Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP271


__ADS_3

Selama liburan pun tak ada yg terjadi, karena mereka lebih seperti berlibur bersama teman darpada pasangan. Bisa dipastikan Kenneth cukup kuat imannya untuk tidak menyentuh Diana selama ini. Hingga mereka pun kembali ke Indonesia, dengan menggunakan pesawat pribadi yg telah disiapkan.


Saat mereka kembali, mereka menuju apartemen milik Kenneth. Dan keluarga mereka hanya menyambut mereka di bandara.


Setelah tiba di apartemen, Diana pun merebahkan tubuhnya di sofa.


"Kau lebih baik mandi.." ucap Kenneth.


"Nanti, aku lelah .." ucap Diana.


"Atau mau mandi bersama?" tanya Kenneth membuat Diana langsung bangkit dan menuju ke kamar mandi.


"Kau sudah pintar menggoda ya sekarang?" tanya Diana.


"Kan aku belajar darimu.." balas Kenneth seraya membuka kaosnya.


"Mau apa kau?" tanya Diana.


"Mandi bersama kan?" tanya Kenneth.


"Tidak akan terjadi.." ucap Diana langsung berlari menuju ke kamar mandi.


"Setakut itu dia jika kudekati.. bagaimana caranya agar dia luluh?" gumam Kenneth dalam hati.


Sudah lewat 1 minggu tapi Diana masih membangun pertahanannya membuat Kenneth mengatur strategi bak hendak menangkap penjahat. Berbagai cara ia cari tahu agar Diana luluh, tapi perisai yg Diana pasang cukup kuat. Kenneth pun sampai membaca artikel di internet karena kalau ia bertanya pada seseorang hanya akan menjatuhkan harga dirinya.


Mulai dari bersikap manis, romantis, hingga bisa diandalkan, membuat Kenneth berusaha lebih keras lagi untuk meluluhkan Diana. Hal-hal sederhana seperti menyiapkan makanan/sarapan, membereskan ruangan dan sebagainya pun rela Kenneth lakukan.


Dan hari ini Diana mulai kembali bekerja, dan ia sedang masa training sebagai CEO menggantikan momnya. Tak terlalu sulit karena Diana sudah menangani perusahaan rintisannya, walaupun ada beberapa perbedaan. Dan ia juga harus menjaga sikapnya karena saat ini semua orang-orang SHIELD menghormatinya.


"Semoga kau bisa lebih baik dariku Diana.." ucap Sofia.


"Aku akan berusaha mom.. " balas Diana.


"Aku percaya kau pasti bisa.." ucap Satria.


"Diana kau jangan lemah dan lengah, ingat itu ." ucap Bima.


"Terimakasih Kek, aku akan mengingat saran kalian." ucap Diana.


Hingga sebuah buket bunga diantarkan ke ruangan tersebut. Tentu saja pengirimnya adalah Kenneth suami Diana.


"Permisi, tuan, nyonya.. ada bunga untuk nona Diana."


"Silahkan.." ucap Sofia.


"Taruh di meja sebelah sana saja pak.." ucap Diana.

__ADS_1


"Baik nona, kalau begitu bapak permisi ya.."


"Ya pak, Terimakasih.." ucap Diana.


Satria yg berada di dekat bunga tersebut pun melihatnya dan tersenyum.


"Romantis sekali suamimu.." ucap Satria.


"Benarkah? itu dari Kenneth..?" tanya Bima.


"Benar, ini dari Kenneth.. menantuku.." ucap Sofia.


"Bagaimana liburannya sayang?" tanya Sofia.


"Menyenangkan.." ucap Diana.


"Baguslah, mom senang jika kau bahagia. Mom tidak salah menikahkanmu dengannya.." ucap Sofia lalu mereka semua keluar dari ruangan Diana.


Diana pun mendekat dan melihat bunga tersebut. Dilihatnya bunga yg sangat cantik tersebut, membuat suasana ruangannya menjadi lebih hidup. Terselip juga sebuah surat di dalam buketnya.


..."Hari baru, tantangan baru, semangat baru.. i love you honey ❤.."...


Seketika membuat Diana terdiam dengan jantung berdebar. Padahal ini bukan pertama kalinya ia mendapatkan sebuket bunga tapi ia sampai merasa seperti ini. Apakah ini yg dinamakan CINTA?? apapun itu Diana tak mau menarik kesimpulan dengan cepat. Dan Diana tahu Kenneth berusaha meluluhkan hatinya.


Seharian setiap Diana memandang ke arah bunga tersebut seketika ia tersenyum senang. Entah kenapa tapi sepertinya ia begitu menyukai bunga tersebut. "Apa aku sudah gila?? itu hanya bunga.." gumam Diana dalam hati menyadari kalau ia tersenyum tiap kali melihat bunga tersebut.


Saat ia pulang, Diana bertemu seorang pria yg menaruh surat di kaca mobilnya lalu berlari meninggalkannya. Diana pun bersikap santai dan membaca isi surat tersebut. Ternyata Julia masih mengikutinya hingga kini. Dan Julia mengajaknya untuk bertemu dan berbicara.


"Dasar rubah itu tidak menyerah juga.." gumam Diana.


Diana pun menuju ke tempat yg diinginkan Julia, sebuah cafe yg tidak terlalu ramai. Diana pun masuk dan mencari Julia. Kemudian ia langsung duduk di hadapan wanita tersebut.


"Katakan ada apa? karena aku lelah.." ucap Diana.


"Kau berpisahlah dengan Kenneth.." pinta Julia.


"Pfff.. apa?? berpisah? haha.." ucap Diana justru tertawa.


"Kenapa tertawa? itu tidak lucu.." ucap Julia.


"Aku merasa nasibmu malang sekali.. Apa tidak ada pria lain di bumi ini? come on ada banyak.." ucap Diana.


"Jadi kau tak mau melepaskannya?" tanya Julia.


"Tentu saja tidak, apalagi kau sangat menginginkannya." ucap Diana tersenyum.


"Ckk.. percaya diri sekali kau.. padahal kalian menikah karena sebuah perjodohan.." ucap Julia.

__ADS_1


"Itu benar .. kau tahu Kenneth sangat tampan, dengan tubuh yg atletis, juga ia pintar bertarung membuatku menyukainya sejak lama.." ucap Diana memanas-manasi Julia.


"Ck.. aku juga sudah menikmati malam bersamanya dulu.. jangan sok pamer.." ucap Julia membuat Diana menahan emosinya mengingat ini adalah tempat umum.


"Oke.. mungkin itu sudah biasa bagimu.. tapi aku tak masalah.. karena terpenting saat ini dia milikku dan selamanya akan menjadi milikku.. " ucap Diana dengan penuh penekanan.


"Kau tidak takut atas apa yg akan kuperbuat?" tanya Julia.


"Memangnya apa? mengirim para preman untuk mengikutiku? aku tidak takut.." ucap Diana yg tahu kalau ia diikuti sejak ia keluar kantornya.


"Mari kita lihat apakah kepercayaan dirimu yg tinggi itu bisa menghadapiku.." ucap Julia.


"Baiklah.. kita lihat saja nanti.." ucap Diana.


"Oke.. jika sudah aku akan pergi karena aku tak sabar untuk bertemu suamiku yg tampan dan sexy.." balas Diana meninggalkan Julia.


"Ck.. dasar wanita sombong.." ucap Julia.


Diana pun mengepal geram mendengar Julia pernah menghabiskan malam dengan Kenneth. Entah mengapa ia kesal sampai ingin memukuli Kenneth saat pulang nanti. "Apa aku sedang cemburu?? " gumamnya dalam hati.


Dan di dalam perjalanan pulang, Diana diikuti oleh sekelompok orang tak dikenal. Diana tahu persis ini ulah Julia, dan mereka sudah mengikutinya sejak Diana meninggalkan kantor. Mereka bahkan berani memberhentikan mobilnya.


"Keluar..!" teriak seorang pria mengancam.


"Baiklah, ada apa ini?" tanya Diana santai.


"Kau ikuti kami.." ucap mereka.


"Kemana? dan ada perlu apa?? aku tak mengenal kalian.." ucap Diana.


"Kalau begitu kau ikut kami dengan cara paksa.." ucapnya sembari mencoba menarik tangan Diana.


Diana yg tahu pun melawan dan menepis tangan salah seorang. Kemudian orang di sebelahnya pun ia kunci tangannya agar tak bergerak.


"Dasar si***an.. !" ucap salah seorang dan maju untuk membantu temannya.


Diana pun mendorong orang yg ia kunci tangannya ke arah preman yg hendak maju. Dan Diana mulai melakukan perlawanannya dengan menghajar mereka semua. Semua kekesalannya terhadap wanita yg bernama Julia pun disalurkan melalui preman-preman tersebut.


Bughh..Bughh..Bughh..


"Akhirnya aku ada alasan untuk melakukan ini.." gumam Diana setelah mereka semua tumbang.


Kemudian Diana menghubungi tim SHIELD untuk mengatasi mereka dan menelusuri siapa yg mengirim mereka. Dalam 5 menit tim SHIELD pun tiba meringkus mereka semua.


"Kalian cari tahu siapa yg mengirim mereka, lalu pastikan mereka berada di penjara.." ucap Diana kesal.


"Baik nona.."

__ADS_1


Kemudian Diana pun pulang ke apartemen Kenneth dengan hati yg kacau. Moodnya benar-benar rusak sore ini setelah bertemu dengan Julia. Dan Kenneth akan lembur malam ini hingga membuat Diana kesal karena harus menunggunya semalaman. Entah bagaimana Diana akan menanyakan hal dari masalalu Kenneth, karena itu hanya akan membuatnya malu.


"Apakah aku harus bertanya padanya?? akan memalukan kalau ia tahu aku cemburu.." gumam Diana dan mengurungkan niatnya.


__ADS_2