Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.105


__ADS_3

Sofia pun keluar dari kamar tersebut, tapi Vall berteriak dan para pengawalnya pun muncul menghadang Sofia.


"Pengawall cepat tahan Sofia jangan sampai kabur!" teriak Vall.


"Oh Sial..! ayo maju sini .." ucap Sofia mulai bersiap menghajar mereka semua.


Hingga terjadilah perkelahian yg tak bisa dihindari. Sofia pun menghajar siapapun yg menghalangi jalannya. Dan dapat dipastikan mereka bukan tandingan bagi Sofia hingga mereka semua mudah dilumpuhkan dalam sekejap.


Bughh..Bughh..Bughh..


Sofia pun berlari menuju sebuah kendaraan motor yg baru saja terparkir disana. Ia pun mendorong pengawal yg baru tiba disana dengan menggunakan motor hingga terjatuh. Saat itulah Sofia langsung tancap gas dan pergi dari lokasi itu.


Sementara Vall yg masih kesakitan karena organ vitalnya ditendang oleh Sofia pun baru keluar dari dalam kamarnya dan menyaksikan anak buahnya tumbang oleh Sofia. Ia pun berteriak kesal pada mereka semua.


"Hei.. apa yg kalian lakukan?? cepat bangun dan kejar calon istriku..!" perintah Vall.


Sebagian dari mereka pun bangkit tapi sebagian lagi pingsan hingga tak bisa berdiri. Mereka mengejar Sofia dengan mobil dan beberapa motor yg tersedia. Sementara Sofia sudah mulai menjauh dari tempat tersebut.


"Sial, kemana aku harus melaju sekarang??" gumam Sofia.


Sofia pun terus berjalan dengan kecepatan tinggi agar menjauh dari tempat tersebut. Ponselnya tak dapat berfungsi karena tidak ada koneksi internet dan jaringan selullar pada ponselnya. Ia harus terus melaju menuju jalan besar. Ia pun berfikir dimana Alfi berada karena harusnya ia sudah berada tak jauh darinya.


Sofia yg melaju dengan kecepatan tinggi pun tanpa sadar hampir menabrak sebuah mobil. Hingga ia harus membanting setirnya ke arah kiri.


Brakkk...


Motor yg dikendarai Sofia pun terpental begitu juga dengan Sofia. Sementara si pengemudi mobil yg tak lain adalah Alfi pun terkejut hingga ia langsung keluar dan menghampiri pengendara motor yg tak lain adalah Sofia.


Alfi menghampiri seorang wanita yg mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan membantu mengangkat motornya yg menimpa sebelah kakinya.


"Nona sadarlah.." ucap Alfi mencoba membuka helm yg dikenakan Sofia dengan perlahan.


"Sofia...!" ucap Alfi begitu helm yg dikenakan berhasil terlepas.


"Ehhhmm.. Alfi.. ayo kita kabur dari sini.. mereka sedang mengejarku.." ucap Sofia yg tersadar.


"Iya ayo kita masuk ke dalam mobil.." balas Alfi langsung membopong tubuh Sofia ke dalam mobil.


Setelah memasukkan Sofia ke dalam mobil, Alfi pun duduk di kursi kemudi dan melaju meninggalkan lokasi tersebut. Ia mengemudi seraya bertanya bagaimana keadaan Sofia. Alfi sudah tak sempat memeriksa keadaan Sofia karena Sofia terus memintanya pergi dari tempat tersebut.


"Sofia bagaimana kondisimu?" tanya Alfi.


"Sudah aku tak apa, cepat kita keluar dari tempat ini.. kau tahu arahnya kan?" tanya Sofia.


"Ya aku tahu karena ku tadi berputar-putar mengelilingi tempat ini.." balas Alfi.


"Baguslah kita harus pergi sebelum mereka menemukanku.." ucap Sofia.


"Tapi bagaimana kondisimu, kapan kau peduli pada dirimu sendiri..?" tanya Alfi kesal.


"Aku baik-baik saja, hanya sedikit lecet.." balas Sofia.


"Lecet darimana kepalamu mulai berdarah.. ini ada tisu dan saputangan.." ucap Alfi memberikan tisu dan sapu tangan pada Sofia.

__ADS_1


"Oh iya.. terimakasih.." balas Sofia.


Sementara Alfi yg kesal terus mengemudi hingga mereka keluar dari area tersebut. Tak berselang lama, Kenan pun menghubunginya.


"Hallo Ken, aku sedang bersama Sofia.."ucap Alfi ditelepon.


"Oh baguslah, bagaimana keadaannya?" tanya Kenan.


"Kami bertemu saat berpapasan dijalanan.. Sepertinya Sofia kabur dan sedang dikejar oleh Vall beserta anak buahnya.. " ucap Alfi.


"Memang apa yg terjadi?" tanya Kenan.


"Kau tanya sendiri pada kakakmu, karena ia tak menjawab pertanyaanku dan langsung minta diantar pulang.." ucap Alfi kesal..


"Kalian bertengkar lagi?" tanya Kenan bingung.


"Sudahlah Ken, aku akan membahasnya nanti.. siapkan saja tim SHIELD di sekitarku jika mereka muncul lagi.." balas Alfi.


"Baiklah, aku akan meminta ayah untuk mengirimnya ke lokasimu.. " balas Kenan.


"Ya sudah ya aku ingin ngebut dulu biar mereka tak mampu mengejar.. " ucap Alfi.


"Baiklah hati-hati.." balas Kenan.


Alfi pun memutuskan panggilannya dengan Kenan.


"Apa itu Kenan?" tanya Sofia.


"Tidak langsung pulang saja.. " balas Sofia.


"Kalau kau mau masuk rumah sakit karena kehilangan banyak darah sih tak apa.." balas Alfi.


"Baiklah kalau begitu.." ucap Sofia.


Alfi pun menghubungi kenalannya di daerah itu dan pergi menuju ke tempatnya. Tak berselang lama mereka pun sampai di klinik milik kenalan Alfi.


"Kita dimana?" tanya Sofia.


"Sudah turun saja.. bisa berjalan tidak?" balas Alfi.


Sofia pun mencoba berdiri tapi hampir jatuh, hingga Alfi membopongnya lagi masuk ke dalam. Kenalan dari Alfi pun menyambut kedatangan mereka dan mau membantu mereka. Dengan cekatan Alfi mengobati luka-luka Sofia dan Sofia mencoba tenang saat diobati.


Setelah selesai Alfi pun berterimakasih pada kenalannya dan langsung pamit undur diri karena harus mengantarkan Sofia pulang.


"Terimakasih teman, aku akan membalas kebaikanmu ini.." ucap Alfi.


"Ok tak masalah, sepertinya gadis itu kekasihmu.." ucap Albert kenalan Alfi.


"Nanti aku ceritakan saat kita bertemu lagi.. " balas Alfi tersenyum.


"Ok.. sampai jumpa lagi.. semoga cepat sembuh nona.." balas Albert.


"Ya sampai jumpa.." balas Alfi, sementara Sofia hanya tersenyum.

__ADS_1


Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ke apartemen Kenan. Diperjalanan Sofia nampak kesal pada Alfi.


"Kenapa wajahmu seram sekali menatapku?" tanya Alfi.


"Masih tak sadar juga kesalahanmu.." ucap Sofia.


"Kau yg tak mau bercerita jujur bagaimana yg terjadi hari ini malah balik menyalahkanku yg tak melakukan apapun.." ucap Alfi.


"Tak melakukan apapun kau bilang?? aku ini hampir diperkosa oleh Vall, dan dia menaruh obat perangsang diminumanku.." ucap Sofia kesal.


"Apa kau meminumnya?" tanya Alfi.


"Tentu saja tidak, jika kuminum mana bisa aku membantai anak buahnya yg berjaga disana bahkan mengendarai motor.." ucap Sofia.


"Baguslah kalau begitu.. kau bisa menjaga dirimu dengan baik.." ucap Alfi tenang.


"Kau masih tak sadar kesalahanmu?" tanya Sofia masih kesal.


"Memangnya apa yg kulakukan? aku sudah menyelamatkanmu, membawamu pergi jauh, bahkan menemui kenalanku demi mengobati lukamu.." ucap Alfi bingung.


"Kau masih tidak sadar juga..?" tanya Sofia hingga Alfi frustasi dan menghentikan mobilnya di sebuah rest area.


"Jadi ini rasanya menghadapi wanita yg menuntut para pria untuk selalu peka, dan membuat Pria selalu salah dimata mereka?" umpat Alfi dalam hati.


"Kenapa kita disini..?" tanya Sofia.


Alfi pun langsung berpindah tempat duduk di kursi belakang.


"Apa yg mau kau katakan? apa kesalahanku..? cepat jelaskan?.." ucap Alfi mendekati Sofia.


"Hmm kenapa dekat-dekat? mundur.." ucap Sofia malu.


"Kenapa ?? Vall kan juga pasti mendekatimu tadi.. jadi cepat katakan apa salahku..? " ucap Alfi menatap mata Sofia.


"Kau.. Kauu kenapa tidak menjawab pertanyaan temanmu?" tanya Sofia malu.


"Pertanyaan?? Oh itu, bukankah kau bilang kita harus berakting dahulu sebelum masalah ini selesai.." balas Alfi tersenyum menyadari kesalahannya.


"Memangnya Vall mengenal kenalanmu? kan belum tentu.." balas Sofia.


"Ok.. maafkan aku, tapi aku hanya tak ingin membuatmu dan Kenan jadi susah hanya karena ingin dianggap kekasih.." balas Alfi.


"Baiklah kumaafkan, tapi kau sekarang kembali ke tempat dudukmu.." ucap Sofia malu.


"Baiklah.." balas Alfi tapi justru malah mencium bibir Sofia.


Setelah melakukan itu, ia langsung kabur kembali ke tempat duduknya semula. Sementara Sofia masih mematung di kursinya. Tak berapa lama, Sofia tersadar dan menatap Alfi kesal.


"Kau ini benar-benar kurang ajar sudah mengambil Firstkiss milikku..!" ucap Sofia berusaha bangkit dan memukul bahu Alfi.


"Hahaha.. berarti aku pria paling beruntung daripada mafia gila itu..!" ucap Alfi tertawa menahan pukulan Sofia.


"Dasar..!" ucap Sofia kesal padahal dalam hatinya ia sangat gugup. "Akhh jadi ini rasanya berciuman.. untunglah itu Alfi bukan si mafia gila.." gumam Sofia dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2