
Sore pun tiba, dan semua karyawan satu persatu keluar dari kantor menuju rumahnya masing-masing. Tuan Valentino seperti biasa bersama para bodyguardnya pulang beriringan. Rose pun kembali mengemudikan mobilnya. Entah mengapa ia lebih merasa seperti sopir daripada bodyguard. "Huft.. apakah ayah juga melalui ini dahulu.." gumamnya dalam hati.
Setibanya di rumah, tuan Valentino langsung melenggang masuk ke rumahnya dan menuju kamarnya. Para bodyguard pun bersiap di posisi masing-masing yg telah diatur. Rose pun masih di posisi yg sama. Taman yg indah dengan banyak tanaman membuat udara disekitarnya terasa segar. Namun tiba-tiba ia mencium aroma asap rokok menusuk ke hidungnya. Saat mencari sumber bau ia pun dikejutkan dengan kemunculan Chris.
"Hai Rose.." ucap Chris santai.
"Iya tuan.. maaf asap rokok anda .." balas Rose menutup hidungnya.
"Oh.. maaf Rose aku tak tahu kau tidak menyukainya.." balas Chris lalu mematikan rokoknya.
"Terimakasih tuan.." balas Rose.
"Rose aku ingin memberimu pengumuman penting.. kalau malam minggu nanti mom dan daddy ku akan mengadakan perayaan anniversary mereka yg ke 30 tahun.." ucap Chris.
"Lalu?" tanya Rose yg sudah bisa menebaknya.
"Pasti kau akan hadir dan menjaga keluarga kami bersama bodyguard lainnya, walaupun aku ingin kau datang sebagai tamu dan mendampingiku di pesta.." lanjut Chris.
"Maaf tuan aku merasa tak pantas, apalagi aku hanya seorang bodyguard biasa.. atasanku akan menghukumku jika aku tidak melakukan tugasku dengan benar.." terang Rose.
"Aku mengerti, tapi kau pasti akan repot besok.. " balas Chris.
"Ini memang sudah tugasku tuan, di medan perang sekalipun aku takkan mundur.." ucap Rose membuat Chris diam.
"Baiklah.. apa kau sudah makan?" tanya Chris.
"Sudah tuan.. " jawab Rose.
"Baiklah aku akan masuk ke dalam dulu.." ucap Chris yg sudah kehabisan kata-kata. "Sial.. wanita itu begitu dingin seperti bongkahan es besar.." umpatnya masuk ke dalam kamarnya.
Sementara di atas balkon Valentino tersenyum melihat pemandangan barusan. Walaupun ia tak begitu mendengar pembicaraan Rose dengan kakaknya tapi ia bisa melihat ekspresi kekecewaan dari Chris. "Good job Rose.." gumamnya.
Dan malam pun semakin larut, kini jam kerja Rose telah usai. Ia pun pulang ke apartemen begitu temannya telah bersiap menggantikan posisinya.
__ADS_1
"Aku duluan ya.." ucap Rose.
"Oke hati-hati.."
Rose pun mengemudikan mobilnya menuju apartemennya, ia sudah lelah berdiri berjam-jam. Tapi didepan mobilnya terlihat mobil klasik yg tak asing baginya, apalagi setelah melihat plat nomornya. "Itu kan.. mobil yg kemarin di cafe, coba aku cek lagi nomornya.." gumamnya sembari mengeceknya melalui catatan di ponselnya. Ternyata benar saja, itu mobil yg ia temukan di cafe kemarin. Langsung saja Rose membuntutinya menuju ke sebuah tempat.
Mobil itupun berhenti disebuah gedung tua. Rose pun ikut berhenti dan melihat kiri kanan terlihat beberapa orang masuk menuju gedung tersebut. Dengan membayar tiket, Rose pun ikut masuk karena penasaran. Saat masuk, ia melihat arena tarung bebas disana. Ia pun terkejut melihat isinya sudah dipenuhi penonton. Bahkan beberapa dari mereka memasang taruhan untuk bisa mendapatkan keuntungan dari hasil pertandingan.
Rose pun mencari tempat duduk dan diam mengamati. Lalu orang yg disebelahnya mengajaknya bicara.
"Wah nona.. tak kusangka pertarungan seperti ini menarik juga bagi wanita sepertimu.."
"Iya kelihatannya tempat ini cukup ramai pasti menarik tuan.." ucap Rose. "Orang ini kan salah seorang yg kemarin ada di cafe." gumam Rose dalam hati.
"Iya pertarungannya sangat sengit.. kau lihat saja nona pasti kau akan ketagihan.."
"Tentu tuan.." balas Rose.
Dan pertarungan pun dimulai, kedua petarung bertarung hingga babak belur dan KO. Semua penonton bersorak dan sangat riuh sekali. Sang pemenang pun dengan wajah babak belur berusaha tersenyum merayakan kemenangannya. Sementara yg KO ditandu menuju keluar arena. "Wow cukup mengerikan.." gumamnya.
"Tapi sepertinya seru, bagaimana caranya mendaftar untuk bertarung di arena?" tanya Rose penasaran.
"Ehmm.. kau yakin nona mau ikut bertarung seperti itu, tidak sayang wajah cantikmu.. dan bisa berakibat fatal pula, nona kan masih muda.."
"Ya mungkin akan kucoba lain kali tuan.. terimakasih sarannya aku akan mencoba memikirkannya.." balas Rose.
"Ide bagus nona, selagi masih muda nona bisa lakukan pekerjaan yg tidak beresiko.."
"Terimakasih tuan nasihatnya.." ucap Rose tersenyum.
"Oh iya nona, mereka akan ada setiap hari senin hingga kamis, jumat-minggu mereka akan libur.." ucap pria tersebut lalu ia pamit undur diri.
Rose pun hanya tersenyum, sembari berfikir apa hubungannya orang tersebut dengan D'Textile. Karena sudah semakin larut ia pun memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, ada saja yg mengalangi langkahnya untuk pulang.
__ADS_1
"Hai nona, mau kemana pertandingan di dalam masih akan dimulai.." ucap seorang lelaki.
"Maaf aku permisi karena besok aku akan bekerja.." balas Rose.
"Sombong sekali kau, berani melewatiku.." ucap pria tersebut.
"Lalu apa maumu? ini tubuhku ya terserah padaku.." balas Rose kesal.
"Kau tidak akan bisa kemanapun, kalian tahan wanita ini.." perintahnya kepada orang-orang suruhannya.
"Oh my God.. aku sudah lelah dan masih harus melawan mereka.." umpatnya.
"Kau pasti takut nona.. lihat anak buahku sudah berjaga.." ucapnya sembari melingkarkan tangannya ke bahu Rose.
Rose pun kesal dibuatnya karena disentuh sembarangan. Dengan cepat ia menarik tangan pria tersebut dan menguncinya.
"Aku akan patahkan tangan kotor yg berani menyentuhku sembarangan..!" ucap Rose kesal.
Krakk..!
"AAARGGGGGGHHH..!" teriak pria itu kesakitan.
Melihat beberapa orang maju, ia pun mendorong pria yg tengah kesakitan itu ke arah orang-orang yg mendekat membuat mereka bertabrakan dan terjatuh. Brughh..
"Dasar bodoh ayo maju lawan gadis sombong itu..!" perintahnya.
"Baiklah.. bersiaplah kalian.." ucap Rose.
Rose pun dikepung beberapa orang namun ia tak gentar sama sekali. Ia memukul balik mereka dan melancarkan beberapa tendangan mematikan ajaran kakeknya hingga membuat mereka KO. Sesekali ia terkena pukulan namun baginya itu sudah seperti makanan sehari-harinya, ia pun bangkit dan balik menyerang. Hingga akhirnya mereka semua jatuh terkapar dan KO.
"Jangan sekali-sekali mengahalangi langkah orang yg tak mengganggu kalian!!" teriak Rose. Dan tanpa sadar pertarungannya pun ditonton oleh orang yang sedang keluar gedung. Mereka pun bersorak, membuat Rose merasa tak nyaman. Ia pun segera bergegas menuju mobilnya dan pulang ke apartemennya.
Ia pun melihat jam yg melingkar di tangannya. "Sekarang sudah pukul 3 pagi, semoga Kenan tak menungguku karena aku sudah bilang akan mengirimkan laporannya esok pagi.." gumamnya sambil menyetir.
__ADS_1
Sesampainya di apartemen ia pun membersihkan tubuhnya. Setelah itu ia bercermin, "Sial sekali harus bertarung melawan petarung jalanan dan meninggalkan luka lebam.." ucapnya melihat lengan dan pipinya.
Rose pun mengobati lukanya dengan salep dan langsung merebahkan tubuhnya karena lelah sekali. Setelah seharian ia hanya berdiri, dan harus bertemu dengan petarung jalanan saat ia akan pulang ke apartemen. "Apakah Ibu dan Ayah baik-baik saja sekarang.." gumam Rose menatap langit-langit kamarnya. Hingga rasa kantuk pun menyerang dan membuatnya tertidur lelap.