Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP259


__ADS_3

Keesokan harinya Diana justru tak bisa dihubungi membuat Kenneth panik. Tapi ia tak bisa berbuat banyak karena ia harus meeting pagi ini. "Aku harus fokus.. nanti juga Diana pasti menghubungi.." gumam Kenneth dalam hati.


Kenneth pun fokus akan semua pekerjaannya di kantor. Sementara Diana ia sudah memulai misi baru dan dikirimkan ke Jerman. Disana ia bertugas untuk menangkap pembunuhan berantai yg meresahkan.


Cukup lama Diana berada disana, hingga harus memakan waktu 2 minggu untuk menangkap pelakunya. Disana Diana sangat berperan dalam penangkapan karena ia yg selalu menjadi umpan. Setelah 1 minggu mengintai, Diana pun masuk ke dalam perangkap sang pembunuh. Tapi Diana justru memanfaatkannya untuk mengorek banyak informasi.


Menurut cerita para keluarga korban, pembunuh tersebut adalah seorang pria yg mengajak putri mereka untuk menikah, tapi setelah menikah putri mereka hilang tanpa kabar. Bahkan tubuhnya pun tak ditemukan dimanapun.


Kini Diana berpura-pura sebagai korban yg akan dinikahi pria mengerikan tersebut. Dan tim alfa bertugas sebagai keluarga Diana yg selalu mengawasi gerak-gerik pria tersebut. Hingga akhirnya Diana mendesak pria itu untuk menikahinya tanpa kehadiran keluarganya karena alasan banyak pertentangan. Si pria pun senang bukan main karena tak harus bersusah payah membuat pesta.


Dan saat detik-detik pernikahan, si pria membawa senjata tajam untuk membunuh korbannya. Diana yg anggota tim alfa pun tak takut dan berhasil melawan. Dengan beberapa pukulan, orang tersebut pun berhasil mundur. Ketika pria itu hendak kabur, semua anggota tim alfa pun mengepungnya dengan menodongkan senjata membuat pria tersebut ketakutan.


"Jangan beegerak jika tak mau menderita? begitu bukan katamu tadi??" ucap Diana.


"Aku dijebak, wanita ini gila.." ucap pria tersebut.


"Kalian bawa pria ini dan kita lihat bukti yg kutemukan.." ucap Diana.


Dan pria tersebut pun berhasil diamankan, serta semua barang bukti dan jenazah para korban diketemukam dirumahnya. Semua keluarga korban pun menangis sedih, bagaimana bisa putri mereka mengalami hal seburuk ini?


Tapi untungnya tim alfa berhasil melakukan misinya dan pria tersebut sudah ditangkap. Pihak keluarga pun berterimakasih pada tim alfa karena telah menangkap pelaku pembunuhan.


Setelah misinya usai, Diana dan tim alfa pun kembali dan melaporkan misi mereka telah sukses. Setelah melapor, mereka dibebastugaskan dan diberi libur. Mereka pun berencana untuk menemui Kenneth. Diana pun setuju karena sudah 2 minggu ini ia tak melihat Kenneth dan lupa memberi kabar.


☘☘☘


Sepulang Diana dari misi, ia kembali ke rumahnya dan disambut dengan ramah oleh keluarganya. Dan lagi lagi perjodohan pun dibahas membuat Diana jengah.


"Aku sudah memilih kekasihku.." ucap Diana.


"Benarkah? coba kenalkan pada mom.." balas Sofia.


"Berhenti pura-pura tak tahu mom.. kau sudah tahu semuanya.." ucap Diana membuat Alfi dan Dion terdiam.


"Baiklah bawa kemari kalau begitu.." ucap Sofia.


"Aku akan membawanya nanti karena sekarang aku lelah.." ucap Diana.


"Diana kenalkan dia pada Dad, Dad ingin lihat bagaimana kepribadiannya." ucap Alfi.


"Kau yakin Diana orang itu yg terbaik?" tanya Dion.


"Ya.. nanti aku ceritakan detailnya." ucap Diana.


Diana pun masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat. Ia harus mengisi energinya karena harus mengecek email-email dari anak buahnya yg mengurus bisnisnya, belum lagi ia harus menghubungi Kenneth.


Diana yg terlalu lelah pun tertidur dan terbagun keesokan harinya. Diana merasa dudah tidur terlalu lama karena sangat lelah. Tiba-tiba Dion mengetuk pintu kamarnya dan Diana membukakan pintunya.


"Masuklah.." ucap Diana.


"Kau baik-baik saja? ada yg cedera?" tanya Dion.


"Tidak ada, hanya luka kecil.." ucap Diana.


"Sini kuobati.." ucap Dion.


Setelah mengobati luka Diana, Dion pun mulai bertanya tentang kekasih Diana. Dan Diana menceritakan kejadian yg sesungguhnya membuat Dion terkejut.


"Kau tak salah pilih orang?" tanya Dion.

__ADS_1


"Tidak, dia cukup bisa diandalkan dan sejujurnya mom menyukainya.." ucap Diana.


"Tapi, dia sudah membuat mom marah.." ucap Dion.


"Ya, aku tahu. Tapi mom juga tak bisa selamanya marah padanya.." ucap Diana.


"Kau yakin dia bisa berakting?" tanya Dion.


"Semoga saja.." ucap Diana tersenyum.


Dan baru saja Diana mengaktifkan ponselnya muncul Dion menelpon.


"Halo sayang.." ucap Diana.


"Darimana saja kau?? kenapa ada misi tak memberitahuku? menghilang begitu saja.." tanya Kenneth.


"Kau merindukanku rupanya.." balas Diana.


"Diana ini tidak lucu.." balas Kenneth.


"Maaf, aku lupa memberitahumu.. Bagaimana kabarmu?" tanya Diana.


"Baik, apa kau tidak terluka?" tanya Kenneth.


"Sedikit, hanya luka kecil.." ucap Diana.


"Segera pergi ke rumah sakit.." ucap Kenneth.


"Kau lupa dirumahku ada 2 dokter hebat.." ucap Diana.


"Baiklah, aku lupa soal itu.." ucap Kenneth.


"Bagaimana kabar kakekmu?" tanya Diana.


"Kenapa? ibuku bahkan sudah tahu tanpa kuberitahu.." ucap Diana.


"Apa?? nyonya sudah tahu??" tanya Kenneth merinding.


"Iya, dia sedang mengawasiku. Lalu kenapa kau tidak cerita pada kakekmu.." ucap Diana.


"Aku takut kau berbohong karena kau tiba-tiba menghilang.." ucap Kenneth.


"Kau sangat berhati-hati.. kini akh sudah kembali jadi katakan saja pada kakekmu.." ucap Diana.


"Baiklah, aku baru bisa mengatakannya.." ucap Kenneth.


"Diana kemarikan ponselmu.." ucap Dion.


"Ini, mau apa?" tanya Diana.


"Kenneth ini aku Dion.." ucap Dion.


"Ya.. ada apa?" tanya Kenneth.


"Jangan macam-macam pada adikku atau kau akan kubuat lumpuh..!" ancam Dion.


"Oke.." balas Kenneth kaku.


"Sudah puas saudaraku?" ucap Diana merebut kembali ponselnya.

__ADS_1


"Maaf Kenneth, kau harus diancam Dion.. Tapi kau juga harus ingat kata-katanya.." ucap Diana.


"Baiklah akan aku ingat.." ucap Kenneth.


Diana pun mematikan telepon dan menatap Dion. Ia tak tahu kalau saudaranya begitu posesif padanya.


"Maaf.." ucap Dion.


"It's oke.. aku paham.." ucap Diana.


"Lusa grandmom akan mengajakmu bertemu dengan cucu kenalannya.." ucap Dion.


"Benarkah?" tanya Diana.


"Ya.. kau bisa membawa Kenneth dan memperkenalkannya agar semuanya dibatalkan.." ucap Dion.


"Bagus, terimakasih saudaraku.." ucap Diana memeluk Dion dengan senang.


"Syukurlah Diana sudah menemukan kekasih pura-puranya, walaupun pura-pura tapi pasti sulit mencari yg seperti itu.." gumam Dion dalam hati.


☘☘☘


Dan hari ini Diana bertemu dengan Kenneth untuk berkenalan pada kakeknya Kenneth, tuan Hayes. Diana bahkan sampai membuatkan roti gandum yg sehat untuk tuan Hayes.


Diana pun pergi dengan mobilnya menuju alamat yg dikirimkan Kenneth. Kenneth juga sedang menuju kesana dari kantornya. Tetapi Diana tiba lebih dahulu.


"Silahkan masuk nona,." ucap penjaga.


"Terimakasih.." ucap Diana.


Disana Diana disambut hangat karena Kenneth sudah memberitahu bahwa Diana akan tiba lebih dahulu.


"Silahkan nona.." ucap pelayan mengantarkan Diana.


Diana pun berjalan menghampiri pria tua yg sedang duduk di taman miliknya.


"Permisi, tuan Hayes.. saya Diana.." ucap Diana.


"Diana?" tanya Tuan Hayes memastikan sembari menatap kayar ponselnya.


"Akhirnya kau datang juga.. kau lebih cantik dari foto aslinya.." ucap Hayes.


"Terimakasih tuan, aku hanya membawakan ini untuk anda." ucap Diana.


"Panggil kakek saja.. dan kau repot-repot segala.." ucap Hayes.


"Aku membuatnya khusus untuk anda .." ucap Diana.


"Benarkah? aku tak salah dengarkan?" tanya Hayes.


"Benar kek, aku dengar kesehatan kakek menurun. Maaf aku hanya bisa membuatkan kakek roti.." ucap Diana.


"Tak apa, aku tak masalah.. Silahkan duduk.." ucap Hayes.


Diana dan Hayes pun berbicara di taman seru sekali. Hingga Kenneth tiba dan Hayes tak menyadarinya. Diana pun harus menyapa Kenneth agar kakeknya tahu keberadaan cucunya.


"Kau sudah datang.." ucap Diana dengan nada lembut.


"Ya.. maaf aku harus mengikuti meeting.. " ucap Kenneth.

__ADS_1


"Tak apa, kakek ternyata sangat ramah.." ucap Diana.


Mereka pun mengobrol santai dan mengalir begitu saja. Hal tersebut membuat Kenneth kagum pada Diana yg mau menanggapi kakeknya yg kadang cerewet, bahkan sampai membawakan roti buatannya.


__ADS_2