
Hari pun berganti malam, Sofia dan Kenan pun kembali ke hotel dan beristirahat. Namun, Alfi masih harus menghargai undangan rekan-rekannya. Mereka berkumpul di sebuah resto dan berbincang-bincang merayakan peresmian Alfi.
Sementara itu, Sofia merasa punya firasat buruk. Ia merasa Alfi mungkin dalam bahaya. Hingga ia mengikuti kegiatan Alfi malam itu. Dengan mode penyamaran, Sofia berhasil mengikuti Alfi. Walaupun masih ada bodyguard yg mengikutinya dari kejauhan.
"Kalian ini benar-benar tidak mempercayaiku ha???" tanya Sofia kesal.
"Maaf nona, tapi anda masih dihukum oleh tuan Doni dan kami diperintahkan untuk mengawasi anda.."
"Yasudah, awas kalau kalian menggangguku dan merusak rencanaku.. ingat dari kejauhan dan tidak terlihat mencolok..!" ancam Sofia.
"Tapi kurasa tuan Alfi tidak perlu kita intai nona, atau aku saja yg akan mengintainya.."
"Berani kau melawan ucapanku?? " ucap Sofia kesal.
"Ti-tidak nona.. kami akan mengikuti anda dari belakang.. " balasnya.
"Bagus, ingat pakai pakaian kasual yg tidak mencolok jika ingin mengikutiku.." ucap Sofia.
Sementara Sofia menyamar sebagai turis disana. Ia memakai wig dengan rambut pirang panjang dan juga setelan jeans dan kemeja santai. Itupun atas saran dari Eva.
"Kau yakin aku tak akan dikenali?" tanya Sofia.
"Ya nona.. aku akan membantu merias wajah anda.." ucap Eva.
"Oke.. tolong ya Eva.." balas Sofia.
"Dengan senang hati nona.." ucap Eva.
Tak berapa lama Eva pun selesai merias Sofia.
"Sudah selesai.. sekarang anda terlihat seperti wanita dewasa yg sedang berlibur.." ucap Eva.
"Kau pandai memakai make up Eva, apa kau pernah ikut kursus?" tanya Sofia.
"Tidak nona, aku hanya sering menonton video You**** .. dan ada ribuan tutorial jika anda mau mempelajarinya.." ucap Eva.
"Maaf Eva tapi kurasa aku tak punya waktu untuk itu, dan bakatmu sangat berguna untukku.. Terimakasih.." ucap Sofia.
"Baik nona, tapi tunggu.. kurang satu hal lagi.." ucap Eva.
"Apa itu?" tanya Sofia.
"Heels dan tas.. nona mau pakai punyaku juga?" tanya Eva.
"Oke.. aku pinjam ya.." ucap Sofia.
"Nah.. ini cocok dengan pakaian nona.." ucap Eva memberikan tas dan juga sepatu heels.
"Oke.. kurasa size kita sama Eva.. Terimakasih.. " ucap Sofia.
"Sama-sama nona, sudah jam segini lebih baik nona segera berangkat.." ucap Eva.
"Oke.. aku berangkat dulu ya.. sampai jumpa.." ucap Sofia.
"Iya nona.." balas Eva melambaikan tangan. Sungguh ia tak menyangka kalau nonanya sangat mempercayainya dan tak sungkan untuk memakai barang miliknya yg harganya tak seberapa.
__ADS_1
Sofia pun berangkat bersama anak buahnya. Mereka menyetir mobil untuk Sofia setelah sedikit berdebat, karena Sofia ingin naik mobil sendiri. Hingga Sofia harus mengalah dan mengikuti mereka.
"Cepat.. jangan sampai kita ketinggalan.." ucap Sofia.
"Ya nona.." ucap para bodyguard.
"Lucu sekali, biasanya aku yg menjaga seseorang kini aku yg dijaga.." gerutu Sofia dan para bodyguard hanya menggaruk kepala mereka karena sudah cukup dimarahi oleh Sofia sejak tadi.
Sesampainya di resto, Sofia pun masuk lebih dahulu ke dalam. Ia memesan meja yg tak jauh dari meja milik Alfi dan rekan-rekannya. Sofia juga memesan makanan dan minuman agar tak ada yg curiga. Dan penampilan Sofia benar-benar tak bisa dikenali. Ia menggunakan Wig dan juga Soflens agar tampak seperti turis bule dengan mata berwarna biru.
Sofia pun sesekali menatap pada kumpulan dokter tersebut sambil sesekali bermain ponsel. "Ck wanita itu nampak sekali menempel pada Alfi.." gumam Sofia dalam hati.
Sofia pun tetap diam dan mengawasi. Hingga mereka mulai mengajak Alfi ke club.
"Ayolah tuan Alfi kita harus berkumpul agar cepat akrab.."
"Iya ayo datanglah, jarang-jarang kita bisa berkumpul.. biasanya kita beda-beda shift.." ucap mereka.
"Baiklah, tapi hanya 1 jam ya tidak lebih karena orangtuaku sedang berada disini.. " ucap Alfi.
"Oke tak apa.." balas mereka.
Sementara Sofia melihatnya dengan tatapan sinis. Sofia merasa mereka membawa pengaruh buruk. Setelah mereka pergi Sofia pun ikut keluar setelah membayar tagihannya. Dengan cepat ia menuju ke arah mobil dan mengemudikannya meninggalkan 3 bodyguard yg mengawasinya.
"Akhh.. kita ditinggalkan nona.."
"Iya.. ayo kita naik taksi saja.."
"Benar.. coba tadi aku bawa mobil yah.." gerutu mereka lalu mencari taksi untuk mengikuti Sofia.
Setelah berhasil mengikuti mobil Alfi, Sofia pun berhenti di sebuah club. Lalu ia masuk ke dalam dan memesan minuman tak beralkohol.
"Siap nona.." ucapnya.
Kemudian ia didekati oleh seorang pria.
"Kau sendirian? mau kutemani?" tanyanya.
"Tidak terimakasih.." ucap Sofia singkat.
"Ini minuman anda nona.." ucap bartender.
"Oke.. terimakasih.." ucap Sofia lalu berpindah tempat duduk tapi masih diikuti oleh pria tersebut.
"Ayolah nona kau sedang sendirian, berbahaya jika wanita muda sendirian ke bar.." ucapnya.
"Sepertinya kau yg akan dalam bahaya.." ucap Sofia lalu menendang kaki lelaki tersebut hingga ia kesakitan.
Bughhh..
"Akhh.."
Lalu datanglah bodyguard Sofia yg mengerti dan langsung membawa pria tersebut.
"Sekarang sudah aman, aku tinggal memantau situasinya.." gumam Sofia dalam hati.
__ADS_1
Alfi pun masih berada di kumpulan orang-orang tersebut dan Alfi sama sekali tidak minum alkohol. Ia bahkan sampai menolak dengan tegas semua tawaran minuman untuknya.
"Good.. " gumam Sofia memperhatikan Alfi.
Lalu tiba-tiba Alfi merasa tidak enak badan dan memilih ke toilet untuk mencuci mukanya. Kemudian ia kembali dan hendak berpamitan untuk pulang. Dan kebetulan banyak dari rekannya yg sudah mulai mabuk dan ingin meninggalkan tempat tersebut. Akhirnya Alfi pun bisa pulang, namun kepalanya berat dan ia pun pingsan. Sofia ingin mendekat tapi rekan sesama dokternya sedang membantunya.
"Kalian bawa dia ke mobilku.. aku akan mengantarnya.." ucap Nathalie.
"Kau yakin mampu? tuan Alfi badannya besar pasti berat membawanya.."
"Iya aku akan membantumu.."
"Tidak apa, aku akan memanggil sepupuku.. dan kalian juga mulai mabuk.." ucap Nathalie.
"Baiklah.. kabari kami jika butuh bantuan."
"Oke.." balas Nathalie.
Mereka pun membawa Alfi ke dalam mobil Nathalie. Dan tak lama Nathalie berpamitan dan membawa Alfi pergi.
"Ck wanita rubah..!" gerutu Sofia kesal.
Sofia pun lantas mengikutinya tapi yg anehnya ia berhenti dipinggir jalan dan 2 orang pria bertubuh menunggunya dan masuk ke dalam mobilnya. Sofian pun semakin curiga karena arahnya bukan menuju apartemen milik Alfi. Sofia pun mengikuti mereka dan berhenti disebuah hotel. Hotel yg tak lain milik J Group, milik Thomas ayah dari Jojo.
"Dasar ja*****..! ini memang rencannya.. tak mungkin Alfi pingsan apalagi ia tak minum alkohol.." gumam Sofia dalam hati.
Sofia pun berhenti dan melihat Alfi dibawa oleh 2 orang bertubuh tinggi tersebut. Sementara Nathalie sibuk memesan kamar. Seperti dugaan Sofia, Nathalie sedang membuat skandal.
Sofia pun mengikuti mereka hingga ke depan kamar hotel. Setelah kedua bodyguard itu keluar dari kamar, nampak Nathalie masuk. Ia sedang mempersiapkan pakaian lingerie yg akan ia pakai untuk skandalnya. Ia pun pergi menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Sementara kedua bodyguardnya berjaga di depan kamar. Nathalie tahu siapa ayah Alfi makanya ia membawa bodyguard tersebut.
Sofia yg kesal pun langsung menghampiri kedua lelaki tersebut.
"Dimana pria yg kalian bawa tadi?" tanya Sofia.
"Maaf nona, kami tidak tahu, silahkan pergi jika tak ingin diperlakukan kasar.." ucapnya membuat Sofia kesal dan langsung menendang kakinya.
Dughhh...Dughh..
"Siapa kau berani sekali.."
"Kaliam akan menyesal jika tahu siapa aku.." ucap Sofia yg kemudian menghajar mereka hingga pingsan.
Bughh..bughh..bughhh..
Kini bodyguard telah pingsan dan Sofia tak bisa masuk ke dalam tanpa kunci. Menghubungi pamannya pun akan memakan waktu, hingga ia mengeluarkan pistolnya dan menembak pintu tersebut hingga rusak.
Dorr..Dorr.. Brakkk
"Hoho tertangkap kau j*****.. !" ucap Sofia.
"Siapa kau??? penjaga kalian dimana kalian??" teriak Nathalie yg sudah memakai lingerie yg ia tutupi dengan jubah tidur.
"Mereka sedang tiduran di depan kamar.. katanya lelah melawanku.." ucap Sofia enteng.
"Apa?? kau bercandaa???" tanya Nathalie dan ia langsung kaget begitu melihat bodyguardnya terkapar.
__ADS_1
Lalu tibalah staf hotel yg panik mendengar bunyi pistol. Dan juga bodyguard Sofia yg baru saja tiba tak kalah panik.
"Ada apa ini nona nona..?" tanya menager hotel.