Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP284


__ADS_3

Menjelang sore Brian pun pulang ke rumahnya. Ia bisa meninggalkan Diana karena ada Kenneth yg akan menjaganya. Sementara Kenneth ia harus selalu standby di dekat Diana, padahal istrinya baik-baik saja.


Pada malam hari, Fita dan Nada datang untuk menjenguk Diana. Mereka bahagia sekali mendapat kabar kehamilan sahabatnya. Dan Kenneth memberikan ruang untuk Diana dan sahabatnya berbicara.


"Diana selamat ya.. " ucap Fita.


"Akhirnya kau akan punya anak.. selamat.." ucap Nada.


"Terimakasih teman-teman.." balas Diana.


"Kami bawakan bunga dan juga roti kesukaanmu.." ucap Fita.


"Eits, kau sangat menginginkan ini kan?" tanya Nada memperlihatkan buah jambu merah yg sangat diinginkan Diana.


"Aku mau.. kau tahu aku mengingat buah jambu ini tumbuh di rumahmu.." ucap Diana.


"Untung saja dirumahku ada mang Ujang yg bisa mengambilnya kalau tidak mana bisa aku mengambilnya.." ucap Nada.


"Terimakasih Nada.. " ucap Diana.


"Ya sama-sama, kapan-kapan main lagi kerumahku kita bisa pesta rujak.." ucap Nada.


"Haha.. oke..oke pasti seru.." ucap Diana.


"Tentu saja, nanti aku yg akan buatkan bumbunya.." ucap Fita.


"Diana aku tak menyangka kau paling cepat menikah dibandingkan kami, bahkan sudah mau punya anak.." ucap Fita.


"Sejujurnya ini juga diluar rencanaku.." balas Diana.


"Benar, aku tak sabar melihat keponakanku.." ucap Nada.


"Jadi kalian sendiri bagaimana?" tanya Diana.


"Tidak tahu, aku selalu sibuk bertarung di meja hijau.." ucap Fita.


"Dan aku selalu mengurusi bisnis orang.." ucap Nada tersenyum.


"Sudah, jodoh pasti bertemu.. " ucap Diana.


"Lagu kali ah.." balas Fita.


"Aku buktinya.. kalian tenang saja.." ucap Diana.


"Ya.. kuharap aku bertemu jodohku malam ini.." ucap Nada.


Setelah puas mengobrol dengan Diana, mereka pun pamit pulang karena tak enak pada suami Diana. Mereka juga berpamitan pada Kenneth yg berada di luar ruangan Diana.


Setelah keluar dari rumah sakit, Fita dan Nada pun menuju ke lokasi parkiran. Dan Nada bertabrakan dengan seorang pria yg tengah terburu-buru.


Brakk.. brukk..


"Akh.. kau ini kalau jalan lihat-lihat dong.." ucap Nada.


"Nada kau tak apa?" tanya Fita.


"Iya, tapi orang ini malah diam saja.." ucap Nada menerima uluran tangan Fita.

__ADS_1


"Maaf nona.." ucap pria yg tak lain adalah Jack.


"Apa anda terluka?" tanya Jack.


"Untungnya tidak, kalau sampai terluka aku takkan membiarkanmu lolos.." ucap Nada.


"Maaf nona, sekali lagi saya meminta maaf.." ucap Jack membungkuk.


"Yasudah.. " ucap Nada.


Kemudian mereka berdua pun berpisah karena Nada membiarkannya, terlebih pria itu mrminta maaf sambil membungkukan badan.


"Akh si*al sekali aku hari ini.." ucap Nada.


"Sudah, tidak apa.." ucap Fita.


Kemudian mereka berdua pun pulang ke rumah masing-masing.


Sementara Jack sedang terburu-buru karena harus meminta tanda tangan Kenneth.


"Maaf tuan sedikit terlambat.." ucap Jack.


"Ck.. kau itu payah sekali sampai terlambat 5 menit.." ucap Kenneth yg tak suka terlambat.


"Maaf tuan.." ucap Jack.


"Baiklah, mana berkasnya..?" tanya Kenneth.


"Ini tuan, silahkan.. " ucap Jack.


Kenneth pun membaca dengan seksama kemudian menandatanganinya. Setelah itu, Jack pergi lagi untuk menyerahkan berkas tersebut. Sungguh melelahkan harinya selama Diana ada di rumah sakit, karena Kenneth lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit daripada kantor.


☘☘☘*


Keesokan harinya Diana bisa pulang kembali ke apartemennya. Awalnya Sofia memintanya untuk tinggal di rumahnya, tapi Diana bersikeras untuk tinggal di apartemen miliknya dan Kenneth. Mau tak mau Sofia pun mengalah dan mengikuti kemauan putrinya.


Kenneth pun membawa Diana pulang ke apartemen dan ingin membawa seorang ART untuk menjaga Diana, tapi Diana menolaknya karena ia sedikit risih dengan orang asing.


"Baiklah, kau yakin baik-baik saja?" tanya Kenneth.


"Ya.. aku baik-baik saja.. kalau malas memasak aku bisa pesan makanan.. " ucap Diana.


"Oke.. kalau begitu aku harus kembali bekerja.. maaf ya harus meninggalkanmu.." ucap Kenneth.


"Oke tak masalah.." ucap Diana.


Kenneth pun mengecup pucuk kepala Diana kemudian ia pergi ke kantor. Selepas Kenneth pergi, Kim datang untuk membawa beberapa pekerjaan yg diminta Diana.


"Masuklah Kim.." ucap Diana.


"Terimakasih nona.." balas Kim.


"Bagaimana keadaan kantor?" tanya Diana.


"Semuanya aman nona, nyonya Sofia sudah menghandle semua pekerjaan anda.." ucap Kim.


"Oke.. sekarang berikan pekerjaan yg bisa kukerjakan.." ucap Diana.

__ADS_1


"Nona, ada sedikit masalah dengan klien kita. Mereka berusaha melakukan pelecehan pada bodyguard wanita kita.." ucap Kim.


"Ck.. mereka tak takut mati Kim.." ucap Diana.


"Aku juga tak mengerti nona, tapi nyonya Sofia setuju untuk melakukan tindakan.." ucap Kim.


"Apakah sudah mendapatkan pengacara yg tepat?" tanya Diana.


"Sudah nona.. kurasa minggu depan akan dimulai laporannya.. " ucap Kim.


"Bagus Kim, terus kawal kasus tersebut.. berani sekali macam-macam pada wanita.. " ucap Diana geram.


"Siap nona.." balas Kim.


Diana pun bekerja dengan Kim tidak terlalu lama yaitu selama 2 jam. Dan Kim dengan sabar membantu atasannya mengerjakan pekerjaannya yg sempat tertunda karena Diana harus istirahat di rumah sakit.


"Baiklah sudah selesai.." ucap Diana.


"Bagus nona, kalau begini aku bisa kembali ke kantor dengan cepat." ucap Kim.


"Ya.. kau bisa kembali.." ucap Diana.


"Terimakasih nona, saya permisi.." ucap Kim.


Kim pun keluar dari apartemen Diana, dan ia berpapasan dengan Fita di depan lift. Namun, saat Fita hendak masuk lift, pria yg keluar bersamaan dengan Kim pun menabraknya hingga ia hampir jatuh.


Brukk..


"Akh.." ucap Fita karena tubuhnya terasa hampir mendarat di lantai, lalu sebuah tangan menariknya.


"Maaf nona saya terburu-buru.." ucap seorang pria pengantar makanan lalu pergi begitu saja.


"Kalau jalan lihat-lihat.. dasar kau ini menyebalkan.." umpat Fita.


Namun, Fita baru sadar sudah ditolong seorang pria.


"Ehmm.. Terimakasih tuan.." ucap Fita.


"Iya sama-sama.." ucap Kim, lalu ia meninggalkan Fita setelah yakin wanita itu baik-baik saja.


"Dia baik, tapi dingin sekali sikapnya.." gumam Fita lalu ia menekan tombol lift yg mengarah pada kamar apartemen Diana.


Fita pun datang untuk menemani temannya itu. Ia tahu kalau Diana sudah pulang dan merasa kesepian karena suaminya bekerja. Ia juga membawa berita baik kalau ia akan menjadi pengacara tentang kasus pelecehan bodyguard wanita di SHIELD.


"Benarkah??" tanya Diana.


"Iya itu benar.. aku akan memenangkan kasus itu.." ucap Fita.


"Oh.. Terimakasih.. ingat kau tidak boleh membiarkan mereka lolos." ucap Diana.


"Tentu saja. Aku takkan membiarkan mereka semena-mena pada wanita.." ucap Fita.


Diana dan Fita pun asik berbincang hingga lupa waktu. Setelah sore tiba, Fita pun pamit pulang. Dan Diana sungguh senang temannya bisa membantu menyelesaikan kasus yg menimpa karyawan yg bekerja padanya.


☘☘☘


Numpang promo yah..

__ADS_1


Aku coba nulis novel baru, kalian bisa mampir dan baca kalau suka. Mencoba genre baru, dan lagi mencoba keluar dari zona nyaman dari novel genre action roamantis.. Semoga kalian suka yah..😁🙏



__ADS_2