
Mobil yg ditumpangi Sofia dan juga Kenan telah tiba di tempat acara. Para bodyguard pun bersiaga dan membukakan pintu untul kedua atasannya itu. 0ara tamu sudah mulai berdatangan sehingga tempat tersebut kini mulai ramai. Semua personel yg Sofia tugaskan pun telah berada di tempatnya masing-masing. Semua area CCTV pun telah dicek dan semuanya berfungsi dengan baik. Area pintu masuk dan pengecekan para tamu pun sudah aman terkendali, sehingga takkan ada yg bisa masuk tanpa akses khusus.
Kenan pun masuk ke dalam karena ia adalah bintangnya malam ini, sementara Sofia sedang berkeliling melihat-lihat pos penjagaan anak buahnya. Alfi yg hadir pun nampak memperhatikan sikap Sofia yg tengah mengecek keadaan. "Dasar wanita satu ini, padahal ia sudah terlihat anggun tapi masih saja berusaha tangguh.." gumam Alfi dalam hati melihat Sofia dengan gaun indahnya.
Sofia yg tengah melihat-lihat kondisi sekitarnya pun bertemu wanita menyebalkan. Wanita itu tampak mendekati Sofia dan mengejeknya.
"Wah pesuruh sepertimu tidak pantas memakai gaun bagus begini.." ucap seorang yg tak lain adalah Viola mantan kekasih Chris.
Perkataan wanita itupun memancing para bodyguard di sekitar yg hendak mendekatinya dan mengusir wanita tersebut karena berani menghina atasan mereka. Dan Sofia pun menahan mereka agar mereka tetap fokus, karena bagi Sofia wanita tersebut seperti lalat yg sangat mengganggu tapi juga sangat lemah.
"Halo nona Viola, maaf ini di negaraku jadi aku bebas memakai apapun.. kudengar ini acara penting dan sepertinya tuan Kenan hanya mengundang rekan-rekan dari kalangan bisnisnya bukan para model." ucap Sofia.
"Dasar pesuruh tidak tahu sopan, aku ini tunangan tuan Mark.. jadi aku bisa hadir disini.." balas Viola tak mau kalah.
"Kalau begitu nikmatilah acara ini dengan tenang.. karena teman-temanku yg disana membenci keributan" ucap Sofia menunjuk para bodyguard yg menatap Viola dengan tatapan tajam.
"Ba-baiklah.." balas Viola ketakutan ditatap oleh para bodyguard. Viola pun nampak langsung pergi dan terus berada di samping tuan Mark.
"Kerja bagus.. dia itu hanya lalat jadi tak penting dan tak punya kuasa.." ucap Sofia pada bawahannya.
Para bodyguard pun mempercayai ucapan Sofia dan tetap berada di posisi. Apalagi acara malam ini sangat penting dan banyak tamu-tamu penting.
Lalu Alfi yg melihat Sofia pun hanya tersenyum dan mendekatinya.
"Hai Sofia.. kau sedang sibuk?" sapa Alfi.
"Oh, hai Alfi.. ya aku tetap harus bertanggungjawab atas pekerjaan bawahanku.. kalau mereka melakukan kesalahan ya aku juga yg harus bertanggungjawab dan mengatasinya." ucap Sofia.
"Kau benar-benar orang yg bertanggungjawab padahal kini kau sudah memakai gaun dan sepatu heels." balas Alfi.
"Tentu saja Alfi, aku tidak akan melupakan tugasku.." balas Sofia tersenyum.
"Kau mau minum jus?" ucap Alfi menawarkan minuman.
"Iya aku haus, ayo kita kesana.." ajak Sofia.
"Tidak kau disini saja aku yg akan ambilkan.." balas Alfi.
"Terimakasih Alfi .. aku akan menunggu disini.." balas Sofia.
Sementara Alfi pergi untuk mengambilkan jus untuk Sofia. Sofia pun melihat sekitar dan memperhatikan dengan seksama. Ia melihat tuan Val dan nyonya Felix hadir dalam acara tersebut. "Ternyata mereka datang juga.." gumam Sofia. Lalu Alfi pun datang membawa minuman untuk Sofia.
"Ini minumanmu.." ucap Alfi memberikan segelas jus pada Sofia.
"Terimakasih Alfi.." balas Sofia dan langsung meminum jus tersebut.
__ADS_1
"Sepertinya situasinya aman-aman saja.." ucap Alfi.
"Iya, semoga saja tetap aman sampai acar berakhir.. "balas Sofia.
"Mau ikut aku berkeliling? atau kau mau tetap disini?" tanya Sofia.
"Baiklah, aku akan menemanimu berkeliling.." balas Alfi tersenyum. "Inilah momen yg kutunggu.." gumam Alfi dalam hati.
Mereka pun berjalan memantau situasi sekitar, dan para bodyguard pun melaporkam setiap kejadian pada Sofia secara langsung maupun lewat earphone mereka masing-masing. Setelah selesai berkeliling Sofia memilih untuk masuk ke dalam, namun tuan Vall menghampirinya.
"Hai nona Rose bisa kita bicara sebentar?" ucap tuan Vall.
"Baiklah.. " ucap Sofia kemudian memberikan kode pada Alfi. Alfi yg mengerti pun meninggalkan mereka.
"Ayo kita bicara di luar.." ajak Sofia.
Tuan Vall pun mengikuti Sofia menuju ke sebuah taman.
"Silahkan tuan Vall lanjutkan apa yg akan anda bicarakan.." ucap Sofia yg masih berpura-pura sebagai Rose.
"Maaf atas kejadian di negaraku.. apa lukamu sudah sembuh?" tanya tuan Vall.
"Ya bisa anda lihat, lukaku sudah sembuh.. aku tak menyangka saja kalau tuan Felix akan ikut menyerangku juga.." balas Sofia memperlihatkan bekas luka di telapak tangannya.
"Baiklah aku maafkan, jadi berhentilah meminta maaf karena ini bukan lebaran.." ucap Sofia.
"Lebaran?? apa itu?" tanya tuan Vall bingung.
"Itu hari raya umat Islam.. dan kami saling bermaafan.." balas Sofia.
"Sudah selesai bukan, aku sudah memaafkan anda tuan Vall.. kini urusan kita sudah selesai.. " ucap Sofia hendak pergi.
"Tunggu nona Rose.. apa kau pernah mengingatku sebelumnya?" tanya tuan Vall.
"Maksud anda? bukankah kita pertama kali bertemu di negara anda..?" tanya Sofia bingung.
"Tidak, karena aku pernah bersekolah di Indonesia.. kita pernah bertemu sudah lama sekali.." ucap tuan Vall.
"Oke.. dimana itu?" selidik Sofia curiga.
"Aku bersekolah di Xx School.." ucap tuan Vall.
"Maaf aku tidak bersekolah disana.." balas Sofia malas.
"Ya kita memang tidak satu sekolah tapi kita pernah bertemu.. dan kau sempat menolongku saat aku dipalak anak-anak berandalan.." ucap Vall.
__ADS_1
"Aku memang sering membantu orang lain, tapi aku tak bisa mengingat siapa saja yg kubantu.." ucap Sofia.
"Aku anak culun yg memakai kacamata dan selalu memegang buku kamus, aku selalu dipalak saat menunggu jemputanku.." ucap Vall.
"Maaf tapi aku tak begitu mengingatnya.. mungkin aku pernah bertemu dan membantumu.." ucap Sofia.
"Bisakah kita berteman?" tanya Vall.
"Baiklah, kita berteman.. " ucap Sofia.
"Terimakasih.." ucap Vall mengulurkan tangannya.
"Ya.." balas Sofia membalas uluran tangan Vall.
Kemudian Sofia mendengar anak buahnya menghubunginya.
"Sebentar.." ucap Sofia lalu menjauhi Vall.
"Maaf nona.. anda dimana?"
"Di taman.. ada apa? ada yg tidak beres?" tanya Sofia.
"Tim C yg bertugas di pintu masuk tak bisa dihubungi dan memberi kabar.."
"Lalu kau sudah dihubungi tim CCTV.. ?" tanya Sofia.
"Mereka juga tak bisa dihubungi nona.."
"Sial.. kirim tim bantuan dan menyebar.." perintah Sofia. Lalu Sofia menoleh ke arah tuan Vall yg menunggunya.
"Maaf tuan Vall.. aku sedang sibuk, lebih baik anda masuk dan menjaga nyonya Felix karena ada yg tidak beres.." balas Sofia.
"Baik.." ucap Vall meninggalkan Sofia dan masuk ke dalam.
Sofia pun langsung menghubungi Kenan.
"Ken.. mulailah acaranya dan tutup pintu menuju aula utama.." ucap Sofia melalui sambungan telepon.
"Apa yg terjadi diluar.. " ucao Kenan terkejut.
"Ada penyusup dan aku sedang menyelidikinya.. timku sudah memblokir semua akses masuk dan mereka yg didalam juga sudah kukabari.. " balas Sofia.
"Baiklah aku akan memajukan acara.. kau berhati-hatilah kak.." ucap Kenan.
Sementara Kenan mengalihkan perhatian dengan mengajak semua tamu ke aula utama, Sofia dan anak buahnya pun menyebar mencari si pembuat onar.
__ADS_1