
Alice pun lagi-lagi kecewa pada Kenan, ia pikir Kenan sudah membuka hatinya. Tapi nyatanya ia hanya dianggap adik olehnya. Ia pun hanya bisa tersenyum palsu untuk menunjukkan kalau ia baik-baik saja dan puas akan pakaiannya hari ini.
"Terimakasih kak atas pakaiannya.." ucap Alice.
"Jangan sungkan, aku yg mengajakmu pergi bersama dan juga kita sudah seperti saudara.. aku bahkan menganggapmu sebagai adikku.." ucap Kenan.
"Iya kak.." balas Alice tersenyum kecut.
Lagi-lagi Kenan menyebutnya adik secara langsung. Perih hatinya karena rasanya sudah kehilangan kesempatan untuk bersama Kenan. Tapi nasi sudah menjadi bubur, mungkin ia bisa bertemu pria baik diluaran sana begitu pikirnya agar tak larut dalam kesedihan. Kini Alice tak ingin berharap lagi, ia hanya ingin menemani Kenan dan membantunya.
Kenan pun mengantarnya ke pulang ke rumah dan berpamitan pada Donald dan juga Dina. Selepas Kenan pulang, Dina pun mendekati putrinya.
"Bagaimana kencannya hari ini?" tanya Dina.
"Mommy, ini bukan kencan hanya membeli baju.." ucap Alice.
"Mommy tahu kau menyukai Kenan.. " balas Dina.
"Tapi masalahnya dia hanya menganggapku adik.." ucap Alice.
"Adik awalnya tapi karena kalian tidak sedarah bisa saja kalian bersama karena saling menyukai.." ucap Dina.
"Aku tak yakin Mom.. Jadi mommy jangan membuatku berharap.." ucap Alice.
"Yasudah, tapi mommy heran kenapa dia sampai mengajakmu pergi bersama bahkan membeli pakaian couple begini.." ucap Dina.
"Dia hanya ingin menuruti kak Sofia mom.. mungkin ia takut jadi bahan ledekan jika tak membawa wanita ke acara kak Sofia." ucap Alice.
"Baiklah kalau begitu, kau harus tetap semangat.. mungkin sekarang ia menganggapmu adik tapi siapa tahu masa depan ia menikahimu.. " ucap Dina.
"Mom.. berhenti memberi harapan palsu.." ucap Alice.
"Haha.. oke.. keep positive girl.." ucap Dina.
"Iya mom.." balas Alice yg sedang membuka pakaian yg baru dibelinya tadi.
Lalu Daddynya pun muncul dan mendekat.
"Alice apa benar kau menyukai Kenan??" tanya Donald.
"Iya tapi hanya cinta sepihak.. Daddy tenang saja tak akan ada masalah.." ucap Alice.
"Ya Daddy tahu karena putri daddy sangat cantik.."ucap Donald.
"Terimakasih daddy.." ucap Alice.
"Jika kau mau ada banyak junior di rumah sakit daddy yg cukup tampan untuk standard Daddy.." ucap Donald.
"Benarkah?? aku sangat tahu standard daddy cukup tinggi.." ucap Alice tersenyum.
__ADS_1
"Oke.. jika Kenan memang tak menyukaimu Daddy akan kenalkan.." ucao Donald.
"Baik daddy.." ucap Alice.
"Yasudah kau mandi dan bersih-bersih.. lalu kita makan bersama.." ucap Donald.
"Oke.. daddy.." ucap Alice lalu masuk ke kamarnya.
"Kenan sedikit mirip dengan Satria dulu sebelum mengenal Reina, cukup dingin.." gumam Donald dalam hati.
☘☘☘
Hari pernikahan Sofia dan Alfi pun tiba. Kedua keluarga nampak sibuk mempersiapkannya. Jajaran tim SHIELD pun dikerahkan untuk pengamanan di setiap sudut. Sofia meminta mereka untuk berhati-hati dan melakukan pengecekan mendetail pada para tamu. Dan setiap tamu wajib membawa undangan serta diperiksa identitasnya.
Pagi hari akad pun dilaksanakan di sebuah hotel milik S Group. Acara sakral tersebut pun hanya dihadiri keluarga inti dan kerabat terdekat. Kenan yg memegang kontrol acara tersebut pun memastikan cctv dan keamanan gedung sudah terjamin.
Kini Sofia pun berada di kamarnya yg sedang dirias. Ia dengan sabar menuruti semua keinginan ibunya dan make up artis serta penata rambut. Ia diam dan didandani sedemikian rupa untuk acara pernikahannya kali ini.
"Apa belum selesai?" tanya Reina tiba di kamar tersebut.
"Belum nyonya sedikit lagi.." balas mereka yg mendandani Sofia.
"Oke.. Apa putriku sudah sarapan??" tanya Reina.
"Belum bu, aku lapar.." balas Sofia.
"Sudah Sofia sebentar lagi akan ada yg mengantarkan sarapan.. kau sabar ya sembari dirias.. " ucap Reina.
"Terimakasih ibu.." ucap Sofia.
"Ya.. ibu akan disini sampai kau selesai.." ucap Reina.
Dengan telaten Reina menemani Sofia hingga menjelang akad. Ia menemani Sofia bahkan sampai menyuapi putri satu-satunya tersebut makan. Sungguh ia terharu karena akhirnya putrinya yg terlihat sangat tomboy dan jarang berdandan justru menikah lebih dahulu dibanding Kenan yg selalu jadi idola baik masa sekolah maupun dikantornya sendiri.
"Akhirnya putriku menikah juga, Sofia kau sangat beruntung bisa menikah dengan Alfi yg sangat sabar dengan sikapmu.." gumam Reina dalam hati.
"Sudah selesai nona, nona bisa bercermin dan katakan saja jika ada yg kurang.." ucap make up artis tersebut.
"Baiklah mari kita lihat hasil karya kalian.." ucap Sofia menatap cermin besar di depannya.
"Apa benar ini aku?." tanya Sofia.
"Nona apa kami berbuat salah?? apa nona tidak suka riasan wajahnya??" tanya make up artis khawatir karena waktu sudah mepet.
"Tidak, kalian bekerja dengan baik.. aku tak menyangka bisa terlihat seperti ini.." ucap Sofia dan mereka pun merasa lega.
"Putriku benar, putriku sangat cantik dengan riasan dan tatanan rambutnya. Sangat cocok dengan kebaya yg digunakannya.." ucap Reina dan mereka berdua pun hanya mengangguk sembari tersenyum senang.
"Baiklah Sofia sekarang, kita tunggu aba-aba tim SHIELD yg akan menjemputmu.." ucap Reina.
__ADS_1
"Baik ibu.." ucap Sofia lalu meraih ponselnya dan melihat grup obrolan tim SHIELD.
"Sofia kenapa kau bermain ponsel?" tanya Reina.
"Aku hanya mengecek keadaannya bu.. aku ingin memastikannya.." ucap Sofia.
"Sofia hari ini kau ratunya, jadi jangan pikirkan pekerjaan.." ucap Reina.
"Ya karena aku ratunya aku harus tahu kalau semuanya berjalan dengan baik.." ucap Sofia sembari mengetik pesan di obrolan grup yg berisi anak buahnya.
"Oke.. oke.. tapi jangan lama-lama karena kau harus fokus pada acara ijabnya.." ucap Reina.
"Siap ibu.." ucap Sofia tersenyum.
Setelah mengirim pesan pada seluruh anak buahnya Sofia pun meletakkan ponselnya dan menunggu aba-aba jemputannya.
Tak berselang lama, tim SHIELD yg bertugas menjemput Sofia pun tiba. Mereka segera bersiap-siap, dan pergi dari ruangan itu.
"Ibu aku gugup sekali..." ucao Sofia.
"Kau tenang dan fokus.. jangan sampai kau salah sebut.. ibu juga dulu begitu tapi kita harus mengontrol diri kita dengan baik.." ucap Reina menggenggam tangan putrinya yg mulai dingin.
"Baik ibu aku mengerti.." ucap Sofia.
Reina pun menggenggam tangan Sofia sampai tiba di tempat ijab yg sudah disiapkan. Disana Alfi beserta seluruh keluarga dan kerabat sudah hadir. Sofia melihat pemandangan tak biasa yaitu Kenan duduk bersebelahan dengan Alice. Yg lebih mencoloknya lagi pakaian mereka couple. Sofia pun tersenyum saat menatap wajah Kenan adik kembarnya itu.
"Yah ternyata pilihanmu tak jauh-jauh Ken.. " gumam Sofia dalam hati.
Alfi pun melihat Sofia yg tampil cantik. Ia terpesona dengan calon istrinya yg akan segera sah dalam hitungan menit itu. Saat Sofia duduk disampingnya, bisa dirasakan atmosfir pun meningkat. Ia sedikit tegang dan mencoba menenangkan diri.
"Aku juga gugup, tapi kau harus lancar dalam satu tarikan nafas .. ingat jangan salah sebut.." bisik Sofia.
"Baik.." balas Alfi yg gugup.
Alfi pun mencoba menenangkan pikirannya, apalagi setelah penghulu memulai acara ijab kabul tersebut. Satria pun menjabat tangan Alfi yg dingin dan tersenyum.
"Santailah anak muda, ini takkan lama.." bisik Satria pelan.
Lalu ikrar suci itupun diucapkan oleh Alfi dengan benar dan satu tarikan nafas. Ia begitu lancar mengucapkan apa yg telah ia hafalkan selama 3 hari terakhir. Sofia pun begitu lantang mengucapkan kalimat syahadatnya. Hingga semua orang berkata "SAH..".
"Bagaimana para saksi Sah???" tanya penghulu.
"SAH.."
"SAH.."
"SAH.."
"Alhamdulillah.." ucap penghulu dan diikuti oleh semua orang yg hadir disana. Hingga doa pun dipanjatnya dan semua orang terharu terutama Satria dan Doni. Doni tak sanggup membendung air matanya. Ia terharu melihat cucu kebanggaannya menikah, dan tak memperdulikan image-nya yg terkenal garang di depan anak buahnya hingga menangis sesenggukan.
__ADS_1