Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP226


__ADS_3

Claude pun mengobati luka ayahnya dan ayahnya sedikit bercerita tentang SHIELD. Menurut cerita ayahnya SHIELD adalah organisasi berkedok pengawalan, padahal sebenarnya adalah pengedar obat-obatan. Claude pun berpikir kalau ayahnya juga sama seperti itu kenapa begitu membenci SHIELD.


Setelah mengobati lukanya Claude pun pergi mengantar kepulangan ayahnya. Ia masih tak mengerti dengan semuanya bagaikan susunan puzzle yg berantakan. "Sepertinya aku harus mencari tahu.." gumam Claude dalam hati.


Kemudian Claude mencari tahu di Internet seperti apa organisasi SHIELD. Dan ia mencari di berbagai situs atau berita. Banyak yg mengatakan kalau organisasi SHIELD adalah bukan organisasi biasa, yg mempu menangkap penjahat kelas kakap dan melakukan misi penyelamatan.


Dan semua beritanya berbanding terbalik dengan cerita ayahnya membuat Claude semakin bingung. Belum lagi beberapa komentar pengguna internet yg meninggalkan komentar pujian dan terimakasih pada SHIELD semakin membuat Claude penasaran organisasi seperti apa SHIELD tersebut.


Kemudian ia teringat melihat seragam SHIELD yg dikenakan beberapa pria yg datang ke rumah sakit. Ia pun memeriksa di rumah sakit apakah para pria itu masih ada di rumah sakit. Namun, mereka semua sudah menghilang karena sudah kembali ke Singapura.


Claude pun kini mencari tahu SHIELD lewat beberapa orang suruhannya. Ia membayar orang-orang tersebut dan berusaha agar ayahnya tak mengetahui gerak-geriknya.


☘☘☘


Diana pun sudah kembali ke Singapura. Ia pulang ke apartemennya diantarkan oleh Kenneth. Padahal ia sudah menolak dan akan naik taksi saja, tapi karena Kenneth sedikit memaksa ia pun menurut.


Sesampainya di apartemennya Diana pun membuka pintu dan mempersilahkan Kenneth untuk masuk.


"Mau masuk?" tanya Diana.


"Boleh..?" ucap Kenneth.


"Masuklah, aku tahu kau juga lelah.. "ucap Diana.


Diana pun berjalan dengan menggunakan tongkat, perlahan ia membuka kulkas dan mengambil air untuknya dan juga Kenneth.


"Minumlah kapt.." ucap Diana.


"Ya terimakasih.." balas Kenneth.


"Aku yg harusnya berterimakasih karena kau sudah mengantarku.." ucap Diana.


"Ya.. aku anggap ini impas.." balas Kenneth menenggak minuman tersebut.


"Maaf disini tak ada makanan karena aku tinggal beberapa hari.." ucap Diana.


"Sudahlah aku akan sebentar saja.." ucap Kenneth.


"Ya.. kemungkinan nanti aku akan kembali ke rumah orang tuaku.." ucap Diana.


"Itu yg terbaik.." balas Kenneth.


"Ya.. sebentar lagi mereka pasti menjemputku.." ucap Diana.


"Baiklah kalau begitu aku pulang saja.." balas Kenneth.


"Ya.. hati-hati.." ucap Diana ingin mengantarkan sampai di depan pintu namun Kenneth melarangnya.


Tak berapa lama, utusan dari mom dan daddy-nya pun tiba untuk menjemput Diana.

__ADS_1


"Baiklah.. aku akan ikut kalian, tapi aku bereskan barang-barangku dulu.." ucap Diana.


Diana pun membereskan barang-barangnya dibantu oleh seorang pelayan karena tahu Diana tak bisa banyak bergerak. Setelah semua selesai Diana dibawa menuju ke mansionnya. Disana ia diminta untuk beristirahat dan semua kebutuhannya telah disiapkan.


"Akhirnya aku kembali dan menjadi seorang putri.." gumam Diana dalam hati.


Keesokannya para kakek dan neneknya datang, bahkan Kenan dan Alice pun tiba untuk melihat kondisi Diana. Mereka cukup khawatir tapi akan memberikan bantuan perlindungan untuk Diana. Dan mereka ingin Diana kembali ke Indonesia.


Diana pun mau tak mau menurutinya dan kembali ke Indonesia bersama mom dan daddynya. Ia pun akan rehat sementara dari SHIELD, hingga ia memikirkan rencana lanjutan jika ia terus menganggur.


"Jika terus menganggur begini, bukan cuma bosan pasti uangku bisa habis.." gumam Diana.


Bukan karena Diana seorang yg boros tapi ia sangat pantang meminta uang pada kedua orangtuanya. Makanya ia akan mencari pekerjaan sebagai model jika kakinya sudah pulih. Ia pun langsung menghubungi Brian sepupunya.


Mereka pun bertemu di mansion milik orang tua Diana karena ia dilarang untuk keluar dari rumah.


"Sepupu kau itu harus beristirahat,.." ucap Brian.


"Aku tak mau menjadi pemalas, ayolah kabari jika ada pekerjaan.." ucap Diana.


"Baiklah, tapi jika orang tuamu tahu aku tak bertanggungjawab. " ucap Brian.


"Oke.. kau tenang saja.." ucap Diana.


Selama itupun Diana berdiam diri dirumahnya, melihat kedua orangtuanya sibuk kesana kemari sedangkan dirinya tidak ada kerjaan selain makan dan tidur. Membuatnya bosan dan ingin sekali kabur tapi semua akses ditutup.


Hukumannya adalah ia harus menjaga Eve adik sepupunya yg masih berusia 6 tahun. Setidaknya itu lebih baik daripada dikurung di dalam rumah. Diana diperintahkan untuk menjaga Eve kecil mulai dari menemaninya bermain sampai mengantarnya ke sekolah.


Eve yg menyukai Diana pun sangat bahagia. Bagaimana tidak si kecil Eve kekurangan kasih sayang seorang ibu karena ibunya pergi entah kemana. Daddy-nya yg harus memegang perusahaan kakeknya pun selalu sibuk akan pekerjaan. Dan sesekali ia bermain dengan kakek atau neneknya. Tapi ia paling suka kalau dititipkan dirumah Diana.


"Diana kau butuh pekerjaan bukan?" tanya Sofia.


"Ya mom.. ayolah beri aku pekerjaan yg menghasilkan.." ucap Diana.


"Kau masih butuh uang? berapa banyak mom akan berikan.." ucap Sofia.


"Aku akan menerimanya jika aku sudah mengerjakan sesuatu.." ucap Diana.


"Baiklah, keberulan uncle Jojo sedang ada disini dan Eve tidak ada yg menjaganya.. tugasmu adalah menjaga Eve anggap dia adalah klien VIP mu.." ucap Sofia.


"Baiklah mom, ini lebih baik." ucap Diana.


"Oke.. tugasmu hanya mengajaknya bermain dan mengantarnya ke sekolah.." ucap Sofia.


"Baiklah mom.." balas Diana.


Tiba-tiba datanglah Eve berlari menuju ke arah Diana.


"Kak Diaanana.." ucap Diana.

__ADS_1


"Namaku Diana bukan Dianana.." ucap Diana.


"Oke. kak Diana.. ayo kita main.." ucapnya langsung mengajak Diana bermain.


"Maaf ya Diana Eve begitu bersemangat.. " ucap Jojo.


"Tak apa uncle aku tahu dia pasti sangat ingin bermain denganku.." ucap Diana.


Diana pun mengajak Eve bermain-main di taman belakang. Eve kecil yg terlihat begitu ceria pun membuat Diana senang, karena dahulu saat ibunya pergi Eve kecil begitu murung dan sedih. Ternyata Dianalah yg selalu menghibur Eve kecil dahulu hingga Eve begitu nyaman ada di dekat Diana.


"Kak.. aku lapar.." ucapnya.


"Oke.. kita akan makan.. ayo ikut aku ." balas Diana menggandeng tangan mungil tersebut.


"Kak aku mau makan ayam goreng saja.. ayo kita beli.." ucap Eve.


"No, besok kita buat saja.. sekarang Eve makan sayur dan lauk pauk yg ada.." ucap Diana.


"Baiklah kalau kak Diana yg meminta aku akan menurutinya." ucap Eve.


"Ya.. sekarang Eve ayo kita makan.." ucap Diana.


Setelah makan, mereka pun menonton televisi dan Eve pun tertidur. Diana pun memindahkan Eve di tempat tidurnya.


Keesokannya Diana mengantar Eve pergi ke sekolahnya. Tanpa disadari Kenneth pun sedang mengantarkan keponakannya di sekolah yg sama dengan Eve.


"Byee.. " ucap Diana.


"Byee.. kak Diana nanti jemput aku.." ucap Eve.


"Oke.." balas Diana.


Namun, terdengar suara berat pria yg dikenalnya.


"Byee.. om.. " ucap anak kecil perempuan.


"Ya bye.. " balas Kenneth.


"Kapt?" ucap Diana saat menoleh.


"Diana?? apa yg kau lakukan?" tanya Kenneth.


"Bekerja.. kau sudah punya anak kapt?" tanya Diana.


"Ck.. dia hanya keponakan.." ucap Kenneth.


"Baiklah, aku pulang duluan kapt.." ucap Diana.


"Kemana pun aku berada selalu bertemu dengannya.." ucap Kenneth.

__ADS_1


__ADS_2