
Kenneth pun memulai hari barunya sebagai CEO menggantikan kakeknya. Semua berkas-berkas penting pun sudah ia tandatangani. Dan mulai hari ini ia akan bekerja dengan dibantu oleh sekertaris kakeknya, Jack.
"Tuan, ini berkas yg harus anda periksa.." ucap Jack.
"Oke.. letakkan saja.." ucap Kenneth.
Kenneth pun tak mengalami kesulitan yg berarti kerena ia cukup pintar dalam hal akademis. Ia melakukan pekerjaannya dengan baik, membuat kakeknya tuan Hayes bahagia mendengarnya dari rumah sakit.
"Kau memang cucuku, harusnya kau sejak dulu duduk disana.. bukan main perang-perangan.." ucap Hayes.
Hari-hari pun ia jalani dengan penuh kesabaran. Setiap hari anggota tim alfa selalu mengajaknya keluar untuk sekedar berkumpul kembali dan selalu berakhir dengan minum minuman keras. Dan setiap mereka meracau, Kenneth bisa mendengar kalau mantan anak buahnya begitu tak rela dirinya pergi. Ingin rasanya ia kembali ke tim alfa karena nyonya Sofia masih menginginkannya memimpin tim alfa, tapi keadaan kakeknya sudah tak memungkinkan.
"Maaf teman-teman, mungkin sampai disini perjuangan kita bersama-sama.." gumam Kenneth dalam hati.
☘☘☘
Sementara itu Diana yg masih menganggur karena masa liburannya belum usai pun memilih mencari ketenangan dengan membuat kue. Karena dengan begitu tak ada yg mengganggunya. Reina selalu datang dengan membawa foto-foto anak atau cucu dari rekan bisnisnya yg akan dijodohkan dengan Diana. Namun, Diana menolak semuanya.
Dan yg paling membingungkan adalah bagaimana semua kekasih Diana pergi meninggalkannya tanpa kabar?? Entahlah karena bagi Diana misinya menemukan Dion sudah selesai. Mungkin ia bisa menemukan pengganti mereka dengan orang yg benar-benar ia cintai dan mengerti akan pekerjaannya.
Karena cukup sulit bagi pria yg menerima Diana jika mereka mengetahui Diana adalah pasukan elit khusus dari SHIELD.
Suatu hari, Reina meminta Diana untuk ikut dalam acara makan malam bersama rekan bisnisnya. Diana pun menolak namun, Reina meminta bantuan Dion untuk ikut agar Diana ikut. Akhirnya Diana pun datang bersama Dion
"Dion aku tak mau mengikuti perjodohan ini.." ucap Diana.
"Kau pura-pura saja tak tahu, dan saat mereka berkata jujur kau langsung menolaknya dengan dengan tegas, tunjukkan kalau kau pasukan SHIELD agar mereka berfikir ulang.." ucap Dion.
"Kau benar juga, aku akan melakukannya.." ucap Diana.
"Oke.. mari kita turun.." ucap Dion.
Mereka pun memasuki tempat pertemuan.
"Diana cucuku, kau datang juga.. dan Dion terimakasih nak sudah datang.." ucap Reina.
"Wah cucu anda sangat tampan dan cantik.."
"Tentu saja.." balas Reina.
"Kenalkan ini cucu rekan grandmom.. namanya Bian.." ucap Reina.
"Bian.." ucapnya sembari mengulurkan tangan.
"Diana.." balas Diana.
Namun, tangan Diana enggan dilepas hingga membuat Diana mengeluarkan sedikit tenaganya untuk meremas tangan Bian.
"Akh.." ucap Bian.
"Maaf aku kelepasan karena sudah lama tidak bekerja tubuhku jadi suka kram.." ucap Diana.
__ADS_1
"Iya.." balas Bian.
"Dion.." ucap Dion mengulurkan tangan.
"Bian.." balas Bian dan Dion pun melakukan hal yg sama pada Bian dengan tatapan tajam seakan berkata "Jangan ganggu saudariku..!".
Bian pun meringis kesakitan karena ulah Diana dan Dion. Sementara Diana dan Dion saling tatap dan tersenyum.
"Akh mereka itu kenapa sampai meremas tanganku, jika bukan di hadapan oma pasti aku akan melawan.. tapi masa sih wanita secantik itu tenaganya kuat sekali?" gumam Bian dalam hati.
Acara pun berlangsung dengan baik. Semua saling bercerita, baik Diana maupun Dion sudah tahu pikiran satu sama lain hingga mereka bisa menguasai pembicaraan.
"Apa pekerjaanmu Diana?" tanya rekan Reina.
"Aku bekerja sebagai.." ucap Diana lalu terpotong oleh Reina.
"Model.. iya model pakaian kau lihat kan tubuhnya tinggi dan ramping.." ucap Reina menggenggam tangan Diana menandakan isyarat untuk tidak menjawab.
"Iya aku kadang menjadi model sebagai pekerjaan sampingan.. tapi aku suka olehraga beladiri.." ucap Diana membuat Reina menatapnya.
"Beladiri jenis apa kalau boleh kutahu?" tanya Bian.
"Boxing, Judo, taekwondo, muaythai, juijitsu.. dan ada beberapa lagi.. " ucap Diana.
"Itu...Bagus.." balas Bian terkejut.
"Si**l pantas saja tenaganya kuat.." ucap Bian.
"Benar oma, aku hanya melakukannya karena hobi dan juga sebagai perlindungan diri.." ucap Diana.
"Kalau nak Dion?" tanya rekan Reina.
"Aku hanya pengangguran.." ucap Dion membuat mereka terkejut.
"Aku tak percaya.. ayolah jeng masa cucumu pengangguran.."
"Dia memang anaknya suka merendah, untuk saat ini dia memang menganggur tapi sebenarnya dia adalah seorang dokter.." ucap Reina.
"Pantas saja, tak mungkin pria setampan ini pengangguran.. wajahnya saja terlihat pintar.."
"Terimakasih oma, tapi anda berlebihan.. " balas Dion.
"Bagaimana jika kita jodohkan Diana dengan Bian, nanti Dion aku akan menjodohkannya dengan sepupu Bian.."
"Akh.." ucap Diana meringis.
"Ada apa Diana?" tanya Reina panik.
"Diana bagian mana yg sakit?" tanya Dion.
"Perutku sakit.." ucap Diana.
__ADS_1
"Kau kan sudah kubilang untuk tidak stress gejala GERD mu kambuh pasti.. " ucap Dion.
"Maaf oma, nampaknya aku harus pergi ke rumah sakit.." ucap Diana.
"Baiklah nak pergilah ."
"Dion jaga Diana.." ucap Reina.
"Baik grandmom.." ucap Dion.
"Kami permisi.." tambah Dion.
Dion pun membantu Diana berjalan menuju ke mobil dan langsung pergi meninggalkan tempat pertemuan.
"Yess.. misi kali ini berhasil.." ucap Diana.
"Kau ini mengagetkanku saja, untung aku langsung berpikir cepat dan mencari alasan yg tepat.." ucap Dion.
"Kau kan tahu apa yg kupikirkan dan rasakan, jadi aku takkan khawatir." balas Diana.
"Siapa sangka aku juga akan jadi korban, untung aktingmu bagus.." balas Dion.
"Haha.. kau itu terlalu memuji, kau kan tahu aku pandai menyamar kalau hanya segini sih mudah.." balas Diana.
"Good.. kali ini kita bisa bebas.. " ucap Dion.
"Kau carikan obat untuk sakitku tadi agar grandmon percaya.." ucap Diana.
"Oke.. " balas Dion.
Dan mereka pun pulang ke rumah setelah membeli obat. Dion pun membantu Diana untuk masuk ke dalam kamarnya, hingga membuat Sofia dan Alfi panik. Tak biasanya Diana sakit hingga harus dibantu berjalan.
"Diana kau benar-benar sakit?" tanya Sofia.
"Iya mom, masa aku bohong?" balas Diana.
"Benar Dion?" tanya Sofia.
"Benar mom, ini aku sudah beli obatnya.." ucap Dion.
"Sakit apa Diana?" tanya Sofia.
"Dia hanya stres mom, jadi Gejala GERD nya kambuh.." ucap Dion.
"Baiklah, mulai besok kau dirumah saja dan makan makanan yg sehat.." ucap Sofia.
"Kalau begitu, biarkan Diana istirahat mom.. dia habis meminum obatnya.." ucap Dion.
"Oke.. ayo kita keluar dan dadmu ingin bicara padamu.." ucap Sofia.
Dion pun menghampiri dadnya untuk mendengarkan apa yg ingin dibicarakan dadnya. Ternyata Alfi ingin Dion bekerja di rumah sakitnya. Namun, Dion menolak karena ia tak mau diperlakukan berbeda. Alfi pun mengatakan kalau Dion bisa melalui tes yg sama dengan dokter lainnya. Akhirnya Dion pun setuju dan mengirim CV nya ke rumah sakit milik Alfi.
__ADS_1
Disini Alfi sangat berharap Dion bisa mengurus rumah sakit miliknya kelak, agar ia bisa pensiun dengan tenang. Dan untuk siapalagi rumah sakit yg ia dirikan kalau bukan untuk anak cucunya. Sementara usia manusia semakin hari semakin menua.