Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.187


__ADS_3

Tepat 2 bulan setelahnya Kenan melangsungkan pernikahannya dengan Alice. Mereka berdua tampak sangat bahagia. Semua keamanan yg telah disiapkan oleh Sofia dan ayahnya pun benar-benar tak dapat ditembus siapapun. Mengingat Kenan membuat pesta pernikahan besar yg dihadiri banyak kliennya dari beberapa negara.


Belum lagi dari keluarga Alice yg datang dari US. Dan opa Alice, tuan Richard ayah dari Donald yg merupakan seorang pebisnis juga. Keluarga besar tersebut pun menjadi semakin besar. Tak heran undangannya mencapai ribuan, bahkan lebih ramai dari tamu undangan Sofia dan Alfi.


Sofia pun hanya bisa tersenyum sembari mengelus perut buncitnya.


"Alice kau tampak cantik, tapi sepertinya kau butuh sesuatu.." ucap Sofia.


"Terimakasih kak, apa itu?" tanya Alice.


Sofia pun memanggil anak buahnya untuk membawakan sesuatu yg telah ia siapkan.


"Bawa masuk.." perintah Sofia.


"Apa ini kak? kursi.." tanya Alice.


"Yap.. kau akan pegal karena terus berdiri dengan heels mu.. ini salah satu trikku kemarin.." ucap Sofia berbisik.


"Benarkah? akhirnya aku punya solusi untuk ini.." ucap Alice.


"Yah, karena aku sudah mengalaminya lebih dulu.. jadi aku tahu bagaimana rasanya.. " ucap Sofia.


"Terimakasih kak.." ucap Alice.


"Ya sama-sama Alice.." balas Sofia.


Sofia pun menemani Alice di kamar tempatnya merias diri. Sementara Aunty Dina sedang mengatur sesuatu. Sofia pun menjaga Alice sembari duduk dan menikmati sarapannya.


"Maaf ya kak, padahal kakak sedang hamil tapi malah menjagaku.." ucap Alice.


"Aku disini hanya duduk dan makan kok.. kau tak tahu saja anak buahku sudah bersiaga di depan pintu.." ucap Sofia.


"Pokoknya terimakasih kak.." ucap Alice tersenyum.


"Ya.. sudah cukup terimakasihnya.." balas Sofia.


"Kak, jangan terlalu memaksakan diri hari ini.. kakak cukup hadiri akadnya saja.." ucap Alice.


"Oke Alice.. aku juga sudah gampang lelah sekarang.." ucap Sofia.


"Tapi aku tetap kagum padamu, karena walaupun mengandung bayi kembar tapi badanmu tetap langsing.." ucap Alice.


"Mungkin antara faktor keturunan atau karena pola hidupku yg bagus selama bertahun-tahun.." ucap Sofia.


"Baiklah, aku akan mengingatnya kak, aku juga akan mencoba pola hidup sehat.." ucap Alice.


"Ya.. kau harus memulainya.." ucap Sofia.


Setelah itu, Alice pun selesai dirias. Dan tim SHIELD sudah menjemput mereka untuk menuju ke ruangan tempat akad nikah. Disana semua keluarga pun sudah berkumpul. Alice yg ditemani Dina dan Sofia pun menuju ke sana. Sofia pun berada di barisan belakang dengan anak buahnya. Ia sedikit menanyakan kondisi sekitar.


"Apakah ada yg teelihat mencurigakan bagi kalian?" tanya Sofia.

__ADS_1


"Tidak nona.." balas mereka.


"Bagus, tetap siaga sampai akhir.." ucap Sofia.


"Siap nona.." balas mereka.


Saat tiba di tempat akad, prosesi pun langsung dimulai. Akad dilaksanakan dengan hikmad dan penuh haru. Akhirnya Kenan sah menikahi Alice dan semua orang terlihat bahagia. Sofia pun duduk di samping Alfi menyaksikan prosesi Kenan menikah.


"Akhirnya mereka menikah juga.." ucap Sofia haru.


"Ya.. karena mereka berjodoh.." ucap Alfi menghapus air mata Sofia.


"Iya.. " balas Sofia.


"Katakan dengan jujur jika kau lelah, kita akan istirahat di kamar hotel.." ucap Alfi.


"Ya tentu.." ucap Sofia.


Setelah akad selesai, pengantin pun bersalaman dengan semua anggota keluarga. Dan langsung menuju resepsi. Alice dan Kenan pun berganti pakaian setelah sesi foto keluarga selesai.


Saat acara resepsi, semua pun berjalan dengan baik hingga akhir acara. Sofia pun hanya beberapa jam hadir di acara resepsi tersebut mengingat kandungannya yg sudah besar. Disana bahkan sudah disiapkan dokter dan juga kursi roda jika Sofia lelah tapi Sofia enggan memakainya.


Saat acara selesai, semua tamu mulai meninggalkan hotel dan tim SHIELD yg bertugas pada malam hari tiba untuk berjaga dan mengecek keamanan sesuai perintah Satria.


Sofia pun memilih istirahat di kamar hotel bersama Alfi. Tubuhnya yg mulai terasa berat, dan geraknya yg sudah terbatas membuatnya tidak bisa banyak beraktivitas.


Selepas acara, keesokannya Alice dan Kenan melaksanakan honeymoon ke Maldives. Mereka berpamitan pada seluruh anggota keluarga dan berangkat pagi ini.


Mereka tiba di sana dan langsung disambut puluhan anggota SHIELD yg bertugas mengawal Sofia.


"Kakek kenapa sebanyak ini?" tanya Sofia.


"Kau itu sedang hamil besar, butuh banyak orang jika kau tiba-tiba mau melahirkan." jawab Doni.


"Oo.. Oke.." balas Sofia pasrah.


Lalu datanglah anak buah Sofia membawakan kursi roda.


"Sofia duduklah dikursi yg sudah disiapkan.." perintah Doni.


"Aku masih sanggup berjalan kek.." ucap Sofia.


"Sofia..! turuti saja keinginan kakekmu.." ucap Doni dengan tegas.


"Sayang duduk dan turuti saja.." ucap Alfi.


"Oke.. oke aku duduk.." ucap Sofia langsung duduk dan Alfi bersiap mendorongnya.


Mereka pun menuju ke mobil dan langsung ke apartemen. Doni dan Ayana pun akan tinggal di unit sebelah kamar Sofia dan Alfi. Tempat yg langsung dibeli Reina tepat setelah mengetahui putrinya hamil.


Mereka pun beristirahat di kamar apartemen masing-masing. Dan anak buahnya sudah menyiapkan segalanya. Malam itu perut Sofia mulai terasa sakit.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" tanya Alfi.


"Hanya sedikit sakit.." ucap Sofia.


"Kau perhatikan setiap kali sakit, rentang waktunya berapa lama.. dan jika sudah ada tanda-tanda melahirkan cepat panggil aku.." ucap Alfi.


"Ya.. ini masih bisa kutahan.. dan sekarang sudah hilang.." ucap Sofia.


"Benarkah?? mungkin tadi hanya kontraksi palsu.." ucap Alfi.


Sofia pun kembali beristirahat usai makan malam. Di kamar apartemennya Alfi sudah menyewa perawat untuk keadaan darurat. Perawat pun tiba, dan memeriksa Sofia sebelum ia beristirahat.


Menjelang malam, Sofia mendapatkan panggilan telepon dari nomor tak dikenal. Sofia pun mengangkatnya.


"Halo nona Sofia, ini Max.." ucap Max(nama William saat ini).


"Ya.. katakanlah.." ucap Sofia.


"Nona, Vall sudah bebas. Sebaiknya anda berhati-hati.." ucap Max.


"Apa?? bukankah 2 tahun lagi?" tanya Sofia.


"Aku juga sedang menyelidikinya nona, dan orang yg ku curigai kini menghilang.." ucap Max.


"Oh tidak.. baiklah Max berhati-hati dan tetap waspada.." ucap Sofia.


"Baik nona.." ucap Max, lalu Sofia memutus sambungan teleponnya.


Alfi yg melihat raut wajah panik Sofia pun langsung bertanya.


"Tadi siapa sayang??" tanya Alfi.


"Max.." jawab Sofia.


"Max?? anak buahmu?" tanya Alfi.


"Dia William, aku mengganti namanya. Ia memberikan kabar kalau Vall sudah bebas, dan kita diminta untuk berhati-hati.." ucap Sofia.


"Apa?? siapa orang gila yg membebaskannya??" tanya Alfi.


"Orang yg sedang diselidiki Max menghilang, mungkin ia sudah merasa dicurigai.." ucap Sofia.


"Sayang apapun masalahnya, seberat apapun, kau harus tenang. Karena ini menjelang kelahiranmu.." ucap Alfi.


"Ya aku tahu, aku akan segera mengabari ayahku..." ucap Sofia.


"Ya.. serahkan pada ayahmu untuk sementara waktu." balas Alfi.


Sofia pun bergerak cepat dan mengabari ayahnya. Satria yg sudah tahu apa yg terjadi pun, mulai merapatkan barisannya untuk menjaga Sofia dan calon cucunya. Sofia juga meminta anak buahnya untuk memantau CCTV sekitar dan mengamati siapa saja yg terlihat mencurigakan di sekitar apartemannya.


Malam semakin larut, Sofia pun sudah tertidur setelah semua persiapan yg ia lakukan. Dan tengah malam, Sofia terbagun karena merasakan sakit yg luar biasa. Sofia terdiam dan menahannya, saat ia hendak meraih gelas di meja, tangannya pun tak sampai dan gelas pun terjatuh.

__ADS_1


Praanankkkk..!


__ADS_2