Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP210


__ADS_3

Sofia dan Alfi pun kembali ke rumah sakit tersebut untuk melihat hasil pemeriksaan Sofia. Dari hasil tersebut tidak ada yg salah dengan tubuh Sofia. Ia hanya stres dan tertekan, hingga membuatnya tidak bisa tidur yg mengakibatkan kepalanya terasa sangat sakit.


Claude pun memberi masukan, kalau Sofia harus menjalani kembali terapi ke psikiater untuk menghilangkan stresnya. Sofia juga hanya menceritakan bahwa ia begitu merasa bersalah atas anaknya yg diculik 25tahun yg lalu. Claude pun terdiam setelah mendengar cerita Sofia. Ia merasa telah dibuang oleh ibu kandungnya, karena melihat Sofia yg tampak menyesali kehilangan anaknya dan tak mampu menemukannya dimanapun.


Setelah diresepkan obat, Sofia diminta untuk lebih banyak istirahat dan mencari kegiatan yg positif. Lalu pasangan itupun pergi dengan mengucapkan terimakasih. Mereka pun menuju ke tempat penebusan obat dan bertemu dengan Kenneth.


"Nyonya selamat pagi.." sapa Kenneth.


"Pagi, kau ketua tim alfa?" tanya Sofia.


"Benar nyonya.. ada rekan kami yg sedang dirawat karena misi kemarin.." jawabnya.


"Oh, siapa? apakah misi kalian sukses.?" tanya Sofia.


"Tentu nyonya, misi kami sukses walaupun rekan kami harus berkorban. Dan nama rekan kami namanya Diana." balas Kenneth bangga.


"Selamat atas keberhasilannya., tetap semangat untuk kalian. Dan juga rahasiakan hal ini ya.. kau tahu kan siapa musuh kita.. " pinta Sofia.


"Baik nyonya.. " balas Kenneth.


"Ya.. aku permisi dulu.." ucap Sofia.


Kenneth pun membungkuk hingga Sofia pergi meninggalkannya. "Ternyata nyonya sangat baik.." gumam Kenneth dalam hati.


Setelah itu Kenneth datang mengunjungi ruangan Diana. Ia pun datang dengan membawakan buah di tangannya.


"Selamat datang kapt.." ucap Diana tersenyum.


"Ya, aku datang untuk melihat kondisimu.." ucap Kenneth.


"Wah kau bawa sesuatu?" tanya Diana antusias.


"Ya.. aku bawakan buah.." ucap Kenneth.


"Hanya buah? " tanya Diana.


"Dimana-mana yg namanya diberi itu berterimakasih bukan nawar.." ucap Kenneth.


"Oke.. Terimakasih kapt.." ucap Diana terpaksa tersenyum.


"Tidak ikhlas sekali, memangnya apa yg kau harapkan?" tanya Kenneth.


"Cake.." balas Diana.


"Cake? nanti kau gendut kalau makan cake.." ucap Kenneth.


"Aku tahu karena aku sudah merasakannya, sudah jangan dibahas aku tahu peraturan SHIELD." balas Diana kecewa.


"Besok kau boleh pulang.." ucap Kenneth.


"Ya kapt, aku tahu.. lalu tugas selanjutnya?" tanya Diana.


"Kita akan menyelidikinya menurut video yg kau rekam. Aku sudah menyuruh yg lain untuk bergerak mencari tahu." ucap Kenneth.


"Bagus, lebih cepat lebih baik." balas Diana.


"Apa rencanamu berikutnya?" tanya Kenneth.


"Kita lihat info apa yg kita peroleh, dan yg kaptennya kan kau masa aku yg berfikir.." balas Diana.


"Ya, kemampuan analisamu baik. Jadi aku pantas mendengarnya ." ucap Kenneth.


"Terimakasih kapt yg tampan.." ucap Diana menggoda.


"Ck.. itu kemampuanmu yg terburuk.." balas Kenneth.

__ADS_1


"Tapi mampu melumpuhkan pria lain.." balas Diana.


Setelah membahas misi mereka, dan juga berdebat seperti biasa, Kenneth pun memutuskan untuk pulang ke hotel. Dan Diana kembali sendirian di kamarnya. Karena bosan Diana memilih untuk berjalan-jalan di taman yg disediakan rumah sakit.


Udara yg segar membuatnya lebih baik dan berjalan-jalan agar kakinya tidak kram karena terlalu lama istirahat di tempat tidur.


"Nyaman sekali bisa jalan-jalan.." ucap Diana sembari membawa infusan.


"Permisi nona, ponsel anda terjatuh.." ucap seorang dokter.


"Terimakasih banyak dok.." balas Diana tersenyum.


"Ya sama-sama.. anda sendirian saja?" tanya pria tersebut yg tak lain adalah Claude.


"Ya, aku disini untuk bekerja jadi keluargaku tak tahu.. dan aku juga tak mau mereka khawatir.." balas Diana.


"Ya, anda sangat mandiri sekali nona.." ucap Claude.


"Ya aku harus mandiri, karena banyak yg harus kutangani.. tapi aku tak sepenuhnya sendiri aku masih ada rekan yg bisa dimintai tolong.." ucap Diana.


"Syukurlah kalau begitu.." ucap Claude.


"Iya dok.. " balas Diana.


"Dianaa...Diaanaaaa.." teriak seorang pria.


"Sepertinya suaranya tak asing.." ucap Diana.


"Anda mengenalnya? atau dia sedang memanggil anda?" tanya Claude.


"Sepertinya begitu.." ucap Diana yg kemudian menengok ke kanan dan ke kiri melihat dimana orang tersebut.


"Disana kau rupanya.." ucap Kenneth.


"Ada apa kapt? apa aku harus keluar darisini sekarang..?" tanya Diana.


"Maaf sebelumnya tuan dan nona, saya permisi.." ucap Claude meninggalkan mereka berdua.


"Ck.. baru 2 hari kau sudah menggoda seorang dokter?" tanya Kenneth.


"Kalau iya memangnya kenapa? " tanya Diana sebal.


"Kau.. membuatku kesal saja, bukannya diam dan beristirahat malah.. " ucap Kenneth.


"Malah apa?? aku hanya jalan-jalan karena bosan dan kakiku pegal tidur terus. Dan dokter tadi dia hanya mengembalikan ponselku yg terjatuh.." ucap Diana.


"Terserah kau saja.." ucap Kenneth marah dan langsung meninggalkan Diana.


"Kau itu kenapa sih marah-marah tidak jelas. Aku bahkan tak terluka parah tapi reaksimu berlebihan.." ucap Diana kesal dan langsung pergi ke ruangannya.


Padahal dalam hatinya Kenneth malu, ia merasa sudah bersikap berlebihan pada Diana. Padahal Diana baik-baik saja dan dokter tadi hanya mengembalikan ponselnya yg jatuh. "Akh kebodohan apalagi yg kulakukan.." gumamnya dalam hati.


Sementara Diana, ia tiba di kamarnya dan terkejut melihat kotak yg berisi cake.


"Cake?? apakah ini dari kapt?" gumamnya bingung. Tapi ia tetap memakannya karena ingin dan akan menanyakannya nanti.


Lalu tibalah Alfi dan Sofia diruangan Diana.


"Mom.. dad.. sejak kapan kalian disini?" tanya Diana.


"Kemarin lusa sayang, dad kan sudah bilang masa kau lupa.." ucap Alfi.


"Diana bagaimana keadaanmu?" tanya Sofia.


"Aku baik-baik saja mom.." balas Diana.

__ADS_1


"Benarkah? tadi mom bertemu dengan ketua tim alfa dan ia sedikit membicarakanmu.." ucap Sofia.


"Benarkah..? lalu bagaimana keadaan mom? tidak ada masalah bukan?" tanya Diana.


"Tidak sayang, mom hanya butuh rehat.." ucap Sofia.


"Mom lebih baik honey moon lagi bersama dad.. siapa tahu kalian pulang memberiku adik.." ucap Diana.


"Dad pun setuju denganmu Diana." balas Alfi.


"Oke.. mom juga sudah memikirkan untuk pergi liburan disini.." ucap Sofia.


"Ya ide bagus, Dad tugasmu adalah membuat mom bahagia.." balas Diana.


"Tentu Diana.." balas Alfi.


"Yasudah kami kembali ke hotel ya, mom tak ingin ada yg curiga.. apakah kau butuh teman?" tanya Sofia.


"Ya mom, tapi aku bisa sendiri.." ucap Diana.


"Oke.. jaga dirimu sayang.. Mom ingin ada disini tapi rasanya tidak mungkin nanti kapten Kenneth bisa curiga.." ucap Sofia sedih.


"Mom, aku bisa sendiri percayalah.." ucap Diana.


"Ya.. kami pulang ya Diana.." ucap Alfi.


"Oke.. mom, dad, hati-hati.." ucap Diana melambaikan tangan.


Lalu saat Diana mengedarkan pandangannya, nampak mom dan dadnya membawa banyak buah dan juga cake untuknya.


"Mereka selalu saja begini.. memangnya aku sanggup memakan semuanya..?" gumam Diana.


Kemudian saat sore hari, Diana diminta untuk mengecek saraf nya pada dokter spesialis saraf karena efek obat tersebut bisa saja menyerang saraf.


Diana pun pergi menemui dr.Claude. Mereka pun sudah bertemu dan akhirnya melakukan sesi pemeriksaan dengan nyaman.


"Bagaimana dok?" tanya Diana.


"Semuanya baik, namun jika nanti ada masalah kau bisa kembali ke rumah sakit." ucap Claude.


"Oke.. aku senang mendengarnya.." balas Diana.


"Ya.. ini aku akan meresepkan obat kau bisa meminumnya jika ada masalah.." ucap Claude.


"Terimakasih dok.." ucap Diana.


"Sama-sama.." balas Claude.


Diana pun keluar dari ruangan Claude dan kembali ke kamarnya. Kenneth kembali menghampirinya.


"Kapt, kau tidak bosan melihatku?" tanya Diana.


"Bagaimana hasil pemeriksaannya?" tanya Kenneth.


"Semua baik-baik saja.." ucap Diana.


"Bagus, aku butuh tenagamu untuk bekerja.." ucap Kenneth.


"Ya..ya.. aku tahu.." ucap Diana.


"Lalu kau mau apa mengikutiku?" tanya Diana.


"Ada yg ingin kubicarakan denganmu.." ucap Kenneth.


"Baiklah.." balas Diana.

__ADS_1


Mereka pun berbicara tentang hasil penyekidikan tim alfa yg sedang mencari informasi. Kemudian mereka membuat rencana untuk misi selanjutnya. Walaupun sering bertengkar tapi untuk misi mereka selalu kompak dan satu pemikiran.


__ADS_2