Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP.194


__ADS_3

Sofia pun mulai melakukan pengobatannya. Di awal-awal tak nampak perbedaannya, Sofia masih terlihat putus asa dan frustasi. Mungkin jika tanpa hadirnya Diana, ia bisa bunuh diri. Diana adalah alasan terakhir Sofia untuk tetap hidup. Bahkan asi nya pun mulai tidak lancar karena stres berat yg ia alami. Alfi pun mencari psikolog lain melalui koneksinya. Dan untuk sementara Diana akan diasuh oleh Reina dan Siska. Beruntungnya Diana anak yg tenang, ia menerima susu formula yg direkomendasikan dokternya.


Reina pun dengan senang hati mengasuh cucunya bersama Siska. Sementara Bima dan Satria hanya bisa bermain dengan cucunya pada weekend, mengingat banyak tugas yg harus mereka kerjakan karena Sofia yg harus cuti dalam jangka panjang, belum lagi pencarian Dion yg masih menjadi misteri.


Dalam pencariannya, Vall benar-benar tak bisa ditemukan. Sampai keluarganya, Chris dan ayahnya pun tak tahu keberadaannya. Tapi Satria dan Bima tetap fokus mencari keberadaan cucu mereka. Dan Alfi ia juga memerintahkan orang-orang bayarannya untuk mencari Dion.


Kesibukan semua orang membuat Diana merasa kehilangan sosok orang tuanya. Sofia yg sedang mengobati psikologisnya dan Alfi yg sibuk bolak-balik Singapura untuk urusan pekerjaan, membuatnya kurang dekat dengan orang tuanya. Ia justru dimanja oleh nenek dan kakeknya.


Reina selalu membelikan apa yg diinginkan Diana, hingga membuatnya menjadi manja. Juga Siska yg tak mau kalah selalu mengajaknya jalan-jalan membuatnya menjadi seperti tuan putri sungguhan. Belum lagi kedua kakeknya yg overprotektive yg menaruh banyak bodyguard setiap ia keluar bersama neneknya.


☘☘☘


2 Tahun kemudian, Sofia pun sudah mulai menerima kenyataan dan kondisinya mulai membaik. Amarahnya yg meledak-ledak mulai bisa diredam. Ia menghabiskan waktunya dengan memasak bersama neneknya. Dan juga ia mencoba menebus rasa bersalahnya pada Diana karena sudah 2 tahun ia selalu sibuk dan mengabaikannya. Itu semua ia lakukan karena sindrom baby blues yg ia alami dan juga trauma mendalam setelah kehilangan Dion.


Semakin hari, Sofia semakin mahir memasak. Diana sangat menyukai masakannya dan keduanya pun menjadi dekat. Alfi dan seluruh keluarga pun bahagia melihat perubahan Sofia. Kini mereka sudah lebih sering berkumpul bertiga. Dan mereka tetap mencari Dion sampai ada kejelasan mengenai keberadaannya.


Setiap tahunnya, mereka selalu memberi kado ulang tahun pada Dion yg disimpan di kamar khusus yg mereka buat untuk Dion. Tak terhitung pengorbanan dan air mata yg mereka curahkan demi mencari putra mereka. Dan Diana yang belum mengerti apa-apa, belum tahu siapa Dion. Mungkin saat Diana sudah mengerti barulah Alfi dan Sofia menceritakan saudara kembarnya.


Hingga di tahun ke-empat, Sofia kembali bekerja di SHIELD sebagai wakil ayahnya. Satria belum 100% percaya kalau Sofia sudah siap. Sofia pun menerimanya, karena dengan begitu ia tak disibukkan dengan pekerjaan dan bisa bermain dengan Diana.


Hari-hari pun berlalu, Diana tumbuh menjadi anak yg manja karena selalu dimanja oleh kedua neneknya. Tubuhnya pun kian tambun, karena ia suka makanan manis dan para neneknya sangat suka membelikan makanan kesukaannya. Sofia pun sudah menasehati kedua ibunya tapi mereka masih terus menjejali makanan dan kue-kue manis pada Diana. Hingga putrinya menjadi gendut.


"Hai Diana, hari ini kamu makan apa saja?" tanya Sofia yg baru pulang bekerja.


"Aku hari ini makan donat dan cake dari grandma dan grandmom.." ucap Diana.


"Pantas saja pipimu semakin membulat, mom jadi gemas.." ucap Sofia.


"Tapi aku cantik kan..?" ucapnya centil.


"Ya kau cantik sekali, tapi bisa tidak Diana kurangi makanan manis dan menggosok gigi setelah memakannya.." pinta Sofia.


"Oke.. akan Diana coba mom.." ucap Diana tersenyum.


"Ya bagus, Diana tak mau kan giginya berlubang dan dicabut sama dokter gigi..?" tanya Sofia.


"Hii.. seramm, Diana tak mau mom.." ucapnya berlari menuju toilet untuk menggosok gigi.


"Haha.. dasar anak itu lucu sekali.." ucap Sofia melihat putrinya berlari hingga menabrak pelayan dirumahnya.


"Hati-hati sayang.." ucap Sofia.


"Ya mom.." balasnya.


Diana pun kini telah berusia 6 tahun, orang-orang masih menyukainya karena lucu dan manis. Tapi berbeda saat ia sudah menginjak usia 12 tahun. Teman-temannya sudah mulai mengejeknya dan membullynya. Hal itu pun yg dikhawatirkan Sofia sejak lama. Walaupun putrinya diam, ia tahu apa yg terjadi karena ia telah menaruh mata-mata disekolahnya.

__ADS_1


Suatu hari, Sofia mengajak Diana ke markas SHIELD tepatnya di tempat biasa ia latihan.


"Mom, kenapa mom mengajakku kemari..?" tanya Diana.


"Kau lihat mom latihan, oke.." ucap Sofia.


"Malas mom, lebih baik aku dirumah saja.." ucap Diana.


"No, kau sudah disini jadi temani mom.." ucap Sofia yg tahu kalau anaknya selalu bermain gadget hingga memakai kacamata.


"Baiklah.." balas Diana pasrah.


Disana Sofia menantang anak buahnya untuk menyerangnya agar Diana melihat semua gerakannya. Gerakkan yg persis ia alami disekolah oleh para pembully-nya.


"Wah, itu kan yg mereka lakukan padaku kemarin.. andai aku menuruti mom sejak awal mereka pasti takkan berani .." gumam Diana dalam hati yg fokus memperhatikan Sofia.


"Bagaimana Diana? apa kau tertarik?" tanya Sofia.


"Bagaimana mom bisa melakukannya dan melumpuhkan para paman berbadan besar itu?" tanya Diana antusias.


"Karena mom sudah berlatih keras selama ini, Mom yakin Diana juga pasti bisa.." ucap Sofia.


"Benarkah mom..?" tanya Diana pesimis.


"Ya sayang, kau pasti bisa .. tapi mulai sekarang saat latihan kau harus memakai lensa ini.." ucap Sofia memberikan lensa kontak pada Diana dari tasnya.


"Kau akan terbiasa sayang, coba dulu.." ucap Sofia.


Akhirnya Diana pun mencobanya dan meninggalkan kacamatanya. Ia dilatih oleh pelatih SHIELD, sesuai perintah Sofia. Walaupun sempat kesulitan di awal, Diana tak menyerah dan terus mencobanya. Hal itupun disaksikan oleh Bima dan Satria.


"Diana.." ucap Satria.


"Dimana Diana?" tanya Bima.


"Lihat kesana.." tunjuk Satria.


"Apa tidak salah Diana berlatih sejak dini..?" ucap Bima.


"Ayo kita kesana temui Sofia. " ucap Satria.


Mereka pun menemui Sofia dan menyapa.


"Sofia, kau yakin Diana tertarik di bidang ini?" tanya Satria.


"Ayah, kalian ini selalu memanjakannya, lihat tubuhnya yg gempal itu menyulitkannya bergerak.." ucap Sofia.

__ADS_1


"Tapi Sofia ini masih terlalu dini.." ucap Bima.


"Lalu kalian melatihku dan Kenan umur 6 tahun, apa tidak sejak dini?" tanya Sofia.


"Akh, aku tak bisa membalasmu aku kalah.." ucap Bima malu.


"Ya aku pun juga sama.." ucap Satria.


"Aku hanya membimbingnya dan masalah ia tertarik atau tidak ada di bidang ini aku tak pernah memaksanya.." ucap Sofia.


"Baiklah, aku pikir kau ingin ia sepertimu.." ucap Satria.


"Aku tak se-egois itu ayah.. biarlah dia memilih jalan hidupnya.. dan ini hanya langkah untuk melindungi dirinya sendiri.." ucap Sofia.


"Aku mengerti niatmu Sofia.." ucap Bima.


"Ya aku juga, aku akan mendukung cucuku.." ucap Satria.


"Bahkan, Brian(Anak Kenan) sudah mulai berlatih juga.." ucap Satria.


"Ya aku juga tahu saat Kenan menceritakannya.." ucap Sofia.


"Keluarga kita memang seperti bibit petarung, hampir semuanya bisa bertarung.." ucap Bima bangga.


"Ya ayah.. semoga Diana juga bisa menguasainya untuk bekal melindungi dirinya.." ucap Sofia.


Kemudian Satria dan Bima pun pamit karena masih ada pekerjaan penting. Sementara Diana ia sudah bermandi peluh, karena ia jarang bergerak dengan tubuh tambunnya.


"Aku menyerah coach.." ucap Diana.


"Oke.. cukup untuk hari ini.." ucap coach nya.


"Bagaimana sayang?" tanya Sofia menyerahkan handuk dan air mineral.


"Menyenangkan mom, tapi aku lelah.." ucap Diana dengan nafas terengah-engah.


"Oke.. katakan jika kau ingin latihan lagi.." ucap Sofia.


"Aku akan berlatih setiap hari.." ucap Diana.


"No, kau harus les.. dan belajar.. mulai lah setiap 2 minggu sekali saat weekend. Jika kau mampu melewati tahapannya nanti coachmu yg akan mengatur jadwalmu.." ucap Sofia.


"Oke mom.." balas Diana tersenyum.


Mereka pun pulang ke rumah dengan bahagia. Namun, saat sampai dirumah grandma(Siska) dan grandmom (Reina) datang dengan membawa cake kesukaan Diana. Sofia pun langsung menepuk jidatnya melihat tingkah orangtuanya yg memanjakan Diana. Sementara Diana bahagia mendapat makanan kesukaannya.

__ADS_1


"Aku berusaha mengubah pola hidupnya kenapa kalian membawa banyak cake ini??" gumam Sofia dalam hati.


__ADS_2