Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP.199


__ADS_3

"Diana kau yakin ingin bekerja disini?" tanya Sofia.


"Yakin mom.. memangnya aku terlihat main-main..?" balas Diana.


"Ada syaratnya.." ucap Sofia.


"Katakanlah mom. Aku juga tahu setiap kantor punya persyaratan.." ucap Diana.


"Dilarang keras memakai pakaian minim." ucap Sofia.


"Oke.. sekarang kan aku bukan sedang bekerja.." ucap Diana.


"Ya tapi apa kau tidak risih anak buahku memperhatikanmu terus.." ucap Sofia.


"Ayolah mom, aku hanya memakai gaun yg sedikit pendek.. bukan berzina karena aku tahu zina itu haram.." ucap Diana.


"Tapi auratmu kelihatan..!" ucap Sofia.


"Oke mom.. maaf aku takkan memakai pakaian seperti ini saat kemari." ucap Diana.


"Aku jadi lupa poin pentingnya.. jadi Diana dengarkan mom baik-baik, jangan memotong sebelum mom selesai bicara." ucap Sofia.


Diana pun mengangguk dan mendengarkan dengan seksama. Ia cukup terkejut mendengar pengakuan momnya. Ditambah lagi, ia baru paham kenapa momnya selalu meninggalkannya saat ia masih kecil. Bahkan hingga kini momnya menderita insomnia dan hanya bisa melakukan pekerjaan di kantor. Sofia juga tak pernah melakukan misi lagi karena kondisi kesehatannya yg tidak stabil efek dari insomnia.


"Ja-jadi aku punya saudara kembar mom?" tanya Diana ingin menegaskan.


"Ya Diana, tapi karena mom punya musuh, kembaranmu diculik dan hingga kini belum ditemukan.." ucap Sofia seraya menitihkan air mata.


"Aku akan berusaha mencarinya mom. Aku berjanji.." ucap Diana.


"Ya kau boleh mencarinya tapi hati-hati karena prnculiknya sangat berhati-hati dan berbahaya.." ucap Sofia.


"Tentu mom. Karena dia harus pulang." ucap Diana.


"Sebelum itu, kau harus lolos masuk kemari baru mom bisa percaya.." ucap Sofia.


"Aku akan berusaha mom.." ucap Diana.


Kemudian Diana pun pergi dari kantor ibunya. Dan dapat dilihat bagaimana Diana jadi pusat perhatian di kantor tersebut. Diana pun hanya tersenyum dan pergi meninggalkan tempat tersebut.


Diana pergi menemui Dadnya untuk meyakinkan lagi apakah yg dikatakan momnya adalah fakta atau bukan. Dan Dadnya pun berkata hal yg sama. Alfi cukup terkejut akhirnya Sofia menceritakannya pada Diana. Ia bahkan menunjukkan foto-foto Diana dan Dion saat baru lahir membuat Diana semakin yakin. Diana pun menangis membayangkan bagaimana kembarannya diluar sana hidup, sementara ia hidup dengan sangat berkecukupan dan bahagia. Diana juga dikelilingi orang-orang yg menyayanginya membuat ia semakin bertekad untuk masuk ke perusahaan momnya.


Setelah mendapat ijin dari Dadnya, Diana pun langsung mendaftarkan diri melalui email yg tertera di situs SHIELD. Setelah data-datanya valid, barulah Diana mengikuti serangkaian tes.


Hingga saat Diana telah mengikuti semua tesnya, ia pun harus menunggu beberapa hari. Sembari menunggu ia menikmati hari-harinya bersama Sarah. Sarah pun mengajaknya pergi hari ini karena ia habis bertengkar dengan momnya.


"Sarah kau baik-baik saja?" tanya Diana.


"Aku tidak baik-baik saja.. Di aku ingin tahu siapa dan dimana ayahku.." ucap Sarah.


"Ibumu tidak memberitahumu?" tanya Diana.


"Tidak, ibuku bahkan tidak mengijinkanku untuk tahu.." ucap Sarah.


"Sepertinya ibumu sangat kesal dan marah pada ayahmu.." ucap Diana.


"Ya.. entah apa yg terjadi di masalalu mereka.." ucap Sarah.


"Kau tenang saja, aku akan membantumu. Jika aku masuk ke SHIELD, aku akan mencaritahu ayahmu.." ucap Diana.


"Sungguh?" tanya Sarah.


"Tentu saja sahabatku. Aku selalu siap membantumu.." ucap Diana.


"Terimakasih Diana.." ucap Sarah.


"Pekerjaanmu bagaimana sekarang?" tanya Diana.


"Baik-baik saja, toh aku hanya staf biasa disana.." ucap Sarah.


"Mau kutanyakan lowongan pada sepupuku?" tanya Diana.


"Tidak usah Di, aku hanya akan bekerja dengan usahaku sendiri." ucap Sarah.


"Okey.." ucap Diana.


Beberapa hari kemudian, Diana pun menerima email dari SHIELD mengenai hasil dari ujiannya masuk ke perusahaan momnya. Disana nampak, para nenek dan kakeknya berkumpul dengan penasaran. Dadnya juga sedang menunggu kabar dari momnya di kantor masing-masing.


"Bagaimana?" tanya Sofia pada anak buahnya.

__ADS_1


"Aku sudah mengirimnya ke email anda."


Sofia pun langsung membukanya dan terharu anaknya bisa lolos masuk sampai ke tahap akhir. Dan secara otomatis, mulai minggu depan Diana sudah mulai menjalani pelatihan.


Sementara Alfi yg menerima kabar dari Sofia pun senang bukan main. Ia sampai berteriak karena Diana berhasil lolos.


"Yeayyyy Diana kau hebat..!" ucap Alfi di ruang kerjanya.


Lalu, Diana yg sedang membuka emailnya pun gugup setengah mati. Dan dibelakangnya sudah ada nenek dan kakeknya yg ikut penasaran.


"Kakek yakin kalian tak tahu?" tanya Diana.


"Ish.. kakek tidak mengurusi hal receh begini Diana." ucap Satria berbohong padahal ia bisa tahu dari anak buahnya.


"Benar, kami hanya mengerjakan pekerjaan berat.." tambah Bima.


"Sudahlah, buka saja Di.. grandmom penasaran.." ucap Reina.


"Ayo dibuka, kalau gagal kau bisa mencobanya lagi.." ucap Siska.


"Oke.." balas Diana.


Klikk..


"Yess!" ucap Satria.


"Senior cucu kita lulus.." ucap Bima.


"Kau ini kebiasaan.. panggil namaku saja.." ucap Satria.


"Selamat Diana.." ucap Reina.


"Selamat sayang.." ucap Siska.


"Di.. kau lulus ada apa?" tanya Reina.


"Huaa.. aku lulus, aku tak percaya ini.." ucap Diana menangis.


"Kau ini mengagetkan saja.." ucap Reina memeluk cucunya.


"Kau memang hebat cucuku.." ucap Siska.


"Tentu.. jika ada yg berani macam-macam katakan pada kami.." ucap Satria.


"Benar, kau harus mengatakannya.." ucap Bima.


Mereka pun sama-sama bahagia, tapi Sofia justru teringat pada Dion. Apa kabarnya putranya itu? Apa dia masih hidup? Apa dia sudah bekerja?.. Pikirannya membuat kepala Sofia sakit dan memilih untuk pulang lebih awal.


☘☘☘


Dihari pertama masuk kerja, Diana sangat bersemangat karena banyak yg ingin ia pelajari agar bisa membantu banyak orang. Sofia pun pergi ke kamarnya dan melihat putrinya.


"Selamat sayang.. mom senang.." ucap Sofia.


"Semua ini berkat mom dan Dad. Aku sekarang sudah tidak memakai kacamata, tubuhku sudah proporsional dan tidak gendut lagi. Kini aku diterima di SHIELD." ucap Diana senang.


"Oke.. kau harus berhati-hati karena mereka tidak tahu siapa dirimu. Mungkin mereka akan bertindak kasar padamu." ucap Sofia.


"Tentu mom, aku sudah tahu hal itu.." ucap Diana.


Dan apa yg dikatakan Sofia menjadi kenyataan, pelatihnya sangat galak dan kejam. Diana sama sekali tak dianggap seperti wanita, hingga membuatnya kesal.


"Dengar kau bukan wanita disini semua sama.. mengerti!!" teriak coachnya.


"Siap mengerti.." ucap Diana.


"Apa mom juga mengalami hal yg serupa?" gumam Diana dalam hati.


Diana pun melakukan sparing dengan rekan-rekannya. Lawannya rata-rata adalah laki-laki tapi Diana berhasil mengalahkannya. Membuat semua orang terkejut. Setiap gerakan Diana begitu cepat dan mematikan, membuat lawannya harus waspada. Hingga di akhir semua orang mulai menatapnya dengan tatapan takjub bukan lagi merendahkan.


"Diana kau berlatih dengan seniormu, namanya Kenneth.." ucap coach memperkenalkan seorang pria.


"Siap coach.." ucap Diana.


"Ingat walaupun kau wanita aku takkan mengampunimu.." ucap Kenneth.


"Tentu saja senior.." ucap Diana tersenyum.


Senyum yg membuat Kenneth terpaku. "Si**l! kenapa senyumnya manis sekali.." umpat Kenneth dalam hati.

__ADS_1


Diana pun mulai berlatih dengan Kenneth. Ia berlatih dengan sungguh-sungguh, hingga membuat Kenneth terkesan.


"Apa motivasimu masuk kemari?" tanya Kenneth.


"Hmm.. aku hanya ingin mencari seseorang." ucap Diana.


"Siapa?" tanya Kenneth.


"Jodohku.. " balas Diana tersenyum dan Kenneth terdiam.


Bughhh..


"Kau harus berhati-hati senior.." ucap Diana tersenyum.


"******!" umpatnya.


"Kenapa kau terpesona oleh senyumku? bagaimana jika kau bertemu penjahat cantik?" ucap Diana mengejek.


"Kau ini berani sekali menggodaku..!" ucap Kenneth yg langsung menyerang dan Diana pun bertahan sambil sesekali menghindar.


Lalu seniornya tersebut mengunci gerakannya membuat Diana tidak bisa bergerak dan menyerah.


"Aku menyerah.." ucap Diana.


"Makanya jangan coba-coba merayuku.." ucap Kenneth.


"Aku hanya mengalihkan perhatianmu senior, bukannya itu bagus saat menghadapi musuh..?" tanya Diana.


"Ck.. kau itu yakin kemari mencari jodoh? cari jodoh bukan disini tapi di biro jodoh.." ucap Kenneth.


"Aku memang mencari seseorang, tapi itu rahasia senior." ucap Diana mendekatkan jari telunjuknya ke bibirnya.


"Awas kau meminta bantuanku.." ucap Kenneth.


Namun, Diana hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih atas latihannya.


"Ingat besok jangan terlambat, awas kalau terlambat kau harus lari 20 putaran..!" ancam Kenneth.


"Oke senior.. kau kalau marah semakin tampan.." goda Diana.


"Kauuu!!!" ucap Kenneth memerah dan Diana hanya melambaikan tangannya.


"Sejak kapan SHIELD menerima gadis gila seperti itu, kalau ilmu beladirinya tidak hebat pasti dia takkan diterima." gumam Kenneth dalam hati.


"Haha senior itu galak sekali, untung tampan jadi termaafkan.." gumam Diana dalam hati.


Sepulang kerja, Diana langsung pulang karena badannya letih. Namun, bunyi ponselnya yg berdering membuatnya kesal. Kekasihnya kembali dari Australia dan ingin bertemu dengannya. Diana yg tahu pria itu berselingkuh pun menemuinya walaupun ia lelah.


"Honey.. aku pulang.." ucap Dave.


"Ya ya.. " balas Diana.


"Kenapa sikapmu begini?" tanya Dave.


"Coba kau lihat ini? manis sekali liburanmu bersama kekasihmu yg lain.." ucap Diana melempar foto-foto kekasihnya dengan selingkuhannya hasil kiriman dari Fita.


"Dimana kau mendapatkan ini semua?" tanya Dave.


"Itu tidak penting, yg penting hubungan kita berakhir.." ucap Diana.


"Tidak aku tidak mau.." ucap Dave memegang tangan Diana.


"Ck.. sudahlah, wanita itu lebih sexy daripada aku.. dan lepaskan dalam hitungan ketiga atau lenganmu akan patah.." ucap Diana.


"Tidak.." ucap Dave.


"Satu, Dua.. " ucap Diana dan Dave langsung melepaskan tangannya.


"Oke.. bye.. jangan temui aku lagi.." ucap Diana.


Lalu tiba-tiba Dave memeluknya dari belakang.


"Diana maafkan aku.." ucapnya.


"Berani sekali kau menyentuhku.." ucap Diana yg langsung melepaskan diri dan membanting Dave.


Brakk..


"Akh..!" teriak Dave.

__ADS_1


Diana pun pergi meninggalkan Dave yg kesakitan, lalu tanpa sadar seniornya sedang berada disana dan menyaksikan adegan Diana membanting Dave. "Dia benar-benar gadis gila.." gumam Kenneth.


__ADS_2