
Bima pun sudah mengatur pertemuan antara Sofia dan juga Chen. Ia sudah menghubungi Chen kalau Sofia akan menghubunginya. Kini Sofia sudah pergi menuju alamat yg diberikan oleh Bima.
Ia pergi menuju pusat kebugaran, dan kebetulan Chen adalah pemilik tempat tersebut. Sofia pun bertanya ke beberapa pekerja disana tentunya dengan kata sandi khusus yg sudah diberitahukan Bima. Mereka pun menunjukkan ruangan bosnya, ruangan yg tidak sembarang orang bisa masuk.
Sofia pun masuk setelah dipersilahkan.
"Selamat siang paman.." ucap Sofia.
"Sofia akhirnya kau datang juga.. bagaimana kabarmu? dan juga kabar senior?" tanya Chen.
"Aku baik-baik saja, begitu juga dengan ayahku.." balas Sofia.
"Oke.. pasti tujuanmu adalah menangkap orang bernama Jack dan tuan Hong penggantiku yg ternyata pengkhianat.." ucap Chen.
"Benar paman, jadi informasi apa yg paman punya?" tanya Sofia.
Dan Chen pun berbagi informasi yg ia tahu. Ia juga meminta Sofia untuk membentuk tim yg akan diperintahkan untuk bergerak mencari barang bukti. Sofia pun setuju dan menyatakan idenya yg terbilang berbahaya.
"Sofia kau wanita yg penuh dengan semangat.. persis seperti kakekmu.." ucap Chen.
"Ya paman, aku akan berusaha keras untuk menangkap pria itu sampai tertangkap." balas Sofia.
"Baiklah cepat bergerak sesuai rencanamu, dan langsung bentuk tim khusus." ucap Chen.
"Baik paman.." ucap Sofia.
"Aku akan bergerak nanti, karena yg kau tahu aku sudah pensiun.. akan banyak orang yg curiga jika aku mencari tahu lebih dalam.." balas Chen.
"Aku mengerti paman.." ucap Sofia.
Lalu Sofia pun pamit dan segera menghubungi Bima untuk mencari tim terbaik dalam penggrebekan. Bima pun dengan cepat menghubungi prajurit hebat andalannya. Sampai akhirnya tim alfa pun turun tangan.
"Ayo kita bergerak.. " ucap Sofia memberi aba-aba.
"Siap nona.." balas mereka.
Mereka pun menuju ke lokasi X sesuai informasi dari Chen. Mereka bergerak senyap dan mencari dimana sumber barang haram tersebut. Ternyata ada pabrik rumahan yg memproduksinya secara masal. Rumah kumuh yg terlihat dari luar tapi didalamnya adalah sebuah pabrik mini.
Sofia pun mencari barang tersebut bersama tim alfa. Mereka berpencar dan bertemu dengan orang-orang disana. Mau tak mau mereka baku hantam karena Sofia dan tim alfa menemukan barang bukti yg mereka sembunyikan dengan susah payah.
Setelah berhasil menumbangkan mereka Sofia mengamankan semua barang bukti dan melaporkannya pada pihak berwajib. Jack yg langsung mendapat kabar pun shock karena salah satu tempat produksinya ketahuan dan disita petugas yg berwajib. "S***t!!" gerutu Jack mendapat kabar dari anak buahnya.
1 Tempat produksi pun berhasil diamankan dan ditangkap orang-orangnya. Kini tinggal 2 tempat lagi yg akan diburu oleh Sofia. Sofia pun melanjutkan ke tempat selanjutnya, tapi sayangnya tempatnya tidak ditemukan. Sofia pun hanya meminta anak buahnya untuk mengintai, sementara Sofia kembali ke kantor.
"Kalian tetap intai karena aku harus kembali ke kantor agar tak ada yg curiga." ucap Sofia.
"Baik nona.." balas mereka.
__ADS_1
Sofia pun kembali ke kantornya, dan melihat tuan Hong nampak cemas. "Dia mulai gelisah.." gumam Sofia dalam hati.
"Selamat sore tuan Hong," ucap Sofia.
"Sore nona Sofia.." balas tuan Hong.
"Jadi bagaimana agenda kita minggu ini?" tanya Sofia.
"Minggu ini tidak ada hal yg mendesak nona.. hanya beberapa meeting." ucap tuan Hong.
"Oke.. kabari aku jika ada hal yg mendesak.." balas Sofia.
Sofia pun pergi menuju ruangannya. Dan ia bertanya pada bodyguardnya siapa saja yg masuk setelah ia pergi. Dan bodyguardnya pun bertanya tidak ada yg berani masuk ke dalam setelah Sofia pergi.
"Bagus, lanjutkan.." ucap Sofia.
"Baik nona.." ucap mereka.
Sofia pun masuk ke dalam dan melihat antara Kevin dan Eva sedang serius mengerjakan tugas dari Sofia.
"Jadi bagaimana hari ini?" tanya Sofia.
"Sudah menemukan titik temu nona, kemungkinan memang hanya tuan Hong yg mengakses datanya." ucap Kevin.
"Oke.. bagus Kevin.. Good Job.." ucap Sofia.
"Iya nona.." balas Kevin bangga.
"Baik nona.." balas Eva dan juga Kevin.
Sofia pun membuka lengan jaketnya dan memperlihatkan perban di tangannya dilumuri darah.
"Nona apa yg terjadi?" tanya Eva sementara Kevin terpaku.
"Hanya insiden kecil, eva carikan kotak obat.. tolonglah.." balas Sofia.
"Ba-baiklah.. " ucap Sofia yg langsung mengambil kotak obat.
Eva pun mengobati luka Sofia dengan telaten. Sementara Kevin ngeri melihat luka Sofia.
"Nona apa yg terjadi tidak mungkin ini insiden kecil.. pergilah ke rumah sakit.." ucap Eva.
"Ya hanya sebuah serangan kecil, masih lebih baik.." ucap Sofia.
"Jika ini serangan kecil, lalu serangan besar seperti apa..?" tanya Eva.
"Tertembak, tertusuk dan serangan pisau lainnya.." ucap Sofia santai.
__ADS_1
"Ter-tembak???" tanya Kevin bingung.
"Iya.. jangan terkejut Kevin ini sudah pekerjaanku.." ucap Sofia.
"Terimakasih Eva bantuanmu, aku akan ke rumah sakit setelah ini.." balas Sofia pada Eva yg sudah selesai mengobati dirinya.
"Baiklah, sekarang kalian bereskan semuanya lalu kita pulang.. Dan ingat rahasiakan ini dari Alfi tunanganku.." ucap Sofia.
"Baik nona.." ucap Eva dan juga Kevin.
Setelah mereka membereskan semuanya, mereka keluar dari ruangan dan pulang ke hotel. Eva pun berpamitan karena ia akan pergi bersama Kevin.
"Kalian pergilah, ada bodyguard yg akan mengantarku.." ucap Sofia.
"Terimakasih nona.." ucap Kevin dan Eva.
Lalu Sofia masuk ke dalam mobilnya, dan diantar oleh bodyguardnya. Sofia pun memanggil dokter SHIELD untuk mengobati lukanya. Lalu ia beristirahat setelah diobati lukanya.
Keesokannya Sofia dan Eva kembali ke kantor. Lalu Kevin pun datang sesuai kesepakatan. Mereka terus bekerja sementara Sofia keluar lagi untuk membereskan sisa pabrik mini incarannya.
Semalam tim alfa bekerja keras untuk mengintai dan menemukan 2 tempat yg dicari.
"Kerja bagus.. ayo kita berangkat sekarang.." ucap Sofia.
"Siap nona.." balas mereka.
Tempat pertama Sofia dan tim alfa langsung membekuk mereka ditempat. Lalu di tempat kedua juga masih bisa diatasi dan ditangkap.
"Aneh, kenapa sangat mudah..?" gumam Sofia.
"Iya nona, kami juga merasa begitu.." ucap tim alfa.
"Ayo kita cari tahu, tidak.. apa kalian tahu dimana Jack berada??" tanya Sofia.
"Ditempat kemarin anda menemukan tuan Bima juga sudah kosong nona."
"Sial..! ayo cari pria itu.." ucap Sofia.
Mereka pun melakukan pencarian dengan sisa tenaganya. Hingga Sofia mendapat laporan kalau Jack sedang bertemu dengan tuan Hong. Mereka pun bergerak cepat menuju ke tempat tersebut. Tapi Sofia merasa ada yg janggal.
"Berhenti..!" ucap Sofia membuat mereka menepikan mobilnya.
"Ada apa nona..?" tanya mereka.
"Ini jebakan.. jangan pergi bergerombol." ucap Sofia.
"Baik nona.." ucap mereka.
__ADS_1
"Mereka akan menjebak kita karena pabrik mini mereka kita ungkap.." ucap Sofia.
Sofia pun mengatur strategi dengan sisa tim alfa. Sementara sisanya diminta untuk beristirahat karena sudah mengintai semalaman.