Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.149


__ADS_3

Sofia dan Eva pun masih bergelut dengan data-data mencurigakan tersebut. Semua terasa janggal dan tidak valid. Sofia pun meminta bantuan Kenan untuk mencari seorang analisis data untuk mencaritahu karena data-datanya berbeda antara hari ini dan kemarin.


Kenan pun mengirimkan orang terbaiknya untuk membantu Sofia dan Eva. Dan orang yg dikirim adalah Kevin. Pastinya antara Eva dan Kevin sangat senang bisa bekerja bersama.


Kebetulan Kevin dan Kenan belum kembali ke Indonesia karena masih ada urusan di negara tersebut. Kevin pun tiba di kantor SHIELD. Dan Eva menjemputnya dari pintu masuk.


"Masuklah.." ucap Sofia saat pintu diketuk.


"Kami datang nona.." ucap Eva.


"Eva segera kunci pintu.." perintah Sofia dan langsung dilaksanakan Eva.


"Dan Kevin silahkan duduk.. " ucap Sofia.


"Terimakasih nona.." balas Kevin.


"Maaf aku harus mengganggu pekerjaanmu, aku meminjam tenagamu dari Kenan. Kau tahu bukan masalah di perusahaanku..?" ucap Sofia.


"Iya nona, Eva sudah menjelaskannya padaku.." balas Kevin.


"Sekarang kau cek data-data di komputerku dan Eva akan membantumu.. " ucap Sofia.


"Baik nona.." balas Kevin, lalu Sofia mempersilahkannya untuk duduk di kursinya.


"Duduklah aku takkan memarahimu.." ucap Sofia.


"I-iya nona.." balas Kevin kaku.


"Kalian berdua kerjakan tugas ini karena aku harus mengecek sesuatu.." ucap Sofia.


"Baik nona.." ucap Kevin dan Eva.


"Ingat kalian harus fokus saat bekerja.." ucap Sofia mengingatkan.


"Ba-baik nona.." balas mereka tersenyum.


"Selama kalian bekerja, akan ada pengawal di depan pintu, dan selalu kunci pintu masuk. Aku akan kembali secepatnya, jika aku belum pulang sebelum jam kantor habis kalian bereskan dan amankan data-data penting.. jangan tinggalkan apapun di komputerku.. " pinta Sofia.


"Baik nona.." balas mereka berdua.


Tak lama para pengawal pun datang dan Sofia keluar untuk memberikan instruksi. Setelah memberikan instruksi Sofia pun keluar dari tempat tersebut. Dan para pengawal itu adalah orang pilihan Bima yg dapat dipercaya. Sementara itu Satria dan Doni bertugas untuk membuat sibuk tuan Hong.


"Ayah.. kakek .. aku mengandalkan kalian walau dari jauh.." gumam Sofia dalam hati.


Sofia pun pergi meninggalkan kantor untuk menuju ke rumah sakit karena Bima berkata ada yg harus ia sampaikan pada Sofia melalui pesan Alfi tadi pagi. Sofia pun segera kesana, dan sesampainya disana Alfi sudah menunggunya.


"Sofia akhirnya kau tiba juga.. " ucap Alfi.


"Iya, terimakasih sudah menungguku.." balas Sofia.


"Tidak kebetulan aku sedang senggang.." ucap Alfi.


Mereka pun menuju ke ruangan Bima. Disana Bima juga sudah menunggu kedatangan Sofia. Saat Sofia tiba Bima pun langsung terbangun dan posisi duduk.


"Maaf Sofia kau harus jauh-jauh kemari.." ucap Bima.


"Tidak apa paman, bagaimana kabar paman?" tanya Sofia.

__ADS_1


"Jauh lebih baik karena Alfi yg merawatku.." ucap Bima.


"Baguslah, aku senang mendengarnya.." balas Sofia.


"Al kau keluar sebentar ada informasi rahasia antara aku dan Sofia." ucap Bima.


"Baik ayah.." balas Alfi lalu keluar dan berjaga di depan pintu.


"Jadi Sofia pria yg kau pukul tadi malam adalah Jack, seorang bandar narkoba. Dan sepertinya tuan Hong bekerjasama dengannya untuk melindunginya. Kau pasti sudah lihat semua data-data yg janggal itu.." ucap Bima.


"Iya paman, aku mengerti sekarang." ucap Sofia.


"Kau harus temukan markas besar mereka yg lainnya.. agar kita bisa menangkapnya.." ucap Bima.


"Baik paman aku akan mencarinya.." ucap Sofia.


"Hubungi Chen teman lamaku, dia akan membantumu karena dia yg mengabariku informasi penting ini.." ucap Bima.


"Paman Chen bukannya mantan manager disini?" tanya Sofia.


"Ya dan meskipun ia pensiun, ia masih mempunyai mata-mata disekitar SHIELD." ucap Bima.


"Baiklah paman aku akan meminta bantuannya.." ucap Sofia.


"Bergegaslah Sofia waktumu cuma 2 hari lagi.." ucap Bima.


"Iya paman aku mengerti.." balas Sofia.


"Maaf aku hanya bisa membantu informasi ini saja.. " ucap Bima.


"Ya paman, kalau bukan karena paman mungkin semua pasti menemukan jalan buntu." balas Sofia.


"Ya paman tentu.." balas Sofia lalu pamit undur diri.


Di depan pintu Alfi masih menunggunya keluar dan ketika Sofia keluar ia langsung mendekat.


"Sofia bisa kita makan siang bersama?" tanya Alfi.


"Tentu.. ayo kita berangkat.." ucap Sofia agar Alfi tak curiga.


"Baiklah, kita makan di kantin rumah sakit saja makanannya cukup enak.." ucap Alfi.


"Oke.." balas Sofia.


Mereka pun menuju kantin rumah sakit dan makan disana. Disana Sofia dan Alfi mengantri untuk mengambil makanan dan membawa nampan mereka menuju meja yg kosong. Nampaklah Nathalie melihat pemandangan tidak mengenakan dihatinya. Belum lagi ia masih menyimpan dendam pada Sofia. Ia pun akan mengerjai Sofia kali ini.


"Lihat saja gadis gila itu takkan berani menginjakkan kaki di rumah sakit ini setelah ini.." gumam Nathalie dalam hati.


Sofia pun berjalan melewati meja Nathalie, dan ia pun sengaja memasang kakinya agar Sofia tersandung lalu jatuh. Sofia yg selalu waspada pun tersenyum dalam hati dan mengikuti permainan Nathalie.


Dughhh.. Sofia justru menendang kaki Nathalie dengan pelan dan Nathalie pun kesakitan.


"Aw...!" teriak Nathalie.


"Akhh.. siapa yg menaruh kayu di lantai?" tanya Sofia pura-pura.


"Itu bukan kayu tapi kakiku.." jawab Nathalie ketus.

__ADS_1


"Makanya kalau duduk yg benar, untung aku tidak tersandung dan menjatuhkan nampan makanan ini.." ucap Sofia.


"Kau..! bukannya minta maaf malah menyalahkanku.." ucap Nathalie sembari menahan sakit di kakinya.


"Salah sendiri menaruh kaki disana.. padahal kolong meja masih kosong dan lebih nyaman.." ucap Sofia.


Alfi pun menghentikan perdebatan antara Sofia dengan Nathalie.


"Cukup..!" ucap Alfi memisahkan mereka.


"Oke.. maaf ya nona Nathalie.. aku tidak sengaja.." ucap Sofia begitu Alfi turun tangan.


"Dan kau Nathalie apakah begitu etika duduk seorang wanita?" tanya Alfi.


"Ma-maaf tuan Alfi aku juga tak sengaja.. " ucap Nathalie pura-pura polos.


"Sudah, perbaiki etika makanmu.. dan obati kakimu setelah ini.." ucap Alfi lalu melenggang pergi mengikuti Sofia yg sudah meninggalkannya.


Nathalie pun meruntukki perbuatannya yg berujung dimarahi oleh Alfi. "Sial.. bukanya wanita itu yg jatuh malah kakiku yg kena tendang dan Alfi malah memarahiku.." gerutu Nathalie dalam hati.


Nathalie pun segera meninggalkan kantin karena orang-orang mulai memperhatikan dirinya. Ia pun pergi ke ruangannya untuk mengobati lukanya. Parahnya kakinya membiru dan terasa sakit. "Wanita macam apa itu kakiku sampai biru begini.. aku akan minta ganti rugi jika separah ini.." gumam Nathalie.


Sementara Sofia sudah duduk dan menikmati makanannya.


"Sofia kau baik-baik saja?" tanya Alfi.


"Tentu saja, tapi Nathalie nampaknya tidak baik-baik saja setelah ini.." ucap Sofia.


"Kau menendangnya dengan keras?" tanya Alfi terkejut.


"Tidak juga, tapi pasti kakinya membiru karena sepatuku.." ucap Sofia.


Alfi pun langsung melihat Sepatu Sofia.


"Oh My God..!" ucap Alfi.


"Tapi itu akan sembuh dalam 3 hari percaya padaku.." ucap Sofia.


"Tapi kalau dia minta pertanggungjawaban..?" tanya Alfi.


"Ya tinggal bayar saja biaya pengobatannya, toh dia juga yg berniat jahat padaku agar aku terjatuh dengan makanan yg tumpah ke bajuku.. jadi itu agar dia berhati-hati terhadapku.." ucap Sofia.


"Lain kali jangan berlebihan memakai kekuatanmu.. nanti aku akan mengecek lukanya.." ucap Alfi.


"Oke.. tapi jangan terpancing ucapannya.." pinta Sofia.


"Wah kau mulai cemburu.." ucap Alfi.


"Tentu.. masih untung kubuat memar bukan kubuat patah.." ucap Sofia.


"Baiklah Sofia kau percaya padaku bukan?" tanya Alfi.


"Ya aku percaya padamu, tapi tidak dengan wanita itu.. pokoknya kau kabari lukanya dan kirim rekening wanita itu aku akan membayar biaya pengobatannya.." ucap Sofia.


"Oke.. siap nyonya.." balas Alfi.


"Sudahlah ayo makan.. nanti dingin makanannya.." ucap Sofia.

__ADS_1


Setelah makan Sofia pamit undur diri dan akan kembali ke kantornya, padahal ia harus bertemu Chen yg akan membantunya. "Maaf Alfi aku harus berbohong karena ini misi rahasia dan ayahmu juga yg memintaku untuk menyembunyikannya.." gumam Sofia dalam hati.


__ADS_2