
Tiga hari kemudian, Alfi pun pergi menuju Singapura. Sofia dan orang tua Alfi pun mengantarnya sampai bandara. Perpisahan mereka hanya sementara, bahkan keesokannya Bima dan Siska akan menyusulnya karena pekerjaan Siska masih belum selesai.
"Sofia kau harus datang ya.." ucap Alfi.
"Ya tentu aku akan datang.. " balas Sofia tersenyum.
"Aku akan menghubungimu jika sudah sampai nanti.." balas Alfi.
"Oke.. kau harus mengabariku dan juga kedua orangtuamu.." ucap Sofia.
"Pasti.. " ucap Alfi.
"Ehmm.. Alfi kau tidak masuk ke dalam?? waktunya sudah sebentar lagi.." ucap Bima.
"Kau ini tidak peka sekali.." ucap Siska pada Bima
"Iya Ayah, sebentar lagi.." balas Alfi.
"Yasudah sana masuk, nanti aku menyusul setelah pekerjaanku selesai.. " balas Sofia.
"Oke.. aku berangkat ya.." balas Alfi.
"Iya hati-hati.." ucap Sofia.
"Ayah ibu.. aku berangkat ya.." ucap Alfi.
"Iya hati-hati nak.. nanti kami menyusul.." balas Siska.
"Jangan lupa mengabari kami.." balas Bima.
"Iya ayah.. ibu.." balas Alfi lalu ia bergegas menuju ke dalam.
Alfi pun masuk kedalam dan menunggu panggilan penerbangannya. Sementara Sofia berpamitan pada Siska dan Bima. Mereka bertiga pun pergi dengan tujuan masing-masing, Sofia langsung menuju kantor, sedangkan Bima mengantar Siska ke rumah sakit.
Sofia pun bekerja seperti biasa dan masih padatnya pekerjaannya, mengingat ia akan pergi ke Singapura. Eva pun sudah memesankan tiket pesawat untuk pergi ke Singapura besok. Walaupun harus berangkat malam hari setelah pulang bekerja, tapi Sofia tetap akan pergi.
Eva yg sudah selesai trainingnya, mulai bisa mengikuti jadwal Sofia jika harus pergi keluar negeri untuk pekerjaan dinas.
☘☘☘
Keesokan harinya Sofia dan Eva berangkat pukul 18.00 tepat setelah mereka bekerja. Kenan pun masih sibuk dengan pekerjaannya. Kemungkinan ia akan berangkat tengah malam dengan pesawat jet pribadi miliknya.
Sofia pun berpamitan pada kedua orang tuanya di bandara.
"Ayah.. ibu.. aku berangkat ya.." ucap Sofia.
"Ya Sofia hati-hati dan selalu kabari kami.." balas Reina memeluk putrinya.
"Tentu ibu, ayah.." ucap Sofia memeluk ibunya.
"Ayah.. aku berangkat ya.." ucap Sofia.
__ADS_1
"Ya Sofia, berhati-hatilah.." ucap Satria memeluk putrinya.
"Iya ayah, ayah tak perlu cemas.." ucap Sofia.
"Ck.. papa ini keterlaluan masa Sofia tidak boleh memakai pesawat pribadi milik SHIELD.." gerutu Satria.
"Sudahlah ayah, aku masih dihukum karena masalah kemarin.." balas Sofia tersenyum.
"Yasudah, kabari ayah jika kau ada kesulitan.." ucap Satria.
"Baik ayah.." balas Sofia.
"Dan kau nona Eva, kabari aku jika putriku melakukan hal aneh.." ucap Satria.
"B-baik tuan." ucap Eva.
"Ayah memangnya aku mau berbuat apa disana..?" ucap Sofia.
"Nona Eva yg akan menjadi mata-mataku, sudah sana berangkat nanti ketinggalan pesawat.." ucap Satria.
"Baiklah.. kami berangkat ya.. ayah.. ibu.." ucap Sofia.
"Iya hati-hati.." ucap Satria dan Reina melambaikan tangan.
Sementara Sofia dan Eva masuk ke dalam, melakukan pemeriksaan kemudian menunggu panggilan penerbangan mereka.
"Eva kau kabari saja apapun jika orangtuaku menghubungimu.." ucap Sofia.
"Aku boleh berkata jujur apa adanya kan nona??" tanya Eva.
"Baiklah nona.." ucap Eva. "Kupikir nona Sofia akan menutupi segala kegiatannya disana.." gumam Eva dalam hati.
Kemudian panggilan untuk penerbangan mereka pun terdengar, hingga mereka bersiap-siap dan mengantri untuk masuk ke pesawat. 15 Menit kemudian pesawat pun lepas landas. Dan tiba beberapa jam kemudian.
Eva pun sudah menyiapkan segalanya untuknya dan juga Sofia. Mereka pun dijemput oleh anak buah Sofia yg telah menunggu sejak 1 jam yg lalu. Mereka diperintahkan Satria untuk bersiaga jika Sofia atau Kenan tiba.
Anak buah sofia pun membawanya menuju ke hotel milik S Group yg sudah dipesan oleh Eva. Setelah mendapatkan kunci kamar mereka oun beristirahat karena sangat lelah sepulang bekerja harus segera pergi.
"Eva.. kau kabari keluargamu, dan juga keluargaku.. aku juga akan mengabari keluargaku.. " ucap Sofia.
"Ya nona, akan saya kabari.." ucap Eva.
"Bagus, sekarang kau istirahatlah dikamarmu.. tugasmu hanya mengabari keadaan kita.." ucap Sofia lalu berjalan menuju kamarnya. Eva pun juga menuju ke arah yg sama karena kamar mereka bersebelahan.
Setibanya dikamar baik Sofia maupun Eva memberi kabar pada keluarga mereka. Lalu Sofia memilih untuk berganti pakaian dan mencuci mukanya sebelum tidur.
☘☘☘
Keesokan harinya, Sofia dan Eva sudah bersiap untuk menghadiri peresmian Alfi di rumah sakit miliknya. Anak buah Sofia pun memandu mereka menuju rumah sakit tersebut. Kenan pun menyusulnya dari belakang. Ia berangkat tengah malam saat semua pekerjaannya sudah selesai. Kevin pun ikut bersama Kenan, selain karena harus mengikuti Kenan kemanapun ia juga bisa berlibur bersama Eva selama mereka ada di Singapura.
Acara pun cukup ramai, hingga kemanannya cukup ketat. Sofia pun menunjukkan undangannya untuk masuk ke rumah sakit tersebut. Setelah masuk ke dalam ternyata Siska dan juga Bima sudah berada disana. Mereka tiba sore hari, dan menginap di apartemen milik Alfi.
__ADS_1
Sofia dan Eva pun duduk di tempat yg sudah disediakan. Tak lama Kenan dan Kevin juga tiba disana. Mereka duduk berdekatan dan berbincang bersama.
"Kapan kau tiba Ken?" tanya Sofia.
"Pukul 2 pagi.. kakak sendiri?" tanya Kenan.
"Sekitar pukul 10 malam aku baru sampai hotel.." ucap Sofia.
"Kelihatannya acaranya cukup meriah, ada banyak klienku yg diundang disini.." ucap Kenan.
"Ya Ken, aku juga mengenal beberapa orang penting disini.." ucap Sofia.
"Nah acara sudah dimulai.. " ucap Kenan.
Mereka pun menyaksikan peresmian Alfi sebagai pemilik rumah sakit tersebut. Tepuk tangan pun terdengar sangat meriah. Alfi pun tersenyum menatap kedua orangtuanya. Ia merasa sudah bisa mewujudkan impian ibunya memiliki sebuah rumah sakit.
"Sayang lihatlah putramu itu, dia benar-benar mewujudkan impianku.." ucap Siska.
"Iya kau benar, dia sengaja merahasiakannya agar ini jadi kejutan untukmu.." ucap Bima.
"Dasar anak itu main rahasia-rahasia sama ibunya sendiri.." ucap Siska.
"Tapi kau senang kan?" tanya Bima tersenyum.
"Ya aku sangat senang.." ucap Siska.
Acara pun berakhir, Sofia dan Kenan pun mendekati Alfi yg sedang bersama kedua orangtuanya.
"Alfi selamat ya.. " ucap Sofia memberikan sebuket bunga.
"Iya Sofia, aku senang kau datang.." ucap Alfi.
"Dan aku juga datang Al.." ucap Kenan.
"Terimakasih Kenan.." ucap Alfi memeluk Kenan.
Mereka pun berbincang sejenak, sebelum Alfi dipanggil oleh seorang wanita. Wanita paruh baya yg menjadi direktur di rumah sakit tersebut. Wanita itu pun nampak memperkenalkan Alfi dengan beberapa dokter baru. Salah satunya adalah putrinya Nathalie.
"Kenalkan ini putriku, Nathalie .." ucapnya setelah memperkenalkan banyak dokter baru.
"Iya salam kenal semuanya.. namaku Alfi.. semoga kita bisa bekerja sama dengan baik.." ucap Alfi.
"Tuan Alfi kalau ada yg dibutuhkan kau bisa menghubungiku atau putriku.." ucapnya lagi.
"Iya Mrs. Elizabeth.. aku pasti menghubungimu.." ucap Alfi.
"Tuan Alfi kami mengadakan pesta nanti malam.. anda harus datang karena ini adalah acara untuk anda.." ucap Nathalie.
"Saya akan usahakan, tapi saya tidak bisa lama-lama karena ada orangtua saya.." ucap Alfi.
"Tentu.." balas Nathalie tersenyum.
__ADS_1
Alfi pun meninggalkan mereka setelah acara perkenalan, dan menuju ke arah Sofia. Ia mengobrol dengan Sofia dan tertawa bersama. Membuat Nathalie cemburu, karena ia tahu Sofia adalah tunangan Alfi.
"Ck.. apasih hebatnya wanita itu dibanding aku??" gerutu Nathalie dalam hati.