Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.102


__ADS_3

Sofia pun masuk ke dalam tapi melihat Kenan tertawa lepas, sementara Alfi cemberut bercampur malu.


"Ada apa dengan mereka ibu?" tanya Sofia.


"Yah biasalah anak laki-laki kadang suka begitu.. " ucap Reina.


"Oh aku kira kenapa.." balas Sofia.


Sementara Alfi langsung menutup pintunya begitu mendengar suara Sofia. Brakk..


"Anak ini kenapa? apa dia salah minum obat..?" umpat Sofia terkejut.


"Kak kemarilah.." ucap Kenan.


"Baiklah.." balas Sofia mendekat.


"Jadi ada apa Ken?" tanya Sofia.


"Ada yg cemburu tadi, kau harusnya melihatnya.." ucap Sofia.


"What?? cemburu? Pffffff..." balas Sofia menahan tawa.


"Kau tidak percaya?" tanya Kenan.


"Memangnya bagaimana?" tanya Sofia penasaran.


"Ada yg berkata begini "Ok.. hati-hati dijalan.." begitu kira-kira.." balas Kenan.


"Hahahaha.. benarkah??" ucap Sofia tak tahan menahan tawanya.


"Iya kau harusnya mendengarnya langsung.." balas Kenan yg juga ikut tertawa.


Tiba-tiba sebuah bantal pun melayang ke arah Kenan.


Bukkkk..! Plakkk


"Eitss.. tidak kena.." balas Kenan.


"Hahaha.. kalian ini benar-benar seperti anak-anak.." ucap Sofia.


"Sofia ini tidak lucu..!" ucap Alfi.


"Maaf Alfi.. " balas Sofia tapi Alfi pergi meninggalkan Sofia dan Kenan.


Sofia pun mengikuti Alfi dan meminta maaf tapi Alfi masih kesal dan mengunci pintu kamarnya.


"Alfi, maaf aku sungguh tak tahu kau akan semarah ini.." ucap Sofia.


"Alfi buka pintunya..!" ucap Sofia menggedor pintunya.


"Sudahlah kak.. nanti juga dia sadar sendiri kalau tingkahnya kekanakan.. kita kan hanya akting untuk menyelamatkan ibu dan juga perusahaan.." balas Kenan.


"Baiklah.. Ken apa kau punya kunci cadangan?" tanya Sofia.


"Nanti aku tanyakan pada petugas disini.." balas Kenan.


"Baiklah.." ucap Sofia.

__ADS_1


Reina pun melihat Sofia nampak berusaha untuk meminta maaf pada Alfi. "Ada apa dengan mereka? atau jangan-jangan? Wah kasihan sekali Alfi kalau begitu ceritanya.." gumam Reina dalam hati.


"Sayang ada apa?" tanya Satria.


"Aku melihat tingkah anak-anak " balas Reina.


"Apa kau sudah tahu antara Sofia dan Alfi?" tanya Satria.


"Jika dugaanku benar mereka saling menyukai.. apakah benar?" tanya Reina.


"Kau memang pintar dan juga peka.." balas Satria.


"Tentu saja, sejelas itu bagaimana aku tak paham.." ucap Reina.


☘☘☘


Sementara itu Vall tengah berada di kantornya. Vall pun menceritakan maksud dan tujuannya pada ayahnya agar mempercepat pernikahannya dengan Sofia. Ia tak mau menunggu hingga 1 tahun.


"Jadi bagaimana ayah?" tanya Vall.


"Kau memang pintar mencari wanita.. dia pintar, pemimpin perusahaan dan juga kaya raya.. sudah pasti akan berpengaruh pada perusahaan kita.." balas tuan Felix.


"Ya ayah, tapi bagaimana caranya agar aku bisa cepat menikahinya tanpa menunggu waktu 1 tahun?" tanya Vall.


"Jika gadis itu mengandung anakmu pasti akan dipercepat.." balas tuan Felix.


"Jangankan berbuat begitu, menyentuhnya saja ayahnya memukulku.. ditambah lagi Sofia bisa beladiri dan mampu menjatuhkanku.." ucap Vall.


"Kau itu payah sekali.. pakai trik dong.." ucap tuan Felix tersenyum.


"Trik maksudnya?" tanya Vall.


"Obat? untuk apa ayah?" tanya Vall.


"Kau baca saja sendiri keterangannya.." balas tuan Felix.


"Obat perangsang? sepertinya layak dicoba.." gumam Vall dalam hati.


"Bagaimana anak muda? mau mencobanya?" tanya tuan Felix.


"Tentu saja ayah.." balas Vall.


"Bagus, jika kau menikah dengannya jangan lupakan ayah dan maintalah saham pada keluarganya.." ucap tuan Felix.


"Baik ayah.." ucap Vall. "Jika kau tahu siapa mereka yg sesungguhnya kau pasti takkan berani mengatakan itu FELIX.." umpat Vall dalam hati.


Setelah itu Vall pamit undur diri dan manuju ke ruangannya. Tapi saat tiba disana ibunya tengah menunggu sembari memasang wajah seram.


"Ibu ada apa?" tanya Vall saat masuk.


"Ada apa katamu? dasar anak bodoh.." ucap nyonya Felix sembari memukul bahu putranya.


Bughh..


"Auu.. ada apa ini ibu? katakan yg jelas.." ucap Vall.


"Kenapa kau melepaskan nyonya Reina? kau tahu kan dia senjata kita, kartu As kita.." ucap nyonya Felix menggebu-gebu.

__ADS_1


"Ibu tenang dulu, aku akan jelaskan.." balas Vall menenangkan ibunya dan menyuruhnya duduk.


"Jadi kemarin aku mengunjungi keluarga Sofia dan aku hampir mati karena mereka tidak mengijinkan anak buahku masuk.." ucap Vall.


"Kau itu jangan lemah begitu? memangnya sekuat apa mereka?" tanya nyonya Felix.


"Tuan Satria dan tuan Kenan, bahkan William saja kalah menghadapi anaknya.. apalagi aku harus berhadapan dengan ayahnya pasti aku tewas ditempat.." ucap Vall.


"Jadi kau membebaskannya?" tanya nyonya Felix.


"Ya daripada nyawaku melayang.. ditambah lagi kalau berbuat keributan aku akan berhubungan dengan polisi.." ucap Vall.


"Lalu apa rencana selanjutnya? jangan bilang kau tidak ingin balas dendam?" tanya nyonya Felix.


"Tentu saja, balas dendam kita akan berlanjut bu.. ibu tenang saja.." ucap Vall.


"Ayo cepat katakan jangan buat ibu penasaran.." ucap nyonya Felix.


Akhirnya Vall pun membocorkan rencananya karena ibunya sudah membuatnya pusing, jika tidak bisa-bisa ia dikutuk sebagai anak durhaka oleh ibunya.


"Haha.. bagus sekali putraku ini.. lanjutkanlah.." ucap nyonya Felix tertawa bahagia.


"Tentu, ibu tahu tidak ini rencana ayah?" ucap Vall.


"Benarkah? ayahmu peka juga ternyata.." ucap nyonya Felix.


"Ajaklah gadis itu bertemu dengan ibu, ibu ingin melihat wajahnya secantik apa hingga kau tergila-gila padanya." ucap nyonya Felix.


"Tentu ibu, jika tidak sibuk weekend ini aku akan mempertemukan ibu dengannya.." balas Vall.


"Baiklah sayang, apa kau perlu villa milik ibu di tepi danau? itu sungguh romantis.." ucap nyonya Felix.


"Ya jika ibu mengijinkan.. " balas Vall.


"Tentu sayang, lakukan rencanamu disana.. selain tempatnya yg jauh dan terpencil, disana juga sulit akan akses signal.. " balas nyonya Felix.


"Ibu kau memang luar biasa.." balas Vall mengerti maksud ibunya.


"Baiklah sayang, ibu mau perawatan dulu sebelum menemui gadis itu agar ibu tak terlihat tua jika bersamanya.." balas nyonya Felix.


"Tentu ibuku sayang.." balas Vall.


Nyonya Felix pun berlalu setelah puas berbincang dengan putranya. "hhhh.. akhirnya ibu pergi juga.. ada bagusnya juga sih ibu jadi membantuku.." gumam Vall dalam hati.


Vall pun menatap botol obat perangsang yg diberi ayahnya. Ia tersenyum penuh arti menatapnya. "Sebentar lagi kau akan jadi milikku.. setelah kau mengandung anakku keluargaku akan senang.." gumam Vall.


Ia pun mempersiapkan orang-orang untuk mengatur segalanya di villa milik ibunya. Dan yg pasti Vall akan berbohong mengenai villa tersebut dengan alasan kejutan. Segera ia mengatur jadwal agar bisa melancarnya rencananya. Ia juga mengatur pertemuan dengan Sofia. Dan mau tak mau Sofia mengiyakannya.


☘☘☘


"Ayah Vall mengajakku ketemuan diluar.. bagaimana?" tanya Sofia.


"Balas iya saja, nanti ayah dan Kenan yg akan membantumu.." ucap Satria.


"Iya kak, kau tenang saja.. aku akan melindungimu jika ia macam-macam.." ucap Kenan.


"Baiklah.." balas Sofia.

__ADS_1


Setelah membalas pesan, Sofia, Kenan dan juga Satria membahas sebuah rencana. Bahkan Alfi yg masih kesal pada Sofia pun ikut memikirkan rencana mereka.


"Baiklah jika begitu, ayo kita berakting lagi weekend ini.." ucap Sofia.


__ADS_2