
Diana pun langsung memutar jalan dan kembali ke mobilnya tapi tangan Brian menahannya.
"Mau kemana kau?" tanya Brian.
"Aku mau pulang.. kau pakai saja kartu ini.." ucap Diana.
"Kau itu tak sopan sekali.. aku sudah membantumu dan kau hanya memberiku kartu..? kalau kartu aku juga punya.." balas Brian.
"Aku tidak bisa hari ini.." ucap Diana.
"Pokoknya kau harus ikut masuk dan makan bersamaku.." ucap Brian.
"Bisakah untuk tidak sekarang..?" tanya Diana.
"Memangnya ada apa? tadi kau baik-baik saja.." ucap Brian.
"Tapi Bry.. " ucap Diana namun tangan Brian menariknya untuk masuk ke dalam.
Brian pun paham kini karena Kenneth sedang bersama wanita lain. Tapi kenapa Diana menghindar?? padahal ini bisa jadi alasan bagus untuk membatalkan semuanya jika ia tak suka.
Tanpa aba-aba, Brian mencari meja yg tak jauh dari meja Kenneth. Lalu ia memesan makanan dan Diana pasrah karena Brian sudah membantunya.
"Kau cemburu?" tanya Brian.
"Tidak.." balas Diana.
"Lalu kenapa menghindar, ini bukan Diana yg kukenal.." ucap Brian.
"Wanita itu, aku membencinya.." balas Diana.
"Karena dia sedang bersama Kenneth? atau karena dia merebut Kenneth darimu?" tanya Brian.
"Bukan keduanya.." balas Diana.
"Lalu apa? kalau kau tak cerita aku takan tahu.." balas Brian.
"Sudah Bry, hentikan dan makan saja.." balas Diana.
"Kau mau aku menghajar Kenneth untukmu? aku bisa lakukan.." balas Brian.
"Biarkan saja mereka.." ucap Diana.
Tak lama makanan pesanan mereka tiba dan mereka berdua makan dengan tenang. Brian berusaha untuk menghargai keinginan Diana, walaupun dalam hatinya ia kesal melihat Kenneth bersama wanita lain. Dan menurut cerita Dion, Kenneth mencintai Diana. Tapi setelah melihat kejadian di resto Brian justru kesal.
☘☘☘
Disisi lain, Kenneth pun dipaksa untuk bertemu Cindy dengan alasan kontrak bisnis mereka. Dan Cindy merupakan calon yg akan dijodohkan pada Kenneth bulan lalu, namun Kenneth menolaknya. Cindy yg terlanjur menyukai Kenneth pun tak tinggal diam dan terus mendekatinya.
"Bagaimana dengan kontraknya ?? kita sudah makan disini selama 30 menit." tanya Kenneth.
"Santai saja dulu, memangnya kau tak bosan di dalam kantor.." ucap Cindy.
"Jangan bermain-main denganku, aku tak suka menunda pekerjaan. Aku sudah memenuhi keinginanmu untuk berada disini padahal seharusnya kita menandatangani kontrak ini di kantorku.." ucap Kenneth.
"Baiklah.." ucap Cindy dan langsung mengeluarkan surat kontrak.
"Aku akan baca sekali lagi.." balas Kenneth dengan teliti dan tak mau tertipu. Ketika semua sudah sesuai dengan keinginannya ia pun menandatanganinya.
__ADS_1
"Sudah, aku akan kembali ke kantorku.." balas Kenneth.
"Kenn.. tak bisakah kau memberiku sekali kesempatan.?" tanya Cindy berusaha menahan Kenneth.
"Tidak.." balasnya dingin.
"Mengapa? aku cantik, seksi, dan aku juga pintar mengurus perusahaan ayahku." ucap Cindy.
"Karena kau tidak masuk kriteriaku..!" ucap Kenneth dengan kata-kata pedas.
"Apa kurangku?" tanya Cindy.
"Cukup, hentikan. Perasaan tak bisa dipaksakan." ucap Kenneth dengan Dingin.
"Kenn.. aku akan menangis dan berteriak jika kau pergi." ancam Cindy.
"Silahkan saja.." ucap Kenneth.
"Dasar pria bre****sek!" teriak Cindy.
Brakk... Diana pun bangkit membuat Brian penasaran apa yg akan dilakukannya karena Diana terlihat begitu terpancing.
"Hei kau.. Dia milikku..! kami akan menikah.." ucap Diana lantang membuat Cindy menoleh.
"Diana?? sejak kapan ada disini?" gumam Kenneth dalam hati.
"Oh monster op***s ada disini? tidak sia-sia ya kau menghabiskan banyak uang orang tuamu.." ucap Cindy.
"Dan kau begitu tak tahu diri menggoda kekasihku.. " balas Diana.
"Lalu tadi kau menyebutku monster..?" tanya Diana.
"Apa kau mampu membuktikannya?? jika tidak jangan asal bicara karena aku sudah merekam ucapanmu.." ucap Diana.
"Aku tidak takut.." balas Cindy.
"Ya, tunjukkan padaku buktinya atau dalam 1x24jam aku akan melaporkanmu atas pencemaran nama baik.. " ucap Diana.
"Dasar ja**ang..! " ucap Cindy hendak menampar Diana tapi tangannya ditahan Kenneth.
"Cukup..! berani kau menyakitinya tanganmu akan kupatahkan.." ucap Kenneth.
"Lepaskan, biar aku yg menghadapinya.." ucap Diana melepaskan cengkraman tangan Kenneth.
"Dengar ya, jika kau berani sekali lagi menghinaku akan kupastikan kau akan dipermalukan di hadapan umum.." ucap Diana.
"Kau..!" teriak Cindy.
"Hentikanlah.. kalian sedang jadi tontongan orang sekarang.." ucap Brian tak tahan.
"Aku akan mengawasimu.." ucap Diana dengan sorot mata tajam.
"Aku tak takut.." balas Cindy.
Sementara Brian mengamankan CCTV. Dan Diana mengancam siapapun yg merekam aksinya.
"Jika kalian berani merekam atau mengunggah kejadian ini aku takkan melepaskan kalian.." ucap Diana merebut ponsel salah seorang dan menghapus rekamannya.
__ADS_1
"Sudah cukup.." ucap Kenneth menarik Diana keluar resto.
"Apa kau mengenal Cindy?" tanya Kenneth.
"Ya.. dia itu wanita berhati iblis..!" ucap Diana kesal.
"Dan aku adalah milikmu?" tanya Kenneth tersenyum.
"Kata siapa??" balas Diana pergi menahan malu.
"Kau yg bilang tadi, sekarang kau mau kemana?" tanya Kenneth mengikuti.
"Pulang dan jangan ikuti aku.." balas Diana.
"Aku juga mau ke kantor kok bukan mengikutimu.." balas Kenneth menahan tawa melihat wajah Diana memerah.
Saat Diana pergi, Brian pun baru keluar setelah mencoba berdiskusi dan meminta maaf pada manager resto. Bahkan Brian yg harus membayar makanannya padahal Diana yg harusnya mentraktirnya.
"Dimana Diana?" tanya brian.
"Sudah pulang.." ucap Kenneth.
"Akh wanita itu menyebalkan sekali.." ucap Brian tapi justru wajah bahagia nampak di wajah Kenneth.
"Kau itu senang sekali.. sekarang antar aku ke kantorku.." ucap Brian.
"Kenapa harus aku?" tanya Kenneth.
"Karena kau sudah membawa wanita bernama Cindy tadi dan mengacaukan makan siangku.." ucap Brian.
"Baiklah kalau begitu.." ucap Kenneth.
Kenneth pun mengantar Brian ke kantornya. Lalu Kenneth kembali ke kantornya. Wajahnya masih bahagia teringat ucapan Diana yg mengatakan kalau dirinya adalah milik Diana.
"Hanya ucapan itu saja sudah membuatku bahagia.." gumam Kenneth dalam hati.
Sementara Jack asistannya pun melihat wajah tuannya nampak bahagia sekali setelah bertemu nona Cindy, hingga mengira nona Cindy adalah kekasihnya.
"Apakah ini berita baik tuan setelah anda bertemu nona Cindy?" tanya Jack.
"Mungkin iya.." ucap Kenneth.
"Jadi anda menyukai nona Cindy?? lalu kenapa anda menolaknya dulu?" tanya Jack.
"Kata siapa aku menyukainya?? aku bertemu kekasihku tadi di resto, dan kalau dia mencariku bilang aku tidak ada.." ucap Kenneth langsung kesal.
"Ba-baik tuan.." balas Jack. "Sebenarnya siapa wanita bernama Diana yg dikatakan tuan Besar..?" gumam Jack dalam hati.
Diana pun pulang dengan perasaan tidak menentu. Dirumahnya tak ada seorang pun membuatnya nyaman karena tak ada yg melihat raut wajahnya yg berantakan.
Diana pun masuk kamar dan merenungkan kata-kata yg dia ucapkan tadi di resto. Bahkan ada kata-kata yg keluar begitu saja dari mulutnya secara spontan. Bagaimana dia bisa menyebut Kenneth adalah miliknya?? Diana pun sangat malu karena sudah menolaknya. Belum lagi jantungnya yg berdegup kencang tadi saat melihat Cindy terang-terangan mengancam Kenneth untuk menerimanya.
"Apa aku sudah gila??" gumamnya dibalik selimut.
Lalu ponselnya berbunyi dan muncul nama Kenneth.
..."Apa kau sudah sampai dirumah?"...
__ADS_1
..."Apa kau baik-baik saja? tidak demam kan, tadi wajahmu memerah.." ...
Begitulah pesan dari Kenneth membuat Diana tambah malu dan bingung harus membalas apa.