Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.54


__ADS_3

Di pagi hari Sofia pun terbangun dari tidur nyenyaknya. Ia meregangkan tubuhnya dan merasa segar bisa bangun di pagi hari. Ia pun menuju kamar mandinya untuk membersihkan tubuhnya. Setelah itu ia memilih membuat sandwich untuk sarapan. Kemudian ia sarapan dengan nyaman.


Hari ini ia berniat pergi ke gym untuk melakukan aktifitas sehatnya. Ia juga sudah meminta rekomendasi tempat gym yg memiliki akses dengan orang-orang berbahaya. Alasannya ia hanya ingin terus menarik perhatian pihak BlackStar.


Setelah sarapan ia pun bergegas pergi ke tempat gym tersebut. Ia memakai setelan olahraga yg sopan dengan kaos dan legging. Lalu ia juga memakai jaket olehraga dan mengendarai mobilnya menuju tempat gym yg sudah ditentukan.


Sofia mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, ia juga tak ingin buru-buru sembari melihat-lihat sekitarnya. Setelah 20 menit, ia pun tiba di tempat olahraga tersebut. Ia pun segera turun dan membawa tasnya, lalu masuk ke dalam.


Sofia pun berbincang dengan receptionis, ia juga ditawarkan paket member dan sebagainya. Ia setuju saja dan mengambil paket member terbaik yg ditawarkan. Receptionis tersebut pun senang sekali karena Sofia dengan mudahnya mengambil paket termahal yg ia tawarkan. Dengan sopan dan ramah, Gracia aka Sofia pun dilayani dan diantarkan ke tempat member khusus.


Disana Gracia mendapatkan personal trainer, dan beberapa fasilitas plus-plus. Gracia pun memulai olahraganya mengikuti arahan coachnya. 1Jam lamanya ia pun berolahraga dengan coachnya tersebut. Sang coach pun terlihat senang karena ternyata Gracia sudah sangat mahir.


"Kau hebat Gracia, dimana sebelumnya kau berlatih?" tanya coach Ben.


"Aku selalu berpindah-pindah tempat, jadi tak begitu mengingat tempat-tempatnya.. tapi sebelumnya aku berada di Italia.." ucap Gracia.


"Wow, sepertinya kau orang yg sangat sibuk.. tapi aku suka kau selalu mementingkan kesehatanmu dibalik kesibukanmu.." balas Ben.


"Iya coach, terimakasih.." ucap Gracia.


"Oke, sama-sama. Aku harap kau tidak pernah absen untuk latihan.." balasnya.


"Tentu coach.." ucap Gracia.


Lalu tiba-tiba seorang pria pun datang.


"Morning Ben.." ucap seseorang bernama West.


"Morning West.. akhirnya kau datang juga setelah sekian lama.." ucap Ben.


"Yap.. tubuhku kaku jika terus bekerja dan ini apakah member baru?" ucap West.


"Halo nona.. siapa namamu?" sapa West ramah.

__ADS_1


"Aku Gracia.." ucap Gracia membalas uluran tangan West.


"Aku West, aku juga member disini.." balas West.


"Iya aku baru masuk pagi ini.." ucap Grace.


"Kau tidak salah tempat nona, ini tempat yg bagus dan fasilitasnya sangat lengkap.. senang bertemu denganmu Grace." ucap West lalu pergi untuk melemaskan otot-ototnya.


"Iya.." ucap Grace yg juga pergi, lalu tak lupa berpamitan pada Ben.


Sofia pun pergi keluar dengan senyum cerah diwajahnya. Selain ia merasa sangat bugar, ia juga mendapat informasi tambahan. "Bingo semoga West bisa menghubungkan ku dengan BlackStar.. dan kau tidak bisa berbohong dengan tato bintang di pergelangan tanganmu.." gumam Sofia dalam hati.


Sofia pun masuk ke dalam mobil dan segera menghubungi anak buahnya untuk mencari tahu siapa West sebenarnya dan apa pekerjaannya. Kemudian ia pergi menuju swalayan untuk berbelanja bahan makanan. Setelah selesai ia pun segera pulang.


Sesampainya dirumah ia segera mandi untuk membersihkan tubuhnya sehabis berolahraga. Setelah itu ia melihat ponselnya dan anak buahnya sudah bekerja dengan bagus. Mereka mengirimkan biodata lengkap West dan ternyata ia adalah seorang pengusaha yg ikut bergabung dengan BlackStar hanya untuk memperkuat bisnisnya. Diam-diam ia juga menjual barang haram tersebut, padahal bisnisnya sudah cukup sukses. Namun, itulah sifat manusia yg tak pernah puas.


Awalnya West hanya pebisnis biasa, namun lingkaran pertemanannya yg membuatnya terjerumus ke dalam obat-obatan. Belum lagi stres akibat bisnisnya yg sempat hampir bangkrut. Dan Jhonson lah yg selalu hadir lalu memberikannya obat-obatan terlarang kala ia sedang stres berat. Belum lagi penjualannya yg sangat bagus dan tentu dengan harga mahal, membuat West tertarik setelah ia mulai kecanduan. Tepatnya West adalah boneka mereka. Setelah bisnisnya membaik West justru ikut menjual barang haram tersebut.


"Pria yg cukup miris hidupnya.. " gumam Sofia setelah menerima pesan dari anak buahnya.


☘☘☘☘


Ditempat lain, Kenan sedang berkutat dengan tumpukan dokumen yg menggunung di atas mejanya. "Bagaimana aku bisa membuat sebuah karya jika dokumen ini tak habis-habis.." gumamnya sembari menatap dokumen tersebut.


Kenan pun memanggil Kevin asistennya yg menggantikan Pak Jun. Tak lama Kevin pun datang setelah mendapat telepon.


"Ada apa tuan?" tanya Kevin.


"Tolong tunjukkan dokumen mana saja yg deadlinenya minggu ini?" ucap Kenan menunjuk ke arah tumpukan dokumen dimejanya.


"Baik tuan.." ucap Kevin yg menelan ludahnya melihat dokumen yg banyak tersebut. "Pantas saja tuan Kenan pusing, aku saja pusing.. sekertaris itu seenaknya saja menaruh dokumen.." gumam Kevin dalam hati.


Setelah 1 jam Kevin pun berhasil memfilter dokumen tersebut dan menandakannya dengan menempelkan kertas note yg berisi tanggal dan juga jenis dokumen.

__ADS_1


"Kerja bagus Kevin.. Pak Jun tak salah memilihmu.." ucap Kenan.


"Terimakasih tuan.." ucap Kevin.


"Sisanya kau kerjakan perlahan, dan tolong tegur sekertaris baru agar dia lebih rapi dalam menata pekerjaanku.." ucap Kenan.


"Baik tuan.." ucap Kevin. "Seperti rumornya tuan Kenan sangat dingin pada wanita.." gumam Kevin dalam hati.


Bos dan asisten itupun kembali bekerja. Kemudian Kenan bertanya jadwalnya hari ini.


"Kevin apa siang atau sore ini aku ada meeting?" tanya Kenan.


"Tidak ada tuan.." balas Kevin.


"Baguslah, setelah ini aku akan ke lab ku.. kau kerjakan saja tugasmu dan pulang jika sudah beres semua." ucap Kenan tersenyum.


"Tuan bolehkah aku bertanya?" tanya Kevin.


"Silahkan.." balas Kenan.


"Tuan sudah ada di posisi ini tapi kenapa tuan masih ingin mengurus departemen teknologi?" tanya Kevin.


"Menjadi pimpinan adalah tanggungjawabku tapi bekerja di labku adalah hobi ku.. Aku hanya ingin adanya keseimbangan antara pekerjaan dan hobiku.." jawab Kenan.


"Oh jadi begitu.." ucap Kevin.


"Nanti setelah kau benar-benar menguasai pekerjaanmu aku akan mengajakmu ke labku.." ucap Kenan.


"Benarkah tuan?" tanya Kevin bahagia.


"Ya.. dan syaratnya kau harus setia padaku.." ucap Kenan.


"Baik tuan saya akan berusaha.." ucap Kevin.

__ADS_1


"Aku suka semangatmu Kevin.." ucap Kenan dan dibalas dengan senyuman oleh Kevin. Kini keduanya sedang kembali bekerja dengan fokus. Setelah beberapa jam Kenan telah selesai dengan dokumennya. Sementara Kevin membawa dokumen-dokumen tersebut ke ruang kerjanya karena masih ada yg harus ia kerjakan.


Kenan pun membereskan meja kerjanya dan pergi ke bagian departemen teknologi atau lebih tepatnya lab pribadinya. Ia juga sudah meninggalkan pesan untuk Kevin agar mengabarinya jika ada hal mendesak.


__ADS_2