
Setelah makan malamnya dengan Claude, Alfi pun berpamitan dan akan menghubunginya lagi untuk menjadwalkan konsultasi istrinya. Claude pun menerima permintaan Alfi tersebut karena ia yakin Alfi begitu mencintai istrinya.
Kemudian Alfi kembali ke Singapura untuk bekerja dan mengatur jadwal keberangkatannya bersama Sofia. Saat kembali, kondisi Sofia sudah lebih baik. Walaupun begitu Sofia masih merasakan sakit kepala yg terangat sangat. Sofia pun memilih untuk beristirahat di apartemennya daripada harus menginap lagi dirumah sakit. Alfi pun menyetujuinya dan segera menceritakan tentang dr.Claude pada Sofia. Sofia pun penasaran dan ingin berkonsultasi pada dokter kenalan suaminya.
Sofia dan Alfi pun berangkat seminggu kemudian, bertepatan dengan Diana dan tim alfa pergi ke negara yg sama. Sofia meminta Diana untuk tak menemuinya jika bukan hal mendesak agar tim alfa tak ada yg tahu identitas Diana yg sebenarnya.
Sofia dan Alfi pergi dengan menaiki pesawat pribadi milik SHIELD. Dan dalam perjalanan panjangnya, Alfi mengatakan untuk rileks pada istrinya. Juga menganggap ini adalah liburan bukan perjalanan untuk berobat. Sofia pun menurutinya dan sebisa mungkin mencari kebahagiaan kecil bersama suaminya untuk menghilangkan luka dihatinya.
Setelah tiba disana, tim keamanan pun sudah menjemput mereka untuk diantar ke hotel. Mereka pun baru berkonsultasi keesokan harinya. Sofia pun nampak santai begitu juga Alfi.
Setelah sampai di rumah sakit, mereka langsung menuju ke ruangan dr.Claude karena sudah membuat janji.
"Selamat datang tuan Alfi.. dan nyonya.. silahkan duduk.." ucap Claude.
"Ayah??" ucap Sofia.
"Sayang dia bukan ayahmu, dan benarkan dia begitu mirip ayahmu.." ucap Alfi dan Claude pun tersenyum.
"Maaf dokter, kau sangat mirip sekali dengan ayahku.." ucap Sofia.
"Tidak apa nyonya.. silahkan duduk.." ucap Claude.
Sofia pun menceritakan detail sakitnya pada Claude dan ia mendengarkan dengan seksama. Kemudian Claude memeriksa dan menganjurkan Sofia untuk melakukan pengecekan menyeluruh. Alfi pun memberikan hasil pengecekan Sofia 1 bulan yg lalu sebagai bahan perbandingan. Setelah melakukan pengecekan menyeluruh, mereka pun pulang dan menunggu hasilnya besok.
"Terimakasih dokter, kuharap kita bisa mendapatkan hasil yg positif.." ucap Alfi.
"Sama-sama tuan, nyonya.. saya berharap pengobatan saya mampu menyembuhkan nyonya.." ucap Claude.
"Ya semoga begitu.." ucap Sofia tersenyum.
Mereka berdua pun kembali ke hotel dan beristirahat. Dan Sofia menceritakan apa yg dirasakannya bertemu dengan Claude. Ia merasa sudah tak asing dengan wajahnya terutama matanya. Namun, Alfi merasa itu karena Claude mirip dengan ayah mertuanya. Dan Sofia pun mengiyakannya walaupun ia merasa ada kontak batin antara dirinya dan juga Claude.
"Sayang dia hanya mirip ayahmu.. mungkin itu yg membuatnya tak asing dimatamu.." ucap Alfi.
"Ya mungkin begitu.." balas Sofia tersenyum.
Disisi lain, Claude merasa tak asing saat ia memeriksa nyonya Sofia. Ia merasa nyaman berbicara dengan wanita paruh baya itu. Dan kedua pasangan itu entah kenapa membuatnya bahagia saat bertemu.
"*Kenapa aku merasa telah mengenal mereka?? padahal aku baru bertemu dengan mereka.." gumam Claude dalam hati.
☘☘☘*
Sementara Diana, ia langsung menuju ke markas begitu tiba. Ia dan timnya langsung mendapatkan akses penginapan hotel terdekat yg bekerjasama dengan SHIELD. Mereka pun memilih untuk istirahat terlebih dahulu. Kenneth pun melihat Diana nampak sudah lebih baik. Dan kamar mereka pun lagi-lagi bersebelahan.
"Ck.. kapten lagi kapten lagi.." gerutu Diana.
"Memangnya aku mau bersebelahan denganmu.." balas Kenneth.
Lalu keduanya pun masuk ke kamar masing-masing. Namun, kunci kamar mereka tertukar.
"Kenapa ini tidak bisa..?" gumam Diana.
"Ck.. kenapa hotel ini jadi buruk begini pelayanannya.?" gerutu Kenneth.
"Pintumu juga tidak bisa terbuka kapt..?" tanya Diana.
"Kalau bisa juga sudah daritadi.." ucap Kenneth.
"Tunggu.. 206..205.." ucap Diana.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Kenneth.
"Berikan kuncimu.." ucap Diana.
"Ini.." balas Kenneth sembari melihat Diana.
Ceklekk..
"Kunci kita tertukar.. ini kuncimu kapt.. " ucap Diana bahagia.
"******.. kenapa aku tak sadar.." gumam Kenneth.
"Selamat beristirahat kapt, dan jangan menggangguku.. oke.." balas Diana mengedipkan matanya.
"Ck.. dasar siapa juga yg mau mengganggumu.. kalau sakit mata sana obati sebelum infeksi.." ucap Kenneth masuk ke kamarnya.
"Mungkin orang itu tak paham maksudku mengedipkan mata.. haha dasar tak peka, kasihan sekali kekasihnya.." gumam Diana dalam hati.
Dan mereka pun beristirahat karena perjalanan yg cukup jauh. Keesokannya mereka berkumpul di markas untuk rapat membahas misi kali ini. Mereka adalah tim bantuan yg terkenal dalam menyelesaikan misi. Dan yg di negara ini sedang ada banyak misi sehingga tenaga SDM sedang kekurangan.
Kenneth pun bertugas memimpin pasukannya serta mengatur strategi bersama semua rekannya. Setelah menerima informasi, mereka pun mulai menyusun rencana dan menyamar untuk mencari informasi.
Diana pun kini mengandalkan kekuatan kekasihnya yg berada di negara tersebut. Ia pun sudah bicara pada Kenneth dan kaptennya tersebut langsung menyetujuinya.
"Akhirnya kekasihmu itu berguna juga .." ucap Kenneth.
"Tentu kapt, kalau tidak mereka semua sudah kubuang.." balas Diana.
"Kau itu wanita kejam..!" ucap Kenneth kesal.
"Dan mereka adalah pria bre***sek.. kapt lihat semua info yg kutemukan.." ucap Diana.
"Jadi kau.." ucap Kenneth.
"Bukan pintar tapi licik..!" ucap Kenneth lagi-lagi berkata pedas.
"Oke.. aku akan pergi dengannya malam ini.. karena kebetulan ada party diclubnya.." ucap Diana.
"Party?? kalau dia macam-macam pada minumanmu?" tanya Kenneth.
"Kau mengkhawatirkan pemain pro sepertiku? kau lihat saja kapt.. aku akan membawa beberapa orang di pesta tersebut.." ucap Diana.
"Baiklah apa rencanamu?" tanya Kenneth.
Dan Diana pun memberitahu rencananya yg menurut Kenneth cukup gila. Apalagi kekasih Diana kali ini hanya mengetahui kalau Diana adalah seorang model. Dia meminta Kenneth menjadi bodyguardnya malam ini, dan Kenneth menyetujuinya. Serta beberapa anak buahnya akan menyamar sebagai bartender dan juga pelayan.
"Oke.. karena kalian sudah paham.. aku akan berbelanja dulu.." ucap Diana.
"Be-belanja??" tanya Kenneth.
"Kapt, kau ingin kita ketahuan dengan diriku yg memakai pakaian SHIELD.?" tanya Diana.
"Tidak, lakukan saja.." ucap Kenneth.
"Karena kau bodyguardku hari ini, kau akan menemaniku.." ucap Diana tersenyum jahil membuat Kenneth kesal.
Diana pun masuk dari satu toko ke toko yg lain, hingga membuat Kenneth lelah dan juga kesal.
"Jangan ditekuk begitu wajahmu.. nanti wajah tampanmu hilang.. " goda Diana..
__ADS_1
"Ckk.. jika bukan karena misi kau sudah ku hukum" ucap Kenneth pelan.
"It's oke kapt, hanya hari ini.." balas Diana.
Saat mereka tiba di sebuah toko nampak sambutan hangat mereka pada Diana. Mereka cukup berterimakasih atas kontribusi Diana sebagai model brand pakaian mereka. Dan juga kembali mengajak kerjasama. Diana pun menyetujuinya agar uang di tabungannya utuh. Diana pun melakukan pemotretan dadakan, hingga membuat Kenneth bingung. "Apa-apaan gadis ini?? sebenarnya dia itu siapa?" gumamnya dalam hati.
"Tenanglah kapt, pria itu tahu kalau aku seorang model, jadi aku harus tampil layaknya model." ucap Diana.
"Ck.. merepotkan.." balas Kenneth.
"Kapt, kau mau membayari bill tagihannya?" tanya Diana, namun saat Kenneth melihatnya pun ia langsung setuju menemani Diana pemotretan.
"Lakukanlah.. daripada gajiku habis buat membeli semua ini.." ucap Kenneth berbisik.
"Jadi kau diamlah disana.. oke.." ucap Diana tersenyum.
Setelah melakukan pemotretan, Diana pun membawa baju-baju tersebut pulang untuk dikenakan malam ini. Dan Kenneth masih harus mem-filter baju-baju tersebut.
"Aku baru tahu kenapa wanita ingin menjadi model.. " gumam Kenneth.
Lalu setelah sampai di hotel, Kenneth pun menilai semua baju-baju pilihan Diana. Dan ia berkata semuanya bagus.
"Kapt, aku tak mungkin pakai semuanya.." ucap Diana.
"Tunggu.." balas Kenneth melihat baju-baju tersebut dan membuang baju-baju yg terbuka.
"Kau pakai ini saja.. " ucap Kenneth.
"Dres hitam.. oh Tuhan.. ini bukan acara berkabung.." ucap Diana.
"Aku pakai yg merah saja.." ucap Diana.
"Jangan, itu terlalu.. menggoda.." ucap Kenneth.
"Menggoda dirimu atau menggoda kekasihku?" tanya Diana tersenyum.
"Tentu saja kekasihmu." balas Kenneth spontan.
"Oke.. aku akan pakai yg pink saja.. nanti kalau kau ikut tergoda kan aku jadi repot.." goda Diana sembari tersenyum.
"Ya pakai itu saja.." ucap Kenneth lalu keluar dari kamar Diana. Ia takut jika sampai khilaf berdua dengan Diana di dalam kamar.
Kini, Diana pun telah siap dengan tampilannya. Dres berwarna pink yg manis serta make up tipis yg membuatnya fresh. Juga rambutnya yg digerai. Kenneth dan semua rekannya pun terpaku serta terpesona oleh tampilan Diana.
"Aku tak bisa berkata-kata.." ucap rekannya sembari memberi 2 jempol.
"Terimakasih kawan.. dan kapt?" tanya Diana.
"Bagus, tapi hati-hati disana.." ucap Kenneth.
"Kan ada kapten yg akan mengawasi sebagai bodyguardku." ucap Diana tersenyum.
"Hei jangan sampai ceroboh dan ada yg tertembak lagi.. ingat itu..!" ucap Kenneth galak membuat semuanya terdiam.
"Oke sekarang kita berangkat.." ucap Diana menggandeng tangan Kenneth.
"Ckk..haruskah begini..?" tanya Kenneth.
"Ya kau kan bodyguardku.. bukankah kau sudah biasa melakukannya kapt dulu.." ucap Diana.
__ADS_1
"Aku tak pernah mengawal wanita.." ucap Kenneth.
"Benarkah?" tanya Diana tapi Kenneth tetap diam hingga mereka masuk ke dalam mobil. Mereka pun menuju ke acara tersebut, beberapa rekan mereka yg menyamar sebagai bartender dan juga pelayan pun sudah berada disana terlebih dahulu.