
Sofia yg melihat putrinya murung pun mendekatinya. Dikamarnya Diana hanya membaca buku-buku komik. Sofia pun mendekat dan bicara padanya.
"Diana sedang apa?" tanya Sofia.
"Baca komik mom.." jawab Diana.
"Kenapa kau jadi pendiam? ada masalah? nilaimu jelek? atau apa?" tanya Sofia.
"Mom apa aku gendut? kacamataku norak? dan aku juga jelek?" tanya Diana dengan serentetan pertanyaannya.
"Mau mom jawab jujur?" tanya Sofia.
"Harus mom.." ucap Diana.
"Ya.. kau masih gendut walau tak segendut dulu.. hanya kurang proporsional saja.. Lalu kacamatamu lebih ke lucu seperti anak-anak karena kau memang masih seperti itu, dan jelek? tentu tidak hanya kau saja belum bisa mengerti style." ucap Sofia.
"Mom aku mau operasi mata, aku sebal memakai kacamata.." ucap Diana.
"Kau yakin?" tanya Sofia.
"Ya mom, aku sanggup menahan sakitnya.." ucap Diana.
"Oke.. mom akan bicarakan pada Dad.." ucap Sofia.
"Lalu, aku akan diet dengan sungguh-sungguh.. bantu aku mom.." ucap Diana.
"Tentu Sayang, kau hanya perlu menghindari makanan manis kesukaanmu, kau sanggup?" tanya Sofia.
"Oke.. aku akan mencobanya." ucap Diana.
"Lalu kau mau ke sekolah mana?" tanya Sofia.
"Aku tidak yakin mom." ucap Diana.
"Kenapa? kau kan ingin masuk ke sekolah F.." ucap Sofia.
__ADS_1
"Aku tak tahu mom, ada anak menyebalkan pasti disana.." ucap Diana.
"Kau menghindarinya? kau takut?" tanya Sofia.
"Sedikit, aku hanya tak ingin membuat masalah yg membuatku repot.." ucap Diana.
"Oke.. nanti kita pikirkan.. kau persiapkan dirimu untuk pergi ke Singapura besok.." ucap Sofia.
"Secepat itu, tidak bisa disini saja..?" tanya Diana.
"Kita akan liburan dulu disana.." ucap Sofia.
"Oke mom.." balas Diana senang.
Sofia pun tahu apa yg dialami Diana, ia pasti jadi tak percaya diri sampai berani melakukan operasi untuk mengobati mata minusnya. Karena Diana sangat takut dengan jarum suntik apalagi harus dioperasi dipastikan anak itu akan langsung kabur ke arah grandmomnya.
Namun, Sofia jadi bersyukur semoga saja Diana jadi belajar untuk lebih berani dan berubah karena Sofia takut Diana menjadi semakin dibully. Belum lagi kalau bentuk tubuhnya besar bukan tidak mungkin Diana menjadi obesitas dan sulit bergerak.
Keesokannya Diana pergi ke Singapura. Alfi yg mendengar cerita dari Sofia 3 hari yg lalu pun mempersiapkan jika Diana meminta operasi mata. Karena menurut Sofia bukan tak mungkin Diana jadi termotivasi untuk berubah. Dan hal itu pun terwujud.
Setelah tiba di Singapura, Dadnya pun menjemput dan mereka makan bersama. Lalu Diana diajak jalan-jalan dan berbelanja disana. Diana diajak masuk ke toko baju satu dan yg lainnya. Ia dipilihkan baju-baju remaja untuk menunjang penampilannya, karena selama ini ia selalu memakai baju-baju yg imut dan kekanak-kanakan.
Keesokan harinya barulah Diana diperiksa di rumah sakit ayahnya. Diana akan dijadwalkan operasi 3 hari lagi. Jadi Diana diminta untuk mempersiapkan diri. Diana pun menyanggupi dan mulai bersiap walaupun ia takut setengah mati.
Hingga saat operasi ia ditemani momnya, dan juga daddynya yg selalu memberi arahan. Bahkan nenek dan kakeknya pun tiba hanya untuk menunggu operasi cucunya. Selama operasi Diana diminta untuk santai dan memikirkan hal lain. Sofia selalu memegang tangan putrinya dan berkata semua akan baik-baik saja.
Setelah selesai, semua keluarga pun telah menunggu di depan. Sofia tersenyum pada keluarganya menandakan operasinya berhasil. Semua pun ikut bahagia karena Diana kini tak lagi memakai kacamata.
Beberapa hari setelah operasi, Diana pun bisa membuka mata dan melihat dengan jelas tanpa kacamata. Ia pun senang bukan main tak lagi harus memakai kacamata. Ia langsung disambut hangat nenek dan kakeknya. Mereka membawa bunga dan kue-kue manis. Diana pun melirik momnya.
"Boleh, kau makan saja sepuasmu. Nanti setelah sembuh barulah kau memulai dietmu.." ucap Sofia.
"Terimakasih mom.." ucap Diana.
"Diana, grandmom senang kau sudah berani. Kau mau hadiah apa?" tanya Reina.
__ADS_1
"Apa saja grandmom, kecuali makanan manis karena aku harus diet.." ucap Diana.
"Hahaha.. cucuku sudah remaja sekarang, nanti kita belanja sayang.." ucap Reina.
"No, aku akan belanja pakaian setelah aku kurus.. kan sayang kalau baju-bajunya kebesaran kalau aku kurus.. hehe.." ucap Diana.
"Haha.. cucuku kau ini kan bisa beli lagi.. " ucap Reina.
"Jadi kau mau hadiah apa dari grandma?" tanya Siska.
"Apa saja, aku bingung kalau ditanya begini.. hehe." ucap Diana
Pasca operasi, Diana pun bisa melihat dengan jelas walaupun masih belum 100%. Karena dia harus, selalu melakukan cek setiap bulan. Ia juga masih harus memakai pelindung mata, dilarang mengucek mata, bahkan berenang. Walaupun masih ada beberapa gejala normal pasca operasi yg mengharuskan Diana berhati-hati.
Sofia pun mengajak Diana untuk tinggal di Singapura untuk beberapa bulan kedepan sampai Diana siap untuk kembali ke Indonesia dan bersekolah. Diana pun setuju dan ia hanya akan menjalani homeschooling. Selama itu juga Diana menjalani pengobatan untuk memulihkan kondisi matanya pasca operasi yg memakan waktu beberapa bulan sampai benar-benar sembuh.
Selama itu juga Sofia menghadapi rasa takutnya untuk tinggal di Singapura. Ia masih memiliki trauma namun demi Diana ia rela melakukannya. Diana pun hanya bisa berhubungan dengan teman-temannya lewat telepon. Dan mereka bertemu saat liburan tiba. Mereka melihat Diana sudah tidak memakai kacamata minus lagi dan juga Diana sudah terlihat percaya diri.
Lalu tentang Derrick, ia masih merasa bersalah pada Diana. Ia mencaritahu dimana Diana tapi Nada dan Fita tak memberitahukan keberadaannya dari siapapun. Hingga Derrick hanya bisa pasrah karena ia juga akan segera pindah ke US bersama keluarganya. Ia masih merasa berhutang maaf pada Diana.
Setahun kemudian, Diana kembali ke Indonesia. Ia merasa sudah lebih baik dan bisa melihat normal tanpa kacamata. Ia memberanikan dirinya untuk sekolah di tempat Fita dan Nada, sekolah umum dimana ada banyak murid yg mungkin berasal dari smpnya.
Setelah memantapkan hati, Diana pun bicara pada mom dan Dadnya mengenai sekolahnya. Mereka pun menyekolahkan Diana di tempat dimana ia mau, yaitu satu sekolah dengan Nada dan Fita.
Diana pun sudah jauh berubah dan lebih berani membuat Fita dan Dina senang. Mereka bersekolah disana hingga lulus dan tak lagi bertemu dengan Cindy. Lalu Diana memilih untuk kuliah di Singapura, begitu juga kedua temannya yg diminta orang tuanya untuk kuliah diluar negeri. Mereka pun berpisah karena pendidikan yg mereka pilih masing-masing.
Diana pun tinggal di Singapura bersama mom dan daddynya. Walaupun sesekali Sofia dan Alfi harus ke Indonesia. Disana ia memiliki teman baru bernama Sarah, anak dari Nathalie. Mereka juga satu universitas walaupun beda jurusan. Mereka sering bertemu hingga bisa menjadi sahabat baik. Mereka tumbuh bersama dan sesekali bertemu dengan Nada dan Fita sahabat Diana dari Indonesia.
Hingga suatu hari, Diana diberitahu sebuah rahasia tentang kembarannya yg hilang 23 tahun yg lalu. Tepat saat ia ingin sekali bekerja bersama momnya.
"Mom, aku ingin bekerja disini.." ucap Diana.
"Tidak boleh.." ucap Sofia.
"Aku akan tetap mendaftar walaupun mom tidak setuju.." ucap Diana.
__ADS_1
"Oke.. aku ingin lihat apa kau mampu.." ucap Sofia.
Sofia pun melihat kalau putrinya akan mengikuti jejaknya, terlihat kalau Diana serius dalam ilmu beladiri. Ia juga mengikuti kuliah dan meraih prestasi yg bagus. Hingga saat sebelum Diana mendaftarkan diri, Sofia menceritakan segalanya tentang kembarannya. Sebagai gambaran bahwa SHIELD memiliki banyak musuh yg membuatnya bisa kehilangan apapun.