
Setelah makan bersama, mereka bertiga pun ngobrol. Yang dibahas adalah tentang kegalauan Jojo terhadap masa depannya. Daddy-nya ingin ia menjadi penerus J Group, namun ia tertarik menjadi dokter seperti mommy-nya. Dan ia yg dalam kebingungan pun memilih kabur kesana kemari. Baik Sofia maupun Kenan hanya bisa saling tatap, karena mereka sudah pusing dengan masalah hilangnya kedua orang tuanya.
"Jadi kak aku harus bagaimana?" tanya Jojo bingung.
"Bicaralah pada Daddy dan mommy mu .." ucap Sofia.
"Aku sudah bicara, tapi justru membuatku merasa bersalah.. karena kalau tidak perusahaan akan jatuh ke tangan saudara Daddy yg serakah.." balas Jojo.
"Yah kau jalani saja kalau begitu Jo.." balas Kenan.
"Entahlah brother, aku kurang minat.." balas Jojo.
"Yah.. mau gimana lagi Jo, kau harus menyelamatkan perusahaan.. dan mimpimu.." ucap Sofia sambil berfikir.
"Jadikanlah hobimu.. setelah kau sukses kau bisa ambil kuliah kedokteran, membuka rumah sakit dan sebagainya.." lanjut Kenan.
"Ide Kenan lumayan bagus Jo.." balas Sofia.
"Brother kau itu memang bis diandalkan.. " ucap Jojo.
"Tentu saja .." balas Kenan penuh percaya diri.
"Terimakasih kalian memang kakakku.. dan maaf padahal kalian sedang dalam masalah besar.." ucap Jojo.
"Oke.. kita kan bersaudara jadi tak ada salahnya saling membantu.." ucap Sofia.
"Lagipula aku pusing kalau kau merengek terus, lalu mommy-mu akan berteriak mencarimu.. "balas Kenan tersenyum.
"Bro.. kau itu tetap menyebalkan.." balas Jojo.
"Haha.. setidaknya tujuanmu kini lebih jelas kan? tapi kalau kau sanggup ambil 2 jurusan sekaligus sih aku akan memberimu mobil sport keluaran terbaru saat kau lulus.." ucap Kenan yg semakin menjahili Jojo.
"Benarkah?" tanya Jojo.
"Tentu.." balas Kenan, karena baginya adalah hal kecil untuk sebuah mobil.
"Aku akan mencobanya, dan setelah aku lulus akan kutagih janjimu.." balas Jojo kesal.
"Haha.. ya berusahalah Jo.. " balas Kenan.
"Oke.." balas Jojo antusias.
"Sudah-sudah kalian ini .. jika bertemu selalu begini.." balas Sofia.
"Oke maaf kak.." ucap Jojo dan juga Kenan.
"10 Hari lagi aku akan pergi menuju ITALIA.. aku akan menjalankan misi.. awas kalau kalian bertengkar.." ucap Sofia.
"Oke kak.. jaga dirimu.." balas Kenan.
"Kak.. kenapa baru bilang sekarang?" tanya Jojo.
"Ya memang baru hari ini aku mendapat misinya.." balas Sofia.
"Oo.. begitu, yasudah hati-hati kak.. hubungi aku kapan saja jika butuh bantuan.." balas Jojo.
__ADS_1
"Baik.. aku pasti menghubungi kalian kalau aku membutuhkannya." balas Sofia.
"Memangnya apa yg bisa kau lakukan pada kak Sofia?" tanya Kenan.
"Aku bisa memberikan tempat tinggal, atau bantuan apapun melalui Daddy ku.." ucap Jojo dengan
enteng.
"Hhh.. sudah kuduga.." balas Kenan.
"Sudah-sudah cukup, kalau kudiamkan kalian akan berdebat lagi.." ucap Sofia pada kedua adiknya.
"Baiklah kak.." ucap Jojo mengalah. Dan Kenan pun terlihat santai tak membahas apapun.
Setelah mengobrol, mereka pun pergi ke kamar masing-masing untuk tidur.
Besoknya, karena hari minggu semua orang sedang libur dari aktifitasnya. Baik Kenan maupun Sofia sedang menikmati waktu liburnya untuk me-refresh otak mereka. Kalau Kenan memilih lari pagi lalu sarapan. Sementara Sofia memilih lari beberapa putaran lalu lanjut angkat beban. Dan Jojo sedang menonton mereka sambil makan roti dengan santainya.
"Ck.. bocah ini..
Jo tak bisakah kau berolahraga? lihatlah otot-otot lemahmu itu.." ejek Kenan.
"Aku kan sedang masa pertumbuhan, jadi harus banyak makan bergizi.." balas Jojo tak mau kalah.
"Oh ya.. justru masa muda sepertimu itu harus berolahraga agar saat umur 30an tubuhmu tidak gendud seperti badut.." tambah Kenan memancing Jojo.
"Enak saja.. aku ini juga sering berolahraga tau.." balas Jojo.
"Kalau begitu ayo ikut aku berolahraga, kemarin kan kau minta diajari.." ucap Sofia menghampiri kuda adiknya.
"Haha.. buktikanlah bocah ingusan.." balas Kenan.
"Ayo Jojo.. kita pemanasan dulu sebelum berlari.." ajak Sofia.
Jojo pun mengikuti Sofia, awal-awal pemanasan ia merasa baik baik saja sampai pada awal putaran pertama. Namun pada putaran kedua berlari perutnya terasa sakit. Ia pun langsung berhenti dan jatuh.
"Akkhhh.." ucap Jo meringis.
"Kau kenapa Jo..?" tanya Sofia heran.
"Perutku sakit kak.." jawab Jojo.
"Kau tadi makan apa sebelum berlari.?" tanya Sofia.
"Aku makan 3 potong sandwich.." jawab Jojo.
"Astaga..! kau ini benar-benar.." ucap Sofia kesal.
"Memangnya kenapa kak?" tanya Jojo bingung.
"Jangan makan apapun 1 jam sebelum berolahraga jika tak ingin perutmu sakit begini.." ucap Sofia.
"Oh My God.. aku tak tahu hal itu.." balas Jojo.
"Ya ampun, kau pasti tak pernah berolahraga.. pantas saja kakek kesal melihatmu.. sudah ayo bangun dan tak usah berolahraga.." ucap Sofia mengulurkan tangan membantu Jojo bangkit.
__ADS_1
"Baiklah kak.." balas Jojo.
Setibanya di halaman rumah, Kenan yg tengah asik minum sembari bersantai pun tertawa melihat Jojo.
"Kau itu benar-benar bodoh, baru dipancing sedikit saja sudah begitu.." ucap Kenan.
"Bro kau itu jahat.." ucap Jojo kesal.
"Makanya kau itu harus banyak belajar supaya tidak mudah dibodohi.." balas Sofia.
"Aku kan hanya tidak tahu kak.." balas Jojo.
"Dan Kenan sedang mengajarimu lewat tindakanmu agar kau belajar.. masih tidak paham?" tanya Sofia.
"Baiklah kak.. aku paham.." jawab Jojo.
"Sudah kau istirahat saja.. jika ingin berolahraga mulailah besok dan jangan diulangi lagi.." ucap Sofia lalu meninggalkan Jojo untuk melanjutkan olahraganya.
Selesai berolahraga, Sofia pun membersihkan tubuhnya lalu sarapan. Siangnya ia pun pergi ke suatu tempat untuk bertemu sahabatnya.
"Aku pergi dulu ya.. kalian jangan bertengkar! Ingat itu .." ucao Sofia berpamitan.
"Kak aku ikut.." pinta Jojo.
"Aku akan bertemu sahabatku.. jadi kau jangan ikut.." balas Sofia.
"Kan sahabatmu lelaki semua.." balas Jojo.
"Lalu?" tanya Sofia menatap Jojo tajam.
"Ti-tidak kak.. kau pergilah.." balas Jojo takut ditatap Sofia.
"Oke.. baik-baik dirumah, jangan membuat Kenan pusing.." balas Sofia.
Sofia pun segera masuk ke dalam mobilnya dan menuju cafe tempat janjian dengan sahabatnya.
Setelah Sofia menghilang, Jojo pun bernafas lega. "Kenapa semua wanita jika marah itu menyeramkan..?" gumamnya.
"Karena itu jangan macam-macam pada kakak.." bisik Kenan membuat Jojo terkejut.
"Kau..! membuatku kaget saja.." ucap Jojo.
Sementara kenan tetap berjalan menuju kamarnya sebari tertawa. Entah mengapa menjahili Jojo adalah sebuah kesenangan terbesarnya. Bahkan membuat Kenan terhibur dengan semua aktifitas gila kerjanya yg sangat menguras pikirannya.
☘☘
Di sebuah cafe, tambah Sofia baru saja tiba dan memarkirkan mobilnya. Keluarlah seorang laki-laki dari dalam mobilnya yg tampan berwajah eropa, bernama Alexander sahabat dari Sofia. Lalu ia pun segera menyapa Sofia.
"Soff.." ucap Alex.
"Oh.. Alex.. kau juga baru tiba..?" tanya Sofia.
"Iya.. ayo masuk nanti teman kita yg di dalam kelamaan nunggu jadi ngambek.." ucap Alex tersenyum.
Dan mereka berdua pun masuk. Mereka berjalan menuju meja tempat sahabat mereka memesan tempat.
__ADS_1