
Sofia pun memerintahkan mata-mata untuk mencari dimana mantan manager Alice tersebut. Saat mereka menemukannya Sofia meminta mereka menahannya di suatu tempat dan melaporkannya nanti kepada pihak yg berwajib. Sofia pun ingin menemuinya tapi dicegah oleh Kenan.
"Kak biar aku saja yg menemuinya.." ucap Kenan.
"Baiklah.. beri dia pelajaran yg setimpal lalu kita laporkan saat waktunya tiba.. " ucap Sofia.
"Tentu kak.. " balas Kenan yg sudah menyimpan dendam pada manager tersebut.
"Kali ini tak ada ampun buatmu..!" gumam Kenan dalam hati.
Kenan pun menghampiri manager tersebut yg sudah aman di markas SHIELD. Kenan juga meminta untuk diperiksa seluruh tubuhnya agar si manager tak menyimpan alat penyadap atau perekam dan sebagainya yg dapat merugikan pihaknya.
"Silahkan tuan, orang itu ada disana.." ucap anak buah Sofia.
"Terimakasih.." balas Kenan.
"Selamat datang di markas SHIELD tuan manager.." ucap Kenan memberi salam.
"Apa salahku? kenapa kalian menangkapku?" tanyanya memutar balikan fakta.
"Oh, kau masih saja mengelak seperti dulu.. " ucap Kenan.
"Apa maksudmu..?" tanyanya lagi.
"Yah, aku tahu kau berbohong.. jadi katakan apa tujuanmu?" tanya Kenan dengan tegas.
"Hahahaha.. akhirnya kalian terpojok.. aku sangat puas, dan lagi model j****g itu pasti akan menjadi mangsa mereka.." ucapnya sambil tertawa.
"Wah kau sepertinya harus diberi pelajaran agar kapok.." ucap Kenan.
"Terserah toh karirku sudah jatuh karenamu.. " balasnya.
"Baiklah kau yg minta ya.. tapi tenang saja kami takkan menyiksamu hingga mati.." ucap Kenan.
" Apa maksudmu?? langsung saja bunuh aku.." pintanya.
"Tidak, itu terlalu cepat.. lebih baik kau mendekam dipenjara seumur hidupmu.. kau tahu kan aku siapa?? Aku Kenan Fransnata.." ucapnya Kenan tersenyum.
"Ckk.. dasar aku pastikan kau yg akan masuk penjara karena tuan Vall sudah menjaminku.." balasnya.
"Baiklah tuan manager, kita lihat saja nanti.." balas Kenan lalu memukul wajahnya karena kesal.
__ADS_1
Bugghh..Bughh..
Kemudian Kenan pergi setelah puas melakukannya. Sementara anak buah Sofia sudah bersiap akan laporan ke polisi pada pria tersebut.
☘☘☘
Seminggu sebelum pernikahan, Sofia sangat sibuk mengurus ini dan itu. Ia juga sibuk merancang rencananya. "Perang dengan tema Pernikahan.." itulah judul yg tepat untuk momen tersebut.
Sesuai jadwal Sofia kini sedang bersama Vall mencoba gaun pernikahannya. Kali ini Sofia yg mengatur gaunnya agar dirinya merasa nyaman.
"Kau tampak cantik Sofia.." puji Vall saat Sofia mengenakan gaun pernikahan.
"Iya aku tahu gaun ini bukan hanya mahal tapi juga indah.. tapi ini terlalu terbuka.." ucap Sofia.
"Tidak apa sesekali.. toh ini pernikahan sekali seumur hidup.." ucap Vall.
"Kau tak merasa rugi atau keberatan..?" tanya Sofia.
"Tidak bagiku berapapun akan kubayar jika itu yg terbaik untukmu.." balas Vall.
"Bukan masalah harganya, tapi kau tidak rugi aku menjadi pemandangan indah bagi laki-laki lain?" tanya Sofia membuat Vall terdiam.
Vall pun terdiam dan berfikir kalau apa yg dikatakan Sofia benar sekali. Bagaimana jika para lelaki memandangnya dengan tatapan nakal? apalagi anak buah Sofia rata-rata laki-laki begitu juga dengan anak buahnya. Hingga ia meminta Sofia menggantinya dengan yg membuatnya nyaman.
"Baiklah, aku senang kau mau mengerti.." balas Sofia tersenyum. "Kena kau..!" gumam Sofia dalam hati.
Sofia pun sudah memilih gaunnya sendiri beberapa hari yg lalu. Sederhana namun elegant, dan pastinya sangat cocok di tubuh Sofia yg proporsional. Vall pun terus memuji Sofia hingga para pegawai butik tersebut tersenyum.
Baju pernikahan sudah, kini Sofia mulai bertanya soal gedung dan keamanannya. Hingga ia meminta Vall untuk mengeceknya langsung.
"Sofia sudahlah gedung itu aman.." ucap Vall.
"Siapa yg tahu kalau ada yg menaruh bom disana.. pokoknya aku akan kesana dan mengecek semua keamanannya." ucap Sofia tegas.
"Sofia sebaiknya kau istirahat." pinta Vall.
"Tidak, jika kau tak mau mengantar ya aku bisa pergi sendiri.." balas Sofia bersikeras hingga Vall luluh kembali. "Bagus.. aku akan mengembalikan keadaan.." gumam Sofia dalam hati.
Vall pun mengantarkan Sofia menuju gedung pernikahannya. Disana nampak gedung itu sudah dipersiapkan khusus untuk acaranya. Vall bahkan memesannya dari jauh-jauh hari. Sofia pun tiba dan memeriksa gedung tersebut dengan seksama. Mulai dari ventilasi udara, listrik, kabel, hingga Ac, dan keamanannya. Sofia bahkan mengirim tim penjinak bom untuk mengecek lokasi tersebut.
Vall pun merasa ini semua berlebihan dan berbicara pada Sofia.
__ADS_1
"Sofia ini semua sudah berlebihan.. hentikanlah.." ucap Vall.
"Tidak bisa.. kau tahu bukan pekerjaanku.. aku butuh kesempurnaan dalam hal keamanan. Bahkan hingga ventilasi udara pun aku perhatikan.. " ucap Sofia dengan detail.
"Biar orang-orangku yg akan mengurusnya.." ucap Vall sambil menarik nafas panjang.
"Tidak, aku tak yakin karena standart kemananku sangat tinggi mengingat keluarga kita tengah berkumpul.." ucap Sofia.
"Tapi tak harus kau turun tangan langsung begini." balas Vall.
"Sudahlah, aku cukup trauma akan tragedi bom di gedung S Group. Kini aku tak mau lagi kejadian itu berulang dihari pernikahanku.. " ucap Sofia kembali menusuk hati Vall dan membuatnya semakin bersalah.
"Baiklah.." ucap Vall tapi raut wajahnya menunjukkan penyesalan. "*Harusnya aku meminta maaf padamu.." gumam Vall dalam hati.
"Kena lagi kau, memangnya kau saja yg bisa memojokanku.. kali ini kubuat kau tidak bisa menolakku.." ucap Sofia dalam hati*.
Vall pun membiarkan Sofia mengatur segalanya sendiri sebagai ungkapan rasa bersalah atas kesalahannya di masa lalu. Ia merasa sangat begitu bodoh karena sudah membuat Sofia lelah dan cemas berlebihan akibat ulahnya.
Kini Vall sadar mengapa Sofia begitu lelah saat mempersiapkan pertunangannya. Mengingat Sofia memperhatikan segala detail terkecil sekalipun. Ia kini merasa puas akan menikah dengan Sofia dan bisa hidup dengan bahagia.
"Kini aku tahu mengapa kau terlihat lelah saat pertunangan kemarin.." gumam Vall dalam hati.
Sementara Sofia baru selesai mengecek keseluruhan ruangan disana. Bahkan Sofia akan mengeceknya lagi malam sebelum hari H.
"Kau sudah selesai?" tanya Vall.
"Cukup untuk hari ini, nanti malam sebelum acara aku akan mengeceknya lagi.." ucap Sofia.
"Lagi??" tanya Vall terkejut.
"Ya tentu, aku harus memastikan keamanannya..." balas Sofia.
"Baiklah, terserah padamu .." ucap Vall pasrah.
"Sudah jam segini, sudah tiba waktunya mengambil cincin kita sesuai jadwal.." ucap Vall.
"Oke.." balas Sofia.
Sofia pun segera mengikuti Vall ke toko perhiasan. Dan saat sampai disana mereka disambut hangat pemilik toko. Sofia dan Vall pun mencoba cincin sesuai permintaan mereka lalu pulang karena lelah.
☘☘☘
__ADS_1
Sementara Alfi tengah membeli cincin berlian untuk melamar Sofia. Ia sudah bertekad untuk menghancurkan pernikahan Sofia dengan Vall dan membebaskan Sofia. Juga ia berharap Sofia mampu membebaskan Alice.
Alfi memilih cincin yg unik tapi sangat indah. Desain yg sederhana dengan ukiran inisial nama mereka. "Sofia aku akan membantumu dan kita pasti akan menikah nanti.." gumam Alfi dalam hati saat menerima cincin yg ia beli.