
Mereka bertiga pun asik mengobrol. Walaupun hanya Alice dan Jojo yg aktif bicara. Dan tiba saatnya Sofia dan Alfi beristirahat. Mereka pun turun dari pelaminan menuju ke tempat yg disediakan. Kenan yg melihat itupun menghubungi timnya untuk bersiaga bersama tim SHIELD.
Sofia pun menuju ke lift bersama alfi dan para pelayan yg membantu memegang gaunnya.
"Aku sangat lelah.." ucap Sofia lalu melepas heelsnya.
"Istirahatlah setelah ini.. aku juga lelah.." ucap Alfi lalu mengambil sepatu heels yg dipegang oleh Sofia.
"Terimakasih.." ucap Sofia tersenyum.
"Tak masalah istriku.." balas Alfi tersenyum.
Dan para pelayan pun ikut terhanyut dalam keromantisan kecil yg ditunjukan pasangan tersebut. Mereka saling pandang dan tersenyum. Setelah pintu lift terbuka mereka menuju ke ruangan istirahat pengantin. Disana Sofia langsung duduk di sofa empuk yg sudah disiapkan. Dan pelayan pun keluar setelah selesai membantu Sofia.
"Akhirnya aku bisa duduk dengan tenang.." ucap Sofia.
"Ya Sofia.. aku juga cukup lelah.. " balas Alfi.
"Dan juga lapar.." ucap Sofia tersenyum.
"Ya.. aku juga.. sepertinya sebentar lagi makanan tiba kita tunggu saja.." ucap Alfi.
Tak lama makanan pun diantarkan ke ruangan mereka. Mereka berdua pun makan dan beristirahat disana. Baru setengah hari saja mereka sudah kelelahan apalagi jika sampai malam, mungkin Sofia akan kabur dari acara tersebut.
Tak sadar Sofia dan Alfi pun tertidur di sofa. Sofia bersandar di Sofa karena takut tatanan rambutnya rusak dan Alfi tertidur di pangkuan Sofia. Reina pun masuk karena kedua pasangan tersebut tak merespon saat dipanggil pelayan.
"Ya Tuhan kedua anak ini.." gumam Reina dan juga Siska memergoki kedua anak mereka tertidur kelelahan.
"Sofia.. Alfi bangun.. acaranya belum selesai.." ucap Reina membangunkan kedua anaknya.
"Al.. bangunlah.. Sofia bangun.." ucap Siska.
"Akh.. " ucap Sofia dan juga Alfi langsung bangun.
"Maaf kami ketiduran.." ucap Alfi.
"Ya tak apa.. kami maklumi itu.. sekarang bersiaplah.. tim panata rias akan segera tiba untuk merapikan tampilan kalian.." ucap Reina.
"Baik ibu.." ucap Sofia dan Alfi.
"Sudah kalian minum air dulu.." ucap Siska memberikan botol air mineral pada Sofia dan Alfi.
"Terimakasih bu.. " balas Alfi dan Sofia.
Mereka pun minum air dan snack yg dibawakan oleh Siska. Tak berselang para penata rias pun tiba untuk merapikan tampilan mereka. Sofia pun dirias ulang, dan Alfi hanya ditata rambutnya saja.
Setelah selesai, mereka kembali ke pusat keramaian acara mereka. Sofia pun menaruh siasatnya karena sudah lelah akan sepatu heelsnya. Ia menaruh bangku kecil untuk berdiri dan melepas heelsnya. Dan gaun super besarnya sangat mampu menutupi bangku kecil tersebut.
"Akhirnya aku tak perlu merasa pegal akibat sepatu heels.." gumam Sofia dalam hati.
Mereka pun kembali menyalami tamu undangan. Dengan penuh kesabaran, mereka menyalami sisa ratusan tamu undangan yg tersisa.
☘☘☘
Ditempat lain, Kenan bersama Alice dan Jojo pun masih bersama di satu meja. Hingga Jojo dipanggil kedua orangtuanya untuk berfoto bersama Sofia.
"Aku pergi dulu.. " ucap Jojo
__ADS_1
"Kak jangan terlalu dingin, nanti kau menyesal.." bisik Jojo pada Kenan.
"Ck.. kau itu berisik sendiri.." balas Kenan.
Lalu Jojo pun pergi meninggalkan kedua pasangan tersebut. Jojo berharap Kenan mau mengerti dan tidak bersikap dingin pada Alice. Jojo pun berfoto bersama keluarganya dan juga Sofia. Lalu Jojo diajak berkenalan pada klien ayahnya. Dan tak kembali ke meja Kenan dan juga Alice.
Disana Kenan mulai merasa canggung untuk bicara tapi ia harus mengatakan sesuatu pada Alice.
"Alice maaf.." ucap Kenan tiba-tiba.
"Maaf?? untuk?" tanya Alice.
"Karena aku mengakuimu sebagai kekasihku tanpa seijinmu.." ucap Kenan.
"Oh itu.. tak apa kak.." ucap Alice.
"Dan maaf juga jika kau jadi tak nyaman.." ucap Kenan.
"Iya kak tak apa kak.. Aku cukup mengerti.." ucap Alice.
"Iya tapi aku sudah membuatmu kecewa, aku jadi tak enak.." ucap Kenan.
"Ya sudah kak tak apa.. " ucap Alice.
Alice pun lalu dipanggil oleh daddynya, ternyata Donald mengenalkan juniornya yg juga diundang di acara Sofia.
"Alice kemarilah.." ucap Donald.
"Iya dad.." ucap Alice dan Kenan pun memperhatikan Alice bersama kenalan daddynya.
"Kenalkan ini Stefan.. junior daddy.." ucap Donald.
"Alice.." ucap Alice.
"Stefan.." balas pria tampan yg seumuran dengan Sofia dan juga Kenan.
"Senang berkenalan dengamu.. " ucap Stefan.
"Ya.." balas Alice.
Kenan pun mulai merasa kesal, entah kenapa ia geram melihat pria itu menggenggam tangan Alice padahal itu hanya berjabat tangan selama beberapa detik. Ia pun tak mampu membendung amarahnya dan keluar dari ruangan tersebut. Kevin sang asisten pun bingung melihat tuannya.
"Ada apa dengan tuan Kenan?? Tadi ia baik-baik saja.." ucap Kevin.
"Mungkin ia merasa bosan Kev.." ucap Eva.
"Mungkin, tapi kenapa mukanya memerah seperti kesal.." ucap Kenan.
"Sudahlah, kita lihat saja nanti dia akan memarahimu atau tidak .." ucap Eva.
"Semoga tidak.. jangan bicara begitu.. " ucap Kevin.
Kenan pun keluar dan mencari angin. Ia meredakan amarahnya yg tidak jelas penyebabnya. Ia mulai berfikir kenapa ia marah tanpa sebab. Dan kesal melihat Alice berkenalan dengan pria asing. Ia mulai berfikir apa ia menyukai Alice?? Tapi ia justru mengelaknya dengan menganggap Alice adiknya yg harus di lindungi dari pria-pria menyebalkan.
Ia pun kembali saat sudah lebih tenang. Namun, pemandangannya sungguh tak ingin ia lihat. Ya, Alice tengah duduk bersama pria bernama Stefan. Kenan pun mulai kembali kesal, tapi ia justru mendekati Alice dan pria tersebut.
"Hai Alice.. " ucap Kenan duduk di meja yg sama dengan Alice.
__ADS_1
"Kak Kenan.. kenalkan ini Stefan kenalan Daddy.." ucap Alice mengenalkan Stefan.
"Oh, Kenan.." balas Kenan pada Stefan.
"Stefan.." balas Stefan tersenyum dan mengulurkan tangannya.
Namun, Kenan yg masih kesal menggenggam erat tangan Stefan hingga ia kesakitan.
"Maaf tuan, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Stefan menyadarkan Kenan.
"Akh.. maaf, sepertinya kita tidak pernah bertemu.." balas Kenan yg melihat ekspresi Stefan kesakitan.
"Oke.. tapi kau seperti menyimpan dendam padaku.." balas Stefan.
"Maaf aku hanya sedang tidak fokus.." ucap Kenan.
"Ehmm.. kalian sedang apa?" tanya Alice.
"Tidak ada Alice.. " ucap Kenan.
"Iya ini biasa bagi sesama pria.." balas Stefan.
"Oke.. " balas Alice.
"Jadi kau kanalan dari kakakku atau Alfi?" tanya Kenan.
"Aku kenal dengan Alfi.." ucap Stefan.
"Oh jadi kau kenalan sesama dokter.." ucap Kenan.
"Ya dan ibunya jadi atasanku di rumah sakit.." ucap Stefan.
"Jadi Alice, apa kau ada waktu besok?" tanya Stefan.
"Ya ada.. memangnya kenapa?" tanya Alice.
"Bagaimana jika kita nonton film.." ucap Stefan.
"Ide bagus.." ucap Alice.
"Ehm.. Alice bukankah kau akan menemaniku ke butik?" tanya Kenan.
"Eh.. " ucap Alice bingung.
"Jadi bagaimana Alice?" tanya Kenan.
"Dan aku bagaimana? kau bisa tidak?" tanya Stefan.
"Kalian ini ada apa sih?" tanya Alice, membuat Kenan dan Stefan terdiam.
"Oke.. siang aku akan menonton dengan Stefan dan sore aku akan ke butik bersama kak Kenan.." ucap Alice menengahi kedua pria yg tengah hampir berdebat.
"Oke.. Alice.." balas Kenan tersenyum.
"Baiklah.." balas Stefan sedikit kesal karena Kenan ingin mengajak Alice pergi juga.
Entah mengapa Kenan senang mengacaukan rencana Stefan bersama Alice.
__ADS_1