
Diana pun masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri. Kemudian ia keluar kamar untuk memasak makanan. Tapi yg ada dihadapannya adalah Kenneth sudah menyiapkan makanan untuknya.
"Kau membeli semua ini?" tanya Diana.
"Tentu, memangnya aku bisa menyulap makanan.?" balas Kenneth.
"Oke.. kalau begitu aku tak perlu memasak." balas Diana.
"Duduk dan makanlah.." ucap Kenneth.
Mereka pun makan bersama, walaupun masih ada rasa canggung diantara mereka berdua pasca kejadian malam itu. Setelah selesai makan, mereka berdua juga membereskan meja makan berdua.
Lalu Kenneth duduk di ruang tv, menunggu Diana selesai mencuci piring. Tak lama, Diana pun menyusul ke ruang tv untuk membicarakan masalah mereka.
"Jadi bagaimana? kau sudah memikirkannya?" tanya Kenneth.
"Sudah.. dan aku sudah membuat keputusan.." ucap Diana.
"Baguslah, buat keputusan yg bijak demi kebaikanmu.." balas Kenneth.
"Aku akan berusaha menjadi istri yg baik.." ucap Diana.
"Benarkah? kau tidak sedang berakting kan?" tanya Kenneth.
"Tentu saja, mau kubuktikan?" tanya Diana.
"Coba saja.." ucap Kenneth ingin tahu bagaimana cara Diana menjadi istri yg baik.
Cup.. Diana pun mengecup pipi Kenneth dan membuat Kenneth tak tahu harus berbuat apa.
"Kenapa tiba-tiba?" tanya Kenneth.
"Katanya butuh bukti.." ucap Diana.
"Kalau hanya itu, Melisa atau Eve juga bisa.." ucap Kenneth tak mau kalah.
"Aku akan memasak untukmu setiap hari.." ucap Diana.
"Terlalu sederhana.." balas Kenneth.
"Masih untung aku masak untukmu, lalu kau mau apa? kuhajar?" tanya Diana kesal.
"Bagaimana jika hal yg kau sukai malam itu..?" tanya Kenneth mendekat.
"Maksudnya? ma-malam itu?" tanya Diana.
"Ya, malam yg membuatmu menggila hingga aku tergoda.." ucap Kenneth langsung men-ci-um bi-bir Diana.
Diana pun melepaskan diri dan mendorong Kenneth.
"Tunggu dulu.." ucap Diana.
"Ada apa? katanya kau akan membuktikannya?" tanya Kenneth.
"Bukan begitu, aku sedang datang bulan.. " ucap Diana langsung membuat Kenneth lesu.
"Baiklah, mau bagaimana lagi.." ucapnya.
"Ok.. sampai ketemu minggu depan.." ucap Diana tersenyum senang melihat ekspresi Kenneth lesu.
"Tidak, karena minggu depan aku ada perjalanan dinas ke negara di Eropa.." ucap Kenneth.
"Kapan kembali?" tanya Diana.
"1 Bulan kemudian.." ucap Kenneth.
"Lama sekali .." ucap Diana.
"Mau bagaimana lagi, aku harus menggantikan kakekku.." ucap Kenneth.
"Baiklah, setidaknya sekarang kita punya tujuan dalam pernikahan.." ucap Diana.
"Tahun depan harus ada Kenneth junior.." ucap Kenneth.
__ADS_1
"Ck.. kau kira kita ini sedang bikin kue bisa langsung jadi.." balas Diana.
"Siapa yg tahu.." ucap Kenneth.
"Terserah kau saja, aku lelah dan mau istirahat.." ucap Diana.
Diana pun pergi ke kamar untuk istirahat sementara Kenneth pergi ke toilet lain untuk melakukan sesuatu yg ditahannya. "*Sabar.. bulan depan masih bisa.." gumamnya dalam hati.
☘☘☘*
Keesokannya Diana sepulang bekerja pergi ke sebuah mall. Ia ingin membeli peralatan masak dan kebutuhan lainnya. Ia ingin belajar menjadi istri yg baik, makanya ia akan melakukan apa yg bisa ia lakukan yaitu memasak. Tidak sulit tapi juga tak semua orang bisa melakukannya.
Diana memilih beberapa perabotan, dan mempertimbangkan tempat yg tersedia di apartemen Kenneth. Lalu ia beralih ke tempat sayur dan makanan lainnya. Ia memilih sendiri bahan-bahan terbaik yg akan ia masak nanti. Dan Kim jadi asisten yg membawakan segalanya.
Kim pun dengan sabar membantu nonanya sesuai tugas dari nyonya besar dan tuan besar. Sampai ia bingung, karena Diana tak pernah meminta perlindungan, juga tugasnya paling berat adalah mengelola beberapa data dan mengatur orang-orang kepercayaannya.
"Kim, apa kau lelah?" tanya Diana.
"Tidak nona, aku hanya tidak terbiasa di pusat perbelanjaan.." ucap Kim.
"Ya.. biasakanlah mulai sekarang.." ucap Diana yg berarti ia akan sering kemari bersamanya.
"Nona, tolong suruh aku apapun tapi jangan menemanimu belanja.." gerutu Kim dalam hati.
Sementara Kenneth sedang berada di kantornya dan hendak pulang, tapi ia penasaran apakah istrinya masih ada di kantor atau sudah pulang karena pesannya tidak dibalas juga. Kenneth pun menghubungi Kim untuk mencari tahu.
"Hallo tuan.." ucap Kim di telepon.
"Kim, apa kau tahu dimana istriku?" tanya Kenneth.
"Nona, sedang di mall Xx bersamaku tuan.. kami sedang berbelanja.. " balas Kim.
"Berikan ponselmu pada istriku.." ucap Kenneth dan Kim langsung memberikannya pada Diana.
"Diana apa kau butuh bantuan..?" tanya Kenneth.
"Tidak, kami hampir selesai. Aku yakin Kim mampu membantuku.." ucap Diana.
"Oke.. sampai ketemu di rumah.." ucap Diana.
"Byee.." ucap Kenneth lalu tersenyum dan hal itu dilihat oleh Jack.
"Sepertinya tuan sedang menghubungi nona.." ucap Jack.
"Kau ini mau tahu saja.." balas Kenneth.
Mereka berdua pun merapihkan pekerjaan mereka lalu pulang ke apartemen.
Sementara Diana ia sudah selesai berbelanja dan membawa banyak barangnya dibantu oleh Kim. Dengan sabar Kim pun membawa semua barang belanjaan nonanya. Belanjaan yg meliputi barang-barang yg digunakan untuk memasak hingga bahan-bahan masakan.
"Kim hati-hati saat kau membawa bahan makanan.." ucap Diana.
"Baik nona.." ucap Kim setelah mereka tiba di apartemen.
Kebetulan Kenneth dan Jack juga baru tiba disana dan mereka berpapasan.
"Diana banyak sekali belanjaanmu?" tanya Kenneth yg langsung membantu.
"Dapurmu terlalu kosong, jadi aku mengisinya.." ucap Diana.
"Jack jangan diam saja dan bantu Kim membawanya.." perintah Kenneth.
"Baik tuan.." ucap Jack terkejut melihat begitu banyak barang belanjaan nonanya.
Mereka pun membawa belanjaan tersebut hingga ke apartemen. Kebetulan ada Jack dan Kim, jadi Diana bisa memanfaatkan mereka untuk merapikan dapurnya.
"Kau kuat kan membawanya?" tanya Kim.
"Tentu saja.." balas Jack saat mereka diminta Diana untuk menata barang-barang berat seperti oven dan standmixer.
"Nona, bilang hati-hati.. karena dia bilang itu barang limited.." ucap Kim.
"O-oke.." ucap Jack tak mengerti.
__ADS_1
"Aku juga tak mengerti tapi kita hati-hati saja membawanya.." ucap Kim.
Kim pun mengangkut barang-barang berat sendirian membuat Jack terkejut. "Dia kuat sekali.." gumamnya.
"Bagaimana sudah semua?" tanya Diana.
"Sedikit lagi nona.." ucap Kim.
"Tolong ya Kim.." pinta Diana.
"Baik nona.." ucap Kim lalu ia menata perlengkapan tersebut dibantu oleh Jack.
Tak berapa lama, semuanya pun selesai.
"Akhirnya selesai juga .." ucap Jack.
"Benar, pekerjaannya tak begitu berat tapi harus hati-hati.." ucap Kim.
"Bagaimana bisa kau bilang tidak berat?" tanya Jack.
"Itu karena kau saja yg tak mampu dan tak pernah berlatih.." ucap Kim lalu berlalu meninggalkan Jack.
"Nona.. kami sudah selesai.." ucap Kim.
"Bagus Kim, Terimakasih atas kerja kerasmu.." ucap Diana.
"Terimakasih juga Jack, sebelum pulang kalian minum dulu.." ucap Diana menyuguhkan minuman dingin.
"Baik nona.. " ucap Kim dan Jack.
Kemudian Diana yg sudah selesai mandi pun mulai memasak. Tak berapa lama Kim pamit untuk pulang, diikuti oleh Jack. Dan Kenenth pun keluar dari kamarnya.
"Jack, kau masih disini?" sindir Kenneth.
"Aku baru mau pulang tuan.." ucap Jack.
"Bagus, pulanglah.. ini sudah malam dan aku bukan atasan yg kejam.." ucap Kenneth.
"Baik tuan.." ucap Jack pergi menyusul Kim. "Dasar tuan, bilang saja ingin berduaan dengan istrinya.." gumam Jack dan didengar oleh Kim.
"Kau sudah tahu tapi tidak peka.." balas Kim.
"Iya maaf.." ucap Jack.
Sementara Diana kini puas memasak di dapurnya. Semua peralatan dan bahan-bahan sudah tersedia, dia hanya tinggal memasaknya.
"Kau sedang masak apa?" tanya Kenneth.
"Kau lihat saja nanti hasilnya.." ucap Diana.
Setelah memasak, Diana pun menyajikannya dan Kenneth pun terkesan pada keahlian Diana satu ini. Ia menyantap semua masakan istrinya dengan lahap. Hal yg jarang terjadi dihidupnya yaitu memakan masakan rumah.
Beberapa hari kemudian, Kenneth pun berangkat ke eropa untuk perjalanan bisnisnya. Dan Diana mengantarnya sampai bandara.
"Hati-hati.." ucap Diana.
"Aku hanya melakukan pekerjaan kantor, bukan sebagai kapten tim alfa lagi.." ucap Kenneth tersenyum.
"Ya, aku tahu. Jangan terlalu lama.." balas Diana.
"Aku akan berusaha secepatnya.." ucap Kenneth.
"Dan kau Jack, awasi suamiku.." ucap Diana.
"Ba-baik nona.." balas Jack.
"Bye.." ucap Kenneth men-ciumi Diana.
"Bye, sudah malu dilihat banyak orang.." ucap Diana.
"Kau istriku kenapa harus malu.." ucap Kenneth lalu mereka berpisah.
Kenneth pun cukup lama berkeliling ke berbagai negara di eropa untuk menjalin hubungan bisnisnya.
__ADS_1