Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP283


__ADS_3

Brian yg mendengar kabar kehamilan Diana pun tersenyum karena akhirnya akan memiliki keponakan baru. Ia yg baru saja kembali dari Italia pun ingin menjenguk Diana untuk menanyakan keadaannya. Ia tiba di Indonesia dini hari dan paginya momnya bercerita tentang kehamilan sepupunya tersebut.


Tentu Brian sangat senang, karena ia memang cukup dekat dengan Diana sejak kecil. Ia pun berencana untuk menjenguknya hari ini karena Diana masih harus dirawat di rumah sakit.


Brian pun sudah bersiap dan pergi dengan mobil kesayangannya. Ia sudah mempersiapkan kue kesukaan sepupunya agar moodnya membaik. Tapi saat ia sedang mengendarai mobilnya tepatnya saat sedang lampu merah mobilnya yg berhenti itu pun ditabrak dari belakang oleh seseorang.


Braakkk...!


"Akh ******..! siapa yg cari masalah denganku.." gumam Brian kemudian keluar dari dalam mobilnya.


Seorang wanita nampak pucat setelah menabrak mobilnya. Ia pun langsung melihat Brian yg tampak kesal karena mobilnya jadi penyok.


"Maafkan aku tuan.. aku sungguh tidak sengaja.." ucap wanita yg tak lain adalah dr.Hana.


"Memangnya kau tak lihat sedang lampu merah?" tanya Brian kesal.


"Maaf tuan, saya sedang berbicara di telepon karena ada masalah darurat.." ucap Hana.


"Masalah darurat apa memangnya?" tanya Brian.


"Ada pasienku yg hendak melahirkan.. aku mohon tuan biarkan aku pergi.. aku berjanji aku akan mengganti semua kerugiannya.. " ucap Hana memohon.


"Kau tidak sedang berbohong kan?" tanya Brian.


"Tidak tuan, aku bersumpah.. dan kalau aku tidak cepat nyawa mereka bisa dalam bahaya.. aku mohon tuan.." ucap Hana.


"Ck.. baiklah.. ini kartu namaku, kalau urusanmu sudah selesai hubungi aku.." ucap Brian teringat sepupunya juga sedang hamil.


"Baik tuan, terimakasih.. saya permisi.. " ucap Hana dan langsung masuk ke dalam mobilnya.


Sementara Brian menatap mobil kesayangannya yg penyok. "Untunglah hanya penyok sedikit.." gumam Brian.


Kemudian Brian kembali ke mobilnya dan menuju ke rumah sakit. Ia pun melupakan insiden tersebut dan fokus untuk menjenguk sepupunya.


Ketika sampai di rumah sakit, Brian pun melihat orang-orang SHIELD berjaga disana. Ia pun tersenyum karena tahu ini pasti perintah Aunty Sofia.


"Sepertinya Diana sekarang sedang jadi seorang putri.." gumamnya dalam hati.


Brian pun masuk dan bertanya dimana kamar Diana. Kemudian ia menuju ke kamar tersebut. Setelah mengetuk pintu, ia pun masuk.


"Brian.. kukira kau belum pulang.." ucap Diana.


"Aku baru sampai semalam.. Ada apa ini? kupikir kau tidak benar-benar serius pada Kenneth.." ucap Brian tersenyum.


"Sudahlah, aku tak bisa main-main dalam pernikahan.." ucap Diana.


"Kalau begitu selamat.. akhirnya sebentar lagi aku akan punya keponakan.." ucap Brian.


"Terimakasih.. " ucap Diana.


"Aku bawakan cake kesukaanmu.. " ucap Brian.


"Terimakasih Brian, kau memang tahu kesukaanku.." ucap Diana.


"Dimana Kenneth?" tanya Brian.


"Dia sedang meeting di kantornya. Tadi Jack datang menjemputnya jadi ia pergi.." ucap Diana.

__ADS_1


"Kau sendirian disini?" tanya Brian.


"Ya.. aku tak masalah rumah sakit ini milik dadku.. ada Dion juga.." ucap Diana.


"Kasihan sekali kau ini.. baiklah karena aku akan menjadi uncle yg baik aku akan menemanimu.." ucap Brian.


"Benarkah? baguslah kalau begitu.." ucap Diana.


Brian pun menemani Diana seharian, bahkan ia rela membelikan makanan yg Diana inginkan diam-diam agar Diana puas.


"Bagaimana? enak?" tanya Brian melihat Diana puas memakan pecel yg dibelikan Brian.


"Iya, pecelnya enak.." ucap Diana.


"Untung, ada pedagang disekitar rumah sakit jadi aku tak jauh-jauh mencari.." ucap Brian.


"Terimakasih sepupuku.." ucap Diana.


"Memangnya kau belum makan?" tanya Brian.


"Sudah tapi lapar lagi.." balas Diana.


"Nafsu makan ibu hamil memang beda ya.." ucap Brian.


"Ya, terkadang aku juga merasa tiba-tiba ingin menangis, marah, sedih, bahagia karna hal-hal kecil. Dan itu pengaruh hormon.." ucap Diana.


"Kuharap Kenneth sedikit merasakan apa yg kau rasakan.." ucap Brian tersenyum.


"Kau ini jahat sekali.. tapi aku juga ingin melihatnya.." balas Diana tersenyum.


"Oke." balas Diana.


Diana pun menghabiskan makanannya. Dan tak lama dr.Hana tiba untuk mengecek kondisi Diana.


"Selamat sore nyonya Diana.." ucap Hana.


"Sore dok.." ucap Diana.


"Kau.." ucap Brian terkejut melihat orang yg menabraknya tadi siang adalah dokter di rumah sakit ini dan juga dokter yg menangani sepupunya.


"Maaf tuan, nanti kita bahas masalah tadi siang.. aku mengecek kondisi Nyonya Diana dulu.." ucap Hana.


"Memangnya ada masalah apa dengan sepupuku dok?" tanya Diana.


"Aku menabrak bagian belakang mobilnya.. karena terburu-buru ada operasi jadi aku tak sempat menyelesaikannya.." ucap Hana.


"Baiklah, silahkan.." ucap Brian.


"Oh begitu.." ucap Diana.


Diana pun diperiksa dan kondisinya baik-baik saja. Lalu Hana dan Brian keluar untuk menyelesaikan masalah mereka tadi siang.


"Tuan, kita bicarakan di sana saja.." ucap Hana.


"Baiklah.. " ucap Brian mengikuti Hana menuju ke cafetaria.


"Mau minum kopi tuan?" tanya Hana.

__ADS_1


"Terserah.." ucap Brian.


Kemudian Hana datang dengan membawa 2 gelas kopi. Hana pun duduk dan mulai berbicara.


"Maaf tuan, tadi ada operasi darurat. Jadi saya belum bisa meminta maaf dengan benar. Maaf tuan saya sungguh tak sengaja.." ucap Hana.


"Ya, aku sekarang percaya.." ucap Brian.


"Jadi bagaimana dengan kondisi mobil anda? apakah sudah dicek ke bengkel atau asuransi?" tanya Hana.


"Sudah lupakan saja.." ucap Brian.


"Tidak bisa tuan, saya bersalah.." ucap Hana.


"Anggap saja ucapan terimakasih karena sudah merawat sepupuku.." ucap Brian.


"Tapi tuan.. saya merasa tak enak.." ucap Hana.


"Mobilku sudah ada asuransi, jadi kau tak perlu khawatir.." ucap Brian.


"Dan terimakasih kopinya.." ucap Brian meraih gelas tersebut.


"Aku pasti akan membalas kebaikan anda.." ucap Hana lalu ia mendapatkan panggilan telepon.


"Maaf tuan ada telepon..." ucap Hana dan langsung mengangkatnya.


"*Aku ada di cafeteria? ada apa?" tanya Hana.


"Ada pasien masuk dok, sepertinya akan ada operasi lagi.." ucap perawat.


"Baiklah, aku akan segera kesana.." ucap Hana lalu mematikan telepon*.


"Sepertinya kau sangat sibuk, pergilah .." ucap Brian.


"Terimakasih tuan, aku akan tetap mengganti rugi kerusakan mobil anda nanti .." ucap Hana bersikeras, lalu ia kembali untuk menemui pasiennya.


"Keras kepala sekali dia, tapi cukup menarik ia banyak menyelamatkan nyawa.." gumam Brian dalam hati.


Brian pun kembali ke ruangan Diana dan sudah ada Kenneth di dalam. Ia pun menyapanya.


"Baru tiba?" tanya Brian.


"Ya.. aku harus pergi meeting tadi, terimakasih sudah menemani Diana.." ucap Kenneth.


"Oke tak masalah.." balas Brian.


"Bagaimana dengan dr.Hana, apa berjalan lancar?" tanya Diana.


"Apanya yg lancar?" tanya Kenneth.


"Tadi ada insiden, dimana Dr.Hana menabrak mobil Brian di lampu merah. " jawab Diana.


"Aku tidak akan menuntutnya.. toh sudah ada asuransi.." ucap Brian.


"Benar, kau harus ikhlas karena dia sudah membantuku.. lagipula uangmu itu kan banyak jadi perbaikan mobilmu itu bukan apa-apa.." ucap Diana.


"Itu benar sepupuku.." ucap Brian.

__ADS_1


__ADS_2