Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.51


__ADS_3

Sofia pun pulang ke apartemennya dengan menaiki taksi. Tapi ia mencoba berputar-putar ke sebuah tempat agar memastikan tak ada yg mengikutinya. Setelah semuanya dirasa aman, ia kembali ke apartemennya. Dalam hatinya ia berkata, "Mau aku apakan barang haram ini?" karena tak mungkin ia menjualnya lagi.


Sofia pun tak mau ambil pusing dan langsung masuk dan mengunci kembali apartemennya. Dan hal pertama yg ia lakukan adalah mengambil botol desinfektan dan mencuci tangannya dengan cairan tersebut. "Jika tidak sedang menyamar pasti tangan lelaki itu sudah kupatahkan..!" umpatnya kesal. Bahkan setelah itupun Sofia mencuci tangannya berkali-kali.


Setelah membersihkan diri, Sofia mengabarkan kepada Kenan dan Noah tentang malam ini. Lalu ia yg kelelahan pun memilih tidur di ranjangnya.


☘☘☘


Sementara itu Reina dan Satria tengah berbincang dengan kepala suku.


"Jadi bagaimana tuan Ren? kami tidak bisa tinggal disini lebih lama dan membahayakan kalian.." ucap Satria.


"Aku akan membantu kalian semampuku.. dan jika sesuai jadwal kalian akan keluar dari pulau ini sebulan lagi.. orangku bernama Guido akan membantu kalian karena kudengar ia mempunyai banyak koneksi.." ucap tuan Ren.


"Baiklah terimakasih tuan Ren.." ucap Satria.


"Sama-sama tuan, nyonya.. dan aku ada kabar kalau beberapa hari yg lalu datang 3 orang pemuda mencari sepasang suami istri.." ucap Ren.


"Lalu ?" tanya Reina penasaran.


"Tentu kami merahasiakan keberadaan kalian.. kami takut orang-orang berbahaya itu yg datang.." ucap Ren.


"Seperti apakah mereka tuan?" tanya Satria.


"Ketiganya lelaki bertubuh kekar, sepertinya bukan orang biasa. Itulah alasanku merahasiakan kalian.." ucap Ren.


"Terimakasih tuan Ren.. nanti aku pasti akan membalas segala kebaikanmu.." ucap Satria.


"Iya aku akan memberikan yg kalian sangat butuhkan disini jika sudah kembali.." ucao Reina.


"Sama-sama tuan, nyonya.. kita hanya tinggal menunggu 1 bulan lagi.." ucap Ren.


"Iya tuan.." balas Satria dan Reina.


Kemudian tuan Ren berpamitan meninggalkan kedua pasangan tersebut.


"Sayang kau dengar kan.. sebentar lagi kita bisa pulang.." ucap Satria.


"Iya aku sudah tak sabar.. satu bulan itu kan sebentar.. aku rindu pada kedua anakku.." ucap Reina.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, Sofia sedang apa ya? kalau Kenan kan pasti dia bekerja di perusahaanmu.." ucap Satria.


"Kurasa anak itu bekerja dengan kakeknya.. semoga saja dia bisa menahan diri dengan kepergian kita.." ucap Reina khawatir.


"Mendengarmu bicara begitu membuatku takut.." ucap Satria.


"Iya dia adalah gadis yg nekat.. kadang aku bingung dengan perkembangannya.." ucap Reina.


"Bingung kenapa sayang?" tanya Satria.


"Dia itu sangat tidak feminim dan malahan tomboy.. Aku takut dia itu tidak normal, tidak pernah pacaran ataupun dekat dengan laki-laki walaupun lingkungan kerjanya banyak laki-laki.." ucap Reina.


"Tidak kau jangan cemas, kita bisa jodohkan dia nanti kalau dia tidak kunjung menikah juga.." ucap Satria.


"Baiklah aku setuju dengan idemu.." ucap Reina tersenyum.


Kedua pasangan suami istri tersebut pun, harus kembali bersabar untuk kepulangannya. Dan mereka sangat menikmati tinggal di desa tersebut.


☘☘☘


Disebuah ruangan, tampak seorang laki-laki tengah menerima kabar dari orang-orangnya.


"Maaf tuan, sepertinya pemimpin mereka sangat sulit untuk dilacak keberadaannya.. selalu ada penjaga di sekitarnya.."


"Dasar bodoh, mengawasi wanita saja tidak becus!" ucap Vall.


"Maaf tuan.. aku akan menyuruh mereka untuk berusaha lagi.." ucapnya lalu menerima sebuah pesan dari bawahannya.


"Sebentar tuan, baru saja ada yg mengabari kalau nona Sofia sedang menuju ke Singapura.."


"Cari tahu apa yg akan dia lakukan disana..!" perintah Vall.


"Baik tuan.. " ucap bawahannya dan langsung pergi.


Vall pun masih bingung akan rencananya. Satu sisi ia ingin balas dendam pada SHIELD tapi disisi lain ia juga menyukai Sofia. Kini hati dan pikirannya berkecamuk, dan bingung harus mengambil langkah apa. Dan jika Sofia tahu yg menyebabkan orang tuanya menghilang adalah dirinya sudah dipastikan Sofia akan membencinya. "Hhh.. apa lagi yg sekarang sedang kupikirkan.." gumamnya memijat kepalanya yg pusing.


Flashback..


Vall adalah anak dari Baron Trevor, seorang mafia berbahaya yg pernah berhadapan dengan Doni dan Satria. Namun, ia meninggal karena baku tembak dengan Satria. Disisi lain, kekasihnya tengah mengandung Vall begitu terkejut mendengar kematian Baron. Baron pun menugaskan orang-orangnya untuk tetap setia menjaga kekasihnya dan mengirimnya ke negara Italia. Disana bawahan setianya juga ditangkap oleh SHIELD, sehingga ibunya Vall harus bekerja untuk menyambung hidupnya.

__ADS_1


Ibunya Vall pun bekerja sebagai pengasuh di keluarga Felix, bukan hanya untuk mencari uang tapi untuk bersembunyi. Lalu untuk menutupi kehamilannya ia menggoda tuan Felix dan pura-pura hamil dengan tuan Felix. Bahkan, wanita itu sampai meracuni ibu dari Chris. Setelah berhasil menjadi nyonya Felix, wanita itupun membesarkan Vall dengan baik dan melanjutkan rencana Baron. Ia juga mengajarkan pada Vall untuk balas dendam pada orang yg sudah membunuh ayahnya serta mendirikan kembali kerajaan Baron dengan kekayaan tuan Felix. Flashback off..


☘☘☘


Sofia pun menyusun rencananya kembali. Ia pura-pura tidak tertarik agar mereka terus mengajaknya bergabung dengan organisasinya. Sofia bahkan harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membeli barang haram yg tak tahu akan diapakan. "Mungkin, barang-barang ini akan kujual untuk memuluskan rencanaku agar tidak ketahuan.." gumam Sofia.


Sofia pun membuka brangkas yg ada dikamarnya. Dan brangkas tersebut pun sengaja disediakan Noah untuk menyimpan barang haram tersebut. Dan Sofia menyimpan barang tersebut di dalam brangkas dan menguncinya agar tidak ada seorang pun yg mencurinya.


Sofia pun mengabari Kenan setiap hari. Apalagi kali ini Noah memintanya untuk bertemu seorang pembeli agar memuluskan rencananya masuk ke dalam BlackStar.


"Kak bagaimana kabarmu?" tanya Kenan di telepon.


"Aku baik-baik saja.. kau sendiri?" balas Sofia.


"Aku juga baik kak.. bagaimana perkembangannya?" tanya Kenan.


"Aku sudah menemui orang-orang dari BlackStar dan membeli barang dari mereka. Dan seperti dugaanmu mereka tertarik untuk mengajakku bergabung.." ucap Sofia.


"Lalu kak kau jawab apa?" tanya Kenan.


"Aku bilang akan mempertimbangkannya.. yah sedikit tarik ulur biar mereka gencar mengajakku bergabung.." ucap Sofia.


"Tapi kau harus berhati-hati.. kau sudah melakukan penyamaran kan?" tanya Kenan.


"Tentu saja, kau kan pasti sudah tahu.." balas Sofia.


"Ya hanya tak begitu jelas.." ucap Kenan.


"Pokoknya semuanya aman, kau tenang saja.. dan besok aku akan mulai menjual barang tersebut sesuai instruksi paman Noah.." ucap Sofia.


"Baguslah, tapi ingat hati-hati kak.." ucap Kenan.


"Iya aku tahu, kau itu cerewet sekali.." balas Sofia.


"Yah, aku kan tidak bisa mengawasimu selalu.." ucap Kenan.


"Oke.. aku paham kau khawatir.. pokoknya aku akan selalu melaporkan kegiatanku.." ucap Sofia.


"Oke kak.. " ucap Kenan.

__ADS_1


Lalu mereka pun menyudahi panggilan telepon. Diluar dugaan Sofia ternyata pembeli barang haram tersebut adalah orang suruhan Kenan dan Doni. Kenan tak mau kakaknya berurusan dengan laki-laki pecandu apalagi laki-laki hidung belang diluar sana. "Maaf kak, semua ini adalah rencanaku dan juga kakek.." gumam Kenan.


__ADS_2