
Pada malam hari, Sofia melakukan misinya menemui si pembeli barang haram tersebut. Dan lokasinya adalah disebuah bar tak jauh dari apartemennya. Sofia pun pergi dengan menggunakan taksi dan memakai pakaian serba hitam, mulai dari kaos atasan crop top hingga celana skiny jeans hitam dan sepatu boatnya. Tak lupa ia menggunakan jaket kulit untuk menambah kesan wanita kuat dalam dirinya.
Begitu sampai, ia langsung masuk ke dalam. Tak lupa ia mengenakan kacamata untuk menyempurnakan penyamarannya. Beberapa pria yg ada disana tampak memperhatian Sofia karena tubuhnya sangat bagus. Dan ia sangat cantik dengan kacamata dan pakaian yg tertutup.
Sofia pun duduk dan menunggu pemesan barang itu menghampirinya. Ia juga sudah meninggalkan pesan dan memberitahu lokasinya saat ini. Kemudian ia memesan minuman pada pelayan.
"One Orange juice.." ucap Sofia.
"Ya nona.." balas si pelayan.
Dan tibalah seorang yg memesan barang.
"Nona Gracia?"
"Iya.. kau tuan Smith?" tanya Gracia.
"Ya.. bolehkah aku duduk disini.."
"Tentu silahkan.." balas Gracia.
"Jadi bagaimana barangku? aman?" tanyanya.
"Tentu.." ucap Sofia memberikan barangnya.
"Baik aku akan mengeceknya.."
"Silahkan tuan.." ucap Gracia.
"Ok barang yg bagus.. dan aku akan mentransfer uangnya segera.." ucapnya lalu mengeluarkan ponselnya.
Tak lama uang transferan pun masuk ke rekening Gracia dan muncul di notifikasi ponselnya.
"Senang berbisnis dengan anda tuan.." ucap Gracia.
"Tentu nona, nanti aku akan menghubungimu lagi saat aku butuh.."
Lalu tuan Smith pun pergi meninggalkan Sofia sesuai arahan Noah. Padahal dalam hatinya ia masih ingin duduk dan mengobrol dengan wanita cantik itu. "Sayang sekali, padahal wanita itu cantik.. pasti seru jika aku bisa menghabiskan malam bersamanya.." gumam pria tersebut. Tapi itu hanya angan-angannya karena kini mata-mata Noah sedang mengawasinya, jika sampai salah langkah laki-laki tersebut bisa tewas ditempat.
Kini Sofia masih duduk di kursinya dan menikmati orange juice pesannya. Ia pun melihat sekeliling dan semuanya tampak memperhatikannya. "Apa ada yg salah dengan penampilanku?" gumam Sofia dalam hati.
Lalu datanglah seorang pria menghampirinya.
"Halo nona.. mau ikut berdansa denganku?"
"Tidak.." ucap Sofia dingin.
"Oh ayolah ini sangat menyenangkan.."
__ADS_1
"Maaf.. " balas Sofia singkat.
"Cih dasar wanita sombong.." lalu pria itupun pergi meninggalkan Sofia.
Setelah puas melihat-lihat Sofia pun keluar dari bar. Dan lelaki yg tadi menyapanya pun muncul dihadapannya dengan beberapa rekannya.
"Hai nona, ayo ikut dengan kami.."
"Tidak..!" ucap Sofia tegas.
"Kali ini kau tidak bisa menolaknya, ayo tangkap dia.."
Sofia pun menghela nafas dan menghindari kedua pria yg hendak menangkapnya. Lalu ia menendang perut pria dihadapannya yg selalu mengoceh. Bughh..!
"Akhh.." teriaknya.
Tak hanya itu Sofia juga menendang wajahnya saat ia masih meringis kesakitan dan terjatuh di tanah. Lalu ia berbalik dan menatap kedua orang yg hendak menangkapnya sudah bersiap-siap. Dengan gerakan cepat Sofia meninju keduanya dan menarik rambut mereka lalu membenturkan kepala mereka berdua hingga pingsan. Lelaki yg tadi mengoceh pun ketakutan dibuatnya dan Sofia hanya melewatinya begitu saja.
Sofia pun terus berjalan dan berhenti untuk menunggu taksi di tepi jalan. Setelah ada taksi yg datang Sofia langsung saja naik dan meninggalkan bar tersebut. "Lagi-lagi bertemu pria brengsek..!" umpatnya kesal.
Sofia yg sebal karena tidak mempunyai kendaraan pun, meminta Noah untuk menyiapkan sebuah mobil. Dan keesokan harinya mobil itupun tiba. Sofia pun tersenyum melihat kendaraan barunya. "Good job..!" gumamnya lalu masuk ke dalam mobilnya untuk mencoba. Setelah menerima surat-surat kendaraan kini Sofia bisa bebas pergi kemanapun.
Tak lupa Sofia juga menerima sim untuk keamanannya. Setelah urusan mobil selesai, malam ini ia akan kembali menemui lelaki bernama tuan Jhonson. "Yah walaupun aku tidak menyukainya tapi aku harus menjalankan rencana ini.." gumam Sofia yg sedang bersiap-siap untuk pergi ke bar.
Kali ini Sofia mengendarai mobilnya menuju club malam tempat ia dan tuan Jhonson bertemu. Ia hanya memakai celana jeans, kaos dan juga jaket kulit. Ia berusaha untuk menghindari memakai dres yg membuatnya tidak nyaman apalagi tempat yg ia kunjungi adalah club tempat berkumpulnya lelaki hidung belang.
Saat tiba, ia langsung memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam. Ia melihat-lihat kemudian mencari kursi kosong dan duduk disana. Ia juga memesan minuman yg tidak memabukkan. Setelah minuman tiba, muncullah tuan Jhonson.
"Aku baik, kau sendiri bagaimana tuan?" tanya Gracia.
"Oh aku sangat baik, apalagi malam ini bisa melihatmu.." ucapnya tersenyum.
"Jadi bagaimana kau suka tempat ini?" tanya tuan Jhonson.
"Ya lumayan.. " balas Garcia.
"Oh ayolah nona, apakah kau tidak menyukai tempat ini? Lalu kenapa kau hanya memesan minuman ini.." ucap Jhonson.
"Terimakasih atas ajakannya tapi aku tidak suka alkohol.. aku hanya suka bisnis yg menguntungkanku.." ucap Gracia dengan tatapan tajam.
"Oh baiklah nona.. aku mengerti.."
"Bagus.. jadi bisnis menarik apa yg akan kau tawarkan?" tanya Gracia.
"Masih seperti kemarin, tapi kali ini kau bisa langsung masuk dengan mudah.." ucapnya.
"Yah, aku bukan orang bodoh tuan, katakanlah apa syaratnya?" tanya Gracia.
__ADS_1
"Kau sangat suka to the poin rupanya.." ucap Jhonson.
"Ya.. jadi katakanlah, karena waktu adalah uang.." ucap Gracia.
"Jadi syaratnya mudah, kau hanya perlu menemaniku malam ini.." ucap Jhonson dengan tatapan nakalnya.
Tuan Jhonson mendekati Gracia dan merangkul pundaknya. Gracia yg sangat risih pun mulai bertindak.
"Jadi bagaimana mudah bukan?" ucap Jhonson lagi.
"Ya sangat mudah.." ucap Gracia lalu menarik tangan Jhonson dan menguncinya.
"Sangat mudah tuan untuk naik dengan cara kotor, makanya aku tidak menyukainya.. Dan kalau kau berani bertindak lebih jauh aku bisa mematahkan lenganmu.." ucap Gracia.
"Aaw.. lepaskan aku nona, kumohon maafkan aku.." pintanya.
"Tapi kau harus berhenti memintaku melakukan hal menjijikan seperti tadi.. kau mengerti..?" ucap Gracia menguatkan kunciannya.
"Ya..ya nona aku mengerti.." ucapnya.
Lalu Gracia pun melepaskan kunciannya dan tersenyum.
"Jika tidak ada yg ingin dibicarakan aku akan pergi.. " ucap Gracia.
"Tidak nona, kau bisa bergabung dengan kami.. Ini kartu untukmu sebagai anggota baru.." ucapnya mengeluarkan kartu dari sakunya.
"Fungsinya?" tanya Gracia.
"Akses untuk masuk ke gedung organisasi.." ucap Jhonson.
"Jadi syarat yg kau ajukan tadi hanya akal-akalanmu tuan?" tanya Gracia sinis.
"Maaf nona.." balas Jhonson malu.
"Ya kumaafkan karena kau menerimaku di organisasimu.." ucap Gracia.
"Terimakasih nona.. nanti kukabari lagi jika ada acara di organisasi.." ucapnya lalu pamit undur diri karena tangannya kesakitan.
"Oke.." ucap Gracia.
Gracia pun langsung pergi dari tempat tersebut tanpa meminum minumannya karena dia takut minumannya sudah diberi obat. Ia pun berjalan keluar dan dihadang oleh orang-orang tuan Jhonson.
"Dasar lelaki tak tahu malu, sudah dikalahkan main kroyokan.." umpatnya kesal.
"Nona kau harus ikut kami..!"
"Tidak.. aku sibuk.." balas Gracia.
__ADS_1
Dan mereka pun memaksa Gracia dengan paksa hingga ia harus berkelahi dengan orang-orang itu. Gracia yg sudah kesal pun melawan mereka semua hingga babak belur. Bugghh..bughh..bughh..! Dan semuanya sudah terkapar dilantai.
"Dasar bodoh.." ucap Gracia lalu meninggalakan club malam tersebut.