
Setelah menceritakan semuanya panjang kali lebar dengan Jojo, bocah itu pun mengerti. Tak lama kemudian bodyguard yg menjaganya pun datang.
Tok..tokk..
"Iya masuklah.." ucap Sofia.
"Maaf mengganggu nona, tapi kami ingin menjemput tuan Jonathan.." ucapnya.
"Oke.. Jojo kau pulanglah, kami masih bekerja dan jangan sampai ibumu datang lalu menjewermu lagi" ucap Sofia tersenyum.
"Baiklah kak.. aku pulang dulu semuanya.." ucap Jojo.
"Oke.. bye.." balas Sofia dan Kenan.
Mereka pun pulang, dan Kenan juga masih harus kembali ke kantornya.
Beberapa bulan pun berlalu, hasil dari Blackbox pun tak begitu jelas. Sofia dan Kenan pun mulai pasrah. Mereka hanya bisa terus mengumpulkan informasi dan berharap keajaiban.
Siang itu Sofia pergi ke kantor Kenan untuk mengajaknya makan bersama. Belakangan ia merasa butuh teman untuk sekedar makan, agar pikirannya tidak kosong. Ia pun langsung menuju ke ruangan adiknya begitu sampai.
Tapi adiknya sedang meeting, terpaksa ia pun menunggu di dalam ruangannya. 15 Menit pun berlalu, Kenan akhirnya kembali ke ruangannya setelah meeting.
"Maaf kak, kau pasti sudah menunggu.." ucap Kenan.
"Oke tak masalah.." balas Sofia.
Namun tiba-tiba sekertaris Kenan datang.
"Maaf tuan, ini ada sampel barang dari klient kita.."
"Oke letakkan dimeja.." balas Kenan.
Sekertarisnya pun memberi hormat sebelum pergi.
"Apa kau masih ada pekerjaan lagi?" tanya Sofia.
"Iya kalau diurutkan sih tak ada habisnya kak.. " jawab Kenan tersenyum.
"Oke.. aku akan menunggu.." balas Sofia.
"Ya karna kau ada disini, mari kita lihat sampel barang ini.." ucap Kenan membuka sebuah box.
"Ini contoh kain?" tanya Sofia.
"Iya kak kain tenun.. motifnya sangat indah, tim desain bilang tertarik untuk membuat model tas.. bagaimana menurutmu?" balas Kenan.
"Ya lumayan.. tapi sepertinya aku pernah melihat ini.." balas Sofia.
"Wow.. kau lihat dimana kak? " tanya Kenan takjub karena kain ini motif terbaru.
"Tapi aku lupa.. sudahlah tak penting.." balas Sofia.
"Baiklah, ayo kita makan.." ajak Kenan karena tak mau kakaknya menunggu.
Mereka pun jalan berdua, terlihat sangat serasi seperti pasangan kekasih, padahal mereka adalah saudara kembar.
__ADS_1
Sesampainya di resto mereka pun langsung memesan makanan. Selesai makan, mereka pun kembali ke kantornya masing-masing.
Di perjalanan, Sofia dicegat kawanan begal saat berada di jalan yg sepi. "Sial kenapa juga aku lewat sini" gumamnya. Sofia pun langsung berhenti.
"TURUN..! atau ku pecahkan kaca mobil ini..!"
Sofia pun turun dengan santainya.
"Cepat berikan kunci mobilnya.."
"Kalau aku tidak mau.." balas Sofia tersenyum.
"Karena kau cantik kau boleh ikut bersama kami.." goda salah seorang.
"Sayangnya aku tak mau menurut.." balas Sofia.
"Dasar gadis kurang ajar..! tangkap dia..!"
Mereka pun menodongkan benda tajam namun secepat kilat Sofia menendang tangannya dan benda tajam itu pun jatuh. Lalu Sofia mendorongnya ke arah teman-temannya hingga mereka jatuh bersama.
Brukkk..
"Sial..! ayo maju, kalian pegang tangannya.."
Mereka pun berusaha menangkap Sofia, tapi karena gerakan Sofia begitu cepat dan akurat, membuat mereka justru babak belur.
BUGGHH.. BUGGHH.. DUAKKK..
"Kau sini maju..!" teriak Sofia.
Sofia pun menghindari pukulannya dan menangkap lengannya. Lalu Sofia membantingnya ke tanah hingga KO.
"Fiuh.. dasar kalian ini merepotkanku saja.." ucap Sofia sementara mereka sedang terkapar.
Setelah menelpon, timnya pun datang untuk membereskan orang-orang tersebut. Sementara Sofia pun langsung melaju menuju kantornya.
Sesampainya di kantor, ia pun langsung bertemu dengan Bima.
"Sofia.." panggil Bima.
"Iya..ada apa paman?" tanya Sofia.
"Tuan meminta mu untuk mencari sekertaris, agar semua jadwalmu tersusun rapi.." balas Bima.
"Baiklah kalau begitu.. paman ada rekomendasi?" tanya Sofia.
"Kita buka lowongan pekerjaan saja.. tapi melalui S Group" ucap Bima.
"Paman betul juga, kalau kita buka disini bisa-bisa pelamarnya laki-laki semua .." ucap Sofia.
Lalu seminggu kemudian, sudah ada banyak para pelamar kerja. Baik pria maupun wanita, mereka sudah mempersiapkan diri. Hingga setelah melalui proses seleksi yg panjang, mulai berguguran dan akhirnya 1 nama pun lolos. Eva Kirana adalah kandidat yg berhasil lolos seleksi tersebut.
Sesuai informasi yg ia terima, ia mulai masuk kerja hari ini di kantor SHIELD. Betapa terkejutnya ia karena dalam pikirannya ia diterima di SGroup, meskipun kantor cabang pun pasti ia mendapatkan gaji besar yg cukup untuk dirinya dan keluarganya di kampung, tapi malah masuk ke SHIELD group. Nama perusahaan yg masih asing bagi sebagian orang.
"Ini kantor apa sih, kok orang-orangnya seram semua dan berbadan besar.." gumam Eva dalam hati.
__ADS_1
Setelah masuk ia pun langsung diminta untuk menemui Sofia di ruangannya.
tok..tokk..
"Masuk.." ucap Sofia.
"Maaf nona.. kami membawa sekertaris baru.."
"Okee.. tinggalkan kami berdua.." balas Sofia.
"Siap nona.."
"Oke.. namamu Eva Kirana?" tanya Sofia.
"Benar nona.." jawab Eva.
"Oke sekarang kau bekerja di SHIELD Group.. kau akan magang selama 3 bulan, lalu resmi kami kontrak.. apa ada pertanyaan" ucap Sofia.
"Emm.. maaf nona tapi ini perusahaan apa ya? karena aku mendaftar melalui S Group.." tanya Eva.
"Kami perusahaan penyedia jasa bodyguard.. dan bisa kau lihat ada banyak laki-laki bertubuh besar disini.. tapi tenang saja mereka takkan berani macam-macam.." jawab Sofia.
"Ba-baik nona.. " balas Eva.
"Dan sementara kau akan diberikan panduan dan tugas awal oleh orang kepercayaanku bernama Bima.." balas Sofia.
"Baik nona.." ucap Eva.
Tak lama Sofia pun memanggil Bima, dan dengan segera Bima memberikan penjelasan kepada Eva akan tugas-tugasnya dan meninggalkan Eva di ruangannya.
Di ruangannya Sofia merasa ada hal yg mengganjal.
"Sepertinya aku lupa sesuatu.. tapi apa ya..?" tanyanya dalam hati.
"Ooh.. iya sampel produk dari S Group.. aku pernah lihat dimana ya.." gumamnya sembari mengingat-ingat.
Ia pun teringat pernah melihatnya di ponselnya. Ia pun lantas membuka ponselnya dan mencari-cari gambar. Hingga ia mengingatnya lagi, kalau gambar itu ia dapat dari ibunya. "Ibu..!" gumamnya.
"Benar gambar ini milik ibu dan berarti ini adalah signal dari ibu..!" gumam Sofia.
Dengan cepat ia menelpon Kenan dan mengabari Bima. Kedua orang tersebut pun terkejut, hingga berita ini pun sampai ke Doni, kakeknya. Dengan cepat Sofia mendapat informasi mengenai kliennya melalui Kenan. Awalnya Kenan pun sempat ragu, tapi tak ada salahnya jika mengikuti petunjuk dari kakaknya.
Akhirnya Doni pun mengumpulkan Sofia dan Kenan untuk membahas hal ini. Dan Sofia memberikan ide gila yg cukup berbahaya.
"Tidak Sofia ini berbahaya!" ucap Doni.
"Kak.. aku tak setuju, lebih baik aku saja.." ucap Kenan tak mau kalah.
"Kakek tenang saja, dan kau Kenan, saat ini para petinggi perusahaan sudah mengenali wajahmu, jadi tidak mungkin.." ucap Sofia.
"Tidak .. pokoknya kakek tidak setuju.. lebih baik Bima saja yg kita kirim!" tegas Doni.
"TIDAK..! aku akan maju dan mencari tahu sendiri!" tegas Sofia tak mau kalah.
Hingga akhirnya baik Doni maupun Kenan tak mampu mengalahkan Sofia.
__ADS_1