Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP202


__ADS_3

Diana pun menjalani latihan pertamanya di tim alfa. Latihan yg sangat berat dibandingkan sebelumnya, sesuai dengan perkataan mom dan kakeknya. Ia pun menjalaninya tanpa rasa mengeluh, semua ia lakukan untuk mencari Dion dan juga membantu sahabatnya Sarah menemukan ayahnya.


Beberapa minggu kemudian, mereka mendapatkan misi kelas C. Tugasnya adalah menggagalkan perampokan di negara F. Diana pun berada satu tim dengan Kenneth. Sebagai anak baru yg kemampuannya cukup di perhitungkan, Diana akan menunjukkan kontribusi besarnya pada misi kali ini.


"Jadi apakah kalian sudah paham?" tanya Kenneth.


"Paham kapt..!"


"Diana ini misi pertamamu, kuharap kau tak menyusahkanku.." ucap Kenneth.


"Baik kapt." ucap Diana serius membuat Kenneth penasaran karena selama ini Diana selalu menggodanya jika ia bicara pada Diana.


"Bagus, ikuti rencanaku.." ucap Kenneth.


"Baik kapt..!"


Mereka pun melakukan tugas mereka sesuai rencana. Dan kemungkinan target selanjutnya adalah Bank D. Tapi insting Diana mengatakan bahwa Bank tersebut aman.


"Kapt kau yakin bank ini sasarannya kini?" tanya Diana.


"Kau meragukanku?" balas Kenneth.


"Ya sedikit, karena cukup tenang." ucap Diana.


"Apa yg kau pikirkan Diana?" tanya Kenneth.


"Bank ini hanyalah pengalihan." ucap Diana.


"Lalu dimana target sebenarnya?" tanya Kenneth.


"Mungkin antara blok C atau blok F." ucap Diana.


"Baiklah, kau cek kesana. Tapi jika aku memanggil kau harus datang secepat mungkin." ucap Kenneth.


"Baik Kapt, terimakasih sudah mendengarkan. " ucap Diana.


Lalu anak buahnya yg lain pun bertanya kenapa Diana pergi.


"Kenapa Diana pergi Kapt?" tanya salah seorang.


"Biarkan dia bekerja, ini adalah pengalaman pertamanya. Aku ingin lihat sejauh mana kemampuannya. Itu juga bagus untuk kita karena perampok akan berpikir kalau di tim ini hanya ada pria." ucap Kenneth.


"Baiklah kapt jika begitu"


Mereka pun kembali ke mode penyamaran mereka di bank tersebut. Mereka sedang menyamar sebagai nasabah yg akan melakukan transaksi di bank tersebut. Mereka datang silih berganti, agar tak ada yg curiga. Tapi beberapa jam mereka menunggu tak ada yg aneh dan tampak tenang seperti perkiraan Diana.


"Apa insting gadis gila itu benar?" gumam Kenneth.


Sementara itu, Diana sedang berada di bank J. Ia merasa ada sekelompok orang yg masuk secara bersama-sama dan terlihat mencurigakan. Diana pun ikut masuk dan berpura-pura sebagai nasabah.


Saat mengantre Diana seperti melihat senjata tajam yg disembunyikan para pria tersebut di balik baju mereka.


"Si**l!! apakah aku harus menghubungi kapt sekarang?" gumam Diana dalam hati.


Akhirnya Diana pun menghubungi Kenneth.


"Kapt, apa situasi disana aman?" tanya Diana di toilet.


"Ya disini aman, kau ada dimana?" tanya Kenneth.


"Bank J. Dan ada sekelompok orang mencurigakan terlihat membawa senjata tajam dibalik bajunya. " ucap Diana.


"Kau ada ditoilet?" tanya Kenneth mendengar suara air.


"Ya agar tak ketahuan oleh mereka" balas Diana.


"Cepat keluar.. liat kondisinya." pinta Kenneth.


"Oke.." ucap Diana.

__ADS_1


Saat keluar, Diana pun melihat mereka sudah beraksi dan menyandera beberapa orang.


"Kapt, cepat kemari. Kode merah!" ucap Diana.


Tanpa basa-basi Kenneth langsung mematikan telepon dan menuju ke bank J tempat Diana berada. Ia butuh setidaknya waktu 5-10 menit untuk tiba di Bank tersebut.


Tapi Diana yg tak mungkin menunggu dan harus segera bergerak agar mereka semua tak kabur. Ditambah ada beberapa orang yg mereka jadikan sandera dan dilukai.


"Semuanya merunduk! jangan ada yg kabur atau kepala kalian akan kutembak!"


"Dan kalian diam, tunjukkan saja dimana brankas uangnya.!"


Langkah pertama Diana pun menyelamatkan para sandera. Ia memukul mereka yg menjaga sandera hingga pingsan.


"Sstt.." isyarat dari Diana agar para sandera yg melihatnya diam.


Bughh..bughhh..bughh.


"Kalian pergilah dari sini.. " pinta Diana setelah membebaskan para karyawan yg dijadikan sandera. Mereka pun menurut hingga langkah Diana menjadi lebih mudah. Setelah mereka menunjukkan arah brankas pada Diana, Diana pun menuju ke sana tanpa rasa takut.


Dorr..Dorr..Dorr..


Diana pun menembakkan pelurunya ke arah mereka yg sedang membuka brankas. Beberapa terluka, dan jatuh. Tapi suara tembakan memancing yg lain untuk menuju ke brankas. Hal itu sengaja dilakukan Diana agar pengunjung bisa keluar ke tempat yg aman dan melapor pada pihak berwajib.


"Si**l hanya seorang wanita!"


"Ya.. memangnya aku terlihat seperti pria?" ucap Diana.


"Ckk.. dasar ja***ng!"


Dorr..Dorr..Dorr..


Diana pun berlindung di balik pilar bangunan tersebut. Dan kembali membalas serangannya. Ia pun berharap timnya segera tiba untuk membantunya.


Dorr...Dorr..!


Beberapa pun kembali tumbang, membuat musuh Diana kembali berkurang. Namun, dari belakang musuhnya tiba dan menangkap Diana. Orang tersebut pun menodongkan pisaunya ke leher Diana.


Diana pun diam karena ia tahu pisau tersebut sangat tajam dan sudah menggores sedikit lehernya.


"Akh si**l sekali.. kapt kau ada dimana? aku mau mati disini.." umpatnya dalam hati.


Lalu tiba-tiba sebuah tembakan mengenai bahu belakang pria tersebut.


Dorr..


"Akh.. " pria tersebut pun langsung terjatuh, dan Diana langsung menjauhinya.


"Kapt, kau datang tepat waktu." ucap Diana.


"Kau baik-baik saja? lehermu berdarah." ucap Kenneth.


"Cuma goresan, tidak begitu parah." ucap Diana.


"Mereka sedang membobol brangkas.." ucap Diana menunjukkan lokasinya.


"Ayo kita kesana.." ucap Kenneth membawa anak buahnya, dan sisanya mengamankan para sandera.


Mereka pun berhasil dibekuk dan misi kali ini selesai dengan baik. Setelah mereka terkepung dan kalah jumlah, para perampok pun menyerah. Lalu mereka dibawa oleh polisi di negara tersebut.


Diana pun bisa bernafas dengan lega. Ia sudah berhasil mengulur waktu dan menyelamatkan beberapa sandera, serta tiba tepat waktu di bank tersebut. Karena jika saja Diana tidak melihat sekelompok pria mencurigakan tersebut, dipastikan misi mereka akan gagal.


"Instingmu sangat bagus Diana." ucap Kenneth.


"Terimakasih Kapt." balas Diana.


"Ini sepertinya lukamu mengeluarkan darah." ucap Kenneth memberi sapu tangannya.


"Kau benar kapt." ucap Diana mengusapnya.

__ADS_1


Lalu Diana mencari tasnya dan mencari salep obat pemberian Dadnya.


"Akhirnya aku menemukanmu.." ucap Diana pada benda kecil tersebut.


Diana pun mengolesnya tapi tidak ke area lukanya karena tak ada cermin disana.


"Ck.. kau itu bodoh sekali.. sini berikan padaku.." ucap Kenneth.


"Terimakasih kapt." balas Diana.


Tapi yg terjadi adalah Kenneth terdiam dan gagal fokus oleh le-her mulus Diana. Diana pun menolehnya dan melihat Kaptnya melihatnya tanpa berkedip.


"Bagaimana Kapt apakah mulus?" tanya Diana.


"Ya.. Ee.. kau ini bicara apa?" ucap Kenneth tersadar.


"Aku tahu apa yg kau lihat tadi, dasar mesum!" ucap Diana.


"Tidak kau itu yg berfikiran buruk.." ucap Kenneth.


"Benarkah? baiklah.. aku akan melakukannya sendiri. Untung wajahmu tampan jika tidak sudah kubuat memar.." ucap Diana.


"Dasar kau itu.. sudah sana obati..!" perintah Kenneth.


Sejujurnya Kenneth sangat malu Diana tahu kalau ia memerhatikan bagian le-hernya. Ia juga meruntukki kebodohan matanya yg tidak sopan itu. "Akh dasar!! kau ini apa yg kau pikirkan? tapi Diana terlihat marah tadi, apa aku benar-benar tidak sopan?" gumamnya dalam hati.


Sebagai permintaan maaf, Kenneth memberikan sekotak obat pada Diana. Diana pun tak melewatkan momen tersebut untuk menggoda ketua timnya.


"Maaf jika aku tak sopan tadi.." ucapnya sembari memberikan sekotak obat.


"Jadi kau mengakuinya? " tanya Diana.


"Aku sungguh hanya melihat lukamu.." ucap Kenneth berbohong.


"Baiklah karena kau tampan jadi termaafkan.." goda Diana.


"Ckk.. kau itu masih saja.." ucap Kenneth.


"Baru kali ini kapten minta maaf kan biasanya kau selalu memarahiku, apa kau sudah mulai menyukaiku?" tanya Diana.


"Diana..!! kau ini kalau saja kau tidak membantu misi kali ini kau sudah kuhukum!" ucap Kenneth.


"Aku memang merindukan wajah tampan yg sedang marah-marah ini..." ucap Diana kembali menggodanya.


"Kau..!" teriak Kenneth.


"Terimakasih obat-obatannya. Tapi kenapa harus sebanyak ini, kau ini seperti dadku saja.." ucap Diana keceplosan.


"Apa ayahmu seorang dokter?" tanya Kenneth.


"Dia hanya punya sebuah apotek kecil.." balas Diana.


"Oh begitu.." balas Kenneth.


Sementara, anggota lain sudah menyiapkan obat untuk Diana. Dan langsung memberikannya.


"Apa-apaan kalian ini! kalian menyuruh Diana membuka toko obat?" tanya Kenneth.


"Ti-tidak kapt." balas mereka.


"Terimakasih ya atas perhatian kalian. Tapi rasanya terlalu banyak jadi akan aku simpan di mobil saja untuk hal-hal darurat." ucap Diana.


"Perhatian kalian sangat manis.." ucap Diana tersenyum membuat mereka meleleh melihat senyumnya.


"Ckk.. kau boleh punya 10 atau 20 kekasih tapi tidak dari SHIELD atau tim alfa..!" ucap Kapt membuat yg lain diam.


"Kapt, kau itu membuka aibku saja.. atau kau mau jadi yg keberapa?" tanya Diana membuat mereka tertawa.


"Diana sekali lagi kau menggodaku, kau akan kusuruh lari 20x putaran.." ucap Kenneth.

__ADS_1


"Baiklah aku akan diam karena aku lelah." ucap Diana tersenyum.


Diana pun beristirahat dan Kenneth masih mengawasinya.


__ADS_2