Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP267


__ADS_3

"Dimana Diana?" tanya Kenneth panik.


"Diana sedang bertarung bersama mereka, aku akan membantu dan adikku akan disini bersama beberapa orang kepercayaanku." ucap Brian.


"Aku akan ikut.." ucap Kenneth.


Mereka pun pergi kesana, dan Diana bersama bodyguard sudah tidak ada.


"Dimana mereka? apa Diana sudah membereskannya?" ucap Brian saat ke lokasi tapi sudah tak ada siapapun.


"Kalau Diana kembali pasti dia sedang menuju ke penginapan." ucap Kenneth.


"Aku akan menghubunginya." ucap Brian.


Namun, yg mengangkat telepon adalah Bob.


"Diana dimana kau?" tanya Brian.


"Diana sedang bersamaku, kami akan menikmati malam ini.." ucap Bob.


"Berani kau menyentuhnya, aku akan membuatmu menyesal seumur hidup..!" ucap Brian.


Lalu, Kenneth yg mendengar ucapan Brian pun geram dan mengambil ponsel Brian.


"Coba saja jika kau masih ingin hidup besok..!" ucap Kenneth, lalu Bob mematikan telepon.


Kenneth yg geram pun langsung masuk dan mengubarak-abrik villa tersebut bersama Brian. Brian tak terima sepupunya yg selalu ada untuknya dalam bahaya. Mereka menghajar semua pengawal yg ada disana dan Brian sudah meminta bantuan pada markas terdekat dan kepolisian.


Bughh..Bughh..Bughh..


Brakk.. brakk.. Prankkk..


"Dimana baj****an itu membawa kekasihku?" tanya Kenneth pada pengawal yg berjaga disana.


"Cepat katakan atau akan kupatahkan lehermu.." ucap kenneth.


Lalu pengawal tersebut pun menunjukkan jalan menuju ke ruangan Bob dan teman-temannya sedang berpesta.


Diruangan tersebut Bob sedang merayakannya ditangkapnya Diana bersama teman-temannya.


"Bob kau sungguh hebat bisa melumpuhkan wanita itu dengan cepat." ucap Julio.


"Tentu saja, wanita itu adalah pemimpinnya, karena mereka memanggilnya nona." ucap Bob.


"Setelah ini aku akan menikmati malam bersamanya. " ucap Bob.


"Jangan lupakan bagianku.." ucap Julio.


"Besok kau bisa memilikinya setelah aku.." ucap Bob.


"Baiklah.." ucap Julio.


Baru mereka tertawa dan bersulang, pengawal Bob jatuh dihadapannya. Tentunya ini adalah ulah Kenneth yg menendangnya. Kenneth bersiap dengan pistol miliknya.


"Diam kalian semua jika ingin hidup..!" ancam Kenneth.


"Oh.. aku takut.." ucap Bob lalu tertawa.


"HAHAHAHAHA.." ucap mereka tertawa.


Dor..Dorr..Dorr...Dorr..


"Akhh.. " teriak Bob dan rekannya yg tertembak.


"Brian cari Diana aku akan menghadapi mereka.." ucap Kenneth.

__ADS_1


"Baik." ucap Brian lalu mendobrak pintu yg ada disana.


Brakkk..!


"Diana.." panggil Brian melihat Diana pingsan dan sedang diikat.


"Siapa kau..?" tanya Diana yg setengah tak sadarkan diri.


"Aku Brian, sepupumu.." ucap Brian.


"Kedua pengawal itu tertangkap cepat selamatkan mereka.. " ucap Diana.


"Mereka juga sudah diamankan.." ucap Brian lalu membawa Diana.


Sementara Kenneth sudah mengamankan mereka dan pihak berwajib sudah menangkap mereka semua.


"Diana kau baik-baik saja?? apa yg sudah mereka lakukan padamu? katakan??" tanya Kenneth.


"Aku pusing, nanti saja jawabnya.." ucap Diana.


"Kita amankan Diana dulu.." ucap Brian.


Mereka pun membawa Diana ke penginapan. Lalu tanpa membuang waktu, mereka langsung terbang kembali setelah semuanya telah diselesaikan.


"Iris bangun..!" ucap Brian.


"Ada apa kak? kak Diana selamat?" tanya Iris.


"Ya, dia selamat.. sekarang kemas semua barang kita pulang.." perintah Brian.


"Tapi ini masih malam.." ucap Iris.


"Ini perintah Dad.. dan aunty Sofia.. " ucap Brian.


"Ba-baiklah. " ucap Iris yg masih sangat mengantuk.


Diana pun digendong oleh Kenneth dan Brian mengurus Iris yg sudah mengantuk.


"Kau urus Diana, tapi jangan macam-macam.."ucap Brian.


"Aku tahu.." ucap Kenneth.


Setelah mereka naik, semua pun tertidur di dalam pesawat hingga tiba di Jakarta. Beberapa jam kemudian mereka pun tiba di Jakarta dan langsung menuju hotel terdekat karena kondisi Diana dan Iris tidak memungkinkan untuk pulang.


Setelah melapor, Brian dan Kenneth pun beristirahat. Mereka mengawasi Diana dan Iris agar kedua gadis itu agar tidak terjadi masalah.


Brian pun aman, karena ia hanya menaruh Iris di hotel dan meninggalkannya karena adiknya baik-baik saja. Namun, berbeda dengan Diana yg sedang merasakan efek obat dan minuman alkohol. Ia merasa pusing dan mual hingga muntah-muntah. Kenneth yg baru ingin meninggalkannya pun membantunya karena Diana kesulitan untuk berjalan.


"Diana kau baik-baik saja?" tanya Kenneth.


"Pusing sekali.." ucap Diana.


Setelah Diana sudah agak tenang, Kenneth pun membaringkannya di tempat tidur. Tubuhnya yg lemas dan kepalanya yg pusing membuat Diana tidak bisa tertidur kembali. Dan Kenneth menemaninya hingga kondisinya membaik. Brian pun mengecek kondisi Diana dan berencana untuk bergantian menjaganya.


Tapi Brian yg kelelahan malah tertidur di kamarnya dan meninggalkan Kenneth sendirian mengawasi Diana.


"Kau kembali saja ke kamar.. aku baik-baik saja.." ucao Diana.


"Tidak, aku akan pergi setelah kau tidur.. " ucap Kenneth.


"Baiklah.." balas Diana.


Kenneth pun tidur di sofa sembari menunggu Diana. Lalu ia ke toilet sebentar setelah melihat Diana sudah tertidur. Karena lelah, Kenneth lupa kalau ia berada di kamar Diana. Ia mengira ini adalah kamarnya dan ia tertidur disamping Diana. Kondisi kasur yg luas dan Diana yg menutupi dirinya dengan selimut membuat Kenneth merasa kalau itu adalah kamarnya. Ia langsung merebahkan tubuhnya di kasur tepat di samping Diana. Sementara Diana yg tubuhnya tertutup selimut pun ia kira guling dan langsung berbaring saja.


"Akhirnya aku bisa tidur juga.." gumamnya.

__ADS_1


Pada pagi harinya, Brian pun terbangun karena pintunya diketuk dengan keras oleh orangtuanya dan juga Sofia bersama Alfi.


"Tunggu sebentar.." ucap Brian.


"Akh.. maaf kami menginap disini karena semua sudah lelah. " ucap Brian.


"Brian dimana Diana?" tanya Sofia.


"Dia ada dikamarnya, mari kita kesana.." ucap Brian lalu keluar menunjukkan kamar Diana pada mereka.


Brian pun sampai di kamar Diana dan mengetuknya.


"Diana.. kau sudah bangun??" tanya Brian.


"Diana.." panggil Brian..


Tokk..Tokk.


"Dianaa.." panggil Sofia membuat Diana membuka mata.


"Mom.." ucapnya langsung bangkit dan membuka pintu.


"Mom, sudah datang.." ucapnya.


"Diana.. kau baik-baik saja nak..?" tanya Sofia memeluk putrinya.


"Ya.. aku baik-baik saja ada Brian dan Kenneth yg menjagaku.." ucap Diana.


"Baguslah, " ucap Alfi lalu mereka masuk ke dalam kamar.


Namun, pemandangan mengejutkan terlihat dimana Kenneth tertidur di kasur Diana dengan posisi bertelanjang dada. Hal tersebut membuat semua orang salah paham.


"Masuklah.." ucap Diana.


"Diana siapa pria itu?" tanya Alfi dengan tatapan tajam.


"Pria?? aku tidur sendiri Dad.." ucap Diana.


Lalu Alfi datang dan menghampiri Kenneth dengan menarik selimutnya.


"Dasar bre****sek..!" ucap Alfi membuat Kennetb terbangun.


"Tuan.. ada apa?" tanyanya tanpa dosa.


"Kau kenapa ada di kamar putriku?? apa yg sudah kau lakukan padanya?" tanya Alfi geram.


"Bukankah ini kamarku?" tanya Kenneth.


"Ini kamarku, kenapa kau ada disini?? " tanya Diana.


"Diana pasti tidak sadar dan kau melakukannya.." ucap Alfi.


"Ampun tuan, tapi aku tak melakukan apapun.." ucap Kenneth.


"Berani sekali kau.." ucap Alfi memukul wajah Kenneth.


Bugh..Bughh..


"Daad... hentikan.." ucap Diana melindungi Kenneth.


"Diana, jelaskan apa yg terjadi?" tanya Sofia.


Sementara Brian bingung dengan semua kejadian di kamar Diana.


"Ada apa ini? kenapa kau tidur di kamar Diana bahkan tanpa baju.." ucap Brian.

__ADS_1


"Kami bisa jelaskan hal ini.." ucap Diana berusaha melerai.


__ADS_2