Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP248


__ADS_3

Kenneth pun ditugaskan untuk menggantikan Diana menangkap Fabio. Ia dan pasukan tim alfa serta anak buah Satria sudah dikerahkan untuk mengintai dan menangkap Fabio.


"Kalian semua sudah mengerti!" ucap Kenneth setelah menjelaskan rencannya.


"Siap Kapt.." ucap mereka.


"Bagus, ambil posisi kalian masing-masing dan lindungi diri kalian dengan baik.." ucap Kenneth.


Kenneth sangat kesal dan ingin membalas perlakuan Fabio pada Diana yg menyebabkan Diana hampir tiafa jika ia dan Claude tidak langsung terjun ke danau.


"Kali ini kau takkan kulepaskan.." gumam Kenneth dalam hati.


Setelah menyusun strategi dan menempatkan anak buahnya di tempat yg sudah direncanakan Kenneth pun terus mengawasi gerak-gerik Fabio. Ia menunggu saat yg tepat untuk menyerang.


Sementara Diana, ia mulai berakting beristirahat di kamarnya. Ia makan dengan teratur serta meminum obatnya. Dan disaat Brian meninggalkannya karena ada meeting yg tidak bisa ditunda, Diana pun bergerak. Dengan menipu pengawal yg sudah disiapkan kakeknya, Diana pun berhasil kabur dibantu oleh orang-orangnya.


"Nona, kalau gagal aku bisa mati.." ucapnya.


"Sudahlah, aku janji akan melindungimu.." ucap Diana.


Dan mereka pun berhasil mengelabui pengawal yg berjaga dan keluar rumah sakit dengan aman. Diana dan orang-orangnya pun bergegas menuju ke tempat Fabio berada.


"Nona, kudengar kapten beserta tim alfa sudah bergerak.." ucapnya.


"Baguslah, kita tak sendiri.. aku tahu kemampuan kapten dan tim alfa tak bisa diragukan lagi." ucap Diana.


"Lalu apa rencana anda?" tanyanya.


"Tidak ada.. kita lihat saja disana nanti.." balas Diana tersenyum membuat para anak buahnya bingung.


"Apa yg dipikirkan nona Diana.?" gumam mereka dalam hati.


Diana pun sengaja bergerak dengan santai dan hati-hati karena ia tahu Fabio adalah musuh yg licik. Ia hanya meminta kabar dari orang-orangnya yg sedang menjadi mata-mata untuk mengabari.


"Bagaimana?" tanya Diana.


"Masih aman nona.." balasnya.


"Oke.. kita kesana, dan bergerak senyap.." pinta Diana.


"Baik nona.."


Diana pun bergerak senyap dan mengamati sekitarnya. Nampak ada yg aneh, dan salah seorang anak buahnya menemukan kamera pengawas.


"Nona, ada kamera pengawas tersembunyi.." ucapnya.


"Hancurkan.." ucap Diana.


Dan mereka pun menghancurkan segalanya. Sementara Fabio mengepal geram karena kamera pengawasnya dirusak oleh musuh, kini ia hanya bisa melihat kinerja tim alfa. Fabio berusaha menjebak mereka dan menangkapnya.


"Bagaimana?" tanya Fabio.


"Sudah tuan.."

__ADS_1


"Bagus, kali ini perangkap tikus sudah terpasang." ucap Fabio tersenyum.


Kini niatnya adalah membawa kembali putranya, agar Claude tetap tinggal bersamanya dan mungkin akan membalas dendam saat kekuatannya sudah pulih.


Kenneth dan anggota tim alfa pun dikepung. Mereka dipaksa mundur oleh pasukan Fabio yg berjumlah banyak. Kenneth yg tahu ini jebakan pun melawan dengan sekuat tenaga.


"Jangan lengah, serang mereka..!" ucap Kenneth.


Kenneth pun berhasil menghindar dari jebakan, tapi beberapa anak buahnya yg benar-benar terkepung pun masuk perangkap.


"Si***l..! " umpatnya melihat anak buahnya tertangkap.


"Hahaha.. beginikah pasukan tim alfa yg dibanggakan oleh SHIELD..? sungguh menyedihkan.." ucap Fabio.


"Sekarang kau tidak bisa melawan, karena jika melawan kepala mereka akan kutembak.." ancam Fabio.


Kenneth pun menurunkan senjatanya beserta anak buah lainnya. Mau tak mau mereka semua tertangkap, beruntung Kenneth masih bisa meloloskan 1 orang untuk meminta bantuan tanpa Fabio melihatnya.


"Semoga anak itu tidak kabur.." gumam Kenneth dalam hati.


Kini Kenneth dan tim alfa pun sedang menjadi tahanan Fabio untuk ditukar dengan Claude. Karena Fabio tahu putra angkatnya tersebut takkan bisa melihat nyawa orang lain dikorbankan.


Fabio pun langsung memerintahkan pasukannya untuk mengirim pesan singkat pada Sofia dan Alfi. Ia tahu dengan pasti kalau Claude sudah ada pada mereka. Bahkan Fabio mengirim pesan singkat langsung ke Claude kalau ia tak menemuinya, kapten tim alfa dan seluruh anggotanya akan mati.


Tentu hal itu membuat Claude cemas, ia tak ingin gara-gara dirinya orang lain harus mati. Maka ia memutuskan untuk menemui Fabio setelah melihat kondisi Diana.


"Claude jangan pergi.. ini jebakan.." ucap Sofia.


"Tapi itu artinya kau akan ikut bersama Fabio.." ucap Sofia.


"Dan bukan tidak mungkin ia bisa menjadikanmu mafia sepertinya.." ucap Alfi.


"Aku tak punya pilihan, aku tak bisa membiarkan ayah angkatku berbuat seenaknya.. " ucap Claude.


"Tapi Claude.." ucap Sofia.


"Mom, sepertinya hanya aku yg mampu melawannya.." ucap Claude.


"Baiklah, jika itu maumu.. mom akan ikut.." ucap Sofia.


"Dad juga.. " ucap Alfi.


"Setidaknya kami bisa mengantarmu kesana.. dan melindungimu.." ucap Sofia.


"Terimakasih mom.. dad.." balas Claude.


Lalu mereka pun menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Diana. Namun, saat tiba pengawal yg berjaga justru sedang mencari Diana kesana kemari. Dan nampak raut wajah panik saat Sofia tiba.


"Apa yg terjadi?" tanya Sofia.


"Maaf nyonya, tapi nona menghilang.." ucap mereka.


"Apaa?? bagaimana bisa.." ucap Sofia kesal.

__ADS_1


"Sudah mom.." ucap Claude lalu masuk ke dalam kamar Diana dan benar Diana tidak ada disana.


"Kemana lagi Diana itu.." ucap Alfi.


"Jangan-jangan.." ucap Alfi, lalh mereka bertiga saling pandang.


Dan mereka pun mengerti Diana ada dimana. Segera saja mereka menuju ke lokasi Fabio dengan membawa pasukan. Satria pun kesal mendengar Diana kabur dan pasti pergi untuk menangkap Fabio.


☘☘☘


Sementara Diana, ia dan orang-orangnya melihat Kenneth dan semua anggota tim alfa sedang diikat. Dan sepertinya mereka akan dijadikan sandera untuk mendapatkan sesuatu.


Dengan cepat, Diana bergerak memerintahkan semuanya untuk melumpuhkan penjagaan yg dibuat Fabio.


Bughh..Bugh..Bugh.


Seketika penjaga pun berjatuhan, Diana pun bergerak dengan cepat membebaskan tim alfa.


"Ssstt.." ucap Diana saat yg lain melihatnya. Dan dengan cekatan Diana beserta anak buahnya melepaskan ikatan mereka.


"Diana apa yg kau lakukan disini?" tanya Kenneth.


"Aku tak bisa berdiam diri melihat kalian hampir mati.." ucap Diana.


"Diana kau itu belum sembuh.." ucap Kenneth.


"Itu tak penting, yg terpenting sekarang nyawa kita semua.." ucap Diana.


Kenneth pun terdiam saat Diana membungkam mulutnya ketika orang-orang Fabio datang dan terkejut dengan penjaga yg sudah berjatuhan. Dengan sebuah kode bahasa tubuh, Diana meminta anak buahnya untuk membereskannya.


"Kapt, aku masih bagian dari tim ini.. jadi kita harus bekerjasama.." ucap Diana.


Namun, Kenneth Diam saja. Rekan-rekan Diana pun bahagia saat Diana datang menolong mereka. Tapi Fabio mengetahui kedatangan Diana.


"Oh, nona kalian datang menyelamatkan kalian.." ucao Fabio.


"Hai paman? bagaimana kondisimu?" tanya Diana.


"Kau sendiri, kukira sudah ma**i tenggelam.." balas Fabio.


"Maaf mengecewakanmu tapi aku tidak bisa mati dengan cara semudah itu.." ucap Diana.


"Paman serahkan dirimu maka ini akan selesai.." ucap Diana.


Dorr..Dorr..


Diana pun ditarik oleh Kenneth untuk menghindar.


"Kau benar, kau tidak bisa mati dengan mudah karena ada yg bisa menggantikanmu.." ucap Fabio kembali mengarahkan senjatanya pada Kenneth.


Sebisa mungkin Diana dan Kenneth menghindar, begitu juga dengan anak buahnya. Fabio pun kesal karena Diana datang dan mengacaukan rencananya. Ia berusaha untuk mencelakai Diana yg sudah mengacaukan segalanya. Tapi Diana dan timnya sudah terlatih dan bisa menghindar.


Kenneth pun akhirnya mengalah dan memilih untuk bekerjasama dengan Diana dalam melumpuhkan Fabio. Mereka sudah menyusun strategi dan akan menangkapnya sebelum Claude tiba. Karena jika Claude tiba, mungkin Fabio akan merasa menang.

__ADS_1


__ADS_2