
Sofia dan Alfi pun berangkat ke Singapura. Mereka tiba beberapa jam setelahnya. Beberapa tim SHIELD pun menyambut mereka padahal niatnya mereka tak ingin dikawal.
"Aku kan tidak meminta pengawalan.." ucap Sofia.
"Maaf nona, ini perintah tuan Satria dan juga tuan Doni." ucap mereka.
"Baiklah, kami akan menuju ke apartemen Xx milikku.." ucap Alfi.
"Siap tuan.." balas mereka yg langsung membawakan koper bawaan mereka ke mobil.
"Kalian sangat cekatan sekali.." ucap Sofia dibalas mereka dengan senyuman.
Mereka pun pergi ke apartemen, disana Sofia dan Alfi masih dalam pengawalan sampai ke depan pintu apartemen.
"Stop..! sekarang letakkan semua koper kami dan terimakasih atas bantuan kalian.." ucap Sofia.
"Baik nona." balas mereka.
"Oke.. silahkan kembali ke markas.. kami baik-baik saja.. " ucap Sofia.
Dan tim SHIELD pun kembali ke markas. Sofia dan Alfi pun tersenyum karena tak ada yg mengganggu mereka berdua.
"Akhirnya kita bisa berdua disini.." ucap Alfi.
"Ya.. aku cukup bosan jika selalu dikawal.." ucap Sofia.
"Mau mandi atau pesan makanan?" tanya Alfi.
"Aku mau mandi dulu.." ucap Sofia.
"Oke.. aku akan pesan makanan selagi kau mandi.." ucap Alfi.
"Oke terimakasih Al.." ucap Sofia.
"Sama-sama sayang." ucap Alfi.
Alfi pun memesan makanan, lalu merapikan barang-barang di kopernya. Setelah Sofia selesai, Alfi pun mandi. Tak lama makanan pun tiba, dan Sofia menerima makanan mereka.
"Sudah tiba.." ucap Alfi baru keluar dari kamar mandi.
"Sudah, kelihatannya enak.. " ucap Sofia.
"Okee.. tunggu sebentar.." ucap Alfi yg masih hanya menggunakan handuk yg melilit di pingganggnya.
Sofia pun harus terbiasa melihat roti sobek milik Alfi setiap hari. Walaupun ia sering melihat anak buahnya bertelanjang dada, tapi akan terasa berbeda saat melihat pasangan sendiri.
Setelah selesai berpakaian, Alfi pun makan bersama Sofia.
"Maaf ya apartemenku kecil.." ucap Alfi.
"Kecil?? apartemen ini cukup lengkap fasilitasnya, ada dapur, ruang keluarga dan ruang makannya.." ucap Sofia.
"Ya.. tapi tak semewah milik keluargamu.." ucap Alfi.
"Kau kan dulu hanya tinggal sendiri, dan sekarang kita hanya tinggal berdua.." ucap Sofia.
"Dan ingat, jangan merendahkan dirimu.. aku menerimamu apa adanya.. kalau soal fasilitas, aku jarang memakai fasilitas mewah.." ucap Sofia.
"Oke.. maaf jika kau tak nyaman.." ucap Alfi.
"Ya tak masalah, sebagai gantinya kau bantu aku bereskan koper..." ucap Sofia.
__ADS_1
"Oke.." ucap Alfi.
Sehabis makan mereka pun membereskan kopernya. Alfi pun menunjukkan tempat-tempat di apartemennya. Dan Sofia pun cukup nyaman ada disana. Setelah membereskan barang mereka tidur karena lelah.
☘☘☘
Ditempat lain, Kenan dan Alice sedang menuju ke rumah Alice. Kenan dan Alice sudah berdamai, dan nampaknya mereka memutuskan untuk mengenal satu sama lain.
FlashBack on..
Alice pun diantarkan pulang oleh Kenan. Dan Kenan jujur tentang apa yg dilakukannya hari ini.
"Alice aku mau jujur tentang sesuatu padamu.." ucap Kenan.
"Apa itu kak?" tanya Alice.
"Seharian aku mengikutimu bersama Stefan. Aku melakukan ini karena khawatir.." ucap Kenan.
"Kenapa kakak sangat berlebihan begini?" tanya Alice.
"Aku tak suka kau bersama pria bernama Stefan itu.." ucap Kenan.
"Apa alasannya? Walaupun aku tak nyaman tapi dia tak berbuat macam-macam padaku.." ucap Alice.
"Aku kesal dengannya, entah kenapa aku curiga padanya." ucap Kenan.
"Kak, kau harus menghargai privasiku.. jangan seperti stalker begitu.." ucap Alice.
"Maaf, aku tidak akan melakukannya lagi.." ucap Kenan.
"Turunkan aku sekarang juga.. aku akan naik taksi saja.." ucap Alice.
"Jelaskan alasanmu mengikutiku? jika hanya khawatir itu tidak masuk akal.." ucap Alice.
"Itu masuk akal Alice.." ucap Kenan.
"Kak kau itu kaya, dan pintar. Kau bisa meminta orang-orang SHIELD untuk mengikutiku.." ucap Alice.
"Itu karena aku kesal kau bersama Stefan.." ucap Kenan.
"Ya alasanmu kesal apa?" tanya Alice kesal.
Kenan pun menepikan mobilnya karena ia dan Alice mulai berselisih.
"Ya dia terlihat menyukaimu.." ucap Kenan.
"Masalahnya denganmu apa jika dia menyukaiku? dia kenalan daddy ku jika macam-macam ia akan habis ditangan daddy ku.. " ucap Alice.
"Aku.. tidak menyukainya.." ucap Kenan.
"Berhenti mencari alasan, dan katakan yg sejujurnya atau aku benar-benar turun dari mobil ini.." ancam Alice.
"Aku tidak suka kau bersama pria lain.." ucap Kenan.
"Kenapa?" tanya Alice.
"Tidak mau jawab?? oke aku turun sekarang juga. " ucap Alice.
"Tunggu.." ucap Kenan menahan tangan Alice.
"Aku tak tahu mengapa aku tidak menyukainya, aku merasa kesal tiap kali kau bersama pria lain apalagi saat kau diganggu.." ucap Kenan.
__ADS_1
"Apa kau menyukaiku?" tanya Alice walaupun ia takut.
"Aku tak tahu, kumohon Alice maafkan aku.." ucap Kenan.
"Aku tak tahu apa maumu kak, aku menyukaimu sangat menyukaimu tapi kau selalu menganggapku adik.. dan saat aku mencoba bersama pria lain kau marah tak jelas, lalu aku harus bagaimana?" tanya Alice.
"Kau menyukaiku? sungguh?" tanya Kenan mulai merasa senang sementara Alice menangis.
Alice pun hanya menganggukkan kepalanya karena malu dan menangis. Kenan pun menenangkannya.
"Alice maafkan aku.. aku sungguh tak tahu perasaanmu.. " ucap Kenan dan Alice tetap diam sambil air mata terus jatuh di pipinya.
"Maafkan aku Alice aku sungguh tak mengerti.. " ucap Kenan mulai memberanikan dirinya menyentuh pipi Alice.
Cukup lama Alice diam sambil menangis. Lalu ia mengumpulkan keberanian untuk bertanya lagi.
"Apa jawabanmu kak? kau anggap aku apa sampai kau semarah ini saat aku bersama pria lain?" tanya Alice.
"Aku tak yakin Alice apakah aku menyukaimu, tapi aku sungguh marah melihat Stefan memagang tanganmu.." ucap Kenan.
"Kau menyebalkan.." ucap Alice memukul dada Kenan.
Bukk..bukk..
"Alice beri aku waktu untuk berfikir dan mencari jawabannya.." ucap Kenan.
"Kuberi waktu 3 hari, jika jawabanmu kau hanya menganggapku adik, aku akan menjauh.." ucap Alice.
"Baiklah.. tapi kita berdamai dulu.." ucap Kenan.
"Oke.." ucap Alice.
"Ini tisu untukmu.." ucap Kenan.
"Terimakasih kak.." balas Alice menghapus air matanya.
Sementara Kenan melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat. Dan Kenan berhenti disebuah mini market. Lalu ia turun dan meninggalkan Alice didalam mobil. Tak lama ia kembali dan membawa kantong belanjaan.
"Minumlah Alice.." ucap Kenan memberi minuman.
"Terimakasih kak.. " ucap Alice lalu minum minuman yg diberikan padanya.
"Dan aku membeli ini, aku tahu ini tak sebanding dengan air matamu, tapi semoga bisa sedikit menghiburmu.." ucap Kenan.
"Terimakasih kak, kau ingat makanan kesukaanku." ucap Alice menerima Ice cream yg diberikan Kenan.
Cukup lama, Alice dan Kenan di dalam mobil. Kenan sengaja menenangkan Alice agar orangtuanya tak curiga karena Alice habis menangis. Setelah Alice mulai tenang, Kenan pun memberanikan diri untuk bicara.
"Alice, sepertinya kak Sofia dan Alfi akan segera berangkat.. apa kau tak masalah ikut denganku ke bandara?" tanya Kenan.
"Baiklah .." balas Alice.
Mereka pun dengan cepat menuju ke bandara. Alice terlihat sudah berbaikan dengan Kenan dan ikut berpamitan pada Sofia dan Alfi.
Flashback off..
"Itu mereka, syukurlah kita masih sempat.." ucap Alice.
"Iya.. ayo kita kesana.." ucap Kenan.
Sofia dan Alfi pun masih sempat berpamitan pada Kenan dan Alice yg datang terakhir, tepat 5 menit sebelum mereka masuk ke dalam ruang tunggu.
__ADS_1