Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP205


__ADS_3

Diana bersama tim pun tiba di lokasi. Dengan berpakaian rapi dan penuh dengan pengaman, belum lagi masker yg menutupi wajah mereka. Mereka pun menyelinap masuk ke sebuah pabrik makanan. Menurut info dari Kenneth, pabrik tersebut hanyalah tameng untuk menutupi barang haram yg mereka produksi.


Mereka pun menyelinap masuk saat semua karyawan telah pulang. Dan dengan penjagaan yg relatif sangat longgar membuat mereka bisa masuk dengan mudah.


"Kenapa semudah ini?" gumam Diana.


Mereka pun terus masuk dan mencari barang haram tersebut. Tapi tak ada yg mencurigakan, semua hanyalah bahan baku untuk pembuatan makanan tersebut. Tak ditemukan zat-zat khusus yg berhubungan dengan barang haram tersebut. Mereka pun sudah berkeliling tempat tersebut tapi tidak menemukan apapun.


Diana pun memilih untuk mencaritahu sekali lagi, dan memisahkan diri dari rombongannya. Diana terus mencari karena ia tak mau melewatkan apapun. Hingga saat yg lain sudah keluar dari gedung, Diana masih berada di dalam membuat Kenneth kesal.


"Kalian berjagalah disekitar sini, dan datang jika aku memanggil.." ucap Kenneth.


"Dasar gadis gila itu mulai merepotkanku.." gumamnya.


"Kapt, kami akan membantu.." ucap salah seorang.


"Tidak, kalian diluar saja karena penjagaan akan diperketat menjelang pagi." ucap Kenneth.


"Baik kapt."


"Kalian awasi saja jika ada yg masuk ke dalam" ucap Kenneth.


"Siap kapt."


Kenneth pun kembali masuk untuk mencari Diana. Namun, yg dicari pun tak kunjung ditemukan. Kenneth pun perlahan menyusuri ruangan demi ruangan. Hingga akhirnya ia melihat Diana.


"Ternyata kau ada disini.." gumamnya dan langsung mendekat.


"Diana.." panggil Kenneth.


"Kapt, ada apa?" tanya Diana.


"Kau ini menghilang membuatku takut. " ucap Kenneth.


"Kau takut kehilangan aku?" goda Diana.


"Ck, jangan bercanda ini situasi yg rumit.." ucap Kenneth.


"Memang alat kita tak berfungsi?" tanya Diana.


"Kalau bisa sudah kulakukan dari tadi.." ucap Kenneth.


"Sebentar.." ucap Diana melihat alat miliknya.


"Sepertinya punyaku rusak.." ucap Diana.


"Ck.. pantas saja.." ucap Kenneth.


Tiba-tiba Diana menarik Kenneth dan mereka berada pada jarak dekat. "Ssttt.. ada yg datang.." ucap Diana mendengar langkah kaki.


Mereka pun bersembunyi dibalik tumpukan barang. Saat penjaga tersebut pergi, mereka pun bangkit. Tapi saat Diana hendak melangkah kakinya tersangkut dan jatuh ke arah Kenneth.


Brughh..


Diana pun menabrak dada bidang Kenneth.


"Kau sengaja melakukan ini?" tanya Kenneth setelah menangkap Diana.

__ADS_1


"Kapt, sepatuku tersangkut. Maaf aku tak bermaksud begitu." ucap Diana serius.


"Mari kita lihat apa kau serius.." ucap Kenneth.


Mereka pun melihat tali sepatu Diana memang tersangkut di sebuah lantai yg terbuat dari kayu.


"Lihat kan, ku tidak berbohong." ucap Diana.


"Cepat lepaskan sendiri.." ucap Kenneth.


Diana pun mencoba melepaskan tali sepatu yg tersangkut. Ia mencoba mengangkat kayu yg menarik tali sepatunya yg terlepas. Secara tak sengaja Diana melihat ada celah disana dan terlihat ada ruangan di celah tersebut.


"Apa ini?" ucap Diana.


Setelah memperbaiki tali sepatunya, ia pun meminta Kenneth untuk membantunya.


"Kapt, kemarilah lihat apa yg kutemukan.." ucap Diana.


"Memangnya ada apa?" tanya Kenneth mendekat.


Mereka berdua pun menggeser beberapa barang dan membuka sebuah pintu rahasia menuju ke sebuah ruangan khusus. Dengan perlahan mereka turun ke bawah dan Kenneth menutup kembali pintu tersebut.


"Diana perhatikan langkahmu.." ucap Kenneth.


"Baik kapt.." ucap Diana.


Mereka pun menyusuri ruangan tersebut dan menemukan sebuah pintu. Saat dibuka pintu tersebut, nampaklah apa yg mereka cari. Kenneth dan Diana pun memeriksa dan menghitung jumlahnya dengan teliti. Diana sempat memfotonya dan mengambil beberapa sampel jika mereka tak bisa menanganinya saat ini.


Lalu dari atas nampak suara orang berbicara. Mereka tak masuk ke ruangan bawah tapi sepertinya mereka menutup jalan keluar Diana dan juga Kenneth. Hingga mereka terjebak di dalam sana.


"Kita terjebak.." ucap Diana setelah memeriksa.


Mereka pun berfikir keras dan mencari-cari jalan keluar lain. Sementara alat komunikasi mereka tak bisa digunakan karena tak mendapatkan signal.


"Kita harus beristirahat disini hingga bantuan datang.." ucap Kenneth.


"Baiklah kapt.." ucap Diana.


"Dan itupun bergantian karena harus ada yg berjaga.." ucap Kenneth.


"Iya aku mengerti, kapt duluan saja yg beristirahat." ucap Diana.


"Wanita duluan saja.." ucap Kenneth.


"Kapt duluan saja.." ucap Diana.


"Kenapa kau takut aku berbuat sesuatu?" tanya Kenneth.


"Memangnya kau bisa melakukannya kapt? kurasa kau tidak akan melakukannya.." balas Diana.


"Kau menantangku?" tanya Kenneth.


"Disaat seperti ini justru kau yg bercanda.." ucap Diana.


"Yah, kapan lagi aku bisa menyiksamu.." ucap Kenneth.


"Dasar kau itu kapten yg kejam.." ucap Diana.

__ADS_1


"Ya aku memang terkenal kejam, baru tahu?" balas Kenneth.


"Ya aku sudah tahu, sekarang aku mau tidur karena sangat lelah." ucap Diana.


Diana pun tertidur sambil duduk agar ia bisa bersiaga jika ada bahaya. Kenneth pun duduk disampingnya dan berjaga. Tak sadar kepala Diana jatuh di pundak Kenneth.


"Diana, tidur yg benar.." ucap Kenneth tapi Diana tak terbangun karena sangat lelah.


"Kau ternyata benar-benar kelelahan.." ucap Kenneth percaya kalau Diana benar-benar dari Indonesia.


Diana pun merasa kedinginan dan memeluk lengan Kenneth. "Dasar merepotkan.." gumamnya lalu membuka jaketnya dan menyelimuti Diana.


Diana pun terbangun pukul 5 pagi, dan ia merasa malu karena tidur terlalu lama. Bahkan Kenneth menyelimutinya dengan jaketnya.


"Bagaimana tidurmu nyenyak?" tanya Kenneth menyindir.


"Maaf kapt .." balas Diana tersenyum.


"Kapt tidurlah aku akan berjaga.." ucap Diana.


"Baiklah.. kau sembari mencari jalan keluar untuk kita.." ucap Kenneth.


"Baik kapt.." ucap Diana.


☘☘☘


Sementara itu Sofia tengah mendapat kabar dari anak buah Max. Mereka menemukan Vall disebuah makam bayi 23 tahun yg lalu. Sofia pun shock melihatnya, padahal dalam hati ia sudah mengikhlaskan putranya tapi tetap saja hatinya hancur. Karena dengan jelas makam tersebut atas nama Dion. Air mata Sofia pun seketika tumpah.


Alfi yg baru memasuki kamar pun ikut terkejut mengetahui hal itu.


"Sayang tenanglah.. kita sudah berjanji bukan akan ikhlas.." ucap Alfi.


"Iya tapi hatiku sakit mengetahuinya.." ucap Sofia.


"Kita akan kesana mengunjungi Dion.." ucap Alfi.


"Iya.. aku sudah meminta lokasinya pada Max." ucap Sofia.


"Tapi Max merasa curiga, karena ada yg aneh." ucap Sofia.


"Ada apa memangnya?" tanya Alfi.


"Dia sudah tak dipercaya lagi oleh Vall." ucap Sofia.


"Benarkah?" tanya Alfi.


"Iya, kini ia hanya menjadi bawahannya yg mengurus beberapa bisnisnya." ucap Sofia.


"Baiklah, kita harus menunggu info terbaru dari Max dan ingat kita sudah berjanji untuk ikhlas apapun yg terjadi.." ucap Alfi.


"Iya aku mengerti.." ucap Sofia.


"Sayang kau masih tak bisa tidur nyenyak?" tanya Alfi.


"Ya.. aku tak tahu lagi harus apa.." ucap Sofia.


"Aku akan mencari dokter baru, agar bisa menyembuhkanmu.." ucap Alfi.

__ADS_1


"Ya sayang terimakasih." ucap Sofia.


Alfi yg tahu penyebab insomnia Sofia pun hanya bisa pasrah, terlebih mengenai kabar terbaru Dion. Ia hanya bisa berusaha mengobati istrinya.


__ADS_2