
Alfi dan Sofia pun kembali tenang, mereka tak lagi meributkan hal-hal sepele. Namun, Kenan kembali menelpon mereka.
"Ada apa Ken?" tanya Alfi.
"Kau jangan ke apartemen, aku akan kirim alamat baru.." balas Kenan.
"Baiklah.. " balas Alfi.
"Jika ada 2 mobil hitam dengan nomor plat yg aku kirimkan, mereka anak buah ayahku yg ditugaskan membantu kalian.." ucap Kenan.
"Baiklah Kenan aku mengerti.." ucap Alfi, lalu Kenan mematikan panggilannya.
"Ada apa Alfi??" tanya Sofia penasaran.
"Sofia kita tidak kembali ke apartemen, Kenan sudah mengirimkan lokasi baru.. Dan tolong cek 2 buah mobil hitam dibelakang apakah nomor platnya sama dengan yg dikirimkan oleh Kenan.." ucap Alfi memberikan ponselnya pada Sofia.
"Oke.." ucap Sofia menerima ponselnya dan langsung mengecek ke belakang.
"Mereka benar anak buahku Alfi.. Ini ponselmu.." ucap Sofia.
"Baguslah, sepertinya Kenan sudah memprediksi hal ini.." ucap Alfi.
"Iya Kenan pasti akan mengamankan tempat kita tinggal begitu mendengarku kabur darinya.." ucap Sofia.
"Ya.. semoga saja mereka tak menemukan kita.." balas Alfi.
"Ya semoga begitu." balas Sofia.
☘☘☘
Kenan
Kenan yg mendengar kalau kakaknya kabur dari Vall langsung mengambil tindakan. Ia menghubungi orang-orangnya untuk menyiapkan apartemen untuknya dan keluarganya.
"Aku mau kalian siapkan apartemen besar untukku.." perintah Kenan.
"Tinggal apartemen C dan D.."
"Yg paling jauh dari kantor D'Textile, dan kediaman tuan Felix.." pinta Kenan.
"Apartemen C tuan, dan kami akan segera menyiapkannya.."
"Ok.. 1-2 jam lagi aku tiba.. " balas Kenan.
"Siap tuan.."
Kenan pun langsung memberitahu ayahnya dan juga Ibunya. Mereka pun kaget setelah mendengarkan Kenan.
"Kita harus pergi darisini, karena Vall pasti akan kemari mencari kakak.." ucap Kenan.
"Baiklah.. aku akan berkemas.." ucap Satria.
"Tapi kita mau kemana Ken? apa kau sudah ada tujuan?" tanya Reina.
"Kau tenang saja, kalau Kenan berkata begitu artinya dia sudah punya tujuan.. benarkan?" ucap Satria.
"Tentu, jadi ayo kita berkemas.. " ucap Kenan.
"Aku akan mengemasi baju-baju Sofia.. kalian bawa yg penting-penting saja.." ucap Reina.
Setelah 30 menit, mereka pun telah berkemas barang-barang yg penting, seperti pakaian, dan berkas-berkas lainnya.
"Kalian sudah siap?" tanya Satria.
"Ya aku sudah siap.." ucap Kenan dengan beberapa koper besarnya.
__ADS_1
"Aku juga sudah siap.." ucap Reina.
"Ayo kita berangkat.. mobil sudah siap dibawah.." ucap Kenan.
"Tim SHIELD akan mengiringi kita .." ucap Satria.
Dengan cepat mereka pun turun ke bawah dan langsung menaiki mobil yg akan membawa mereka ke tujuan Kenan.
Perjalanan mereka pun berjalan dengan mulus dan langsung masuk ke apartemen yg telah disiapkan oleh Kenan.
"Kau sudah mengabari Alfi?" tanya Reina.
"Sudah bu, mereka mungkin sebentar lagi tiba.. " balas Kenan.
"Ibu dan ayah ini kamar kalian.. aku akan ada di kamar atas bersama kakak.. dan yg diujung kamar Alfi .." ucap Kenan.
"Oke.." balas Satria.
Mereka pun menaruh barang bawaan mereka dikamar dan berkumpul menunggu kabar dari Alfi.
☘☘☘
Sementara Vall, ia masih kesal karena Sofia kabur setelah memukulnya dan juga anak buahnya. Ia juga cukup terkejut saat anak buahnya menemukan motor yg dikendarai Sofia tergeletak dipinggir jalan. Dan juga keadaan motor tersebut agak rusak karena kecelakaan.
Vall pun ingin melihat langsung kondisi motor tersebut dan menyuruh anak buahnya berpencar mencari Sofia disekitar.
"Ya Tuhan.. apa yg sudah kulakukan? pasti Sofia tak bisa mengendarai motor ini dengan baik hingga terjatuh.. " ucap Vall.
Anak buahnya pun muncul melaporkan situasi.
"Tuan, kami tak menemukan nona Sofia dimanapun.."
"Akkkhh..! kalian ini payah sekali, sudah dipukuli sekarang kehilangan jejak.." ucap Vall kesal.
"Maaf tuan.."
"Bodohnya aku, padahal aku hanya tinggal bersabar menunggu..!" umpat Vall dalam hati.
Vall pun memutuskan untuk kembali karena ia benar-benar kehilangan jejak Sofia. Ia sudah memastikan bahwa Sofia sudah kembali, hingga ia menyuruh anak buahnya memata-matai apartemen tempat tinggal Sofia.
Ketika ia kembali ke rumahnya, William pun tiba dengan tergesa-gesa.
"Maaf tuan, aku baru saja tiba setelah mendapat telepon.." ucap William.
"Kau sudah diberitahu kadaannya Will?" tanya Vall.
"Sudah tuan, aku juga sudah memerintahkan anak buahku untuk mencari Sofia di apartemennya.. " balas William.
"Kita harus temukan dia.." balas Vall.
"Baik tuan aku akan berusaha.." balas William.
Tak lama William mendapat panggilan telepon dari anak buahnya.
"Apa? mereka menghilang?" tanya William panik dari sambungan telepon.
"Baiklah, cari tahu melalui cctv dan sebagainya.. " balas William.
"Baik tuan.."
Vall pun semakin resah mendengar kabar dari anak buahnya.
"Maaf tuan.. keluarga nona Sofia juga menghilang entah kemana.." balas William.
"Berarti Sofia sudah kabur dan dapat menghubungi keluarganya.. pasti mereka kabur agar kita tak menyerang mereka.." balas Vall.
__ADS_1
"Benar tuan.. aku akan terus berusaha mancari tahu.." ucap William, lalu pamit pergi.
Selepas William pergi Vall kembali meratapi kebodohannya. "Kenapa aku harus mengikuti saran si bodoh FELIX..!" umpat Vall dalam hati.
Ia terus menyesalinya kenapa ia harus membuat Sofia kembali menjauhinya apalagi ia telah melepaskan ibunya.
Nyonya Felix pun tiba dikantornya setelah mendapatkan kabar.
"Masuklah.." ucap Vall.
"Ibu.. " ucap Vall masih terkejut.
"Kenapa kau begitu bodoh..! kau benar-benar sudah mengacaukan segalanya.." ucap nyonya Felix.
"Mau bagaimana lagi bu, semuanya sudah kubuat berantakan.. sekarang Sofia dan keluarganya kabur entah kemana.." ucap Vall.
"Dasar anak tidak berguna..!" ucap nyonya Felix kesal.
"Mau ibu membunuhku sekalipun takkan mengubah keadaan.. ingat itu..!" ucap Vall kesal lalu meninggalkan ibunya di ruangannya.
"Dasar anak bodoh..!" umpat nyonya Felix yg ikut keluar sembari menggertu.
Kini Vall kembali pulang ke apartemen miliknya untuk menenangkan diri dari ibunya dan semua masalahnya. Sembari ia menunggu kabar dari William.
William pun tiba dengan kabar tak mengenakan, membuat Vall pun semakin frustasi.
"Maaf tuan, tuan Kenan sudah membereskan semua cctv disana.." ucap William.
"Apaaaa??" ucap Vall kesal dan melempat gelas yg ada dihadapannya.
Prankkk..!
"Aahhkk.. kenapa semua tak sesuai dengan keinginanku..!" teriak Vall.
"Maaf tuan.." ucap William.
"Will keluarlah, aku ingin sendiri.. panggil saja petugas kebersihan untuk membereskan semua ini.." ucap Vall.
"Baik tuan.." ucap William.
☘☘☘
Alfi dan Sofia.
Alfi dan Sofia pun segera menuju ke lokasi baru yg dikirimkan Kenan. Selang 45 menit, mereka pun tiba di lokasi.
"Syukurlah kita aman, mereka tak mampu mengejar kita.." ucap Sofia.
"Tentu saja, aku mengambil jalur lain yg agak jauh agar mereka tak mampu mengikuti.." ucap Alfi.
Tak lama anak buah Satria pun menghampiri mereka.
"Tuan dan nona ayo ikuti kami, tuan Satria, nyonya serta tuan Kenan sudah menunggu.." ucapnya.
"Iya terimakasih.." balas Alfi dan Sofia.
Mereka pun segera masuk, mengikuti anak buah Satria. Setelah tiba, Kenan pun membuka pintu dan menyambut kakaknya.
"Kakak.. syukurlah kau selamat.. ayo cepat masuk.." ucap Kenan.
"Iya.. Alfi datang tepat waktu.." balas Sofia.
"Terimakasih Alfi, tapi apa luka di kepala kakakku baik-baik saja?" tanya Kenan.
"Sudah tidak apa, dia hanya butuh waktu istirahat.." ucap Alfi.
__ADS_1
Dan mereka pun masuk ke dalam untuk menceritakan kronologi kejadiannya.