
Setelah Fita pulang, Diana pun senang ternyata pengacara pilihan momnya adalah Fita sahabatnya sendiri. Dan Diana berharap kalau kasus ini segera ditangani serta pelakunya mendapatkan balasan yg setimpal.
"Kalian berani sekali macam-macam dengan SHIELD.." gumam Diana.
Keesokannya Diana kembali bekerja dan Kim bertugas mengantar dan menjemput Diana. Diana dilarang untuk membawa kendaraan atau kalau tidak ia akan diberi pengawalan ketat. Menurut Diana, ia lebih baik bersama Kim yg sudah jelas dari pada banyak pengawal yg membuatnya menarik perhatian banyak orang.
Setelah tiba di mejanya, Diana pun meminta profil pria yg melakukan pelecehan pada bodyguardnya. Diana penasaran, apa pria tersebut benar-benar segila itu sampai ingin melecehkan bodyguardnya? Atau ia sudah tak takut lagi pada SHIELD.??
"Kim, berikan aku berkas tentang pelecehan yg kau sebutkan kemarin.." pinta Diana.
"Baik nona, tunggu sebentar.." ucap Kim.
Tak berapa lama Kim datang dengan membawa berkas tersebut.
"Ini nona.." ucap Kim.
Diana pun melihat sebuah nama dan mengepal geram.
"Argghhh.." ucap Diana kesal.
"Apa anda mengenalnya?" tanya Kim.
"Dia adalah kandidat yg akan dijodohkan denganku. Karena perjodohannya gagal jadi ia mencari masalah denganku.." ucap Diana.
"Jadi begitu.." ucap Kim.
"Kim.. jangan terima hubungan kerjasama apapun dengan perusahaannya.. ingat jangan berani-berani mengirim orang kesana tanpa persetujuanku.." ucap Diana.
"Baik nona.. saya mengerti.." ucap Kim.
Derrick adalah orang yg dimaksud Diana. Ia yg masih dendam karena gagal memiliki Diana, dan terus saja mengusiknya. Padahal ia tahu sehebat apa SHIELD Group. Dan juga Brian serta Dion sudah menghajarnya habis-habisan tapi ia masih saja berulah, membuat Diana sangat geram.
"Berani sekali baj****an itu..!" umpat Diana dalam hati.
Diana pun bertanya berapa saham yg dimilikinya di S Group.
"Kim, apa kau tahu berapa banyak saham yg kumiliki saat ini di S Group?" tanya Diana.
"5% nona.." ucap Kim.
"Baiklah.. kalau begitu.." ucap Diana.
Tadinya Diana ingin meminta bantuan Brian, tapi ia menolaknya karena ingin menyingkirkan Derrick sendirian. Ia pun memanggil Fita untuk ke kantornya membahas masalah ini sebagai pengacara.
Fita pun datang karena jadwalnya kosong. Ia bisa memasuki SHIELD setelah menunjukkan kartu akses yg diberikan kemarin. Fita pun diarahkan langsung menuju ke ruangan Diana.
Tok..Tok..
__ADS_1
"Silahkan masuk.." ucap Diana.
Pintu pun terbuka, dan Fita masuk. Fita pun terkejut melihat pria yg menolongnya kemarin ternyata bekerja di perusahaan Diana.
"Ada apa Fit?" tanya Diana.
"Aku sempat bertemu pria ini di apartemenmu.." ucap Fita.
"Oh, kenalkan dia Kim sekertarisku.." ucap Diana.
"Dan Kim, dia Fita seorang pengacara yg masih sahabatku juga. Aku tak menyangka orang-orang ibuku menunjuk Fita sebagai pengacara kita.." ucap Diana.
"Salam kenal tuan Kim.." ucap Fita.
"Iya.." balas Kim.
"Oke.. tanpa basa-basi lagi mari kita bahas rencana untuk menghancurkan Derrick.." ucap Diana.
Diana, Kim dan Fita pun mengatur strategi dan mulai menjalankan rencana mereka. Mereka terus mengorek keburukan Derrick sampai akar-akarnya agar pria itu ditangkap dan mendapat hukuman. Serta Fita mengajak Diana untuk mengunjungi bodyguard yg menjadi korban. Walaupum sebenarnya Derrick yg banyak terluka.
"Mari kita kunjungi korban untuk mengorek informasi langsung darinya.." ucap Fita.
Diana pun melakukan penyelidikan tersebur bersama Kim dan Fita. Mereka mengunjungi bodyguard tersebut dirumahnya. Dan wanita bernama Stefani itu pun dengan ramah menyambut atasannya.
"Silahkan masuk nona.." ucap Stefani.
"Maaf kejadian buruk menimpamu kemarin, dan tepat saat aku sedang sakit waktu jadi aku baru bisa menemuimu.." ucap Diana.
"Tidak apa nona, kemarin nyonya Sofia sudah kemari.." ucap Stefani.
"Benarkah? baguslah kalau begitu, yg jelas aku meminta maaf atas kejadian tak mengenakan itu.. dan akan menghukum pelakunya. " ucap Diana.
"Benar nona, pelakunya harus dihukum.. Walaupun aku cukup puas memukulnya hingga giginya patah.." ucap Stefani.
"Kerja bagus Stef.. aku juga akan melakukan hal yg sama jika ada di posisimu.." ucap Diana.
"Lalu bisa kau ceritakan bagaimana kejadian itu?" tanya Diana dan Stefani langsung menceritakannya.
*Cerita Stefani..
1 Minggu yg lalu Stefani dikirimkan untuk mengawal seorang petinggi di sebuah perusahaan. Dia bersama seorang rekannya mengawal dan menjaga pria tersebut. Pria bernama Derrick itupun awalnya tak ada gerak-gerik yg mencurigakan. Namun, pada hari kejadian Derrick pergi ke bar bersama kliennya. Setelah melakuakan persetujuan, Derrick melanjutkan malamnya bersama kliennya di bar tersebut.
Lalu ia mengajak Stefani untuk duduk disampingnya. Stefani pun menurutinya karena ia adalah pengawal yg harus selalu disampingnya. Tapi Derrick mulai macam-macam, mulai dari menyentuh hingga memeluk Stefani. Stefani pun menghindar tanpa harus menyakiti Derrick. Kemudian ia menyuruh tuannya untuk segera pulang karena mungkin sedang mabuk. Tapi Derrick dengan sengaja malah mendekati Stefani dan nyaris menciumnya, tidak berhenti sampai disitu Derrick juga berusaha menyentuh da-danya membuat Stefani berang dan menghajarnya. Bahkan gigi Derrick sampai patah dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Stefani pun tak takut sama sekali karena ia sedang memperjuangkan kehormatannya. Sekalipun ia harus dihukum atau mendekam dipenjara tapi setidaknya kehormatannya masih utuh. Begitulah penuturan Stefani. Dan rekannya yg bertugas juga siap untuk menjadi saksi.
Cerita Stefani selesai..
__ADS_1
☘☘☘*
"Aku senang kau melakukan hal yg benar. Aku sebagai atasanmu akan melindungimu karena pria itu juga hampir berbuat serupa padaku.." ucap Diana.
"Baik nona, semoga setelah ini tak ada korban lagi.." ucap Stefani.
"Iya.. aku akan berusaha bersama orang-orangku.. " ucap Diana.
"Dan aku siap jika harus menerima hukuman.." ucap Stefani.
"Iya, tapi kau harus mendengarkanku dan melaporkan semuanya padaku.." ucap Diana.
"Baik nona.." balas Stefani.
Setelah berbincang cukup lama, Diana dan kedua orang tersebut pergi meninggalkan rumah Stefani. Mereka berencana menuju bar, tapi Diana merasa perutnya sakit membuat dirinya harus beristirahat.
Kim dan Fita pun membawanya pulang ke apartemen karena Diana menolak untuk dibawa ke rumah sakit.
"Anda yakin nona?" tanya Kim.
"Aku yakin Kim, aku akan menelpon suamiku jika ada hal buruk.." ucap Diana.
"Diana, aku akan bersamamu dan tuan Kim yg mengurus penyelidikannya.." ucap Fita.
"Benar nona, biar aku saja yg melakukan semuanya.. dan nona Fita menemani anda disini.." ucap Kim.
"Tidak, kalian pergilah berdua. Agar Fita bisa melihat langsung dan bertindak.." ucap Diana.
"Tapi Di, kau harus diawasi.. " ucap Fita.
"Aku tak apa, aku hanya butuh istirahat.." ucap Diana.
"Tapi nona.." ucap Kim terus menolak.
"Kim, kau mau kuhajar? cepar cari tahu sebelum mereka menghilangkan semua jejak.." ucap Diana.
"Baiklah nona," balas Kim pasrah.
"Diana aku akan menghubungi Nada untuk menemanimu jika ia bisa." ucap Fita.
"Terimakasih Fit.." ucap Diana.
Fita dan Kim pun pergi menyelidiki kasus tersebut. Baik Fita maupun Kim mereka cukup tenang dan bisa berkoordinasi dengan baik. Kim pun akan melindungi Fita jika terjadi hal buruk, dan Fita akan mencari bukti apapun yg terlihat dimatanya.
"Tuan Kim, aku mengandalkanmu.." ucap Fita.
"Aku juga, kuharap ini bisa berakhir dengan cepat.." ucap Kim.
__ADS_1