Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.73


__ADS_3

Sampailah Satria membawa Kenan dan rombongan menuju rumahnya. Kebetulan di depan rumah nampak anggota SHIELD yg dibawa Sofia juga sedang duduk di depan goa.


"Ayah tempat apa ini? seperti goa.." tanya Kenan.


"Memang ini goa.." balas Satria.


"Apa??" ucap Kenan terkejut.


"Haha.. reaksimu mirip dengan kakakmu, tapi ini hanya tampak luar, karena dalamnya sudah kami ubah menjadi rumah yg layak.." ucap Satria.


"Dan kalian semua selamat.. syukurlah.." ucap Kenan pada anak buah Sofia.


"Iya tuan, selamat datang.." ucap mereka semua.


Sesama anggota SHIELD pun saling menyapa satu sama lain karena akhirnya rekan mereka selamat.


Lalu Satria membawa Kenan masuk ke dalam.


"Duduklah Kenan.." pinta Satria lalu ia masuk ke dalam ruangan.


Kenan langsung duduk dan menatap sekitarnya. "Tidak buruk, cukup layak huni.." gumam Kenan.


"Sayang kemarilah, lihat siapa yg datang.." panggil Satria pada Reina.


"Memangnya siapa sih?" tanya Reina lalu mendekat.


"Lihatlah siapa yg datang.." ucap Satria menunjuk seorang pria yg sedang duduk.


Deg.. "Sepertinya aku mengenalnya.." gumam Reina dalam hati.


"Kenan.." ucap Reina.


"Ibuu.." ucap Kenan bersamaan.


"Akhirnya kau datang juga.." ucap Reina menangis sembari memeluknya.


"Ibu baik-baik saja?" tanya Kenan.


"Ya ibu disini baik-baik saja nak.. kau juga hidup dengan baik kan selama ini?" ucap Reina.


"Tentu, aku kemari setelah mendapat signal dari kakak.. tapi dimana kakak?" tanya Kenan.


"Kakakmu.." ucap Reina lalu terdiam.


"Kau minum dulu, dan ayah akan menceritakannya.." ucap Satria memberikan minuman.


Dan Satria pun menceritakan segalanya tentang Sofia, mulai dari ia datang kemari, sampai ia diculik BlackStar. Dan dengan nafas berat Satria menceritakannya secara jelas tanpa ada yg ditutupi.


"Jadi begitu Ken ceritanya.." ucap Satria mengusap wajahnya.


"Apa ini mimpi? kenapa kakak bisa sampai tertangkap.." tanyanya heran.


"Sudahlah Kenan, semua sudah terjadi begitu saja. Bahkan kejadian itu terjadi di malam hari saat semua orang sedang terlelap.." ucap Satria.


"Apakah ayah tahu mereka membawa kakak kemana?" tanya Kenan.


"Menurut rekannya yg terluka kakakmu dibawa ke negara Y.. " ucap Satria.


"Ya pasti begitu, karena negara itu paling dekat dari sini.." ucap Kenan.


"Kau benar, dan kami tidak dapat mengejar ataupun mencarinya karena terhambat alat transportasi.." ucap Satria.


"Aku tak mengerti dengan tempat ini, kenapa mereka begitu menutup segala aksesnya.. aku saja bisa berada disini karena tuan Guido.." ucap Kenan.

__ADS_1


"Jadi ayah sudah berencana untuk pergi ke negara Y.. bagaimana menurutmu?" tanya Satria.


"Ide bagus ayah, tapi aku harus mencari tahu negara Y seperti apa.. apakah BlackStar menguasai negara tersebut dan juga aku harus mengabari kakek.. dan memanggil bantuan.." ucap Kenan.


"Ayah tahu kau pasti berfikir demikian.." ucap Satria.


"Apa kita pergi sore ini?" tanya Kenan.


"Lebih cepat lebih baik, tapi kelihatannya semua orang lelah. Kita berangkat besok saja.." ucap Satria.


"Ayah benar, mereka pasti sangat lelah.." ucap Kenan.


"Kau istirahatlah bersama timmu, ayah akan meminta mereka berkemas agar besok kita bisa berangkat." ucap Satria.


"Baik ayah.." ucap Kenan.


Setelah berbincang dengan Kenan, Satria menyuruh anak buahnya untuk berkemas dan bersiap untuk perjalanan besok. Dan mereka pun sangat senang karena bisa keluar dari desa tersebut serta menyelamatkan Sofia atasan mereka.


"Kalian semua bersiap dan berkemas, besok kita akan meninggalkan tempat ini.. " ucap Satria.


"Siap tuan..!" ucap mereka serempak.


"Dan mulai besok misi menyelamatkan Sofia dimulai.." ucap Satria.


"Siap tuan..!"


☘☘☘


Sementara itu, Kenan menyambangi tuan Guido yg berada di rumah tuan Ren bersama Satria. Sesuai rencana mereka akan pergi besok.


"Jadi tuan Guido besok pagi kita berangkat menuju negara Y.." perintah Kenan.


"Siap tuan.." ucap Guido.


"Baguslah jika kalian semua sudah siap.." ucap Satria.


"Baik tuan.. Saya akan mengabari awak kapal yg lain.." balas Guido.


"Good job tuan Guido.. besok pagi kita sudah berangkat. Dan terimaksih tuan Red atas bantuan anda pada ayah dan ibuku.." ucap Kenan.


"Sama-sama tuan, orang tua anda juga banyak membantu kami.." ucap Ren.


"Terimakasih tuan Ren atas segalanya, kami permisi dulu karena banyak yg harus kami siapkan.." ucap Satria.


"Sama-sama tuan, " ucap Ren


Satria dan Kenan pun pergi meninggalkan tempat tersebut. Kini Satria sedang berkemas bersama Reina dan anak buahnya. Kenan pun ingin membantu tapi dihalangi oleh Reina dan ia menyuruh putranya untuk beristirahat saja setelah perjalanan panjang. Belum lagi mereka akan pergi lagi besok.


Sore harinya Satria sedang menemani Kenan berjalan-jalan di desa tersebut.


"Tempat ini sungguh indah dan damai.. ayah suka berada disini.." ucap Satria.


"Ya aku juga merasa damai, karena ponsel dan laptopku tak berfungsi hingga mereka tak bisa menggangguku.." ucap Kenan tersenyum.


"Dasar kau ini.. apakah selama ini pekerjaanmu lancar?" tanya Satria.


"Sangat lancar ayah.. pak Jun banyak mengajariku.." ucap Kenan.


"Wah pak Jun, masih bisa bekerja diusia tua rupanya.. " ucap Satria.


"Lalu apakah kau pernah diserang BlackStar?" tanya Satria.


"Hanya saat ulang tahun perusahaan ayah, selebihnya hari-hariku cukup tenang. Berbeda dengan kakak, mungkin karena kakak selalu menantang mereka.." ucap Kenan tersenyum kecut.

__ADS_1


"Kakakmu itu memang gadis yg aneh, kadang ayah berfikir apakah ia bisa mendapatkan jodoh jika terus berkelahi.." ucap Satria.


"Semoga saja ayah.. kurasa kakak tak sepayah itu dalam urusan cinta.." ucap Kenan.


"Apa kakakmu pernah kencan?" tanya Satria.


"Kurasa tidak ayah, setiap hari ia hanya bekerja dan menjalankan misi.. " ucap Kenan.


"Kalian ini menyedihkan, seperti aku.. ahahha.." ucap Satria.


"Lalu ayah bagaimana bisa bertemu ibu? kudengar melalui sebuah misi.." tanya Kenan.


"Kau benar, misi yg luar biasa.." ucap Satria tersenyum.


"Kuharap kakak juga bisa begitu.." ucap Kenan.


"Dan kau?" tanya Satria.


"Aku mungkin akan bertemu wanita yg bisa mengerti diriku dan menikahinya.." ucap Kenan.


"Carilah wanita baik seperti ibumu.." ucap Satria memberi nasihat.


"Tentu ayah.." ucap Kenan.


"Baiklah ayah akan membantu mereka membawakan barang-barang kau disini saja beristirahat bersama timmu.." ucap Satria.


"Baiklah ayah.." ucap Kenan.


Kenan pun mengeluarkan ponselnya dan memotret pemandangan alam disana. Sungguh indah apalagi saat matahari mulai terbenam. Kenan pun berjalan-jalan menyusuri jalan disana melihat banyak tumbuhan langka yg jarang ditemui di kotanya.


Tapi saat ia berjalan sendirian, tiba-tiba muncul sekelompok orang mengerubunginya.


"Ada apa ini?" tanya Kenan.


"Kau jangan banyak bertingkah disini.." ucap pria yg tak lain adalah Red.


"Memangnya apa yg kulakukan? bahkan besok aku sudah pergi dari sini.." balas Kenan.


"Dasar manusia kota, bisanya mengganggu tempat kami.. dan membawa barang-barang canggih" ucap Red.


"Kau ini bicara apa tuan? aku hanya mengambil gambar.. tidak merusak apapun.." ucap Kenan.


"Kau pasti akan mengajak teman-temanmu kemari.." ucap Red.


"Terserah.. minggir aku mau lewat.." ucap Kenan melewati Red.


"Dasar kurang ajar.. kalian serang dia..!" perintah Red pada bawahannya.


Sementara Kenan hanya menarik nafas panjang. Dan mau tak mau Kenan menghadapi Red yg merepotkan. Bughh..bugghhh..Bugghhh..


Tapi hasilnya justru Red dan anak buahnya yg babak belur. Tak lama kemudian muncullah Ren dengan tatapan kesal pada putranya.


"Kali ini apa yg kau lakukan anak bodoh?" tanya Ren kesal.


"Ayah orang itu mengambil gambar sembarangan dan mungkin akan mengajak teman-temannya kemari.." ucap Red.


"Dasar anak tak tahu sopan.. dia itu tamu kita apa salahnya jika ia mengambil gambar. Ia juga tahu aturan disini dan rasanya tak mungkin ia akan kemari mengajak orang-orang karena ia orang yg sibuk.." ucap tuan Ren.


"Cepat minta maaf padanya.." ucap Ren.


"Tidak.." balas Red.


Plakkk...

__ADS_1


"Maaf tuan.. ini adalah salah paham.." ucap Red setelah menerima pukulan dikepalanya.


"Ya, lain kali kau harus berhati-hati.. " ucap Kenan lalu beralu meninggalkan Red. Kenan menganggap Red adalah bocah yg belum dewasa, sehingga berlaku kekanak-kanakan.


__ADS_2