
Sofia pun berusaha menenangkan Diana, ia menangis dengan kencang membuat seluruh keluarga menanyakan kabarnya. Sofia pun perlahan mengganti popoknya dan memberikannya susu. Diana pun diam, meski ia tak kembali tertidur.
"Nona, semua persiapan sudah siap.. " ucap anak buahnya.
"Bagus, ayo kita berangkat.." ucap Sofia.
"Siap nona.." ucap mereka.
Lalu Reina pun datang bersama Kenan.
"Sofia kau mau kemana?" tanya Reina.
"Aku akan mengambil Dion kembali.." ucap Sofia.
"Kak, kau sudah gila? Kau akan pergi dengan kondisi ini?" tanya Kenan.
"Ya.. aku akan mengambil kembali anakku.. " ucap Sofia.
"Aku ikut.." ucap Kenan.
"No, kau disini bersama ibu dan Diana.." ucap Sofia.
"Tapi kak,.." ucap Kenan.
"Ada ayah bersamaku.. kalian tenanglah.. kau baru saja menikah lebih baik kau disini bersama Alice dan ibu.." ucap Sofia.
"Baiklah.." ucap Kenan pasrah.
Sofia pun pergi bersama anak buahnya. Ia menuju ke titik yg ditunjukkan Max. Satria pun sedang menuju ke lokasi tersebut setelah mendapat laporan. Mereka pun bertemu dititik tersebut.
Max pun melakukan panggilan telepon.
"Ada apa Max?" tanya Sofia.
"Nona, mereka mengubah rute.." ucap Max.
"Apaa?? kemana mereka membawa putraku..?" tanya Sofia.
"Ke suatu tempat nona, aku akan mengirim alamatnya.." ucap Max.
Tak lama alamat pun sampai di ponsel milik Sofia. Sofia pun segera menyuruh anak buahnya untuk mencaritahu kemana arah tujuan Vall.
"Apa tempat penyewaan pesawat pribadi??" tanya Sofia terkejut.
"Ya nona.. kita harus cepat.. " ucap anak buahnya.
Sofia pun menuju ke arah yg ditujukan Max dan anak buahnya. Satria pun mengikutinya lebih dahulu melalui jalur pintas. Dan saat tiba, ia melihat Vall beserta anak buahnya akan segera terbang menuju ke suatu negara. Dan Max pun sudah berada disana.
"Tuan, aku akan masuk ke dalam dan melihat situasi.." ucap Max.
"Hati-hatilah, jangan sampai cucuku terluka.." ucap Satria.
"Baik tuan.." ucap Max.
Max pun menyamar dan menutup wajahnya dengan masker. Ia berjalan menyelinap dan masuk ke dalam. Ia melihat bayi laki-laki tersebut sedang digendong oleh pengasuh lain, bukan orang suruhannya. Ia pun bersembunyi, dan menunggu waktu yg tepat.
"Hallo nona.." ucap Max menghubungi Sofia.
__ADS_1
"Ya kau dimana sekarang?" tanya Sofia.
"Aku sudah di dalam dan melihat situasi.." ucap Max.
"Bagaimana anakku?" tanya Sofia.
"Dia baik-baik saja dan diasuh bersama pengasuh baru.." ucap Max.
"Nona, aku butuh pengalihan.. saat mereka sibuk aku akan membawa putramu.. "ucap Max.
"Oke.. Max, tunggulah aku sudah dekat.." ucap Sofia.
Sofia pun tiba di tempat tersebut, ia menyuruh anak buahnya untuk mengalihkan perhatian.
"Kau siap Sofia?" tanya Satria.
"Ya ayah, aku siap.. mereka juga siap.." ucap Sofia.
"Kau sudah memakai baju pelindung bukan??" tanya Satria.
"Sudah ayah, mari kita mulai.." ucap Sofia.
Dorr...Dorr..
Satria pun menembakkan senjatanya ke arah anak buah Vall. Mereka pun kocar-kacir dan bersembunyi untuk menghindari tembakan. Mereka pun baku tembak disana dan anak buah Vall pun keluar untuk melindungi tuannya. Max pun masuk dan menyelinap untuk mengambil Dion.
Max pun mengambil Dion dengan paksa karena pengasuhnya melawan. Tapi pengasuhnya kalah dalam adu fisik dengan Max, hingga Dion kembali dalam genggaman Max. Dengan cepat Max membawa Dion keluar.
"Apa yg terjadi?" tanya Vall mendengar pengasuhnya berteriak.
"Akh.. dasar tidak berguna..!" umpat Vall.
"Kalian kejar penculik itu!" ucap Vall pada anak buahnya yg tersisa.
Vall pun ikut mengejar Max, dan hingga ia keluar melihat sekumpulan tim SHIELD yg sudah bersiap.
"Oh, kalian sudah bersiap diluar.." ucap Vall.
Dorr..Dorr.. Sofia pun menembakkan pelurunya ke arah Vall dan anak buahnya agar mempermudah Max untuk kabur.
"Max, cepatlah.. " ucap Sofia.
Dorr..Dorr.. Vall pun menembakkan senjatanya ke arah Max, dan mengenai kakinya. Sofia pun berlari untuk mengambil Dion dari tangan Max. Max pun berusaha agar Dion tak lepas dari gendongannya sebelum Sofia tiba.
"Max, berikan Dion.. ayo kita pergi.. " ucap Sofia sementara Satria sedang baku tembak dengan orang-orang Vall di arah lain sebagai pengalihan.
Vall pun tak mau kalah dan kehilangan kartu AS-nya untuk membalas dendam. Ia pun justru menyerang Sofia dan anak buahnya. Sofia pun melindungi Dion agar tidak kena hujanan peluru. Anak buah Sofia pun siap menjadi tameng guna melindungi putranya, namun beberapa tumbang terkena tembakan. Dan Sofia menerima tembakan dibahunya, saat melindungi Dion. Dion pun selamat karena Sofia memakai pelindung dan juga melindunginya dengan tubuhnya, meski ia menangis.
"Nona..!" teriak Max.
"Sofiaaa!!" teriak Satria berlari menuju Sofia.
"Stopp..!! satu langkah kalian mendekat, Sofia akan mati bersama anaknya.." ucap Vall.
"Baiklah, apa maumu..?" tanya Satria.
"Mauku, adalah bayi ini.. agar kalian merasakan penderitaan yg kualami.." ucap Vall.
__ADS_1
"Tidak akan kuberikan.." ucap Sofia.
"Ayolah Sofia, aku sudah memegang pistol.." ucap Vall.
"Aku juga memegangnya.." ucap Sofia tak mau memberikan anaknya.
"Dasar keras kepala.." ucap Vall. Dengan cepat Vall melepaskan tembakannya. Dorr..Dorr..
Dan Sofia pun tertembak dibagian lengan dan kakinya. Kondisi Sofia yg sedang tidak stabil, membuatnya lemah saat darah mulai terus mengalir dari lukanya.Tapi meski begitu ia tetap menggendong erat Dion dan melindunginya. Sofia mengorbankan seluruh tubuhnya untuk melindungi putranya dari tembakan Vall. Dion pun terus menangis dengan kencang.
Vall pun dengan mudah merampas Dion dari tangannya. Dan baik Satria, Max maupun anak buah Sofia mereka saling menodongkan senjata dengan anak buah Vall, membuatnya membeku karena mereka sudah menjatuhkan senjatanya demi Dion. Dengan sisa kesadarannya, Sofia menembakkan pistol ditangannya ke arah Vall.
Dorr.. pelurunya menembus ke bahu kanan Vall dan tak mengenai putranya sama sekali sesuai bidikannya, namun anak buahnya Vall langsung menembakan pistolnya ke arah Sofia. Dorr..Dorr..
Saat Sofia membuka mata, Max sudah dihadapannya menjadi tameng untuk melindunginya. Dia sudah berlumur darah saat Sofia melihat ke arahnya.
"Max.. terimakasih.." ucap Sofia lalu pingsan.
Sementara Vall dan anak buahnya pergi dengan cepat meninggalkan negara tersebut saat pesawat mereka sudah siap. Satria pun tak ada pilihan lain selain menyelamatkan Sofia yg terluka beserta anak buahnya. Ia membawa Sofia dan yg lainnya menuju rumah sakit terdekat. Dan langsung mendapatkan penanganan intensif.
Reina, Kenan dan Alice pun terkejut mendengarnya. Dion gagal diselamatkan dan justru Sofia harus mendapatkan serangkaian luka tembak. Reina pun tak bisa meninggalkan Diana, sementara Kenan beserta Alice melihat kondisi Sofia.
Sebuah insiden besar terjadi pada Sofia dan juga Alfi. Alfi yg belum pulih kini harus mendengar istrinya juga ikut terluka oleh Vall.
"Apa yg kalian lakukan?? kenapa istriku bisa sampai tertembak??" ucap Alfi marah pada anak buahnya yg mengabarinya.
"Maaf tuan, nona saat itu berusaha menyelamatkan putra kalian.."
"Dimana istriku sekarang??" tanya Alfi.
"Dia sedang dirumah sakit Xx.. setelah kondisinya membaik ia akan dibawa kemari.." ucap anak buahnya.
"Anda mau kemana tuan?"
"Aku mau menemui istriku.." ucap Alfi.
"Maaf tuan Alfi, nyonya Sofia sedang menuju kemari.. jadi anda tunggulah disini.." ucap Nathalie.
"Benarkah?" tanya Alfi.
"Ya.. aku baru mendapat kabar dari rumah sakit disana.." ucap Nathalie.
"Baguslah.." ucap Alfi.
"Ya.. tunggulah dengan tenang, kalian berdua sedang terluka.. nanti aku akan menaruhnya diruangan anda.." ucap Nathalie.
"Kerja bagus Nathalie.." ucap Alfi.
"Terimakasih tuan, saya harap anda meminum obat anda terlebih dahulu.." ucap Nathalie.
"Baiklah.." ucap Alfi.
"Kalian berjagalah di depan pintu masuk untuk menunggu istriku.." perintah Alfi.
"Baik tuan.." ucap mereka.
Mereka pun keluar bersama Nathalie. Lalu tak lama Satria datang bersama Sofia dan anak buahnya untuk segera dipindahkan ke rumah sakit yg sama. Setelah kejadian itu, Satria pun berbicara pada Alfi untuk membawa Sofia dan cucunya tinggal di Indonesia agar aman. Alfi yg melihat keadaan sekarang pun, memprioritaskan keselamatan keluarganya dan setuju untuk pindah.
__ADS_1