Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.50


__ADS_3

Kini Sofia sudah berada di bandara untuk pergi menuju US. Ia dengan identitas baru dan juga pasport baru akan pergi menuju negara paman Sam. Ia berharap bisa cepat bergabung dengan BlackStar. Dengan segala ambisi dan balas dendamnya Sofia tak takut dengan apapun. "Ayo semangat Sofia.. kau pasti bisa.. " gumamnya dalam hati.


Sofia dan Kenan sedang menunggu Doni yg belum datang. Tak lama kemudian Doni pun tiba, ia langsung menghampiri cucu kesayangannya itu.


"Sofia kau tidak terlambat kan?" tanya Doni.


"Iya kek .. masih ada waktu 15 menit lagi.." ucap Sofia.


"Syukurlah, kau jaga diri baik-baik.. jika kau dalam masalah mintalah bantuan pada Noah dia akan membantu segala urusanmu.." ucap Doni.


"Iya kek aku baik-baik saja.." ucap Sofia.


"Kumohon kali ini kau harus pulang dengan selamat.." ucap Doni.


"Iya kek.. aku akan berusaha semaksimal mungkin.." ucap Sofia memeluk kakeknya.


"Baiklah, selalu kabari kami.. " ucap Doni.


Lalu Sofia berpamitan pada Kenan dan mereka saling berpelukan.


"Kak kau hati-hati selama disana.. ingatlah jika terjadi sesuatu padamu aku pun akan merasakannya dan akan langsung mencarimu.. "ucap Kenan.


"Iya Ken.. aku akan mengabarimu dan juga kakek.." ucap Sofia.


"Aku masuk dulu ya semuanya.. " ucap Sofia pergi meninggalkan mereka berdua.


Setelah Sofia menghilang, keduanya kembali ke kantor masing-masing. Kenan pun berpamitan pada kakeknya dan langsung menuju kantornya. Sementara Doni menangis sesenggukkan di mobilnya. Tak lupa ia mengusir para bodyguardnya agar tidak melihatnya menangis.


"Huhu.. Sofiaku.. semoga kau baik-baik saja.." gumam Doni.


"Noah jika kau mengabaikan cucuku awas saja kau!" umpatnya.

__ADS_1


Setelah puas menangis Doni mengahapus air matanya, walaupun matanya terlihat sembab dan merah akibat menangis. Lalu ia menyuruh anak buahnya masuk dan melajukan mobilnya menuju kantornya. "Sekalipun aku memalukan mereka takkan berani menertawakanku..!" gumam Doni dalam hati saat menatap kedua bodyguardnya dengan tajam ketika mereka melihat wajah sembabnya.


Sofia yg berada di dalam pesawat pun memilih untuk tidur dan merilekskan tubuhnya untuk perjalanan panjang. Selama 20 jam lebih berada di pesawat Sofia menikmatinya dengan tenang. Dan ia yakin tak ada yg mengikutinya kali ini. Ia sudah melihat sekitar dan semua nampak normal.


Setelah pesawat mendarat, Sofia mencari taksi dan pergi menuju apartemen yg telah disiapkan oleh Noah. Ia terus berhubungan dengan Noah tanpa bertemu untuk melancarkan aksinya. Setelah tiba di sebuah apartemen, ia segera masuk dan mengunci apartemen tersebut. Lalu ia berkeliling melihat apakah kamar apartemen yg ia tempati sudah aman.


Setelah memastikan sudah benar-benar aman, ia segera merapikan kopernya dan membersihkan diri. Tak lupa ia juga mengabari Kakeknya dan juga Kenan. Kini ia merasa sangat lelah akibat perjalanan panjang, ia merebahkan dirinya dan menutup matanya. "Lelah sekali rasanya.." gumamnya lalu tertidur.


Esok paginya ia pun terbangun dan melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Sofia pun bangkit dan melakukan peregangan sebelum ia membersihkan diri. Setelah mandi ia pun keluar mencari makanan dan melihat sekitarnya. Dilihatnya lingkungan yg cukup padat penduduk, serta banyak preman yg berkeliaran di lingkungan itu. Ia pun berfikir, sepertinya orang-orang Noah menempatkan Sofia di tempat yg tepat. "Dan lihatlah sebentar lagi aku akan jadi orang jahat.." gumamnya dalam hati.


Setelah berkeliling sekitar, ia berhenti disebuah resto dan makan disana. Lalu ia merasa tak nyaman dengan penyamarannya dan memutuskan untuk memotong rambutnya. Dengat tekat yg bulat ia membeli gunting rambut dan memotong rambut panjangnya di apartemennya.


Perlahan ia mengukur panjang rambut yg diinginkan lalu memotongnya dengan hati-hati. "Semoga hasilnya tidak buruk.." gumamnya.


Setelah selesai, ia pun bercermin dan puas akan hasilnya. "Oh tidak buruk juga dengan rambut pendek ini.. Dan maafkan aku kakek rambutku masih bisa panjang.." gumam Sofia yg teringat kakeknya yg selalu menuntutnya untuk feminim dengan memanjangkan rambut.


Kemudian ia mewarnai rambutnya dengan warna blonde yg sangat cocok dengan warna kulitnya. Sofia ingin merubah penampilannya agar tidak mudah dikenali bagi orang yg pernah bertemu dengannya. Setelah menghabiskan waktu seharian merubah dirinya Sofia pun berdiri di depan cermin. "Lihatlah kini aku terlihat sedikit nakal dengan penampilan ini.." gumam Sofia menatap dirinya dengan rambut pendek dan warna berani.


Kemudian ia mengabari Kenan tentang keadaannya. Lalu Noah memberi arahan untuk bertemu seseorang di sebuah bar. "Bingo.. saatnya menjemput umpan besok ..!" ucapnya menatap ponselnya. Kemudian Noah mengiriminya ponsel baru untuk berkomunikasi dengan orang-orang baru yg berhubungan dengan BlackStar.


Setelah itu ia hanya seharian dirumah, menunggu aba-aba dari Noah dan timnya. Sesekali ia memesan makanan untuk diantar ke apartemennya. Dan semuanya tampak normal tak ada yg mencurigakan.


Pada malam harinya ia mulai bertemu dengan orang yg akan menghubungkannya dengan BlackStar. Ia mulai bernegosiasi dan membeli barang haram tersebut dalam jumlah yg besar untuk menarik perhatian mereka. Mereka yg tertarik pun merasa senang berbisnis dengan Gracia nama samaran Sofia.


"Senang berbisnis dengan anda nona.."


"Ya.. aku lebih senang menemukan orang yg tepat untuk berbisnis.. Oh ya klienku cukup banyak dan mereka biasanya memesan dalam jumlah besar apa barang kalian selalu ready?" tanya Gracia.


"Tentu nona, bos kami akan langsung menemui anda jika anda memerlukan banyak barang.."


"Bagus.. nanti aku kabari tuan.." ucap Gracia.

__ADS_1


"Tunggu nona, sepertiny bos kami yg ada disana tertarik ingin bertemu dengan anda.."


"Oh, baiklah.. aku akan menunggunya di meja sebelah sana.." ucap Gracia melangkah menuju sebuah meja kosong.


Ia pun duduk, dan memesan minuman. Gracia yg tidak terbiasa minum hanya memesan alkohol rendah dan tak ingin terpancing agar mabuk.


Tak lama setelahnya tibalah seorang pria yg dibilang bos dari lelaki tersebut.


"Selamat malam nona Gracia.." sapa tuan Jhonson.


"Malam juga tuan.." balas Gracia.


"Aku tak menyangka ada wanita secantik dirimu bergabung di bisnis ini.." ucapnya.


"Bisnis tak memandang apapun tuan.. Yg penting keuntungan yg didapatkan .." balas Gracia.


"Aku suka cara berfikirmu.." balas tuan Jhonson.


"Jadi ada apa seorang seperti dirimu menemuiku..?" tanya Gracia to the point.


"Yah, orang sepertimu akan sangat berguna bagi kelompokku.. aku berniat menawarkan tempat terbaik untukmu.." ucap tuan Jhonson.


"Kelompok seperti apa itu tuan? aku hanya mencari keuntungan saja dari bisnis ini.." ucap Gracia menarik tuan Jhonson untuk merayunya.


"Kami adalah pebisnis yg terorganisir nona. Dan jika kau berhasil menjual barang dalam jumlah besar maka kami akan menyediakan segalanya untukmu.." ucap tuan Jhonson.


"Apa persyaratannya?" tanya Gracia.


"Aku akan melihat perkembanganmu sebulan ini.. jika bagus kau bisa langsung masuk.." ucap tuan Jhonson.


"Yah kita lihat saja tuan.. sembari aku memikirkannya.. karena bisnis ini butuh banyak perhitungan.." ucap Gracia.

__ADS_1


"Tentu, untuk wanita secantik dirimu aku akan menunggunya.." ucap tuan Jhonson meraih tangan Gracia dan menciumnya.


Gracia pun pura-pura baik-baik saja padahal hatinya ia sangat jijik. "Dasar pria brengsek.. aku butuh desinfektan setelah ini..!" gumam Sofia dalam hati. Ia sangat kesal, jika bukan karena ia sedang menjadi Gracia pasti tangan lelaki itu sudah dipatahkan.


__ADS_2