Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.77


__ADS_3

Sofia kembali terbangun dari tidur panjangnya. Kini ia merasa seluruh tubuhnya kaku. Ia mencoba meregangkan tubuhnya dan melemaskannya agar tidak kaku. "Sial sekali nasibku, kemarin dipaksa menikah dengan suku pedalaman kini dipaksa menikah dengan mafia.." gumam Sofia dalam hati.


"Aaaaaaaaaaaaa.." teriak Sofia melepaskan penat di kepalanya.


Dan beberapa perawat dan juha dokter pun tiba dengan panik.


"Ada apa nona?" tanya mereka panik.


"Tidak apa aku hanya sedikit merasa stres.." ucap Sofia santai.


"Syukurlah.." ucap mereka semua.


Tak lama kemudian Vall pun tiba, dengan wajah khawatir.


"Ada apa dengan Sofia??" tanya Vall pada dokter.


"No-nona tidak apa tuan, ia hanya merasa stress.." ucap sang dokter.


"Sofia ada apa? " tanya Vall mendekati Sofia.


"Aku stress.. mau apalagi sekarang? diikat sudah, hampir dibunuh sudah, ditangkap berkali-kali juga sudah.. apalagi sekarang maumu?" tanya Sofia.


"Menikah denganku belum.." ucap Vall tersenyum.


"Jangan bermimpi.. kau bukan tipeku.." ucap Sofia.


"Memangnya tipemu seperti apa?" tanya Vall.


"Dia orang baik yg memiliki hati yg tulus, fisik yg kuat agar bisa melindungiku, dan juga bukan mafia seperti dirimu.." ucap Sofia tersenyum.


"Kau.. berani sekali berkata begitu pada calon suamimu?" ucap Vall meremas pundak Sofia.


"Yah, kau sudah membunuh kedua orang tuaku, kau pikir mereka akan merestuimu? dan kau pikir aku akan memaafkanmu? sampai matipun takkan kumaafkan.." ucap Sofia tak mau kalah.


DUGHH..


Sofia pun mengadu kepalanya ke kepala Vall hingga berdarah.


"Sofia apa yg kau lakukan?" tanya Vall meringis kesakitan.


"Aku akan menyingkirkan siapapun yg berani menyentuhku seenaknya.." ucap Sofia.


"Aaakkhhh..!" teriak Vall pergi dari ruangan Sofia.


Sementara para perawat kini sedang mengobati luka mereka berdua di ruangan masing-masing. Saat sedang diobati, Sofia teringat Alfi. Sosok yg selalu ada setiap kali ia terluka. "Aku merindukan Alfi.. biasanya ia selalu bisa diandalkan seperti Kenan.." gumam Sofia dalam hati.

__ADS_1


Dan Vall mengurung diri dikamarnya. Sangat sulit baginya meluluhkan Sofia. Terlebih Sofia benar-benar sangat mempu melawannya, apalagi jika Sofia bebas dan dalam kondisi sehat. "Dalam keadaan begitu saja ia sudah mendangku, menembakku.. menghantam kepalaku.. apalagi jika ia normal seperti sediakala pasti aku bisa mati ditangannya.." gumam Vall.


Vall pun tak berhenti sampai disitu, ia berusaha meluluhkan hati Sofia. Bahkan ia berencana menempatkan Sofia di sebuah kamar tanpa mengikatnya. Walaupun ide tersebut ditolak oleh William asistennya mengingat betapa berbahayanya Sofia jika kabur.


"Apakah tuan yakin akan rencana ini?" tanya William.


"Aku harus meluluhkannya Will, dan aku tak tega mengikatnya terus.." ucap Vall.


"Tapi tuan.. nona Sofia petarung profesional dan pemimpin SHIELD.. " ucap William.


"Cukup Will, turuti saja keinginanku.." perintah Vall.


"Baik tuan.." balas William.


William pun menyuruh perawat kembali menyuntikkan obat tidur ke Sofia. Saat Sofia tak sadarkan diri, ia dibawa ke ruangan lain yg mirip seperti kamar tuan putri. Sofia pun diletakkan di ranjang mewah dan dilepaskan borgolnya. Vall pun melihat Sofia tertidur dengan nyaman sekarang. Lalu ia menyuruh semua untuk orang keluar dari ruangan tersebut.


Setelah semua orang pergi, ia menggenggam tangan Sofia dan melihat pergelangan tangan yg memerah akibat terlalu lama diikat. "Ini pasti sakit.. " ucap Vall pelan kemudian mencium tangannya. Setelah menciumi tangan Sofia ia pun menyuruh pelayan membawakan makanan untuk ditaruh di kamar tersebut. Lalu ia keluar dari kamar dan memastikan pada penjaga mengunci pintu dan semua akses keluar dari ruangan tersebut.


"Ingat kalian sudah pastikan semua akses keluar tertutup rapat?" tanya Vall.


"Sudah tuan.." jawab mereka.


"Awas kalau Sofia ku kabur lagi.." ucap Vall.


"Kalau kau tak luluh juga maka aku akan memakai cara kotor itu.." gumam Vall di depan laptopnya.


☘☘☘


Sementara Kenan dan rombongan telah tiba di pelabuhan. Orang-orang suruhan Doni dengan cepat membantu segala proses masuknya Kenan dan ayahnya ke negara tersebut mengingat identitas Satria dan Kenan kini adalah identitas baru.


Sementara Reina, ia juga mendapatkan identitas baru. Kini ia dikirim ke sebuah negara yg tak jauh dari Indonesia, tepatnya di Singapura. Dimana ada banyak aset miliknya di negara tersebut, juga kekuatan perusahaannya juga cukup kuat disana. Kenan pun menyuruh orang-orangnya untuk mengurus segala keperluan ibunya disana. Dan juga tim SHIELD yg akan selalu menjaga ibunya.


"Ck.. mereka ini berlebihan sekali, padahal aku juga masih bisa bertarung sedikit.. tapi tak apalah asetku disana juga cukup untukku hidup beberapa bulan.." gumam Reina yg kini sudah berada di pesawat pribadi milik Kenan.


Sementara Kenan dan Satria menyamar sebagai pelancong. Mereka dan timnya mengamati gerak-gerik BlackStar yg hampir tak terlihat.


"Bagaimana Kenan? apakah sudah ada kabar dari orang-orangmu?" tanya Satria.


"Masih belum ayah, nampaknya mereka menggunakan nama lain untuk bisa tetap aman.." ucap Kenan.


"Sudah pasti, dan yg pastinya mereka orang cukup berpengaruh hingga tak mampu terdeteksi.." ucap Satria.


"Iya ayah benar, aku akan terus menggali informasi dari orang-orangku.." ucap Kenan.


"Ya, berhati-hatilah Ken mereka sangat berbahaya jangan sampai orang-orangmu jadi targetnya.." ucap Satria.

__ADS_1


"Siap ayah.." balas Kenan.


☘☘☘


Sementara Sofia lagi dan lagi ia terbangun dalam tempat yg berbeda. Namun, kali ini ia melihat kamar yg mewah. Dan yg lebih anehnya ia tak diikat sama sekali.


"Haruskah aku bersyukur kali ini?" gumam Sofia sembari melihat sekitarnya.


Kaki dan tangannya sangat bebas, walaupun sangat kaku karena sudah lama diikat. Ia mencoba meregangkan tubuhnya dan melakukan gerakan pemanasan. Ia merasa tubuhnya sudah lebih baik dari sebelumnya, hanya sedikit memar yg masih terasa sakit.


Sofia pun berolahraga di kamarnya. Ia merasa tubuhnya yg kaku itu menjadi lebih baik setelah berolahraga. Ia juga sudah tahu ada beberapa CCTV yg terpasang di kamar tersebut. Ia juga melihat ada baju yg tersedia di kamar tersebut. Setelah berolahraga, ia meminum air yg ada di kamarnya.


Kemudian ia beralih ke kamar mandi. Ia mengecek segala hal yg ada disana. Disana tampak aman tak ada kamera CCTV di dalamnya. "Syukurlah,.." ucap Sofia.


Setelah sekian lama akhirnya Sofia bisa mandi dan merasa segar. Ia juga memakai pakaian yg disediakan disana. "Sangat mencurigakan tapi aku tak boleh lengah.." gumam Sofia dalam hati. Kini ia hanya memerhatikan sekitarnya dan mempelajari letak rumah besar tersebut.


Bukan Sofia namanya jika ia menyerah begitu saja. Ia bahkan memanfaatkan sekecil apapun kelonggaran yg diberikan Vall.


Sore itu, pelayan pun tiba di kamar Sofia.


"Permisi nona, tuan ingin nona memakai baju ini.." ucap sang pelayan memberikan sebuah gaun pada Sofia.


"Ya, taruh saja disana.." ucap Sofia.


"Jam 8 malam nanti, kami akan menjemput nona untuk makan malam bersama tuan.."


"Oke.." balas Sofia.


Setelah selesai dengan tugasnya pelayan tersebut pun keluar dari kamar dan segera mengabari tuannya.


"Bagaimana?" tanya Vall.


"Nona akan memakainya tuan.."


"Dia tidak protes ataupun bertanya?" tanya Vall.


"Tidak tuan.." balas si pelayan.


"Baiklah, kau bisa kembali.." ucap Vall.


"Ya tuan.."


"Mungkin Sofiaku sudah mulai tersentuh dengan perlakuanku.." gumam Vall dalam hati.


"Nanti malam kau pasti akan suka dengan kejutanku.." gumam Vall.

__ADS_1


__ADS_2