
Setelah mata-mata tersebut tertangkap, William pun geram dan tak akan tinggal diam. Dia kembali mengirimkan mata-mata baru untuk menangkap Alice. Kali ini ia mengirim penculik profesional di bidangnya, sudah banyak artis, model, anak konglongmerat yg berhasil mereka culik dan mereka kuras uangnya untuk menebus sanderanya.
"Kali ini kalian tak boleh gagal.." ucap William di telepon.
"Baik bos.."
Lalu William mematikan telepon dan mengirim gambar Alice pada para penculik. Mereka pun segera mencaritahu dimana alamat rumah Alice sesuai data yg didapatkan dari William.
"Oh ternyata seorang model sekaligus selebrity chef.." ucap Julia sang penculik profesional.
"Benar nona, ayo kita segera mencarinya.." ucap anak buahnya.
"Ayo kita ke lokasi ini.. " perintah Julia.
"Baik nona.."
Mereka pun melajukan mobilnya menuju rumah milik keluarga Alice. Mereka berpura-pura salah jalan, dan berkeliling disana. Mereka juga melihat ada beberapa bodyguard yg berjaga disana.
"Ternyata dia juga memasang bodyguard.. pantas si amatir kemarin tertangkap.." ucap Julia.
Julia dan rekannya pun menunggu Alice keluar dari rumahnya dari kejauhan. Setelah Alice keluar dari rumahnya dan masuk ke dalam mobilnya, Julia pun memerhatikannya dengan seksama. Hingga setelah Alice melaju, Julia mencatat nomor plat kendaraan Alice dan memilih jalur memutar. Mereka pun bertemu di jalan besar, dan Julia berhasil menempel mobil Alice tanpa ada yg menaruh curiga.
Mobil Alice pun melaju menuju sebuah stasiun televisi untuk syuting program memasak. Julia pun mencaritahu lokasi daerah sekitar agar ia bisa membaca situasi sebelum bergerak. Ia berputar-putar dan menaruh anak buahnya untuk berjaga di sekitar gedung menunggu Alice keluar.
Hingga sore hari, Alice keluar dari gedung tersebut. Ia pun masuk ke dalam mobilnya dan langsung pulang menuju rumahnya. Sementara Julia sudah menunggunya dan tersenyum.
"Apa kita langsung tangkap sanderanya sekarang nona?" tanya si anak buahnya.
"Tidak, besok saja.." ucap Julia.
"Kita ikuti saja ia hari ini.." perintah Julia.
"Baik nona.." balas anak buahnya.
Mereka pun kembali mengikuti mobil Alice sampai ke rumah. Dan Julia menyuruh anak buahnya berjaga di sekitar rumah Alice. Sementara Julia memilih beristirahat di hotel karena lelah.
"Biarlah mereka berjaga hingga pagi, besok baru aku akan beraksi.. malam ini aku harus istirahat cukup dan menikmati fasilitas hotel mewah yg disediakan.." ucap Julia menatap hotel mewah yg disediakan untuknya.
Bodyguard suruhan Kenan pun melaporkan situasi saat ini. Ia curiga karena ada mobil yg mengikuti Alice kemanapun.
"Jadi hari ini masih ada yg mengikutinya?" tanya Kenan.
"Ya tuan, tapi karena dia tak bergerak kami pun hanya bisa waspada.. " ucap Bodyguard.
"Baiklah, terus waspada mungkin mereka sedang berjaga disekitar rumah Alice.." ucap Kenan.
__ADS_1
"Siap tuan.." balas Bodyguard.
"Kabari aku jika ada yg tidak beres.." ucap Kenan.
"Baik tuan.."
Kenan pun mematikan teleponnya dan menarik nafas berat. "Mereka benar-benar sudah gila.. " umpat Kenan.
Malam ini Kenan membuka laptopnya dan meretas CCTV daerah rumah Alice. Ia melihat tidak ada mobil disekitar sana. Ia juga tak menemukan gerak-gerik mencurigakan. "Kemana mereka? kenapa tidak muncul?" tanyanya heran.
Tentu saja alasannya karena mereka memang profesional dan mampu menghindari kamera pengawas dengan baik. Kenan pun memilih untuk mempercayakannya pada sang bodyguard yg ada disana.
Esok harinya mereka masih mengikuti Alice hingga Alice pulang menuju ke rumahnya. Mereka pun memasang jebakan agar ban mobil Alice pecah dan tak bisa melanjutkan perjalanan selama beberapa saat. Saat mobil Alice melintasi jebakan mereka, ban mobil tersebut pun pecah dan mobil mereka tak bisa melaju lagi.
Dorr..
"Akhh.. ada apa pak?" tanya Alice terkejut.
"Sepertinya bannya pecah non.. pasti ini ulah preman.." ucap sang sopir.
"Baiklah aku akan minta bantuan Daddy.." ucap Alice langsung menelpon Daddynya.
Donald pun segera mengirimkan mobil ke lokasi putrinya. Dan segera menghubungi bodyguardnya untuk waspada.
Tak berselang muncullah sebuah mobil menghadang dari depan. Julia dan anak buahnya pun muncul.
Tapi yg turun hanyalah bodyguardnya. Hingga perkelahian pun tak dapat dihindari. Bodyguard yg mengawasi dari jauh pun segera mengabari Kenan, lalu membantu mereka.
Tak disangka Julia sudah menyewa beberapa preman untuk menghadapi bodyguard Alice. Walaupun bodyguard tambahan ikut membantu pun mereka tetap kalah jumlah, hingga tak bisa mengawasi Alice. Dan dengan mudahnya Julia mendekati Alice.
"Nona cepat keluar.." ucap Julia.
"Tidak..!" teriak Alice, Alice pun sudah menelpon polisi dan juga mengirim pesan pada Kenan.
"Dasar gadis kurang ajar.. mau keluar atau kutembak?" ancam Julia seraya menembak ban mobil Alice.
Dorrr..! Bunyi senjata api yg membuat semua orang menatap ke arahnya. Dan para bodyguard pun berusaha mendekat ke arah Alice tapi dihadang oleh para preman suruhan.
Dengan perlahan Alice pun keluar, ia takut karena sang sopir akan ditembak jika ia tak keluar.
"Baiklah aku akan keluar sekarang.." ucap Alice.
"Bagus, lebih cepat lebih baik.." ucap Julia.
Alice pun keluar dengan mengangkat tangannya diatas kepala sesuai arahan Julia, sementara Julia terus menodongkan pistolnya. Bodyguard Alice pun tak mampu berbuat apa-apa karena mereka dikeroyok oleh sekumpulan preman yg entah darimana asalnya. Dengan mudahnya Julia menangkap Alice dan membawanya pergi setelah mengikat tangan Alice.
__ADS_1
Setelah mobil Julia pergi, Kenan dan polisi pun tiba dengan sangat terlambat. Para preman pun sebagian sudah diatasi oleh para bodyguard, sementara beberapa melarikan diri.
"Mana Alice?" tanya Kenan.
"Maaf tuan, kami dikeroyok para preman dan ketua penculik bayaran tersebut membawa nona.." ucap sang bodyguard.
"Apa kau tahu cirinya penculiknya ataupun mobil yg dipakainya?" tanya Kenan.
"Wanita, tinggi 170cm, berambut pirang panjang, berkulit putih.. memakai mobil hitam merk XX dengan plat Yy.." ucap Sang bodyguard.
"Baiklah aku akan mencarinya.." ucap Kenan bergegas pergi.
Sementara para bodyguardnya mengamankan para preman dan mengintrogasinya bersama para polisi.
Donald yg mendengar kabar tersebut pun shock, bagai petir disiang bolong putri satu-satunya miliknya diculik. Ia pun sangat geram dan langsung pergi ke lokasi. Disana ia mendengar pernyataan langsung dari sang sopir kalau putrinya dan dirinya diancam dengan senjata.
Donald yg kesal melampiaskan amarahnya pada para preman.
"Siapa wanita yg sudah menyuruh kalian..???" tanyanya kepala salah seorang preman sembari memberikan bogem mentah.
"Aku tidak tahu tuan, wanita itu orang asing dan kami hanya diberi uang untuk mengulur waktu.." ucap seorang preman yg sudah babak belur dipukuli bodyguard dan kini mendapat pukulan lagi dari Donald.
"Dasar manusia sampah.. cepat katakan padaku pasti wanita itu punya nama..!" ancam Donald.
"Atau kau mau aku suntik mati hahh...!" tambah Donald.
Donald yg sudah kehilangan kesabaran pun harus ditarik paksa oleh bodyguard dan juga polisi. Donald pun ditenangkan oleh mereka. Kini Donald hanya bisa menangis dan menunggu laporan dari kepolisian dan juga Kenan.
"Sayang.. bagaimana kondisinya?" tanya Dina yg baru tiba.
"Mereka sedang mencari Alice.. Kenan juga belum mengabari.." jawab Donald dengan tatapan kosong.
Mereka berdua pun menangis di kantor polisi, beberapa bodyguard pun mencoba menenangkannya dan mengajak mereka untuk pulang sembari menunggu kabar selanjutnya.
Sementara Kenan ia tengah menghubungi timnya untuk meretas semua CCTV di daerah yg ia sebutkan untuk mencari sebuah mobil yg sesuai dengan platnya. Kenan pun menemukannya setelah anak buahnya bekerja keras.
"Kerja bagus.." ucap Kenan dan langsung mematikan teleponnya.
Menurut CCTV yg ia dapatkan mobil tersebut kini mengarah pada sebuah landasan udara. Dan Kenan tahu betul dimana tempat itu berada. Itu adalah tempat penyewaan jet pribadi ilegal yg artinya Alice kemungkinan akan dibawa menuju Italia.
"Siapkan pesawatku sekarang, aku akan terbang ke Italia.." perintah Kenan.
"Baik tuan.." ucap mereka.
Sementara Kenan masih berusaha mengejar mobil wanita tersebut, hingga ia benar-benar kehilangan jejak Alice karena pesawat sudah lepas landas. Tak hilang akal Kenan pun mencaritahu dari orang-orang yg menyewakan jet ilegal tersebut. Ia bahkan menghajar dan menekan mereka hingga mereka buka mulut. Dan sesuai tebakannya mereka sedang menuju Italia.
__ADS_1
"S*****t..!" umpat Kenan.