"Nona, kumohon aku masih memiliki anak.. " ucap Heru.
"Aku akan memberikan informasi rahasia.." ucapnya.
"Apa itu? jika tidak menarik aku tak mau.." balas Diana.
"Atasanku, tuan Choi memindahkan beberapa senjata ke tempat lain secara sembunyi-sembunyi.. " ucap Heru.
"Lalu? lanjutkan jangan setengah-setengah." balas Diana.
"Aku tak tahu nona, aku hanya diminta untuk tutup mulut.." ucap Heru.
"Ya, sebenarnya aku juga sudah tahu kalau itu.." ucap Diana.
"Jadi nona sudah tahu semuanya.." ucap Heru.
"Benar.. dan aku hanya bisa memberimu pesangon yg layak.. kau bisa buka usaha atau mencari pekerjaan baru.." ucap Diana.
Sementara Heru keluar dengan lesu, tapi Diana berjanji akan memberi pesangon yg layak sesuai masa kerjanya.
"Kim, apa mereka masih belum bergerak?" tanya Diana.
"Belum nona." ucap Kim.
"Sepertinya informasi dari Heru, cukup berguna.." ucap Diana.
"Memangnya tadi dia berkata apa?" tanya Kim.
"Dia mengatakan kalau mereka beraksi setiap akhir bulan.." ucap Diana.
__ADS_1
"Berarti beberapa hari lagi.." ucap Kim.
"Ya.. tapi tetap bersiaga setiap malam.." ucap Diana.
"Siap nona.." ucap Kim.
☘☘☘
Tibalah suatu malam, tepat pada akhir bulan. Mereka mengosongkan gudang dan membawa beberapa senjata. Tujuannya agar saat penambahan stok maka otomatis mereka meminta jumlah lebih banyak.
Kim dan timnya yg bersiap pun melihat ada tanda-tanda truk kontener besar melintas.
"Tuan, mereka datang.. " ucap sakah seorang.
"Bagus, ayo kita lihat.. kalian bersiap.." ucap Kim melalui earphonenya.
Setiap malam, Kim akan menginap di gedung SHIELD dan anak buahnya yg akan mrngontrol situasi. Karena tidak mungkin Kim bekerja siang dan malam. Dengan begitu Kim bisa tetap tidur dan penjagaan tetap dilakukan.
"Aku akan kesana, kalian bersiap di posisi masing-masing.." ucap Kim.
Sementara orang-orang pun mulai menganggut senjata-senjata yg mereka masukkan ke dalam kotak kayu besar, agar seolah-oleh itu adalah sampah dari pengiriman barang.
Semua nampak rapi, sampai tak ada yg mencurigainya. Tapi Diana dan Kim cukup jeli hingga merasa ada jumlah yg tak wajar dalam anggaran. Kim pun beraksi malam ini bersama timnya.
Kim pun menuju ke truk dan memukul sang sopir hingga pingsan. Dan anak buahnya membawa sopir tersebut dan mengamankannya. Sementara Kim menyamar sebagai sang sopir. Beberapa anak buahnya ada yg masuk ke dalam kotak kayu tersebut dan ikut masuk ke dalam kontener besar tersebut.
"Kenapa jadi berat sekali.."
"Sudah angkat saja.."
Ketika semua sedah masuk ke dalam truk, mereka berbicara pada sang sopir. Pergi ke gedung G di jalan Xx..
"Baik tuan.." ucap Kim yg tengah menyamar.
"Cepat.." ucap salah seorang.
Bughh..Bughh.. Kim pun memukul orang tersebut hingga pingsan. Dan rekannya yg lain menjadi mendekat untuk melihat keadaan.
"Siapa kau??" tanya mereka.
"Aku yg harusnya bertanya.." ucap Kim lalu menghabisi mereka.
Anak buah Kim yg lain pun keluar dan membantu mengamankan mereka. Setelah mereka semua tumbang, mereka diamankan ke suatu tempat untuk diadili oleh Diana. Dan Kim beserta yg lain menyamar untuk menuju ke gudang G.
"Kalian jaga mereka jangan sampai membuat nona kecewa.." ucap Kim.
"Baik tuan.. "
"Dan yg lain, ikut aku kita akan ke gudang G.." ucap Kim.
Kim pun menuju lokasi dan langsung dibukakan pintu oleh seseorang menuju ke gudang.
"Masuklah.."
Kim pun masuk dan melihat gudang senjata yg akan dijual ke luar negeri. Semakin membuat Kim geram karena pimpinan mereka atau atasan Heru bernama Choi adalah orang yg membuat gudang ini.
"Dasar baj***an licik.." gerutu Kim.
__ADS_1