Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.23


__ADS_3

Rose pun menyantap makanannya sendiri. Niatnya ia ingin mengajak Alfi makan bersama tapi nampaknya sahabat baiknya itu tengah sibuk bekerja. Akhirnya ia makan sendiri dikamarnya. Sesekali ia sibuk memainkan ponselnya menonton film-film action kesukaannya. "Huft.. aku benar-benar bosan.." gumamnya.


Dan Rose pun tertidur sangking bosannya. Hari pun menjelang sore, Kenan dan Doni telah tiba dibandara dan segera menuju rumah sakit tempat Sofia berada.


1 Jam kemudian, Kenan dan Doni pun telah tiba di di rumah sakit. Kenan segera menghubungi Alfi untuk menuntunnya ke kamar Sofia.


Alfi pun segera menemui mereka berdua dan menyambutnya. Lalu ia mengantarkan Kenan dan Doni menuju kamar Sofia.


"Alfi bagaimana kondisi Rose?" tanya Doni.


"Dia sudah lebih baik tuan, semuanya normal.. kini hanya tinggal pemulihan kuka di tangannya.." ucap Alfi.


"Baiklah, terimakasih kau telah merawatnya.. tapi tak kusangka ia senekat itu.. apakah lukanya parah?" tanya Doni.


"Lumayan tuan, Rose membuat luka besar karena ia dalam kondisi setengah tidak sadar.." terang Alfi.


"Ini tuan kamarnya.. mari kita masuk.." ajak Alfi.


Alfi pun membuka pintunya, dan nampaklah Rose tengah tertidur dengan ponsel disampingnya. Ia bahkan tak terbangun padahal pintu kamarnya terbuka.


"Wah anak ini bikin orang tua khawatir saja, tapi malah enak-enakan tidur.." ucap Doni melihat Rose yg tertidur.


"Mungkin dia lelah tuan, dia selalu mengeluh bosan padaku.." ucap Alfi.


"Dasar, padahal dia wanita tapi tak ada sikap anggun sedikitpun.." ucap Doni tersenyum melihat Rose tertidur pulas.


Kenan pun mengambil ponselnya dan meletakkannya di meja. Serta ia melihat box pizza yg tersisa beberapa potong.


"Pizza??" ucap Kenan.


"Oh.. dia bilang tak mau makan makanan rumah sakit.. jadi dia menyuruh bodyguard untuk membelinya.." ucap Alfi.


"Kakak benar-benar, tidak bisa benar-benar beristirahat.." ucap Kenan.


"Baiklah tuan.. saya permisi masih ada pekerjaan.. " ucap Alfi pamit.


"Oke.." balas Doni.


"Yasudah Ken kita tunggu kakakmu bangun.." ucap Doni.


"Baik Kek.." balas Kenan.

__ADS_1


Doni pun membelai rambut Rose, ia merasa sangat merindukan cucu kesayangannya. Walaupun ia sudah menentang kepergiannya cucunya tetap bersikeras untuk pergi, dan ia pun harus rela menatap Rose terluka. "Ya ampun, kenapa anak gadis bisa seperti ini? apakah aku salah mendidiknya?" gumamnya dalam hati.


Tak berapa lama Rose pun sadar..


"Hmm Kakek.. Kenan.. kalian sudah tiba?" ucap Rose terbangun dari tidurnya.


"Iya kami tiba satu jam yg lalu.." ucap Doni.


"Apa?? kenapa tidak membangunkan aku.." balas Rose.


"Sudahlah kau itu harus banyak beristirahat kak.." ucap Kenan.


"Baiklah.. " balas Rose.


"Bagaimana kabarmu nak?" tanya Doni.


"Aku sudah lebih baik, hanya tinggal tanganku saja kek.." jawab Rose.


"Ya ampun kenapa kau harus melukainya separah ini?" tanya Doni heran.


"Aku asal memecahkan gelas, dan karena aku setengah sadar jadi tak sengaja kebablasan.. hehe.." balas Rose tersenyum.


"Apakah masih sakit?" tanya Doni.


"Kau ini membuatku khawatir saja .." ucap Doni memeluk cucunya.


"Tahukah kau kak, aku panik malam itu.. operator SHIELD susah dihubungi pada jam segitu.. Untung Alfi tinggal disini.." ucap Kenan.


"Maaf Ken.. aku benar-benar dijebak malam itu.. dan terimakasih kau menyuruh Alfi datang .." balas Rose.


"Apa rencanamu saat ini?" tanya Doni.


"Melihat kakek yg menggugat perusahaan mereka nampaknya aku tidak bisa bekerja lagi disana.. dan ada satu tempat yg menarik perhatianku.." ucap Rose.


"Tempat apa itu dan dimana?" tanya Kenan.


"Tempat tarung bebas.. disana aku bertemu orang dari berbagai kalangan.. bahkan orang yg kuceritakan membahas D'Textile di cafe pun muncul disana.." ucap Rose.


"Oh ya ampun hal gila apalagi ini nak..?" ucap Doni frustasi kenapa cucu perempuannya begitu gila.


"Kak kau yg benar saja, kau bisa mati disana.." ucap Kenan.

__ADS_1


"Kalian tenang saja, aku akan menunggu hingga luka ini sembuh dan mencari sekutu dari sana.." ucap Rose enteng.


"Ya Tuhan sadarkanlah cucuku ini nampaknya dia sudah gila..!" ucap Doni dengan wajah sedih.


"Kakek!.. kenapa bicara begitu?" tanya Rose.


"Habisnya kau ini selalu melakukan hal diluar nalar, wanita seumurmu itu harusnya bekerja kantoran, nongkrong di cafe, berbelanja di Mall atau pergi ke salon.. Tapi dirimu malah menantang maut berkali-kali.." ucap Doni menepuk jidatnya.


"Haha.. Kakek aku kan unlimited, aku ini wanita tangguh dan kau yg mengajarinya.. " balas Rose tertawa kecil.


"Aduh.. harusnya aku mengirimmu ke agensi artis atau model saja dulu.." ucap Doni kecewa.


"Haha.. kakek sudahlah.. boleh ya aku jalankan rencanaku.." ucap Rose.


"Kak.. aku akan bertindak dulu.. kau tunggu kabar dariku, lusa aku akan meeting dengan tuan Felix.. aku punya penawaran bagus agar mereka mempertemukanku dengan si pembuat kain tersebut. Kau ingat kan rencanaku.." balas Kenan.


"Dan rencanamu anggaplah itu "Plan B" .." tambah Kenan.


"Baiklah.. kakek dengan Kenan kan itu hanya Plan B.. jika Kenan berhasil baru aku menyelidikinya.." ucap Rose.


"Kenan pastikan misimu berhasil.." ucap Doni serius.


"Kek.. aku tak jamin, tapi kita harus mencobanya.." balas Kenan.


"Setidaknya biarkan kakakmu ini waras.. Kakek pusing melihat tingkah gilanya.." ucap Doni.


"Memangny aku yg bertingkah gila ini keturunan siapa sih?" tanya Rose penasaran..


"Pasti ayahmu lah.. tak mungkin ibumu yg kalem itu begini.. hanya wajahmu saja yg menurun ibumu.." balas Doni.


"Haha.. Kakek yakin, atau malahan ini justru menurun dari Kakek?" tanya Rose.


"Ah kau ini.. orang tua dihadapanmu ini khawatir tau..!" ucap Doni.


"Oke.. oke.. maafkan aku Kakek.. aku hanya mengikuti naluriku dan sedikit egois.." ucap Rose memeluk Kakeknya.


Doni pun tersenyum membalas pelukan Rose. Baginya ia tak dapat marah pada semua cucu-cucunya terutama Rose. Kalau Jojo ia hanya akan berkata menyebalkan dan menceramahinya.


Kenan pun melihat tingkah kakak dan juga Kakeknya ikut tersenyum. Dalam hatinya ia berkata kalau mereka berdua memiliki sifat yg sama. "Dasar kakek kau tidak bisa berbohong denganku.." ucapnya dalam hati.


Menjelang malam Doni pun pergi ke hotel bersama Kenan. Mungkin malam nanti Kenan akan menemani kakaknya menginap di rumah sakit.

__ADS_1


Dan para bodyguard pun diperintahkan untuk berjaga di depan pintu. Hanya perawat dan dokter yg boleh memasuki ruangan Rose saat ada Kenan. Karena mereka takut identitas Rose terbongkar.


Alfi yg mendengar kalau Kenan akan menginap pun diperintahkan untuk menyiapkan sebuah ranjang di samping ranjang Rose. Ia dengan cepat memerintahkan para bodyguard untuk memindahkannya. "Nah begini kan lebih baik daripada kalian hanya bengong di depan pintu.." gumamnya dalam hati. Para bodyguard itu pun patuh saja karena Alfi adalah anak dari Bima, seorang senior hebat di SHIELD dan juga wakil dari Sofia.


__ADS_2