
Disiang hari, Sofia pun datang ke hotel dimana keluarganya menginap. Ia menemui mereka dan bercengkrama, namun tak banyak yg mampu dibicarakan. Kebanyakan menyimpan rasa takut akan apa yg bisa terjadi. Tapi Sofia berusaha menetralkan situasinya.
Mereka mengobrol ringan hingga ketiga pria tampan masuk ke ruangan tempat mereka makan.
"Wah, darimana saja trio macan ini?" ucap Thomas.
"Uncle, kami habis menemani Jojo jalan-jalan.. katanya dia bosan.." ucap Kenan.
"Iya Dad.. aku sangat bosan dan ingin bertemu kak Sofia.." ucap Jojo.
"Wah, bocah ini merindukanku rupanya.." ucap Sofia.
"Kakak kau darimana saja aku menunggumu.." ucap Jojo menghampiri Sofia dan menempel padanya membuat Alfi iri.
Kenan pun berbisik pada Alfi. "Sabar ini ujian, dan lagi Jojo itu adik sepupu.." bisik Kenan pelan.
"Ayo kalian duduk dan makan siang bersama.." ajak Sinta.
"Aunty paman Bima belum tiba?" tanya Sofia.
"Sepertinya ia pergi bersama ibu dan ayahmu.." jawab Siska.
"Oh begitu.. pasti ibu sibuk sekali.." ucap Sofia.
"Mereka pasti datang kau jangan khawatir.." ucap Sinta.
Disana hanya minus keluarga Alice, ya mereka akan datang tapi keberadaannya dirahasiakan oleh Kenan. Mengingat Alice juga masih dijadikan sandera.
Setelah mengobrol dan makan siang, mereka kembali ke kamarnya masing-masing. Tak lupa Sofia memberikan alamat butik, dimana mereka akan mendapatkan baju dengan warna senada yg akan dipakai di hari pernikahannya.
Sofia pun kembali ke apartemennya dengan lemas, ia tahu lusa akan menikah dengan Vall. Dan ia sangat takut jika rencananya gagal dan berantakan. "Tuhan kumohon berikan aku keajaiban.." doa Sofia dalam hati.
Hari ini adalah hari yg membosankan bagi Sofia. Ia tak ada jadwal dan hanya diminta untuk santai di apartemennya. Sementara besok ia akan menemui ibu dan ayahnya dan melihat gedung yg akan menjadi tempat prosesi pernikahannya.
Sementara itu, Chris pun datang ke kediaman Felix. Ia kembali memantau gadis bernama Alice. Ia datang dengan janji bertemu ayahnya. Tapi ia berkeliling dulu di rumah besar itu, jika ada yg bertanya ia akan menjawab rindu akan rumah besar tersebut. Hingga akhirnya ia menemukan Alice sedang membersihkan rumah tersebut. Chris pun memanggilnya pura-pura meminta air.
"Hei kau.." ucap Chris.
Sementara para pelayan sekitar saling tengok dan tunjuk.
"Ya kau yg berambut panjang.." ucap Chris memperjelas bahwa itu Alice.
__ADS_1
"Saya tuan.." balas Alice mendekat.
"Bawakan aku minuman, aku haus dan aku tunggu di taman.. " ucap Chris.
"B-baik tuan.." ucap Alice.
Chris pun berjalan menuju ke taman, sementara para pelayan mulai bergosip.
"*Hati-hati nanti kau jadi mainannya.."
"Dia kan seorang casanova.."
"Katanya sih tobat, tapi kok lihat ada yg bening terpikat juga*.."
Mereka pun berceloteh sembari mengerjakan tugas-tugasnya. Sementara Alice tak memperdulikannya. Kalaupun benar, ia tak tahu lagi harus kabur kemana.
Alice pun membawa orange jus untuk Chris ke taman. Ia menyajikannya dengan sopan. Lalu Chris berpura-pura berjabat tangan.
"Siapa namamu? bisakah kita berkenalan?" ucap Chris mengeluarkan jurus buaya daratnya.
"Nama saya A-alice.." jawab Alice membalas uluran tangannya dengan jantung berdebar dan sedikit ketakutan. Tapi dibalik tangan Chris, ada secarik kertas.
Sementara Alice cepat-cepat memasukkan secarik kertas tersebut ke sakunya. Dengan cepat Alice pergi ke toilet agar tak ada yg mengikutinya. Dibukanya secarik kertas tersebut karena mungkin itu bantuan dari Sofia atau Kenan.
*Alice jangan takut, Aku akan membawamu keluar dari tempat ini. Sofia dan Kenan akan dicurigai jika kemari, besok saat acara pernikahan mereka semua akan sibuk dan kita akan mengambil kesempatan itu. Jika sudah membaca pesan ini langsung hancurkan suratnya, dan pergi ke taman belakang, ada sebuah kotak surat di sebuah pohon, kuncinya ada di dalam pot berwarna merah. Ingat jangan sampai ada yg tahu jika ingin selamat.. ~Chris~
"Pria itu apakah benar bala bantuan untukku?" gumam Alice dalam hati*.
Tapi ia tak mau menyerah dan pergi menuju taman tersebut saat semua orang pergi ke bangunan lain. Ia melihat sekitar dan mencari kunci di pot berwarna merah. Setelah kunci ditemukan ia membuka kotak surat tersebut dan menemukan sebuah amplop. Segera saja Alice memasukkannya ke dalam sakunya sebelum orang lain melihat. Dan ia langsung mengunci kotak surat tersebut dan mengembalikannya kuncinya ke tempat semula.
"Fiuh.. semoga pria itu benar bala bantuan untukku.." gumam Alice dalam hati.
Alice pun segera masuk ke dalam kamarnya dan membuka amplop coklat tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah ponsel dan juga earphone. Ia pun membuka lagi secarik surat dari Sofia.
Alice bagaimana kabarmu? kuharap kau baik-baik saja. Aku tak bisa menjemputmu karena terlalu berbahaya bagimu. Aku mengirim Chris untuk membantumu kabur darisana. Kau tenang dan jangan panik agar mereka semua tak curiga.. Ikuti arahan dalam ponsel ini, cukup nyalakan dan mode senyap. Kenan yg akan menghubungimu.. Ingat langsung hancurkan semua surat yg kau terima hari ini serta simpan baik-baik ponsel dan earphonenya karena sangat berguna besok.. ~Sofia~
"Oh Tuhan, terimakasih.. akhirnya aku punya kesempatan untuk bebas.." gumam Alice dalam hatinya.
Alice pun segera menghancurkan semua pesan-pesan yg ia terima hari ini ke dalam toilet. Dan ia menyimpan baik-baik benda yg didapatkannya. Setelah mengaktifkan ponselnya ia langsung menyalakan mode senyap agar tak ada yg tahu jika ponselnya berbunyi.
Setelah ponselnya aktif, ia langsung mendapatkan panggilan dari nomor asing. Segera saja ia angkat panggilan tersebut.
__ADS_1
"Halo.." ucap Alice.
"Alice.. syukurlah kau menemukannya.." ucap Kenan.
"Kak Kenan.. akhirnya kita bisa berkomunikasi kembali.." ucap Alice.
"Alice pasang earphonenya.."perintah Kenan.
"Ok sudah.." balas Alice.
"Chris bukan orang jahat, kujamin ia akan membantumu keluar.. jangan perdulikan ucapan siapapun.." ucap Kenan.
"Baik kak.." balas Alice.
"Lalu, bersiaplah lusa saat hari pernikahan Sofia dan Vall.. kau jangan kemana-mana karena Chris akan menjemputmu.." ucap Kenan.
"Baik kak.." ucap Alice menangis.
"Kau menangis..?" tanya Kenan.
"Aku senang ada kesempatan untuk pulang.." ucap Alice.
"Tentu kau akan pulang, aku yg akan menjaminnya.. kau tenangkan dirimu jangan sampai ada yg curiga padamu.." ucap Kenan.
"Baik kak.." ucap Alice.
Dan suara pelayan lain pun memanggil Alice di kamarnya.
"Alicee.. apa kau sakit?? kami butuh bantuan di ruang keluarga.."
"Iya sebentar lagi, aku akan menyusul.." balas Alice.
"Baiklah.. " ucapnya lalu pergi.
"Sudah matikan ponselnya dan simpan ditempat yg aman.. jangan sampai ketahuan.." ucap Kenan.
"Baik kak.." ucap Alice, lalu telepon pun mati.
Alice dengan cepat menonaktifkan ponsel tersebut dan menyimpannya di bawah tempat tidur. Lalu ia keluar dan membantu pelayan lain.
Sementara Chris tengah berbincang dengan ayahnya. Kini ayahnya sepertinya sedang berusaha berdamai dengan Chris, dan Chris menyambutnya. Tuan Felix pun nampak senang, karena Chris lebih mirip dirinya yg gampang berbaur dan diajak bicara. Sementara Vall lebih pendiam dan penuh rahasia. Hingga tuan Felix sulit mendekatinya, hanya kepintarannya dalam berbisnis yg membuat tuan Felix bangga padanya.
__ADS_1