
Setiap harinya Diana harus menerima laporan dari setiap cabang toko cakenya. Entah itu keluhan atau apapun Diana menanganinya sendiri. Juga beberapa bisnis lain yg harus ia jalankan agar aliran dana miliknya terus mengalir. Belum lagi gaji-gaji para karyawan yg jumlahnya lumayan, kadang membuat Diana tidak tidur semalaman. Seperti saat ini, ia sedang melihat perkembangan toko cakenya dengan semua laporan yg ada. Ia juga sedang mengembangkan menu baru yg pastinya harus laku dipasaran.
Keesokannya walaupun Diana hanya tidur beberapa jam, ia bangun pagi dan menuju ke minimarket. Ia membeli beberapa bahan kue yg ia butuhkan. Kenneth pun masih tertidur membuat Diana merasa lebih nyaman keluar sendirian. Diana juga ingin tahu apakah Kenneth akan sadar jika ia keluar tanpa pengawasannya di jam tidurnya.
Diana pun kembali ke apartemennya setelah mendapatkan yg ia inginkan. Ia kemudian membuat resep cake baru yg akan dijual di toko kue miliknya.
"Yah, karena aku belum bisa kemana-mana setidaknya aku masih bisa bereksperimen resep baru.." gumam Diana dalam hati.
Diana pun mencatat semua bahan eksperimen yg ia buat. Lalu ia membuatnya cake tersebut. Suara mixer yg keluar dari dapur membuat Kenneth terbangun.
"Apa yg Diana lakukan pagi-pagi begini? aku tak yakin ia bisa memasak.. sudahlah biarkan saja aku masih mengantuk.." gumam Kenneth.
1 Jam kemudian, wangi coklat pun sudah memenuhi dapur dan hampir keseluruh ruangan apartemen Diana. Kenneth pun mencium aroma yg lezat tersebut dan melihat apa yg Diana buat.
"Hei, kau sedang apa?" tanya Kenneth.
"Menurutmu?" balas Diana yg baru saja mengeluarkan cake dari oven.
"Kau bisa membuat cake? aku tak percaya.." ucap Kenneth.
"Yasudah, aku tak memaksamu untuk percaya.." balas Diana.
"Ya terserah kau saja.. asalkan kau tidak kemana-mana selama seminggu ini.." ucap Kenneth.
"Ya aku tahu itu.." balas Diana.
Kenneth yg penasaran pun ingin menyentuh kue itu tapi Diana menepis tangannya.
Plakk..
"Masih panas.. dan lagi kue ini belum aku hias.." ucap Diana.
"Aku hanya penasaran.. apa ini benar-benar kue.." ucap Kenneth.
"Lebih baik kau mandi, karena tugasmu adalah mencicipi apa yg kubuat.." ucap Diana.
"Baiklah.. awas kalau tidak enak.." balas Kenneth.
"Aku tak yakin untuk itu.. karena ini semua hasil eksperimenku.." ucap Diana.
"Ck.. kau harus bertanggungjawab jika perutku bermasalah.." ucap Kenneth.
"Ya..ya.. sana mandi baumu benar-benar luar biasa.." ucap Diana berbohong.
"Ck.. aku tidak bau hidungmu saja bermasalah.." balas Kenneth.
__ADS_1
Kenneth pun menghilang dan masuk ke kamarnya sementara Diana mempersiapkan kue-kue buatannya. Ia menghias beberapa kue yg sudah dingin dan menatanya dengan rapi. Tak lupa ia memfoto kue-kue tersebut.
"Kau ini sama seperti wanita lain yg suka foto-foto makanan.." ucap Kenneth.
"Ya ini adalah karyaku, jadi wajib di abadikan.." balas Diana.
"Baiklah, mana yg harus kucoba..?" tanya Kenneth.
"Tunggu sebentar kupotong dulu biar rapi.." ucap Diana.
Setelah memotong-motong kue tersebut dan disajikan, Kenneth pun bisa menikmatinya. Saat menikmatinya ia begitu menikmati cakenya sampai lupa berkomentar.
"Kenneth.. kau itu sudah makan lebih dari 1 suap bagaimana rasanya?" tanya Diana.
"Enak.. kau belajar darimana?" tanya Kenneth.
"Aku hany belajar autodidak dari beberapa video yo***be.." ucap Diana.
"Kalau begini kau bisa membuka toko kue.." ucap Kenneth.
"Akhirnya kau memujiku dengan tulus.." balas Diana.
"Ya.. karena kau sudah memberikan makanan enak padaku.." ucap Kenneth.
"Baiklah, kalau menurutmu enak aku akan memberikan ini pada Claude juga.." ucap Diana.
"Ya, tapi aku hanya bisa berharap begitu.." ucap Diana.
"Siapkan mentalmu jika semuanya tak sesuai harapan.." balas Kenneth.
"Aku tahu kapt, jadi nikmati kuemu dengan nyaman aku akan mengantarkannya.." ucap Diana.
Dan setelah menyiapkannya Diana mengantarkannya seperti biasa lewat balkon, walaupun beresiko kue jadi rusak tapi Diana tak punya pilihan dan menjaganya agar tidak hancur sampai apartemen Claude. Diana memanfaatkan tali dan memanjat dengan tenang.
Tap..tap..
Diana pun sampai di apartemen Claude. Nampak pria itu tengah bersiap-siap untuk bekerja. Diana hanya meninggalkan kuenya di depan pintu balkon dan mengetuk pintunya.
Tokk..Tokk.
"Wanita itu tidak bisakah bersikap normal?" gumam Claude lalu menuju ke araj balkon.
Dilihatnya Diana tak ada disana dan sudah ada di balkon apartemennya sendiri. Lalu Diana hanya melambaikan tangan, Claude pun melihat ada sebuah box di depan pintunya.
"Cake??" ucapnya.
__ADS_1
"Apa ini balasan atas cake ku waktu itu?" gumam Claude.
Lalu Claude pun masuk ke dalam dan membukanya. Dilihatnya kue-kue cantik itu tersusun rapi dan tidak berantakan sama sekali membuat Claude bingung bagaimana caranya Diana membawanya?..
"Apa dia pernah jadi kurir pengantar makanan? bisa serapi ini padahal ia harus memanjat balkon.." gumam Claude dalam hati.
Claude pun menikmati salah satu cake tersebut kemudian menyimpannya di dalam kulkas.
"Rasanya enak juga, dia beli dimana cake sepagi ini?" ucap Claude.
☘☘☘
Setelah itu, Diana mulai beraksi pada pagi buta dimana Kenneth masih tertidur. Diana membantai habis kelompok persebaran obat-obatan tersebut. Hingga anak buah Diana bertambah beberapa orang agar misinya cepat selesai. Seperti pagi ini ulah Diana sampai masuk ke dalam headline news karena berhasil menangkap pengedar obat-obatan yg sulit ditangkap oleh polisi. Dengan wajah yg tertutup rapat tak ada yg tahu kalau itu Diana.
Dan Diana keluar bersama anak buahnya setelah melancarkan aksinya. Pihak keamanan pun berterimakasih atas tindakannya melalui media. Dan hal itu memancing Fabio untuk keluar. Setelah mendengar berita kedatangan Fabio, Diana dan seluruh anak buahnya berhenti melakukan hal itu. Diana pun bersantai selama menunggu hasil tes DNA yg sangat ia nanti-nantikan.
Beberapa hari setelahnya Fabio pun datang ke apartemen Claude. Ia membicarakan mengenai niatnya menghabisi Sofia dan juga Alfi. Claude pun tetap menolak, hingga membuat Fabio marah besar.
"Kenapa kau melindungi kedua orang jahat itu??" teriaknya.
"Hentikan ayah, apa ayah pikir aku tak tahu kejahatan ayah? aku tahu semuanya.." ucap Claude.
"Kau mencaritahu tentangku? dasar anak kurang ajar.." ucap Fabio.
"Aku menemukan obat-obatan di dalam sofamu.." ucap Claude.
"Ck.. baiklah aku yg akan melakukannya, cepat beritahukan kapan Sofia akan kemari untuk melakukan pemeriksaan kembali?" tanya Fabio.
"Tidak akan, aku akan menghentikan ayah berbuat kejahatan.." ucap Claude.
"Baiklah, akhirnya aku harus begini pada putraku sendiri.. di dalam rumah sakitmu sudah kutaruh bom dan akan meledak jika kau tak memberitahuku.." ucap Fabio.
"Ayah hentikan jangan berbohong.." ucap Claude.
"Bagaimana jika kau lihat ini??" ucap Fabio memberikan foto-foto tempat anak buahnya mrnaruh bom.
"Ayah.. ada banyak orang yg dirawat disana.." ucap Claude.
"Itu urusanmu bukan urusanku, jadi katakan saja maka aku akan menghentikannya.." ucap Fabio.
"Baiklah, 5 hari lagi mereka akan melakukan pemeriksaan.." ucap Claude karena ditekan dan harus menyelamatkan ratusan orang dalam rumah sakit tersebut.
"Bagus putraku, kau sudah menyelamatkan ratusan nyawa disana.." ucap Fabio.
Sementara Claude ia merasa bersalah harus mempertaruhkan nyawa pasiennya sendiri. Setelah itu Fabio pergi dan menarik semua bom yg ia oasang dirumah sakit tersebut.
__ADS_1
"Apa yg harus kulakukan untuk mencegah semua ini? ayah sampai mengancam akan membunuh siapa saja." gumam Claude.