Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.109


__ADS_3

Sofia pun pulang setelah makan siang dengan Vall, tapi ia kembali ke apartemen baru yg ia beli kemarin. Ia benar-benar berniat untuk meyakinkan Vall kali ini. Kenan, Satria, Reina dan juga Alfi akan pulang ke Indonesia sesuai rencana mereka. Walaupun mereka dengan berat hati mengikuti rencana gila Sofia.


Sementara Satria ia menghubungi kenalannya di bidang hukum untuk menangkap Vall. Dengan sejumlah bukti yg sudah Sofia kumpulkan, Satria terbang ke beberapa tempat. Sementara Kenan, Reina dan Alfi menuju Indonesia.


Disini Sofia mulai lagi hidup sendiri, ia menata semua rencananya dan berusaha untuk menghindari pertikaian. Hingga saatnya tiba ia akan mengerahkan segala kekuatannya untuk menghancurkan BlackStar dan juga Vall.


Sesekali Alfi menelponnya karena rindu, tapi ia dilarang keras oleh Sofia pergi ke negara ini sebelum semua persiapan mereka selesai. Ditambah lagi Vall seperti mencurigai adanya hubungan diantara Alfi dan juga Sofia.


Sofia menjalani hari-harinya dengan memasang wajah manis yg memuakkan. Tapi harus ia lakukan agar bisa menghancurkan BlackStar. Hari ini ia diajak Vall pergi ke markas BlackStar disalah satu mansionnya. Pagi-pagi sekali Vall sudah tiba di apartemen Sofia, tapi Sofia tak membukakan pintunya karena takut Vall berbuat yg tidak-tidak. Hingga ia selesai barulah Sofia membuka pintu dan langsung keluar.


"Apa kau sudah lama menunggu?" tanya Sofia.


"Baru 10 menit.." jawab Vall.


"Maaf.. ayo kita berangkat.." ucap Sofia.


"Apa kau belum mempercayaiku Sofia?" tanya Vall.


"Aku masih trauma atas kejadian kemarin, jadi aku lebih nyaman sendirian di apartemenku.." jawab Sofia .


"Maaf sudah membuatmu trauma.." ucap Vall.


"It's ok.. aku hanya butuh waktu untuk kembali mempercayaimu.." ucap Sofia.


"Baiklah, ayo kita berangkat.." ajak Vall menggandeng tangan Sofia.


Sofia pun hanya tersenyum padahal dalam hatinya ia ingin meremas tangan Vall kuat-kuat. "Sabar Sofia jangan merusak aktingmu.." gumam Sofia dalam hati.


Setelah menempuh jarak yg cukup jauh, akhirnya mereka sampai di markas BlackStar, sebuah mansion besar milik Vall. Sofia melihat gedung besar tersebut beserta anggota BlackStar yg sedang berjaga. Bisa dibilang ada banyak sekali pasukan disini. Bahkan disini juga ada banyak pasukan yg sedang berlatih.


"Selamat datang Sofia.. mari kita masuk ke dalam.." ucap Vall yg disambut oleh anak buahnya yg berjaga di gerbang depan.


Setelah memasuki area dalam, Vall pun memarkirkan mobilnya tepat di pintu masuk dan menyuruh anak buahnya untuk merapikan parkirannya. Vall tak ingin Sofia lelah karena berjalan jauh.


Dan disana Sofia melihat banyak hal, mulai dari ruang kontrol, cctv yg diretas di beberapa jalanan, produksi obat-obatan terlarang, gudang senjata, bahkan sampai ladang ganja yg ditanam di kebun belakang. Sungguh tempat yg menyeramkan bagi Sofia. Seketika ia tahu, bagaimana bisa pesawat kedua orangtuanya dibajak oleh mereka.


Vall pun mengajak Sofia pergi ke beberapa tempat, karena tempatnya cukup luas jadi memakan waktu selama beberapa jam. Hingga waktunya makan siang, mereka pun berhenti dan beristirahat di sebuah taman.


"Sudah jam istirahat, ayo kita makan siang.." ucap Vall.

__ADS_1


"Bolehkah aku makan siang di taman sebelah sana.. sepertinya aku butuh udara segar.." ucap Sofia.


"Baiklah, aku akan menyuruh pelayan untuk membawakannya ke meja taman disana.." ucap Vall.


"Oke.. aku langsung tunggu disana saja.." ucap Sofia.


"Ya, tunggu aku sebentar.." ucap Vall.


Sementara Sofia terus berjalan menuju taman tersebut. Udara yg sejuk membuatnya lebih tenang dan lebih baik. Ia pun berkeliling disekitar sana, hingga ia melihat pasukan BlackStar keluar dari ruang bawah tanah. "Apa?? jadi disini ada ruangan bawah tanah..?" gumam Sofia dalam hati.


Tapi Sofia langsung pergi ke tempat duduk melihat Vall mulai mendekati taman.


"Apa kau menyukainya?" tanya Vall setelah mendekat.


"Ya aku suka taman seperti ini, sejuk dan udaranya bersih.." jawab Sofia.


"Baguslah jika kau suka.. aku memesan beberapa menu jadi kita tunggu disini sebentar.."ucap Vall.


"Oke.. apa masih ada beberapa tempat lagi yg belum aku kunjungi?" tanya Sofia memancing Vall.


"Sudah semua, kau bahkan melihat gudang senjata milikku.. " ucap Vall.


"Oke.. baiklah, nanti akan ku jadwalkan untuk mengunjungi Markas SHIELD.." balas Sofia.


"Akan bagus jika aku tahu situasi disana.. Dan Sofia tak tahu markas ku yg sesungguhnya.." gumam Vall dalam hati.


"Cih.. dasar mafia gila, kau berusaha membodohi ku? aku akan mencaritahu apa isi ruang bawah tanah tersebut.." gumam Sofia dalam hati.


Tak berselang makanan pun tiba, para pelayan sedang membawa makanan yg akan mereka santap siang ini. Dan setelah semua tersedia, mereka berdua pun makan dengan tenang.


Setidaknya Sofia bisa makan dengan dengan udara yg segar dan pemandangan yg bagus, walaupun ia sudah tahu masih ada yg disembunyikan oleh Vall.


Satu persatu mulai dari hal kecil, Sofia mengetahui masih ada yg disembunyikan Vall darinya. Hingga ia menyadari Vall mempunyai niatan lain, mungkin jika mereka benar menikah, Vall akan menguasai SHIELD dan mengubahnya menjadi pelindung bagi BlackStar. Memikirkannya saja membuat Sofia merinding.


"Semoga aku bisa mencegah segala hal buruk terjadi.." gumam Sofia dalam hati.


Setelah makan, Sofia ingin segera pulang dan beristirahat. Tapi Vall mengajak Sofia untuk pergi ke sebuah Mall membeli beberapa pakaian. Sofia pun mengikutinya, hingga ia merasa lelah saat menunggu Vall mencari pakaian kantor.


"Sofia bagaimana yg ini?" tanya Vall.

__ADS_1


"Bagus, cocok untukmu.." balas Sofia.


"Lalu kalau antara 3 ini kau suka yg mana?" tanya Vall.


"Warna abu-abu bagus untukmu terlihat cerah, warna biru cocok jika ada meeting, dan yg hitam juga terlihat memiliki kesan tegas.." ucap Sofia objektif.


"Jadi aku akan membeli ketiganya jika begitu.." balas Vall.


"Ya beli saja ketiganya, merknya bagus dan kualitasnya juga bagus kau pasti tak menyesal.." ucap Sofia.


"Baiklah.. terimkasih Sofia atas sarannya.." balas Vall lalu pergi ke kasir untuk membayar.


Setelah membayar, Vall melihat Sofia tengah menguap tanda ia mulai lelah. Vall pun mendekatinya dan mengajaknya pulang.


"Sofia apa kau sudah lelah?" tanya Vall.


"Ya aku lelah jika harus pergi ke mall begini.." ucap Sofia.


"Lalu bagaimana jika kau ingin membeli pakaian?" tanya Vall.


"Aku panggil desainernya ke rumah dan mengukurnya agar ukurannya pas, lalu barang tiba dirumah.. ya aku sangat jarang berbelanja ke mall karena aku lebih suka belanja lewat online." ucap Sofia.


"Wah sepertinya kau tidak suka ke mall.." ucap Vall.


"Ya begitulah.. lebih baik aku ke restourant atau cafe seharian daripada ke mall.." ucap Sofia.


"Baiklah aku akan mengantarmu pulang .. kau terlihat begitu lelah.." ucap Vall.


"Baguslah jika kau mengerti.." ucap Sofia.


Vall pun mengantarkan Sofia pulang ke apartemennya. Dan lagi-lagi Vall belum diijinkan masuk ke dalam, hingga Vall memakluminya. "Aku harus bersabar menghadapinya.." gumam Vall dalam menghadapinya.


Sementara Sofia ia menyalakan laptopnya dan mulai menghubungi anak buahnya guna mempersiapkan rencana untuk mengajak Vall ke markas SHIELD. Sofia sudah memiliki ide sama seperti Vall ia tak ingin orang tersebut tahu segala hal mengenai SHIELD.


"Kalian lakukan saja sesuai perintahku.." ucap Sofia.


"Siap nona.. bagaimana dengan tuan Doni dan juga tuan Satria..?" tanya mereka.


"Mereka urusanku, kalian kerjakan saja perintahku.." balas Sofia.

__ADS_1


"Baik nona.."


"Jika kau bisa menyembunyikan sesuatu mengenai BlackStar, aku pun mampu melindungi SHIELD dengan caraku.." gumam Sofia dalam hati.


__ADS_2